Geralt sebenarnya sudah memiliki cukup alasan untuk meninggalkan White Orchard. Royal Griffin telah mati, Peter Saar Gwynleve menepati janjinya, dan sang witcher kini mengetahui bahwa Yennefer telah pergi menuju Vizima. Setelah perjalanan panjang mengikuti jejak perempuan itu, arah pencarian Geralt akhirnya mulai terlihat lebih jelas.
Namun perang yang baru saja melanda White Orchard masih meninggalkan dampak bagi orang-orang yang tinggal di sana. Di luar garrison Nilfgaard, jauh dari percakapan tentang perintah militer dan wilayah yang kini berada di bawah kekuasaan baru, keluarga-keluarga masih menunggu mereka yang belum pulang dari medan perang. Sebagian mungkin akan menerima kabar buruk. Sebagian lainnya mungkin tidak akan pernah mendapatkan kepastian.
Salah satunya adalah Dune Vildenvert. Saudaranya, Bastien, pergi bertempur bersama pasukan Temeria ketika perang mencapai White Orchard. Pertempuran telah berakhir dan Nilfgaard keluar sebagai pemenang, tetapi Bastien belum kembali.
Missing in Action membawa Geralt melihat Battle of White Orchard bukan dari sisi pasukan yang merebut wilayah tersebut, melainkan dari sisi orang-orang yang harus mencari keluarganya di antara jasad yang tertinggal. Di sini, perang tidak lagi dilihat dari wilayah yang berpindah tangan, tetapi dari keputusan kecil tentang siapa yang masih dianggap layak ditolong setelah pertempuran usai.
Seorang Saudara yang Belum Kembali
Permintaan Dune muncul di notice board White Orchard dalam pemberitahuan berjudul Brother Missing. Isinya sederhana, tetapi sejak awal menunjukkan bahwa Dune tidak terlalu berharap menemukan saudaranya dalam keadaan baik.
Ia menjelaskan bahwa Bastien pergi berperang melawan Nilfgaard dan kemungkinan ikut dalam pertempuran besar yang berlangsung tidak jauh dari desa. Bastien belum juga pulang. Dune bahkan mengakui bahwa saudaranya mungkin sudah gugur.
Meski begitu, Dune tetap ingin menemukan jasad Bastien. Setidaknya tubuh saudaranya dapat dibawa pulang dan dikuburkan bersama orang tua mereka, bukan dibiarkan tergeletak di medan pertempuran untuk dimakan makhluk pemakan bangkai.
![]() |
| Pemberitahuan Brother Missing menunjukkan bahwa sejak awal Dune sudah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan Bastien telah gugur. |
Permintaan itu sebenarnya sederhana. Dune tidak meminta Geralt mengubah hasil perang atau menentukan siapa yang berhak menguasai White Orchard. Ia hanya ingin mengetahui apa yang terjadi pada Bastien. Bagi kerajaan, perang dapat diringkas menjadi kemenangan, kekalahan, dan wilayah yang direbut. Bagi keluarga yang kehilangan salah satu anggotanya, persoalannya jauh lebih pribadi.
Dune Vildenvert dan Perang yang Ia Hindari
Geralt menemukan Dune bersama Hussar, anjing milik Bastien. Dari percakapan mereka terlihat bahwa Dune bukan orang yang ingin berurusan dengan perang. Ketika wajib militer datang, ia bahkan sengaja memotong beberapa jarinya agar tidak memenuhi syarat untuk dikirim berperang. Akibat keputusan itu masih terlihat jelas pada tangan kirinya.
Keputusan itu mudah membuat Dune tampak seperti pengecut, tetapi apa yang terjadi setelah Battle of White Orchard membuat penilaian semacam itu terlalu sederhana. Ia sudah mencoba mencari Bastien seorang diri dan mendekati medan pertempuran meskipun mengetahui tempat itu kini dipenuhi necrophage. Dalam upaya sebelumnya, Dune nyaris menjadi korban ghouls yang berkeliaran di antara jasad.
Masalahnya, Dune hanyalah warga desa biasa. Menghadapi sekumpulan ghouls di antara begitu banyak mayat bukan perkara yang dapat ia atasi hanya dengan keberanian dan rasa sayang kepada saudaranya.
