Setelah pencarian Yennefer di White Orchard membawanya bertemu Captain Peter Saar Gwynleve, Geralt akhirnya mendapat arah yang lebih jelas. Namun jawaban yang dibutuhkannya belum bisa diperoleh begitu saja. Peter memiliki informasi mengenai perempuan yang sedang dicari Geralt, sementara White Orchard sedang menghadapi masalah yang membutuhkan seorang witcher. Seekor Royal Griffin terus menyerang manusia di wilayah tersebut, dan selama monster itu masih hidup, pencarian Yennefer harus menunggu.
Bagi Geralt, keadaan seperti ini bukan hal yang asing. Ia datang dengan satu tujuan, lalu harus menangani persoalan lain sebelum dapat melanjutkannya. Namun memburu griffin bukan sekadar menarik pedang dan berharap monster itu muncul. Geralt harus memahami apa yang sedang dihadapinya, membaca jejak serangannya, mengetahui bagaimana makhluk itu bergerak, lalu menyiapkan cara untuk memancingnya ke tempat yang lebih menguntungkan. Sejak awal, perburuan ini menunjukkan bahwa pekerjaan seorang witcher bergantung pada penyelidikan dan persiapan jauh sebelum pertarungan dimulai.
Penyelidikan Dimulai dari Mislav
Peter memberikan dua nama yang dapat membantu Geralt memulai penyelidikan. Mislav, hunter White Orchard, mengetahui lokasi patroli Nilfgaard yang menjadi korban griffin. Sementara itu, Tomira dapat membantu Geralt menemukan buckthorn, tanaman yang nantinya digunakan sebagai umpan. Geralt memilih menemui Mislav terlebih dahulu agar dapat memahami apa yang terjadi sebelum memikirkan cara memancing monster itu keluar.
Geralt menemukan hunter itu di hutan. Mislav sedang berada di luar pondok karena harus menangani sekawanan wild dogs yang berkeliaran di daerah tersebut. Pertemuan itu mengingatkan bahwa kehidupan orang-orang White Orchard tetap berjalan meskipun Geralt datang membawa persoalan yang baginya lebih mendesak.
![]() |
| Pertemuan dengan Mislav membuka penyelidikan Geralt terhadap serangan patroli Nilfgaard. |
Membantu Mislav Menghadapi Wild Dogs
Geralt sebenarnya tidak wajib membantu Mislav. Ia dapat mengatakan bahwa dirinya sedang terburu-buru lalu meminta hunter tersebut langsung menunjukkan lokasi ditemukannya patroli Nilfgaard. Pilihan itu tidak menghalangi penyelidikan dan tidak membawa perubahan besar pada akhir perburuan griffin.
Geralt memilih membantu Mislav menangani wild dogs terlebih dahulu. Geralt datang meminta bantuan kepada seseorang yang sedang mempunyai urusan sendiri, sehingga menyelesaikan persoalan itu lebih dulu terasa lebih wajar daripada langsung meminta Mislav meninggalkan pekerjaannya.
![]() |
| Geralt membantu Mislav menghadapi wild dogs sebelum melanjutkan penyelidikan griffin. |
Keputusan tersebut tidak membawa konsekuensi besar bagi quest utama, tetapi memberi kesempatan untuk mengenal Mislav lebih jauh. Percakapan setelahnya memperlihatkan bahwa hunter White Orchard itu mempunyai masa lalu yang tidak terlihat dari perannya yang singkat dalam penyelidikan Geralt. Tidak semua pilihan harus mengubah nasib kerajaan atau menentukan siapa yang hidup dan mati. Sebagian hanya memperlihatkan sisi seseorang yang tidak akan terlihat jika Geralt selalu memilih jalan tercepat.
