Setelah mengikuti jejak Yennefer hingga White Orchard, Geralt dan Vesemir akhirnya tiba di desa yang mereka cari. Namun kedatangan itu belum memberinya jawaban yang benar-benar dibutuhkan. Yennefer memang pernah melewati wilayah tersebut, tetapi ke mana ia pergi setelahnya masih belum jelas. Untuk sementara, langkah paling sederhana adalah masuk ke tavern desa dan mulai bertanya.
White Orchard sendiri sedang jauh dari keadaan normal. Tidak lama sebelumnya, pasukan Temeria dikalahkan oleh Nilfgaard dan kekuasaan di wilayah itu berpindah tangan. Bendera baru mulai terlihat, tentara asing berjaga di jalan, sementara penduduk tetap harus membuka usaha, bekerja di ladang, dan menjalani hari berikutnya seolah perubahan sebesar itu dapat diterima begitu saja. Di tengah keadaan itulah Geralt mencari seorang perempuan berambut hitam yang hanya meninggalkan jejak samar. Pencarian sederhana itu segera menunjukkan bahwa jejak Yennefer di White Orchard tidak dapat dipisahkan dari pendudukan Nilfgaard dan kehidupan orang-orang di bawah kekuasaan baru itu.
![]() |
| Geralt mulai mencari informasi di tavern White Orchard ketika ketegangan warga masih terasa. |
Tavern White Orchard dan Kehidupan Setelah Kekalahan
Tavern White Orchard menjadi tempat pertama yang didatangi Geralt untuk mencari informasi setelah memasuki desa. Tempat itu dikelola oleh Elsa, perempuan lokal yang masih berusaha menjaga usahanya tetap berjalan meskipun keadaan politik di sekelilingnya berubah dengan cepat. Orang-orang datang untuk minum, berbicara, atau sekadar menghabiskan waktu, tetapi suasana di dalamnya tetap tegang akibat apa yang baru saja terjadi di luar.
Elsa mengetahui bahwa Geralt dan Vesemir sebelumnya telah menyelamatkan Bram dari serangan griffin. Karena keduanya tidak mengambil bayaran yang ditawarkan Bram, Elsa, sepupu Bram, menyambut mereka dengan sedikit lebih hangat dan memberikan empat roasted chicken legs sebagai bentuk terima kasih. Sambutan kecil itu tidak menghilangkan ketegangan di dalam tavern, tetapi menunjukkan bahwa tidak semua orang di White Orchard memandang seorang witcher dengan kecurigaan yang sama.
Kekalahan Temeria masih terasa dekat bagi penduduk White Orchard. Mereka baru saja melihat pasukan kerajaan mereka dikalahkan, lalu menyaksikan Nilfgaard mengambil alih wilayah tempat mereka tinggal. Perubahan semacam itu tidak hanya terlihat dari tentara yang berjaga. Dampaknya juga terasa dalam keputusan-keputusan kecil yang harus dibuat orang biasa, termasuk Elsa.
Elsa tidak lagi berbicara seperti seseorang yang berharap keadaan sebelum perang dapat kembali begitu saja. Menurut Elsa, ia sudah berduka sekitar setengah tahun sebelumnya, ketika King Foltest terbunuh. Sekarang, yang ia inginkan hanyalah kedamaian. Bagi orang yang menjalankan tavern di wilayah pendudukan, menjalani hari berikutnya terasa jauh lebih mendesak daripada terus memikirkan siapa yang seharusnya berkuasa.
![]() |
| Percakapan Elsa memperlihatkan ketidakpastian warga White Orchard setelah pergantian kekuasaan. |
Percakapan dengan Elsa menunjukkan betapa rapuhnya kedamaian di White Orchard. Ia menyadari bahwa keadaan dapat berubah sewaktu-waktu, dan penduduk lain pun tidak menunjukkan respons yang seragam terhadap Nilfgaard. Ada yang mencoba menyesuaikan diri, ada yang masih menyimpan kemarahan, dan ada pula yang hanya ingin menjalani hari tanpa kehilangan lebih banyak daripada yang sudah mereka kehilangan. Perbedaan itu membuat White Orchard terasa lebih hidup daripada sekadar wilayah yang baru berganti penguasa. Perang mungkin telah bergerak menjauh dari medan pertempuran, tetapi bagi orang-orang yang tinggal di sana, ketidakpastian belum ikut pergi.
