Seluruh penyelidikan Geralt di White Orchard akhirnya membawanya ke sebuah tempat terbuka di luar desa. Ia dan Vesemir sudah mengetahui apa yang mereka hadapi, memahami mengapa Royal Griffin menjadi semakin agresif, dan membawa buckthorn untuk memancing monster itu keluar. Setelah jejak dibaca, sarang ditemukan, dan seluruh persiapan selesai, tidak ada lagi yang perlu mereka selidiki. Kini mereka hanya perlu menunggu monster itu datang.
Pengetahuan yang diperoleh Geralt membuat perburuan ini terasa berbeda dari saat Peter Saar Gwynleve pertama kali menahannya dengan sebuah kesepakatan. Royal Griffin itu bukan monster yang menyerang manusia tanpa sebab. Pasangannya dibunuh setelah sarang mereka ditemukan, dan griffin jantan yang tersisa kemudian melampiaskan kemarahannya kepada manusia di sekitar White Orchard.
Namun memahami penyebabnya tidak menghapus akibat yang sudah ditimbulkan. Bram nyaris terbunuh ketika Geralt dan Vesemir pertama kali memasuki wilayah ini, Vesemir terluka di bahu, dan patroli Nilfgaard menjadi korban. Lena juga masih terbaring setelah serangan griffin. Geralt memang sudah menyerahkan Swallow kepada Tomira untuk mencoba menyelamatkannya, tetapi ketika perburuan dimulai ia belum mengetahui apakah pengobatan berisiko itu berhasil. Mengetahui alasan monster itu menjadi berbahaya tidak mengubah kenyataan bahwa membiarkannya hidup berarti membuka kemungkinan jatuhnya korban berikutnya. Pertarungan di depan mereka akan menentukan apakah seluruh persiapan itu cukup, sekaligus apakah Geralt akhirnya bisa kembali mengikuti jejak Yennefer yang sempat tertahan.
Menunggu Royal Griffin Bersama Vesemir
Geralt dan Vesemir mengambil posisi di tempat yang sudah dipilih untuk penyergapan. Buckthorn yang sebelumnya dicari Geralt dipasang pada umpan berbentuk domba agar aromanya yang kuat menarik perhatian griffin. Seluruh pekerjaan sebelum pertarungan kini mengarah pada satu tujuan yang sangat konkret. Monster harus datang kepada mereka, bukan sebaliknya.
![]() |
| Geralt dan Vesemir menunggu Royal Griffin di medan penyergapan pilihan Vesemir. |
Dalam pekerjaan seorang witcher, pertarungan sering kali hanya menjadi bagian terakhir dari proses yang jauh lebih panjang. Geralt sudah mengetahui sarang targetnya, memahami perubahan perilakunya, dan menemukan umpan untuk memancingnya keluar, sementara Vesemir memilih medan yang memberi mereka ruang untuk menghadapi serangan dari udara. Semua persiapan itu tidak menghilangkan bahaya dari Royal Griffin, tetapi setidaknya mereka tidak perlu menghadapinya tanpa rencana. Vesemir sudah menentukan tempat pertempuran akan dimulai, sementara buckthorn memberi keduanya cara untuk memancing monster ke sana.
Crossbow dari Vesemir
Ketika jeritan dan kepakan sayap menandakan Royal Griffin mendekat, Vesemir menghentikan percakapan mereka dan menyerahkan sebuah crossbow kepada Geralt. Ia mengaku memenangkan senjata itu dalam permainan kartu ketika Geralt sibuk melakukan penyelidikan. Vesemir memberikannya tepat saat dibutuhkan. Menghadapi makhluk yang dapat terbang berarti pedang tidak selalu cukup, terutama ketika monster berada jauh di luar jangkauan.
![]() |
| Crossbow memberi Geralt opsi serangan jarak jauh sebelum Royal Griffin tiba. |
Crossbow tidak mengubah cara bertarung Geralt secara mendasar. Sebagai swordsman dan witcher, Geralt tetap mengandalkan pengetahuan tentang monster, Sign, serta pedang perak ketika target berada dalam jangkauan. Namun ketika menghadapi griffin yang dapat menyerang dari udara lalu kembali menjauh, senjata jarak jauh memberinya satu pilihan tambahan.
Momen kecil itu kembali memperlihatkan hubungan Geralt dengan Vesemir. Geralt memang bukan witcher muda yang baru belajar memegang pedang, tetapi Vesemir tetap memperhatikan persiapan dan mencari cara sederhana untuk meningkatkan peluang mereka bertahan hidup.