Patroli Nilfgaard yang Tidak Pernah Kembali
Setelah urusan di hutan selesai, Mislav membawa Geralt menuju lokasi ditemukannya patroli Nilfgaard. Keadaan di sana menunjukkan bahwa serangan berlangsung brutal. Mislav menggambarkan kondisi para korban yang ditemukan, cukup untuk memperjelas bahwa griffin ini bukan ancaman yang bisa dianggap sebagai gangguan kecil di pinggir jalan.
![]() |
| Mislav menunjukkan lokasi patroli Nilfgaard yang menjadi korban serangan griffin. |
Geralt kemudian memeriksa tempat tersebut. Baginya, sisa api unggun, botol-botol, darah di tanah, dan jejak sepatu bukan sekadar sisa kekacauan. Semua itu membantunya menyusun kembali apa yang terjadi dan menentukan ke mana para prajurit bergerak setelah serangan.
Di sinilah terlihat bahwa pekerjaan seorang witcher bukan sekadar soal kemampuan bertarung. Geralt tidak perlu mengejar griffin tanpa arah di seluruh White Orchard. Ia membaca apa yang tertinggal setelah serangan, menemukan jejak sepatu para prajurit, lalu mengikutinya hingga menemukan asal mula serangan griffin.
Jejak yang Membawa Geralt ke Sarang Griffin
Jejak dari lokasi patroli membawa Geralt melewati medan berbatu menuju tempat yang lebih tinggi. Di ujung jejak itu, penyelidikan beralih dari mencari lokasi monster menjadi mencari penyebab serangannya. Sesuatu telah terjadi sebelum griffin mulai menyerang manusia secara terbuka.
![]() |
| Geralt mengikuti jejak prajurit dari lokasi serangan menuju sarang griffin. |
Di sekitar sarang, Geralt menemukan tulang-belulang dan sisa-sisa korban. Namun temuan terpenting justru bukan berasal dari korban manusia. Di sana tergeletak bangkai seekor griffin betina, dan keadaan tubuhnya menunjukkan bahwa kematian itu terjadi sebelum rangkaian serangan terakhir di White Orchard.
Griffin Betina yang Dibunuh Manusia
Geralt memeriksa bangkai griffin itu dengan ketelitian seorang witcher. Ia memastikan bahwa makhluk tersebut betina dan memperkirakan sudah mati setidaknya sekitar seminggu. Larva yang telah menetas di lukanya menjadi salah satu petunjuk untuk memperkirakan berapa lama bangkai itu berada di sana.
![]() |
| Bangkai griffin betina mengungkap penyebab perubahan perilaku pasangan jantannya. |
Pemeriksaan itu membawa Geralt pada kesimpulan yang jauh lebih penting. Luka dalam pada tubuh griffin betina serta tidak adanya darah pada paruh maupun cakarnya menunjukkan bahwa ia tidak sempat melawan. Geralt menyimpulkan bahwa prajurit Nilfgaard yang menemukan sarang itu menyerangnya ketika ia sedang tidur. Royal Griffin yang kini meneror White Orchard adalah pasangan jantannya yang masih hidup, dan kematian betina itu menjelaskan perubahan perilakunya menjadi jauh lebih agresif.
Griffin dikenal berpasangan seumur hidup. Karena itu, kematian betinanya bukan sekadar kehilangan satu anggota kawanan. Bagi griffin jantan yang tersisa, kematian pasangannya menjelaskan mengapa ia kemudian menjadi agresif dan menyerang manusia di sekitar White Orchard.
Monster yang Menyerang Bukan Tanpa Alasan
Penemuan itu mengubah cara Geralt memahami ancaman tersebut. Royal Griffin bukan monster yang tiba-tiba menjadi agresif tanpa sebab, tetapi akibatnya tetap menimpa orang-orang yang tidak terlibat dalam kematian pasangannya. Sejak saat itu, penyelidikan Geralt tidak hanya menjelaskan apa yang dilakukan griffin, tetapi juga mengapa ancaman tersebut muncul.
