Perjalanan Geralt of Rivia dalam The Witcher 3: Wild Hunt tidak dimulai dengan kontrak besar, perintah seorang raja, ataupun pertempuran yang menentukan nasib kerajaan. Permainan justru membawanya ke sesuatu yang jauh lebih pribadi, sebuah mimpi tentang Kaer Morhen, tempat yang dipenuhi orang-orang penting dalam hidupnya. Di sana ada Yennefer, Vesemir, dan Ciri yang masih muda, seolah untuk sesaat dunia di luar benteng itu tidak mempunyai urusan dengan mereka.
Ketenangan itu tidak bertahan lama. Apa yang semula terasa seperti hari biasa perlahan berubah menjadi mimpi buruk ketika Wild Hunt muncul dan Ciri berada dalam bahaya. Geralt kemudian terbangun jauh dari Kaer Morhen, berkemah bersama Vesemir di tanah yang baru saja dilalui perang. Dari sinilah perjalanan sebenarnya dimulai dengan mengikuti jejak Yennefer menuju sebuah wilayah di Temeria bernama White Orchard. Sejak titik ini, pencarian yang sangat pribadi itu terus bersinggungan dengan dunia yang lebih luas, dari bekas perang dan monster hingga persoalan orang-orang yang ditemui Geralt di sepanjang jalan.
![]() |
| Mimpi Geralt membuka perjalanan dengan pemandangan benteng Kaer Morhen. |
Sebuah Mimpi tentang Kaer Morhen
Kaer Morhen menjadi tempat pertama yang diperlihatkan The Witcher 3 ketika pemain kembali mengikuti kehidupan Geralt. Benteng tua para witcher itu berdiri jauh di antara pegunungan, terpisah dari kota-kota besar dan perang yang sedang mengubah keadaan Northern Kingdoms. Sebagian dindingnya telah rusak dan masa kejayaannya sudah lama berlalu, tetapi Kaer Morhen tetap menjadi tempat yang sulit tergantikan bagi Geralt.
Dalam mimpi tersebut, Geralt berada di sebuah kamar bersama Yennefer. Percakapan mereka terasa santai dan akrab, seperti dua orang yang sudah saling mengenal begitu lama hingga tidak lagi membutuhkan banyak formalitas. The Witcher 3 tidak memberi penjelasan panjang mengenai sejarah hubungan mereka, tetapi cara keduanya berbicara sudah cukup menunjukkan bahwa Yennefer bukan orang baru dalam hidup Geralt.
Yennefer kemudian mengingatkan Geralt tentang Ciri yang seharusnya mengikuti pelajaran bersama Vesemir. Perhatian dalam mimpi itu pun bergeser dari hubungan Geralt dan Yennefer menuju sosok lain yang bahkan lebih penting bagi perjalanan berikutnya. Pemain memang belum mengetahui seluruh kisah Ciri, tetapi sejak awal sudah terlihat bahwa Geralt tidak memandangnya hanya sebagai seorang gadis yang kebetulan dibesarkan di antara para witcher.
Bagian Kaer Morhen ini tidak perlu dianggap sebagai gambaran persis sebuah peristiwa di masa lalu. Semua yang terlihat berada di dalam mimpi Geralt, tempat ingatan, kedekatan, dan kecemasannya bercampur menjadi satu. Karena itu, Kaer Morhen pada pembukaan permainan lebih tepat dibaca sebagai gambaran tentang orang-orang yang memenuhi pikirannya daripada sebagai catatan tentang satu hari tertentu di benteng tersebut.
Ciri, Vesemir, dan Kehidupan di Kaer Morhen
Ketika turun mencari Ciri, Geralt menemukan Vesemir tertidur saat seharusnya mengawasi pelajarannya. Materi yang diberikan membahas Ghouls and Alghouls, tetapi Ciri mengatakan bahwa ia sudah menyelesaikannya dan memilih menghabiskan waktu dengan berlatih menggunakan pedang. Sikap itu segera memberi gambaran kecil tentang dirinya. Ciri mampu belajar, tetapi jelas sulit diminta duduk diam ketika ada kesempatan untuk bergerak.