Umpan Buckthorn Berhasil
Rencana mereka segera membuahkan hasil. Royal Griffin mendekati umpan yang sudah disiapkan, tertarik oleh aroma buckthorn yang digunakan Geralt dan Vesemir. Untuk pertama kalinya sejak penyelidikan dimulai, Geralt tidak lagi berhadapan dengan bekas serangan, bangkai, atau jejak yang ditinggalkan setelah monster pergi. Makhluk yang selama ini hanya dikenal melalui akibat serangannya kini berada tepat di hadapan mereka.
![]() |
| Royal Griffin mendekati umpan buckthorn yang disiapkan Geralt dan Vesemir. |
Kemunculannya membuktikan bahwa pekerjaan Geralt sebelumnya bukan sekadar rangkaian persiapan yang dilakukan karena kebiasaan. Mislav membawanya menuju jejak patroli, penyelidikan mengungkap sarang serta kematian griffin betina, Tomira menunjukkan cara mendapatkan buckthorn, dan kini semua persiapan itu membentuk rencana yang terbukti bekerja. Royal Griffin datang ke medan penyergapan, tetapi sejak saat itu tidak ada rencana yang mampu sepenuhnya mengendalikan apa yang akan terjadi.
Geralt dan Vesemir Melawan Royal Griffin
Pertarungan dimulai dengan Geralt dan Vesemir menghadapi griffin bersama. Monster itu memiliki keunggulan jelas saat berada di udara dan mampu bergerak cepat sebelum kembali menyerang dari sudut yang sulit dijangkau. Ketika turun ke tanah pun keadaan tetap berbahaya karena cakar, paruh, dan ukuran tubuhnya membuat setiap serangan mematikan.
![]() |
| Pertarungan pertama menguji persiapan Geralt dan Vesemir menghadapi monster terbang. |
Crossbow yang baru diberikan Vesemir memberi Geralt cara untuk mengganggu monster ketika terbang, sementara pedang perak kembali menjadi senjata utamanya saat griffin turun ke tanah. Namun peluang mereka untuk menang tidak hanya bergantung pada apa yang dilakukan setelah pertarungan dimulai. Seluruh persiapan sebelumnya memberi Geralt dan Vesemir kesempatan menghadapi monster dalam kondisi yang jauh lebih menguntungkan daripada jika mereka mengejarnya tanpa arah di seluruh White Orchard.
Geralt dan Vesemir telah membawa perburuan ke medan penyergapan. Kini keduanya harus bertahan cukup lama agar griffin tidak kembali menguasai pertarungan.
Memahami Monster Tidak Membuat Geralt Menurunkan Pedangnya
Mengetahui alasan Royal Griffin mengamuk membuat perburuan ini lebih rumit secara moral, tetapi tidak mengubah ancaman yang ditimbulkannya. Monster tersebut telah menyerang manusia yang tidak memiliki hubungan apa pun dengan kematian pasangannya.
Belas kasihan tidak selalu berarti membiarkan monster tetap hidup. Orang yang sekadar melewati jalan, tentara yang kebetulan berada di wilayah itu, atau seorang perempuan seperti Lena tetap dapat menjadi korban jika perburuan dihentikan. Geralt tidak perlu menganggap griffin sebagai makhluk jahat untuk membunuhnya. Ia hanya perlu menerima bahwa monster tersebut sudah menjadi ancaman yang tidak dapat dibiarkan, salah satu sisi pekerjaan witcher yang membuat dunia The Witcher sulit dibagi secara sederhana menjadi manusia baik dan monster jahat.
Royal Griffin Bergerak Menuju Windmill
Setelah menerima cukup banyak luka, Royal Griffin memanfaatkan keunggulan yang masih dimilikinya. Monster itu meninggalkan medan pertama dan bergerak menuju daerah yang lebih tinggi di sekitar windmill. Pertarungan yang dimulai di lokasi penyergapan ternyata belum selesai.
![]() |
| Royal Griffin meninggalkan medan pertama dan bergerak menuju area sekitar windmill. |
Geralt segera mengejarnya. Membiarkan griffin yang sudah terluka pergi berarti memberinya kesempatan untuk pulih dan kembali menyerang. Setelah seluruh upaya untuk menariknya keluar, tidak ada alasan untuk menghentikan perburuan selama target mereka masih hidup.
Windmill yang berdiri di kejauhan menjadi penanda arah yang harus dituju. Di sanalah pertarungan berlanjut setelah griffin gagal benar-benar melepaskan diri dari kedua witcher yang mengejarnya.