Namun memahami penyebab perilakunya tidak berarti Geralt dapat membiarkannya terus hidup. Korban berikutnya belum tentu mempunyai hubungan apa pun dengan kematian griffin betina. Bram hampir terbunuh dalam perjalanan menuju White Orchard, Vesemir terluka ketika mencoba menolongnya, dan patroli Nilfgaard yang ditemukan Mislav juga menjadi korban.
Di sinilah pekerjaan seorang witcher sering membawa Geralt ke wilayah yang tidak nyaman. Geralt dapat memahami bahwa griffin tersebut kehilangan pasangannya dan bahwa kemarahannya bukan tanpa sebab, tetapi kenyataan itu tidak menghapus bahaya yang kini ditimbulkannya. Monster tersebut sudah menyerang manusia di berbagai tempat di White Orchard, dan selama keadaan itu terus berlangsung, korban lain akan menyusul.
Bagi Geralt, memahami alasan seekor monster menjadi berbahaya tidak selalu membuka jalan menuju penyelesaian damai. Kadang pengetahuan itu hanya membuatnya memahami tragedi di balik pekerjaannya, sementara keputusan akhirnya tetap sama. Ancaman tersebut harus dihentikan.
Tomira dan Cara Memancing Griffin
Setelah memahami lebih banyak tentang griffin, Geralt melanjutkan persiapan dengan menemui Tomira. Herbalist White Orchard itu dapat membantunya menemukan buckthorn, tanaman beraroma kuat yang dapat digunakan sebagai umpan untuk menarik griffin ke lokasi yang telah dipilih.
![]() |
| Geralt menemui Tomira dan menjelaskan bahwa buckthorn akan digunakan untuk memancing griffin. |
Rencana tersebut jauh lebih masuk akal daripada mengejar griffin melintasi seluruh wilayah. Monster yang dapat terbang jauh lebih leluasa bergerak daripada Geralt maupun Vesemir. Dengan buckthorn, mereka dapat membalik keadaan. Bukan witcher yang mengejar monster, melainkan monster yang dipancing datang kepada witcher.
Buckthorn melengkapi persiapan yang sejak awal menjadi inti perburuan ini. Geralt tidak sekadar menunggu kesempatan untuk bertarung, melainkan berusaha mengurangi sebanyak mungkin ketidakpastian sebelum pertarungan dimulai. Pengetahuan tentang monster itu kini berubah menjadi rencana yang dapat dijalankan.
Lena dan Dampak Serangan Griffin terhadap Manusia
Namun kunjungan kepada Tomira tidak hanya memberi informasi mengenai buckthorn. Di dalam rumah herbalist itu, Geralt melihat seorang perempuan muda bernama Lena terbaring dalam kondisi sangat buruk. Luka-lukanya berasal dari griffin yang sedang diburu, dan keadaannya membuat akibat serangan monster tersebut terasa lebih dekat daripada mayat-mayat yang ditemukan selama penyelidikan.
![]() |
| Keadaan Lena memaksa Geralt mempertimbangkan risiko memberikan Swallow kepada manusia biasa. |
Tomira tidak menyembunyikan kenyataan bahwa peluang Lena untuk bertahan sangat kecil. Tubuhnya mengalami luka serius dan pendarahan internal, sementara pengobatan yang tersedia tidak cukup untuk menyelamatkannya. Tanpa tindakan lain, Tomira hanya dapat berusaha agar saat-saat terakhir Lena berlangsung setenang mungkin.
Geralt masih memiliki satu pilihan lain, yaitu Swallow. Potion tersebut dibuat untuk membantu tubuh witcher pulih, tetapi justru di situlah masalahnya. Tubuh witcher telah melalui mutasi dan mampu menahan zat yang sangat beracun bagi manusia biasa. Lena tidak mempunyai ketahanan semacam itu.