![]() |
| Dune menunggu bersama Hussar sebelum kembali mencari Bastien di bekas medan pertempuran White Orchard. |
Di titik ini, sosok Dune terasa jauh lebih manusiawi. Ia memang takut pada perang, bahkan sampai melukai dirinya sendiri agar tidak ikut bertempur. Namun ketika Bastien menghilang, ia tetap mendekati tempat yang sebelumnya begitu ingin ia hindari.
Ketakutannya tidak hilang, tetapi kali ini ada sesuatu yang lebih penting baginya daripada rasa takut itu. Geralt akhirnya bersedia membantu. Pencarian ini memang tidak berhubungan langsung dengan Yennefer, tetapi persoalan Dune juga bukan urusan politik Temeria atau Nilfgaard. Seseorang hilang, dan keluarganya membutuhkan jawaban.
Bekas Medan Battle of White Orchard
Perjalanan bersama Dune membawa Geralt kembali ke bekas medan pertempuran, salah satu luka terbesar yang ditinggalkan perang di White Orchard. Beberapa waktu sebelumnya, ia sudah melihat sisi pihak yang menang ketika memasuki Nilfgaardian Garrison. Di sana pasukan masih berdiri dalam formasi, perintah tetap dijalankan, dan Peter Saar Gwynleve mulai mengatur wilayah yang baru mereka kuasai. Bekas medan pertempuran menunjukkan harga dari kemenangan tersebut.
Jasad tentara Temeria dan Nilfgaard masih berserakan di tanah. Senjata, tombak, perisai, dan berbagai perlengkapan perang tertinggal bersama orang-orang yang sebelumnya menggunakannya. Mereka datang sebagai dua pasukan yang saling berhadapan, tetapi setelah mati perbedaan di antara keduanya nyaris kehilangan arti.
![]() |
| Medan pertempuran memperlihatkan korban Temeria dan Nilfgaard setelah Battle of White Orchard. |
Nilfgaard memang memenangkan Battle of White Orchard, tetapi bagi para prajurit yang gugur di sana hasil pertempuran itu tidak lagi berarti banyak. Tentara Nilfgaard yang mati tidak ikut menikmati kemenangan kekaisaran mereka, sedangkan prajurit Temeria yang tewas tidak pernah kembali kepada keluarga yang menunggu di rumah.
Kematian dalam jumlah besar juga membawa persoalan lain. Ghouls berkeliaran di antara jasad yang belum dikuburkan. Bagi necrophage, perang menyediakan sumber makanan yang nyaris tidak ada habisnya. Mereka tidak peduli apakah tubuh yang mereka temukan mengenakan warna Temeria atau Nilfgaard.
Hubungan antara perang dan monster seperti inilah yang membuat dunia The Witcher 3 terasa saling berkaitan. Tidak semua monster muncul tanpa kaitan dengan persoalan manusia. Kadang manusia menciptakan keadaan yang mengundang mereka datang. Pasukan bertempur, banyak orang mati, tubuh tidak sempat dikuburkan, lalu necrophage mengikuti bau kematian yang tertinggal. Bagi seorang witcher, berakhirnya pertempuran tidak berarti semua akibatnya ikut berakhir.
Mencari Bastien di Antara Korban Perang
Mencari Bastien di antara begitu banyak korban tentu tidak mudah. Dune hanya memiliki satu petunjuk. Para rekrutan asal White Orchard menandai perisai Temeria mereka dengan bunga-bunga putih kecil agar dapat mengenali sesama orang desa di tengah pertempuran.
Geralt menggunakan Witcher Senses untuk memeriksa perisai-perisai yang tertinggal di medan pertempuran. Beberapa memang memiliki tanda yang sesuai, tetapi jasad di dekatnya bukan Bastien. Setiap temuan membuat kemungkinan buruk yang sejak awal dibayangkan Dune terasa semakin nyata.
Akhirnya Geralt menemukan sebuah perisai berbunga putih di dekat tubuh seorang prajurit yang terbakar. Untuk sesaat, jasad itu tampak seperti jawaban paling masuk akal. Bastien tidak kembali, pertempuran telah menelan banyak korban, dan tubuh seorang rekrutan White Orchard kini berada tepat di depan mereka.