Geralt kemudian mengikuti Ciri menuju area latihan Kaer Morhen. Kedekatan mereka terasa alami karena tidak ada percakapan yang memaksa pemain memahami seberapa kuat hubungan keduanya. Geralt memperhatikan Ciri dan sesekali mengoreksinya, sementara Ciri berbicara kepadanya tanpa jarak yang biasanya muncul antara seorang anak dan seseorang yang hanya dianggap sebagai guru.
![]() |
| Latihan Ciri memperlihatkan kedekatannya dengan Geralt dan Vesemir di Kaer Morhen. |
Vesemir memiliki peran yang berbeda. Ia adalah witcher yang jauh lebih tua, seseorang yang telah melewati banyak hal dan masih berusaha menanamkan disiplin kepada generasi yang lebih muda. Interaksi antara Vesemir, Geralt, dan Ciri memberi kesan tentang kehidupan yang telah terbentuk selama bertahun-tahun, hubungan yang tidak lagi membutuhkan penjelasan panjang mengenai peran masing-masing.
Kebersamaan mereka di Kaer Morhen terasa seperti kehidupan sebuah keluarga. Bukan keluarga dalam bentuk sederhana atau konvensional, melainkan sekelompok orang yang telah melalui begitu banyak hal bersama hingga keberadaan satu sama lain terasa wajar. Bagi Geralt, yang sebagian besar hidupnya dihabiskan berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk menjalankan kontrak dan memburu monster, gambaran seperti ini memiliki arti tersendiri.
Mimpi itu menempatkan Yennefer, Vesemir, dan Ciri di tempat yang sama. Untuk beberapa saat tidak ada perang, pengejaran, ataupun tuntutan dari dunia luar. Justru karena semuanya terasa begitu normal, perubahan yang datang sesudahnya menjadi jauh lebih mengganggu.
Ketika Wild Hunt Memasuki Mimpi
Setelah latihan berakhir, Ciri menjatuhkan helm dari salah satu training dummy lalu pergi mengambilnya. Tidak lama kemudian, suasana Kaer Morhen mulai berubah. Langit menggelap, udara membeku, dan benteng yang sebelumnya terasa aman mendadak menjadi tempat yang jauh lebih mengancam.
Wild Hunt kemudian muncul. Bagi pemain yang baru mengenal dunia The Witcher, permainan belum memberi cukup banyak penjelasan untuk memahami siapa mereka sebenarnya, dari mana mereka datang, atau mengapa kehadiran mereka begitu penting. Yang tampak pada saat itu jauh lebih sederhana. Wild Hunt berkaitan dengan Ciri, dan Geralt sangat takut terhadap apa yang mungkin mereka lakukan kepadanya.
Ketidaktahuan itu terutama milik pemain yang baru memasuki dunia The Witcher, bukan Geralt. Pada akhir perjalanan sebelumnya, sebagian besar ingatannya telah kembali, termasuk pengalamannya mengejar Wild Hunt setelah Yennefer diculik dan pertukaran yang membuat dirinya jatuh ke tangan para penunggang tersebut. Yang belum dijelaskan The Witcher 3 pada titik ini adalah mengapa Ciri kini menjadi pusat ketakutan Geralt terhadap Wild Hunt.
![]() |
| Kehadiran Wild Hunt memecah ketenangan Kaer Morhen dalam mimpi Geralt. |
Mimpi itu segera berubah menjadi mimpi buruk. Geralt melihat Ciri berada dalam bahaya dan tidak mampu menghentikan apa yang terjadi sebelum akhirnya terbangun dengan terkejut. Pemain tidak perlu mengetahui seluruh rahasia Wild Hunt pada titik ini untuk memahami mengapa mimpi tersebut begitu mengganggunya.
Ciri berada di pusat ketakutannya. Apa pun yang sedang terjadi di dunia nyata, mimpi tersebut menunjukkan bahwa nasib Ciri masih tertanam kuat dalam pikiran Geralt. The Witcher 3 baru akan membuka lebih banyak jawaban mengenai hubungan Ciri dengan Wild Hunt setelah White Orchard, sehingga pembukaan ini justru lebih kuat ketika misterinya dibiarkan tetap utuh.
Geralt Terbangun di Dunia Nyata
Ketika Geralt membuka mata, Kaer Morhen telah menghilang. Tidak ada Yennefer, Ciri, ataupun dinding benteng yang mengelilinginya. Yang tersisa hanyalah Vesemir di dekat api unggun, Roach yang menunggu tidak jauh dari mereka, serta hamparan terbuka dengan berbagai tanda bahwa perang baru saja melewatinya.