Swallow untuk Lena dan Sebuah Pilihan Tanpa Jawaban Nyaman
Geralt dapat memilih untuk tidak memberikan Swallow. Dengan tidak memberikan Swallow, Geralt menghindari risiko memperburuk keadaan Lena dengan potion yang mungkin tidak mampu ditahan tubuhnya. Tomira bahkan memperingatkan bahwa jika Swallow bereaksi buruk, penderitaan Lena bisa menjadi jauh lebih parah daripada akhir tenang yang masih mungkin ia dapatkan.
Di sisi lain, tidak melakukan apa-apa berarti menerima bahwa Lena kemungkinan besar tidak akan bertahan. Luka-lukanya sudah terlalu parah untuk ditangani dengan cara lain yang tersedia. Geralt menghadapi pilihan tanpa jalan yang benar-benar aman. Ia dapat membiarkan Lena menghadapi kematian yang hampir pasti atau mencoba sesuatu yang mungkin menyelamatkannya sekaligus berisiko memperburuk penderitaannya.
Jika Geralt memberikan Swallow, ia mengambil risiko dengan hasil yang belum dapat dipastikan. Potion tersebut mungkin memberi Lena kesempatan untuk bertahan, tetapi toksisitasnya juga dapat memperburuk kondisi perempuan itu. Saat meninggalkan White Orchard, Geralt belum mengetahui apakah keputusan tersebut benar-benar menyelamatkan Lena atau justru membawa akibat lain.
Spoiler konsekuensi jangka panjang pilihan Lena
Di kemudian hari, Geralt dapat mengetahui bahwa Lena memang bertahan hidup setelah menerima Swallow. Namun hasil tersebut tidak dapat disebut sebagai pemulihan penuh. Tubuh Lena selamat dari luka yang sebelumnya hampir pasti membunuhnya, sementara kondisi mentalnya mengalami kerusakan berat.
Tubuh Lena bertahan, tetapi pikirannya mengalami kerusakan berat hingga ia nyaris tidak lagi memahami keadaan di sekelilingnya. Sebaliknya, jika Geralt tidak memberikan Swallow, Lena akhirnya meninggal akibat luka yang dideritanya. Kedua pilihan mempunyai harga. Satu menerima kematian yang hampir pasti, sedangkan yang lain mempertahankan kehidupan dengan konsekuensi yang tidak dapat disebut sebagai akhir bahagia.
Geralt Memilih Memberikan Swallow kepada Lena
Geralt memilih memberikan Swallow kepada Lena. Pilihan ini bukan keputusan yang secara objektif dapat disebut lebih baik, karena ia mengetahui potion tersebut dapat membuat keadaan Lena jauh lebih buruk jika tubuhnya tidak mampu menerimanya. Namun di hadapannya ada seseorang yang hampir pasti akan mati tanpa tindakan apa pun, sementara Geralt masih mempunyai satu kemungkinan kecil untuk mengubah keadaan tersebut.
Geralt sering terlihat dingin dan pragmatis, tetapi itu tidak sama dengan ketidakpedulian. Ketika masih ada kemungkinan untuk menyelamatkan seseorang, ia dapat memilih mengambil risiko daripada menerima kematian sebagai satu-satunya hasil yang tersisa. Setelah memberikan Swallow, Geralt harus pergi tanpa mengetahui bagaimana keputusan itu akan memengaruhi Lena selama ia masih berada di White Orchard.
Mencari Buckthorn di Sungai White Orchard
Setelah urusan dengan Tomira dan Lena selesai, Geralt kembali pada persiapan perburuan. Buckthorn tumbuh di bawah air di sungai White Orchard, dan Geralt harus mengambil tanaman tersebut sebelum penyergapan dapat dilakukan. Dibandingkan penyelidikan sarang atau keputusan mengenai Lena, langkah ini terlihat sederhana, tetapi tetap penting bagi rencana mereka.