Pertarungan Terakhir di Dekat Windmill
Geralt dan Vesemir kembali menghadapi Royal Griffin di sekitar windmill. Monster itu sudah terluka, tetapi luka-lukanya tidak membuatnya kurang berbahaya. Makhluk besar yang terpojok dan terluka justru memiliki semakin sedikit ruang untuk mundur.
![]() |
| Pengejaran berakhir dengan pertarungan kedua di sekitar windmill White Orchard. |
Di sekitar windmill, seluruh perburuan akhirnya mencapai ujungnya. Geralt dan Vesemir terus menekan griffin sampai monster itu tidak lagi mampu terbang untuk melarikan diri. Rangkaian serangan yang dimulai bahkan sebelum Geralt memahami mengapa griffin mengamuk akhirnya berhenti di dekat salah satu bangunan yang menjadi penanda White Orchard. Royal Griffin akhirnya mati.
Akhir Perburuan Royal Griffin di White Orchard
Kematian Royal Griffin tidak terasa seperti kemenangan sederhana atas makhluk jahat. Geralt sudah mengetahui bagaimana semua ini bermula dan memahami bahwa monster yang baru dibunuhnya juga pernah menjadi korban tindakan manusia. Perburuan itu selesai bukan karena tragedi yang memicunya bisa dibatalkan, melainkan karena rangkaian korban baru akhirnya dapat dihentikan.
![]() |
| Kematian Royal Griffin mengakhiri ancaman terhadap manusia di White Orchard. |
Kematian griffin tidak mengubah apa yang sudah terjadi. Pasangannya tetap mati, para prajurit dalam patroli Nilfgaard tidak akan hidup kembali, dan Geralt masih belum mengetahui apakah Swallow yang diberikan kepada Lena benar-benar akan menyelamatkannya. Membunuh monster tidak dapat membatalkan satu pun akibat tersebut. Yang berubah hanyalah satu hal penting. Royal Griffin tidak akan menambah korban lagi, dan bagi Geralt itu cukup untuk menyebut pekerjaannya selesai.
Kepala Griffin sebagai Trofi
Setelah memastikan monster itu mati, Geralt mengambil kepala Royal Griffin sebagai trofi. Bagi seorang witcher, tindakan semacam ini memiliki fungsi praktis. Trofi menjadi bukti bahwa target benar-benar sudah dibunuh dan pekerjaan itu benar-benar dituntaskan.
Ada sisi dingin dalam tindakan tersebut. Tidak lama sebelumnya, Geralt menemukan pasangan griffin yang mati dan memahami alasan griffin jantan mengamuk. Kini kepala monster itu menjadi bukti yang harus dibawa kembali kepada manusia yang membutuhkan jasanya.
Namun Geralt tidak mengambilnya sebagai bentuk penghinaan ataupun kemenangan pribadi. Peter Saar Gwynleve telah menahan informasi mengenai Yennefer sampai griffin dibunuh. Dengan trofi itu, komandan Nilfgaard tersebut tidak punya alasan untuk mempertanyakan apakah Geralt sudah memenuhi bagian kesepakatannya. Vesemir tidak ikut menuju garrison. Ia meminta Geralt membawa kepala griffin kepada para "Black Ones", sementara ia menyiapkan kuda dan menunggu di tavern.
Kembali ke Nilfgaardian Garrison
Dengan kepala griffin sebagai bukti bahwa pekerjaannya selesai, Geralt kembali menuju Nilfgaardian Garrison. Untuk pertama kalinya sejak menerima pekerjaan itu, Geralt dapat kembali pada tujuan utamanya, mengetahui ke mana Yennefer pergi. Peter sudah mendapatkan apa yang ia inginkan, dan sekarang giliran Geralt untuk menagih jawaban.
Namun sebelum urusan Yennefer benar-benar selesai, Geralt menyaksikan kelanjutan persoalan yang muncul sejak pertemuan pertamanya dengan Peter. Ketika itu, komandan Nilfgaard tersebut sedang membicarakan suplai grain dengan seorang ealdorman dan bahkan menurunkan jumlah yang harus diserahkan dari empat puluh menjadi tiga puluh. Sekarang kiriman grain itu akhirnya tiba, tetapi rye yang diserahkan ternyata sudah busuk.
Rye Busuk dan Hukuman Peter Saar Gwynleve
Peter memeriksa persediaan yang dibawa penduduk White Orchard dan tidak menganggap rye yang busuk itu sebagai kesalahan kecil. Dari sudut pandangnya sebagai komandan pasukan pendudukan, pengiriman grain merupakan kewajiban yang telah ditetapkan dan harus dipenuhi dalam kondisi layak.