Mencari Informasi tentang Yennefer
Geralt datang ke tavern bukan untuk membicarakan politik. Sejak meninggalkan Willoughby, tujuannya tetap sama. Geralt mencari Yennefer. Ia bertanya kepada Elsa tentang seorang perempuan berambut hitam yang berpakaian hitam dan putih, sosok yang sulit salah dikenali setelah sejarah panjang yang mereka miliki bersama.
Elsa tidak memiliki jawaban yang dibutuhkan Geralt, tetapi tavern dipenuhi orang-orang yang mungkin pernah melihat Yennefer lewat. Maka Geralt mulai bertanya kepada para pengunjung. Tidak semuanya ramah dan tidak semuanya memiliki informasi yang berguna, tetapi percakapan-percakapan singkat itu memberi gambaran tentang orang-orang yang berada di White Orchard ketika perang baru saja mengubah kehidupan mereka.
Di antara mereka ada penduduk lokal yang tidak menyembunyikan ketidaksukaannya terhadap witcher. Sikap semacam itu bukan hal baru bagi Geralt. Witcher sering dibutuhkan ketika monster mulai membunuh manusia atau ternak, tetapi kebutuhan itu tidak selalu membuat mereka diterima. Mutasi, reputasi, dan berbagai cerita tentang witcher membuat orang seperti Geralt tetap dipandang berbeda, bahkan ketika keahlian mereka bisa menjadi satu-satunya alasan sebuah desa bertahan dari ancaman monster.
Ada pula Aldert Geert, seorang scholar dari Oxenfurt yang kebetulan berada di sana. Dalam perjalanan yang kita ikuti, Geralt menerima ajakan Aldert untuk bermain Gwent dan menang. Pertandingan itulah yang memperkenalkannya pada Gwent, sementara kemenangan tersebut memberinya kartu Zoltan Chivay. Aldert sendiri tidak mempunyai informasi berguna tentang Yennefer. Petunjuk yang benar-benar membantu Geralt melanjutkan pencarian justru datang dari pengunjung lain.
Seorang Pria Bernama Gaunter O'Dimm
Geralt bertemu seorang pria bernama Gaunter O'Dimm di salah satu meja tavern. Sekilas tidak ada yang membuatnya tampak seperti orang penting. Ia berbicara dengan tenang dan mengaku pernah berdagang cermin sebelum perang mengubah hidupnya hingga ia menjadi seorang pengembara.
Percakapan berubah ketika Gaunter menunjukkan bahwa ia mengetahui siapa Geralt. Ia pernah mendengar berbagai cerita tentang sang witcher, termasuk dari kisah dan balada Dandelion. Hal itu belum terasa aneh mengingat reputasi Geralt, tetapi Gaunter ternyata juga mengetahui sesuatu tentang perempuan yang sedang dicarinya.
![]() |
| Gaunter O'Dimm mengarahkan Geralt ke garnisun Nilfgaard untuk mencari jejak Yennefer. |
Menurut Gaunter, seorang pengintai Nilfgaard dari garnisun setempat melihat Yennefer ketika perempuan itu datang ke sana. Yennefer sempat berbicara singkat dengan komandan garnisun sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Untuk pertama kalinya sejak tiba di desa, Geralt memperoleh petunjuk yang benar-benar bisa diikuti. Jika ada pihak yang mengetahui lebih banyak tentang perjalanan Yennefer, kemungkinan jawabannya berada di tangan Nilfgaard.
Gaunter tidak meminta bayaran atas informasi tersebut. Ia hanya mengatakan bahwa orang-orang yang hidup di jalan sebaiknya saling membantu, dan mungkin suatu hari ia akan membutuhkan bantuan Geralt. Setelah percakapan berakhir, Gaunter menghilang begitu saja dari tavern. Geralt sempat menyadarinya, tetapi belum mempunyai alasan untuk memikirkan siapa atau apa sebenarnya pria yang baru saja membantunya itu.