Aroma buckthorn akan digunakan untuk memancing griffin menuju medan yang sudah dipilih. Geralt dan Vesemir tidak perlu mencari monster itu melalui hutan, bukit, dan jalan-jalan White Orchard. Dengan umpan yang tepat, mereka dapat membuatnya datang kepada mereka dan mengurangi keunggulan yang dimiliki makhluk terbang tersebut.
Kembali kepada Vesemir
Setelah memperoleh buckthorn dan menyelesaikan penyelidikan, Geralt kembali kepada Vesemir. Ia tidak lagi sekadar membawa kabar bahwa seekor griffin sedang meneror White Orchard. Penyelidikan telah memberinya gambaran tentang asal serangan, perilaku monster, dan cara untuk menariknya keluar. Kini semua informasi yang dikumpulkan sepanjang perjalanan dapat diubah menjadi rencana bersama Vesemir.
![]() |
| Geralt kembali kepada Vesemir setelah mengumpulkan hasil penyelidikan dan buckthorn. |
Vesemir sudah mempersiapkan bagian lain dari rencana. Ia mengetahui lokasi terbuka yang cocok untuk penyergapan, sehingga Geralt tidak perlu bertarung di antara pepohonan atau mencoba mengikuti griffin ke medan yang sulit dijangkau.
Vesemir juga memberikan formula Thunderbolt beserta bahan yang dibutuhkan untuk meraciknya. Potion tersebut meningkatkan kekuatan serangan Geralt dan menjadi bagian dari persiapan sebelum kedua witcher bergerak menuju lokasi penyergapan. Setelah seluruh penyelidikan selesai, mereka kini memiliki sesuatu yang jauh lebih berguna daripada keberanian semata, sebuah rencana.
Persiapan Terakhir Sebelum Royal Griffin Datang
Ketika Geralt dan Vesemir akhirnya berada di lokasi penyergapan, keadaan telah berubah jauh dibandingkan saat Peter pertama kali memberi Geralt pekerjaan ini. Ancaman yang semula hanya dikenal Geralt melalui korban dan laporan kini sudah cukup dipahami untuk dihadapi dengan rencana. Penyelidikan telah mengubah ketidakpastian menjadi persiapan.
![]() |
| Vesemir dan Geralt menyelesaikan persiapan sebelum memancing Royal Griffin keluar. |
Namun penyelidikan tersebut juga membuat perburuan ini terasa berbeda dari pekerjaan sederhana untuk membunuh monster. Pasukan Nilfgaard menemukan sarang dan membunuh griffin betina. Jantan yang tersisa kemudian menjadi agresif dan mulai menyerang manusia di sekitarnya. Para prajurit dalam patroli Nilfgaard tewas, Bram hampir menjadi korban, Vesemir terluka, dan Lena harus menanggung akibat dari rangkaian kejadian yang sejak awal sama sekali tidak melibatkannya.
Tidak ada satu pun penemuan yang membuat Geralt dapat mengatakan bahwa semuanya akan berakhir dengan bersih. Ia memahami apa yang memicu kekerasan griffin, tetapi monster tersebut tetap harus dihentikan. Memahami penyebab tidak sama dengan menghapus konsekuensinya.
Di balik semua itu, tujuan awal Geralt tetap sama. Peter Saar Gwynleve masih memiliki informasi tentang Yennefer, dan selama griffin belum ditangani, pencarian Geralt belum dapat berlanjut. Perjalanan yang dimulai dengan mencari seorang sorceress kini membawa Geralt berdiri bersama Vesemir di tempat terbuka, menunggu monster yang telah meninggalkan jejak kematian di White Orchard.
Geralt kini telah menyelesaikan bagian pekerjaan yang sering tidak terlihat ketika seorang witcher akhirnya menarik pedang. Ia menyelidiki, memahami, memilih, dan mempersiapkan medan sebelum monster datang. Yang tersisa hanyalah menghadapi Royal Griffin di White Orchard dan menguji apakah seluruh persiapan itu cukup ketika suara kepakan sayap akhirnya datang dari langit.