![]() |
| Geralt terbangun bersama Vesemir dan kembali mengejar jejak Yennefer. |
Geralt dan Vesemir sedang mencari Yennefer. Jejak perempuan itu membawa mereka ke arah White Orchard, tetapi perjalanan tersebut telah dimulai jauh sebelum keduanya berkemah di tempat ini. Semuanya bermula ketika Geralt menerima sebuah surat dari seseorang yang sudah bertahun-tahun tidak ditemuinya.
Kontras antara mimpi dan kenyataan terasa jelas tanpa membuat dunia nyata tampak sepenuhnya suram. Matahari tetap terbit dan alam di sekitar White Orchard masih terlihat hidup, tetapi tanda-tanda perang muncul di banyak tempat. Geralt terbangun bukan di dunia yang berhenti bergerak, melainkan di dunia yang terus berjalan meskipun manusia baru saja saling membunuh di dalamnya.
Surat dari Yennefer
Yennefer meminta Geralt menemuinya di Willoughby, sebuah desa tidak jauh dari Vizima. Surat itu cukup singkat dan tidak menjelaskan apa persoalan penting yang ingin dibicarakan Yennefer. Namun setelah bertahun-tahun tidak bertemu, permintaan tersebut sudah cukup membuat Geralt melakukan perjalanan untuk mencarinya.
Surat itu membawa aroma yang sangat dikenali Geralt, lilac and gooseberries. Aroma itu sejak lama lekat dengan Yennefer dan kemudian menjadi nama quest yang mengiringi bagian awal perjalanan ini, Lilac and Gooseberries. Namanya terdengar lembut, berlawanan dengan perjalanan Geralt yang membawanya melintasi tanah yang baru disentuh perang.
Ketika Geralt mencapai Willoughby, ia sudah terlambat. Pasukan yang melintasi wilayah tersebut telah menghancurkan desa itu, sementara Yennefer sudah melanjutkan perjalanan sebelum kedatangan Geralt. Geralt dan Vesemir kemudian menelusuri jejaknya menuju utara.
Pada tahap ini, motivasi Geralt masih sangat pribadi. Ia belum berangkat untuk menyelamatkan kerajaan ataupun menghentikan ancaman besar yang dapat menghancurkan dunia. Ia hanya mencari seseorang yang memiliki sejarah panjang dengannya, seseorang yang tiba-tiba menghubunginya setelah bertahun-tahun lalu kembali menghilang sebelum mereka sempat bertemu.
Ghoul di Tanah yang Baru Dilewati Perang
Perjalanan mereka kembali terganggu tidak lama setelah Geralt terbangun. Sekelompok ghoul mendekati tempat keduanya berkemah, membuat Geralt dan Vesemir segera menarik pedang. Bagi kedua witcher itu, makhluk seperti ini bukan ancaman asing. Namun tempat kemunculan mereka cukup menggambarkan keadaan wilayah yang sedang dilewati Geralt dan Vesemir.
![]() |
| Kehadiran ghoul menunjukkan bagaimana perang meninggalkan ancaman baru di jalur Geralt. |
Perang tidak benar-benar selesai ketika para tentara meninggalkan medan pertempuran. Mayat masih tertinggal di ladang, di sepanjang jalan, atau di tempat-tempat yang belum sempat dibersihkan setelah pertempuran berakhir. Bagi necrophage seperti ghoul, keadaan semacam itu menyediakan sumber makanan yang melimpah dan membuat mereka berkumpul di wilayah yang dipenuhi kematian.
Hubungan antara kekerasan manusia dan kemunculan monster seperti ini akan terus terlihat di dunia The Witcher. Perang memang tidak secara harfiah menciptakan monster, tetapi meninggalkan mayat yang menjadi sumber makanan bagi necrophage. Satu persoalan manusia berakhir dan meninggalkan persoalan lain yang pada akhirnya membutuhkan orang seperti Geralt untuk menanganinya.