![]() |
| Kiriman rye busuk memperlihatkan ketegangan antara Nilfgaard dan penduduk White Orchard. |
Ia merujuk pada Pasal Dua, Bagian Tiga dalam military codex, lalu memerintahkan hukuman lima belas cambukan dengan knout karena pengiriman barang yang cacat. Hukuman itu bukan ancaman kosong. Jika Geralt tetap berada di garrison setelah percakapan, suara cambukan dan teriakan orang yang dihukum dapat terdengar sampai hitungan kelima belas. Adegan tersebut memperlihatkan sisi Peter yang lebih keras daripada yang terlihat pada pertemuan sebelumnya. Ia memang sempat menurunkan tuntutan grain dan tampaknya merasa sudah bertindak cukup masuk akal, tetapi ketika aturan yang ia tetapkan tidak dipenuhi, ia kembali menerapkan disiplin militer.
Dari sudut pandang Peter, sikap itu mungkin terasa konsisten. Ia datang sebagai perwira, memiliki pasukan yang harus diberi makan, dan berusaha menjalankan wilayah yang baru ditaklukkan menurut aturan Nilfgaard. Ia bahkan tampak sungguh percaya bahwa ia sudah berusaha memberi cukup ruang kepada penduduk.
Tangan yang Diulurkan Masih Membawa Pedang
Geralt melihat persoalan itu dari sudut yang berbeda. Penduduk White Orchard tidak sedang berurusan dengan pemerintah yang mereka pilih atau pasukan yang mereka undang. Nilfgaard baru saja mengalahkan Temeria dan mengambil alih wilayah mereka melalui perang.
Karena itu, ketika Peter berbicara tentang upayanya mengulurkan tangan kepada penduduk, Geralt mengingatkan bahwa tangan tersebut datang bersama pedang. Orang-orang White Orchard memiliki keluarga dan tetangga yang terbunuh dalam perang yang membawa Nilfgaard ke tanah mereka. Aturan yang lebih ringan tidak otomatis menghapus luka tersebut.
Peter sulit dipandang sekadar sebagai orang baik yang disalahpahami, tetapi ia juga bukan komandan sadis tanpa sisi manusia. Ia bisa bersikap pragmatis dan menahan diri, namun tetap menjadi bagian dari kekuatan pendudukan yang memaksakan aturan kepada wilayah yang baru dikalahkan.
Geralt sendiri tidak menunjukkan keinginan menjadikan perang Nilfgaard dan Temeria sebagai perjuangan pribadinya. Ia sudah terlalu lama hidup di tengah perang untuk percaya bahwa pihak yang menang otomatis berhak menentukan bagaimana orang-orang yang kalah harus memandang mereka.
Peter Akhirnya Mengungkap Tujuan Yennefer
Setelah persoalan grain selesai, Geralt kembali menagih janji Peter. Royal Griffin sudah mati dan Peter tidak lagi memiliki alasan untuk menahan informasi yang dibutuhkan Geralt. Jawaban sang komandan singkat. Yennefer pergi ke Vizima.
![]() |
| Informasi tentang Vizima akhirnya membuka kembali arah pencarian Geralt terhadap Yennefer. |
Kalimat sederhana itu akhirnya memberi Geralt arah berikutnya setelah berhari-hari mengikuti jejak Yennefer. Namun jawaban tersebut sekaligus memperjelas sesuatu yang sebelumnya hanya tersirat. Peter sebenarnya sudah dapat memberikan informasi itu sejak pertemuan pertama.
Kabar itu membuat Geralt kesal karena Vizima hanya sekitar sehari perjalanan dari White Orchard. Ketika Geralt mempertanyakan mengapa informasi tersebut harus ditahan, Peter tidak benar-benar menyembunyikan alasannya. Jika Geralt mengetahui tujuan Yennefer sejak awal, kemungkinan besar ia akan segera melanjutkan perjalanan, dan Peter akan kehilangan witcher yang dapat menyelesaikan masalah griffin.
Dengan kata lain, Peter sengaja menggunakan sesuatu yang sangat dibutuhkan Geralt sebagai alat tawar. Kesepakatan mereka tetap berlaku dan Peter pada akhirnya memenuhi janjinya, tetapi cara kesepakatan itu terbentuk menunjukkan bahwa sang komandan memahami betul nilai informasi yang dimilikinya.