Kepergian Gaunter terasa ganjil, tetapi bagi Geralt mengikuti petunjuk menuju Nilfgaardian Garrison jauh lebih mendesak daripada mencari tahu identitas seorang pengembara yang baru dikenalnya. Untuk saat ini, garnisun itulah tempat yang paling mungkin membawanya lebih dekat kepada Yennefer.
Ketegangan yang Menunggu di Luar Tavern
Setelah mendapat petunjuk itu, Geralt meninggalkan tavern dan bersiap melanjutkan perjalanan menuju garnisun. Namun ketegangan yang sebelumnya hanya terasa melalui tatapan dan percakapan ternyata belum mereda. Tiga pria lokal menghadangnya di luar, dan sikap mereka segera menunjukkan bahwa Geralt tidak akan bisa pergi begitu saja.
![]() |
| Tiga pria lokal menghadang Geralt setelah ia meninggalkan tavern White Orchard. |
Konfrontasi tersebut tidak berarti seluruh penduduk White Orchard memusuhi Geralt. Yang berdiri di hadapannya hanyalah tiga orang dengan kemarahan dan prasangka mereka sendiri, sementara sikap warga lain terhadap kehadiran seorang witcher tidak selalu sama.
Namun adegan itu tetap memperlihatkan posisi serba sulit seorang witcher dalam masyarakat. Geralt dapat melewati sebuah desa tanpa mengusik siapa pun, tetapi keberadaannya sendiri sudah cukup untuk memancing rasa tidak nyaman. Konfrontasi tersebut pada akhirnya berubah menjadi perkelahian. Setelah perkelahian berakhir, Geralt kembali pada urusan yang jauh lebih penting. Yennefer masih berada di luar sana, dan petunjuk terbaik yang dimiliki Geralt kini mengarah kepada pihak yang baru saja memenangkan perang.
Menuju Nilfgaardian Garrison
Geralt meninggalkan desa dan bergerak menuju garnisun Nilfgaard. Perjalanan itu semakin memperjelas perubahan suasana White Orchard. Di tavern, dampak pendudukan muncul melalui percakapan warga dan ketegangan di antara orang-orang biasa. Di garnisun, pergantian kekuasaan terlihat jauh lebih langsung melalui tentara, perintah, serta cara Nilfgaard mulai mengatur wilayah itu.
![]() |
| Geralt meninggalkan desa dan menuju garnisun Nilfgaard untuk melanjutkan pencarian Yennefer. |
Lokasi yang kini digunakan Nilfgaard itu bukan benteng baru yang dibangun setelah invasi. Lokasi tersebut sudah penting secara strategis ketika White Orchard masih sepenuhnya berada di bawah kendali Temeria. Setelah kemenangan Nilfgaard, pasukannya mengambil alih tempat itu dan menjadikannya pusat operasi di wilayah tersebut.
Bangunan yang sama kini berada di tangan penguasa baru. Tentara Nilfgaard berjaga di tempat yang sebelumnya digunakan Temeria, dan dari sanalah berbagai perintah mulai dikeluarkan kepada masyarakat sekitar. Pergantian semacam itu membuat pendudukan terasa lebih nyata daripada sekadar perubahan warna pada peta. Orang-orang yang hidup di bawah kekuasaan itu harus menyesuaikan diri dengan aturan dari pihak yang belum lama ini menjadi lawan dalam perang.
Ketertiban di Bawah Kekuasaan Baru
Nilfgaard tidak hanya menguasai White Orchard dengan menempatkan pasukannya. Penguasa baru mulai mengatur kebutuhan praktis di wilayah tersebut, termasuk pembersihan mayat setelah perang dan pengumpulan pasokan bagi tentara. Secara praktis, alasan di balik beberapa perintah tersebut mudah dipahami. Mayat yang dibiarkan terlalu lama dapat menjadi sumber penyakit, sementara pasukan yang ditempatkan di garnisun membutuhkan makanan.
Namun ketertiban itu tidak lahir dari kesepakatan setara antara Nilfgaard dan penduduk setempat. Aturan ditegakkan oleh pihak yang baru saja memenangkan perang, dan kewajiban yang dibebankan kepada masyarakat tetap disertai ancaman hukuman. Karena itu, menggambarkan Nilfgaard hanya sebagai pihak yang datang membawa ketertiban akan menghilangkan bagian penting dari kenyataan yang dihadapi penduduk White Orchard.