Geralt dan Vesemir membunuh para ghoul tersebut. Tidak ada kemenangan besar yang perlu dirayakan. Bagi mereka, pertarungan semacam itu hanyalah bagian dari kehidupan seorang witcher. Yennefer masih berada di luar sana, dan jejaknya tetap menjadi alasan utama mereka untuk segera kembali bergerak.
Crystal Skull dan Jejak Kecil Yennefer
Di sekitar tempat Geralt terbangun ada benda kecil yang sangat mudah terlewat jika pemain langsung menaiki Roach dan melanjutkan perjalanan. Jika memeriksa area itu lebih teliti, Geralt dapat menemukan sebuah crystal skull yang berasal dari magical kestrel milik Yennefer. Benda tersebut menjadi salah satu detail opsional pertama yang menunjukkan bahwa Yennefer memang pernah melewati wilayah yang kini sedang ditelusuri Geralt.
![]() |
| Temuan crystal skull menjadi jejak opsional perjalanan Yennefer di sekitar perkemahan Geralt. |
Crystal skull tersebut tidak mengubah arah cerita dan tidak memberi jawaban berarti mengenai keberadaan Yennefer. Benda itu sekadar sesuatu yang tertinggal, mungkin tidak berarti bagi siapa pun yang tidak mengenali asalnya. Jika Geralt mengambilnya, benda itu menjadi tanda lain bahwa mereka memang sedang mengikuti jalur yang benar.
Detail kecil seperti ini membantu membuat perjalanan dalam The Witcher 3 terasa lebih meyakinkan. Yennefer bukan sekadar nama di journal atau sosok yang menunggu di titik tujuan quest. Ia telah bergerak melalui dunia yang sama dan meninggalkan tanda-tanda kecil yang dapat ditemukan pemain ketika memperhatikan lingkungan.
Perjalanan Menuju White Orchard
Setelah meninggalkan lokasi perkemahan, Geralt dan Vesemir kembali menaiki kuda lalu mengikuti jalan menuju desa White Orchard. Di sepanjang jalan, ciri White Orchard mulai terlihat lebih jelas. Pedesaan Temeria terbentang di sekitar mereka dengan ladang, pepohonan lebat, jalan tanah, serta kebun yang mulai dipenuhi bunga putih.
![]() |
| Perjalanan menuju desa memperlihatkan sisi pedesaan White Orchard yang masih hidup. |
Sekilas, White Orchard bahkan tampak seperti tempat yang cukup damai. Alam tidak menunjukkan banyak kepedulian terhadap kerajaan mana yang memenangkan perang. Pohon tetap tumbuh, rumput memenuhi ladang, dan matahari tetap menyinari desa-desa yang belum lama ini berada di dekat jalur pertempuran.
Namun semakin jauh Geralt dan Vesemir bergerak melewati wilayah tersebut, semakin mudah pula melihat bekas kekacauan yang tertinggal. Ada bangunan rusak, gerobak terbengkalai, mayat di beberapa bagian jalan, serta tentara yang kini bergerak melintasi pedesaan. Penduduk tetap menjalankan pekerjaan mereka karena kehidupan sehari-hari tidak berhenti hanya karena perang baru saja mengubah siapa yang berkuasa.
Kontras inilah yang membuat White Orchard menarik sebagai wilayah pembuka. Tempat ini tidak perlu terus-menerus terlihat suram untuk menunjukkan bahwa sesuatu yang buruk baru saja terjadi. Keindahan pedesaannya tetap ada, sementara dampak perang tetap hadir di tengah kehidupan sehari-hari.
White Orchard Setelah Kekalahan Temeria
White Orchard adalah wilayah di Temeria yang terletak di sebelah timur Vizima. Nama wilayah ini mengikuti desa terbesarnya, White Orchard, yang terkenal dengan kebun-kebun buah yang dipenuhi bunga putih ketika musim semi tiba. Ketika Geralt datang pada Mei 1272, musim semi masih memberi warna indah pada pedesaan, tetapi situasi politiknya jauh dari tenang.
Tidak lama sebelum kedatangan Geralt, pasukan Temeria bertempur melawan Nilfgaard di sekitar White Orchard. Nilfgaard keluar sebagai pemenang, dan setelah pertempuran itu wilayah tersebut berada di bawah kendali mereka. Garnisun setempat kemudian menjadi pusat kehadiran militer Nilfgaard di daerah tersebut.