Menerima atau Menolak Pembayaran dari Peter
Setelah memberikan informasi mengenai Yennefer, Peter menawarkan kantong uang sebagai pembayaran tambahan atas Royal Griffin. Geralt dapat menerima atau menolaknya. Berbeda dengan sejumlah keputusan lain yang akan muncul kemudian, pilihan ini tidak membawa perubahan besar pada alur utama maupun nasib Peter atau White Orchard. Perbedaannya hanya terletak pada hadiah gameplay. Menerima uang memberi Geralt crown, sedangkan menolaknya memberi pengalaman lebih banyak.
![]() |
| Tawaran pembayaran memberi Geralt pilihan terakhir sebelum meninggalkan Nilfgaardian Garrison. |
Kedua pilihan memiliki dasar yang masuk akal. Geralt adalah witcher profesional yang biasanya mendapat bayaran setelah membunuh monster, sehingga menerima uang tidak bertentangan dengan profesinya setelah ia mempertaruhkan nyawa menghadapi Royal Griffin. Namun kesepakatan awal dengan Peter pada dasarnya sudah terpenuhi ketika sang komandan memberikan informasi mengenai Yennefer. Geralt tidak datang ke garrison untuk mencari kontrak atau menawar jumlah crown. Sejak awal, yang ia inginkan hanyalah jawaban mengenai perempuan yang sedang dicarinya.
Pilihan Kita untuk Menolak Pembayaran
Dalam perjalanan yang sedang kita ikuti, Geralt memilih menolak uang Peter. Game tidak menetapkan salah satu opsi sebagai pilihan resmi Geralt, dan menerima pembayaran pun tetap dapat dipertahankan sebagai keputusan yang sesuai dengan karakternya. Yang membedakan kedua pilihan itu adalah konteks ketika keputusan tersebut muncul.
Beberapa saat sebelumnya, Geralt melihat Peter menjatuhkan hukuman kepada penduduk Temeria dan secara terbuka mempertanyakan cara sang komandan memandang hubungan antara Nilfgaard dan orang-orang yang baru ditaklukkan. Ia kemudian mengetahui bahwa Peter sengaja menahan informasi mengenai Yennefer agar Geralt mau menyelesaikan masalah griffin.
Dalam keadaan seperti itu, menerima informasi yang sejak awal menjadi bagian dari kesepakatan lalu menolak pembayaran tambahan terasa lebih sesuai dengan sikap Geralt saat itu. Ia tidak sedang membuat pernyataan politik besar dan bukan pula tiba-tiba menjadi pendukung perjuangan Temeria. Ia tidak memiliki alasan kuat untuk menerima lebih banyak dari komandan yang sejak awal memanfaatkan kebutuhan pribadinya sebagai alat tawar. Pilihan itu juga tidak berarti Geralt bekerja tanpa imbalan karena bayaran yang ia inginkan sejak awal adalah informasi, dan Peter sudah memberikan jawaban itu.
Perburuan Selesai, Jejak Yennefer Terbuka Kembali
Dengan kematian Royal Griffin, rangkaian kejadian yang dimulai bahkan sebelum Geralt benar-benar memasuki desa White Orchard akhirnya berakhir. Monster yang menyerang Bram di jalan, melukai Vesemir, menewaskan para prajurit dalam patroli Nilfgaard, dan membuat Lena berada di ambang kematian tidak akan lagi menambah korban.
Namun Geralt tidak pernah datang ke White Orchard untuk memburu griffin. Ia datang mengikuti jejak Yennefer. Perburuan itu hanya menghadang jalannya, lalu berkembang menjadi persoalan yang jauh lebih rumit ketika Geralt mengetahui bahwa monster yang harus dibunuhnya juga merupakan korban tindakan manusia.
Geralt akhirnya menyelesaikan masalah griffin dengan cara seorang witcher. Ia memahami penyebab perilaku griffin, mempersiapkan perburuan, lalu menghentikan ancaman yang sudah tercipta. Namun ketika kembali kepada Peter, urusan manusia justru terbukti rumit dengan cara yang berbeda. Aturan, kewajiban, pendudukan, dan kesepakatan tidak pernah sesederhana military codex yang digunakan untuk menjelaskannya.
Geralt akhirnya memiliki arah berikutnya. Yennefer pergi ke Vizima, dan untuk pertama kalinya sejak memasuki White Orchard pencariannya dapat bergerak maju lagi. Vesemir sudah menunggu di tavern dengan rencana untuk melanjutkan perjalanan, tetapi Geralt belum kembali kepadanya. Ia masih berada di wilayah ini, dan sebelum benar-benar mengikuti jejak Yennefer menuju Vizima, masih ada beberapa urusan di White Orchard yang belum perlu ia tinggalkan begitu saja.