Di sisi lain, apa yang Geralt lihat juga tidak mendukung gambaran sederhana bahwa seluruh pasukan Nilfgaard datang hanya untuk menjarah sebanyak mungkin. Dunia The Witcher jarang membagi konflik menjadi dua sisi yang sepenuhnya baik dan sepenuhnya buruk. White Orchard menjadi salah satu contoh pertama tentang bagaimana kekuasaan, perang, dan kebutuhan sehari-hari saling bertumpuk dengan cara yang tidak nyaman. Geralt tidak datang untuk menilai pemerintahan baru itu, tetapi ia harus masuk ke pusat kekuasaannya untuk mendapatkan jawaban tentang Yennefer.
Captain Peter Saar Gwynleve
Di dalam garnisun, Geralt akhirnya bertemu Captain Peter Saar Gwynleve, komandan Nilfgaard yang bertanggung jawab atas White Orchard. Namun sebelum sempat menanyakan Yennefer, Geralt harus menunggu Peter menyelesaikan persoalan lain dengan ealdorman desa. Keduanya membicarakan jumlah gandum yang harus diserahkan kepada garnisun.
![]() |
| Peter Saar Gwynleve menetapkan jumlah gandum yang harus diserahkan penduduk White Orchard kepada garnisun. |
Ealdorman mengatakan desa masih dapat menyediakan empat puluh bushel gandum. Peter justru menurunkan jumlah itu menjadi tiga puluh. Garnisun tetap membutuhkan pasokan dan Peter tetap berbicara sebagai penguasa militer yang berhak menentukan kewajiban penduduk. Namun adegan tersebut juga menunjukkan bahwa ia tidak berusaha mengambil sebanyak mungkin hanya karena berkuasa.
Adegan itu belum cukup untuk menilai Peter sebagai komandan yang baik ataupun kejam. Yang terlihat hanyalah seorang perwira pasukan pendudukan yang mencoba mengatur kebutuhan militernya, sementara penduduk lokal harus bernegosiasi dari posisi yang jelas tidak setara.
Nuansa semacam itu membuat Peter lebih menarik daripada jika ia hanya diperkenalkan sebagai komandan penjajah yang gemar membentak orang di sekitarnya. Geralt tidak perlu menyukainya untuk dapat berbicara dengannya, dan Peter juga tidak perlu menjadi tokoh jahat satu dimensi untuk tetap mewakili kekuasaan Nilfgaard atas wilayah Temeria.
Geralt Akhirnya Bertanya tentang Yennefer
Setelah urusan gandum selesai, Geralt akhirnya menjelaskan alasan sebenarnya datang ke garnisun. Ia mencari Yennefer dan mengetahui dari Gaunter O'Dimm bahwa seseorang dari pihak Nilfgaard pernah melihatnya. Peter memang memiliki informasi tentang Yennefer, tetapi jawaban yang dibutuhkan Geralt ternyata tidak diberikan begitu saja.
Begitu mengetahui bahwa Geralt adalah seorang witcher, Peter mengarahkan pembicaraan pada persoalan yang sedang mengganggu White Orchard. Seekor griffin telah meneror wilayah itu, dan ancaman tersebut sulit ditangani oleh pasukan biasa. Bagi Peter, kedatangan seorang witcher di tengah persoalan semacam itu sulit dilewatkan begitu saja.
![]() |
| Peter menjelaskan bahwa memburu griffin dengan pasukannya akan membutuhkan operasi besar yang sulit dilakukan. |
Peter menjelaskan bahwa untuk memburu griffin dengan pasukannya, ia harus mengerahkan banyak orang, menyisir hutan, dan menggelar perburuan besar tanpa jaminan bahwa hasilnya sepadan dengan upaya tersebut. Monster yang dapat terbang dan berpindah tempat dengan cepat bukan target yang mudah bagi tentara reguler. Tentara mungkin unggul dalam jumlah, tetapi keunggulan itu tidak banyak membantu ketika yang diburu adalah makhluk yang dapat menghilang dari jangkauan sebelum pasukan sempat mengepungnya.