Geralt dan Vesemir tiba ketika perubahan kekuasaan masih terasa sangat baru. Penduduk White Orchard belum bertahun-tahun hidup di bawah bendera Nilfgaard. Mereka baru saja melihat pasukan Temeria kalah, menyaksikan tentara asing menempati wilayah mereka, lalu dipaksa beradaptasi dengan aturan baru sambil tetap menjalani kehidupan sehari-hari.
Situasinya juga tidak sesederhana anggapan bahwa pasukan Nilfgaard datang hanya untuk menjarah apa pun yang mereka temukan. Captain Peter Saar Gwynleve berusaha menjaga ketertiban setelah pertempuran dan tidak membiarkan pasukannya menjarah desa secara bebas. Hal itu tidak mengubah kenyataan bahwa White Orchard sedang diduduki pihak yang baru saja mengalahkan Temeria, tetapi menunjukkan kompleksitas politik yang menjadi ciri dunia The Witcher.
Geralt tidak datang ke White Orchard untuk memilih pihak dalam perang tersebut. Ia melewati semua ketegangan itu karena mempunyai tujuan lain, dan sejauh yang ia ketahui, wilayah ini hanyalah salah satu tempat yang harus dilalui untuk menemukan Yennefer. Namun keadaan di sekitarnya membuat perjalanan yang sederhana itu terus bersentuhan dengan persoalan orang lain.
Bram dan Kemunculan Griffin
Sebelum mencapai desa, Geralt dan Vesemir tiba di sebuah penyeberangan sungai yang dikenal sebagai Ford. Seorang merchant bernama Bram sedang dalam bahaya setelah seekor griffin menyerang gerobaknya dan membunuh kudanya. Ketika kedua witcher tiba, Bram bersembunyi di bawah gerobak sementara monster tersebut masih berada di dekatnya.
Geralt dan Vesemir mendekati tempat tersebut, lalu griffin kembali menyerang. Makhluk besar itu menyerang dengan cepat dari udara dan sempat mencakar Vesemir sebelum akhirnya terbang meninggalkan lokasi. Griffin itu tidak terbunuh, dan Geralt juga tidak langsung mengejarnya setelah monster tersebut pergi.
![]() |
| Griffin yang menyerang Bram menjadi ancaman besar sebelum Geralt mencapai desa. |
Keputusan Geralt untuk tidak mengejar monster tersebut masuk akal mengingat tujuan perjalanannya. Ia tidak sedang menjalankan kontrak untuk memburu griffin, sementara tujuan utamanya tetap menemukan Yennefer. Bram sudah selamat dan Vesemir masih mampu melanjutkan perjalanan, sehingga tidak ada alasan mendesak untuk mengubah arah mereka saat itu juga.
Setelah keadaan kembali aman, Bram menawarkan bayaran kepada Geralt dan Vesemir sebagai ucapan terima kasih. Geralt dapat menerima hadiah tersebut atau menolaknya, dan dalam perjalanan yang kita ikuti ia memilih menolak. Pilihan ini tidak banyak mengubah jalannya cerita, tetapi menghasilkan respons yang sedikit berbeda setelah kedua witcher memasuki desa White Orchard.
Jika menerima bayaran, Geralt memperoleh 50 crowns. Jika menolak, ia menjelaskan bahwa mereka hanya melihat seseorang dalam bahaya lalu memutuskan untuk membantu. Bram tampak terkejut mendengar jawaban tersebut, seolah seorang witcher yang menolong tanpa meminta imbalan tidak sesuai dengan bayangan yang selama ini ia miliki tentang para witcher.
Penolakan itu kemudian memunculkan respons kecil ketika Geralt tiba di tavern White Orchard. Elsa, sepupu Bram, menyambut kedua witcher dengan lebih hangat dan memberikan empat roasted chicken legs sebagai ungkapan terima kasih karena mereka telah menyelamatkan Bram tanpa mengambil bayaran. Konsekuensinya memang kecil, tetapi perbedaan tersebut menunjukkan bagaimana keputusan sederhana dapat memengaruhi cara orang lain merespons kehadiran Geralt.