Geralt menawarkan sesuatu yang berbeda. Ia tidak membutuhkan satu garnisun penuh untuk memahami bagaimana monster berburu. Pekerjaan semacam itu menjadi inti profesi witcher, mulai dari membaca jejak dan memahami perilaku makhluk hingga menyiapkan sesuatu yang dapat menariknya keluar lalu memilih waktu yang tepat untuk menyerang.
Dari situ, keduanya pun mencapai kesepakatan. Peter mempunyai informasi yang dibutuhkan Geralt mengenai Yennefer, sementara Geralt memiliki keahlian yang dibutuhkan Peter untuk menyelesaikan masalah griffin. Untuk memperoleh jawaban yang ia cari, Geralt harus menangani monster tersebut terlebih dahulu.
Harga dari Sebuah Informasi
Peter tidak meminta Geralt memulai perburuan tanpa arah. Ia memberi dua nama yang dapat membantu penyelidikan Geralt. Salah satunya adalah Mislav, hunter lokal yang tinggal di sebelah selatan desa dekat hutan. Mislav mengetahui lokasi tempat patroli Nilfgaard diserang dan dapat menunjukkan tempat itu kepada Geralt.
![]() |
| Peter mengarahkan Geralt kepada Mislav, hunter yang dapat membantu penyelidikan griffin. |
Peter juga mengarahkan Geralt kepada Tomira, herbalist White Orchard yang dapat memberi tahu Geralt di mana buckthorn dapat ditemukan. Kedua orang itu menjadi tujuan Geralt berikutnya, tetapi arah pencariannya kini berubah. Ia datang ke garnisun untuk mencari Yennefer, tetapi keluar dari sana dengan pekerjaan baru yang harus diselesaikan sebelum informasi mengenai perempuan itu benar-benar diberikan.
Bagi Geralt, keadaan seperti ini hampir terasa biasa. Ia kerap bepergian dengan satu tujuan, lalu harus berhenti ketika persoalan orang lain menghadang di tengah jalan. Bedanya, kali ini persoalan tersebut bukan gangguan kecil. Seekor griffin telah membunuh manusia dan menjadi ancaman bagi wilayah yang masih berusaha pulih setelah perang.
Dari Jejak Yennefer Menuju Jejak Griffin
Geralt memasuki White Orchard hanya untuk mencari informasi tentang Yennefer, tetapi pencarian itu segera membawanya semakin jauh ke dalam persoalan desa yang baru diduduki. Dari tavern hingga garnisun, setiap petunjuk membuatnya berurusan dengan orang-orang yang menghadapi perang dan pergantian kekuasaan dari posisi yang berbeda.
Setiap tempat memperlihatkan sisi berbeda dari White Orchard. Di tavern, pendudukan terasa melalui orang-orang yang berusaha bertahan hidup dan mempertahankan identitas mereka. Di luar tavern, Geralt kembali melihat bagaimana statusnya sebagai witcher membuatnya mudah dipandang sebagai orang asing. Di garnisun, kekuasaan Nilfgaard tidak lagi terasa samar karena Geralt berhadapan langsung dengan orang yang menjalankannya.
Namun semua pertemuan itu tidak mengubah tujuan Geralt. Ia masih mencari Yennefer, dan Peter mempunyai informasi yang dibutuhkannya. Masalahnya, informasi tersebut baru akan diberikan setelah Geralt menyelesaikan persoalan griffin. Pencarian pribadi yang membawanya ke White Orchard kini untuk sementara harus menunggu pekerjaan seorang witcher.
Mislav mengetahui sesuatu tentang serangan monster tersebut, sementara Tomira dapat membantu Geralt memperoleh apa yang dibutuhkan untuk persiapan perburuan. Untuk pertama kalinya sejak tiba di White Orchard, Geralt harus mengalihkan perhatian dari jejak Yennefer menuju pekerjaan yang paling dikenalnya. Geralt datang ke desa ini untuk mengikuti jejak seorang sorceress, tetapi sebelum jejak itu dapat membawanya lebih jauh, ia kini harus memulai penyelidikan dan persiapan perburuan Royal Griffin di White Orchard.