Pilihan itu terasa sesuai dengan momen tersebut karena pertemuan mereka bukan kontrak witcher yang dinegosiasikan sebelumnya. Geralt dan Vesemir hanya melihat seseorang dalam bahaya lalu turun tangan karena keadaan menuntutnya. Menerima pembayaran tetap merupakan alternatif yang masuk akal bagi seorang witcher yang hidup dari pekerjaannya.
Setelah memastikan Bram selamat, Geralt dan Vesemir kembali menuju jalan utama. Desa White Orchard sudah tidak jauh lagi, dan pencarian Yennefer akhirnya membawa mereka ke sana.
Akhirnya Memasuki Desa White Orchard
Rumah-rumah mulai terlihat ketika Geralt dan Vesemir mendekati desa. Jalan tanah membawa mereka melewati pemukiman sederhana dengan bangunan kayu, kebun, ladang, serta penduduk yang tetap menjalani kehidupan sehari-hari. Tidak ada yang langsung membuat White Orchard tampak seperti tempat yang kelak menjadi awal sebuah perjalanan besar.
![]() |
| Kedatangan di desa menutup tahap awal Geralt dalam mengikuti jejak Yennefer. |
Justru kesederhanaan itulah yang membuat kedatangan mereka terasa alami. Geralt tidak memasuki kota besar dengan sambutan dramatis atau bertemu orang penting yang sudah menunggunya di gerbang. Ia hanya tiba bersama Vesemir di sebuah desa Temeria yang baru saja berpindah tangan, berharap seseorang di sana mengetahui ke mana Yennefer pergi.
Di balik suasana pedesaannya, White Orchard tetap memperlihatkan persoalan dunia yang lebih luas. Ada penduduk yang masih menyimpan kesetiaan kepada Temeria, tentara Nilfgaard yang kini memegang kekuasaan, korban perang yang belum sepenuhnya ditangani, serta monster yang berkeliaran di luar desa. Semua itu hadir tanpa membuat White Orchard kehilangan identitasnya sebagai tempat tinggal orang-orang biasa.
Geralt tidak berniat menjadikan desa tersebut sebagai tujuan utama perjalanan. White Orchard hanyalah titik berikutnya dalam jejak Yennefer, tempat untuk mencari informasi sebelum melanjutkan perjalanan. Namun seperti banyak tempat lain yang kelak dikunjunginya, tinggal sedikit lebih lama sering berarti mulai melihat persoalan yang sebelumnya sama sekali tidak berhubungan dengannya.
Awal Perjalanan Geralt of Rivia
Sejak mimpi di Kaer Morhen hingga Geralt tiba di White Orchard, belum ada peristiwa besar yang mengubah dunia. Yang ada adalah rangkaian kejadian kecil yang membuat pencarian Yennefer perlahan membawa Geralt bersentuhan dengan akibat perang, monster, dan kehidupan orang-orang di sepanjang jalan.
Geralt tidak diperlakukan seolah seluruh dunia sedang menunggu kedatangannya. Pertempuran White Orchard telah terjadi sebelum ia tiba. Nilfgaard sudah menang, penduduk Temeria harus menghadapi kekalahan mereka, dan monster berkeliaran di sekitar tempat-tempat yang dipenuhi mayat. Pencarian Yennefer hanya membawa Geralt melintasi semua itu, lalu membuatnya bersinggungan dengan kehidupan orang-orang yang tidak pernah meminta menjadi bagian dari konflik kerajaan.
Pada titik ini, tujuannya masih sederhana. Geralt ingin menemukan Yennefer dan mengetahui alasan perempuan itu memintanya datang setelah bertahun-tahun berpisah. Langkah berikutnya adalah mencari informasi tentang Yennefer di White Orchard, dimulai dari orang-orang yang mungkin pernah melihat Yennefer melintasi desa. Sementara itu, di luar pemukiman, seekor griffin masih berkeliaran dan berbagai persoalan lain menunggu untuk ditemukan.
Geralt belum mengetahui seberapa jauh pencarian tersebut akan membawanya, dan pemain yang baru pertama kali tiba di White Orchard juga belum membutuhkan jawaban itu. Untuk sekarang, cukup melihat bahwa di antara kebun yang sedang berbunga, bekas perang, dan sebuah desa kecil yang baru berpindah tangan, perjalanan Geralt of Rivia dalam The Witcher 3: Wild Hunt mulai mengambil bentuk.