![]() |
| Perisai berbunga putih membantu Geralt mengenali rekrutan asal White Orchard. |
Namun Geralt menyadari bahwa jasad tersebut tidak cocok dengan ciri tubuh Bastien. Bahunya tidak selebar yang seharusnya. Orang yang mereka temukan memang berasal dari kelompok rekrutan yang sama, tetapi bukan saudara Dune.
Temuan itu belum memberi jawaban, tetapi membuka kemungkinan bahwa Bastien berhasil meninggalkan medan pertempuran. Tidak lama kemudian, Hussar menangkap bau pemiliknya.
Jejak Hussar Membawa Geralt Menjauh dari Orang Mati
Hussar mulai mengikuti jejak Bastien keluar dari medan perang. Geralt dan Dune mengikutinya melewati pepohonan hingga mencapai sebuah kabin terpencil. Setelah begitu lama mencari di antara tubuh-tubuh yang tidak lagi dapat memberi jawaban, jejak yang menjauh dari medan perang memberi sedikit harapan.
![]() |
| Hussar membawa Geralt keluar dari medan pertempuran menuju tempat Bastien berlindung. |
Harapan itu ternyata beralasan. Bastien masih hidup, meski terluka dan tidak sanggup kembali ke desa seorang diri. Dune menemukan saudaranya dalam keadaan jauh lebih baik daripada kemungkinan buruk yang sejak awal dibayangkannya.
Sekilas, pencarian seharusnya bisa berakhir di sini. Bastien sudah ditemukan, Dune dapat membawanya pulang, dan Geralt bisa kembali melanjutkan urusannya sendiri. Namun Bastien ternyata tidak berada di kabin itu seorang diri.
Bastien dan Rhosyn Bertahan Hidup Bersama
Di dalam kabin terdapat seorang prajurit Nilfgaard bernama Rhosyn. Ia juga terluka dalam Battle of White Orchard. Beberapa hari sebelumnya, Bastien yang berperang untuk Temeria dan Rhosyn yang datang bersama pasukan Nilfgaard akan berada di pihak berlawanan dan mencoba membunuh satu sama lain.
Namun batas itu berubah ketika tubuh mereka tidak lagi sanggup mengikuti tuntutan perang. Bastien mengalami luka di sisi tubuh dan kepala hingga nyaris tidak dapat melihat, sementara cedera pada kaki membuat Rhosyn juga tidak mampu meninggalkan medan pertempuran sendirian. Pada akhirnya, mereka hanya dapat keluar dari tempat itu dengan saling membantu.
Setelah mencapai kabin, mereka bertahan bersama selama beberapa hari. Percakapan yang didengar Geralt saat menemukan mereka menunjukkan bahwa hubungan keduanya sudah berkembang melampaui dua tentara musuh yang kebetulan terjebak di tempat yang sama.
![]() |
| Percakapan Bastien dan Rhosyn menunjukkan kedekatan yang tumbuh setelah mereka bertahan bersama. |
Rhosyn bercerita tentang seorang perwira yang begitu terobsesi pada disiplin sampai menuntut para prajurit mematuhi perintah bahkan untuk urusan buang hajat. Bastien menanggapinya seperti seseorang yang sudah cukup lama berbagi kesulitan dengannya hingga mereka bisa tertawa bersama. Percakapan kecil seperti itulah yang membuat hubungan mereka terasa masuk akal.
Mereka tentu tidak tiba-tiba melupakan bahwa Temeria dan Nilfgaard sedang berperang. Mereka hanya berada dalam keadaan yang membuat identitas itu tidak lagi menjadi hal paling penting.
Saat keduanya terluka dan kemungkinan mati sendirian menjadi sangat nyata, Bastien dan Rhosyn menghadapi kenyataan yang lebih sederhana. Masing-masing membutuhkan orang lain agar dapat meninggalkan medan pertempuran dalam keadaan hidup.
Bastien tidak selamat karena Temeria datang menjemputnya. Rhosyn juga tidak diselamatkan oleh kemenangan Nilfgaard. Mereka bertahan karena dua orang yang seharusnya menjadi musuh memilih untuk saling membantu.
Menemukan Bastien Ternyata Bukan Akhir Masalah
Bagi Dune, menemukan Bastien hidup seharusnya menjadi akhir yang jauh lebih baik daripada yang pernah ia bayangkan. Namun ketika saatnya pulang tiba, Bastien menolak meninggalkan Rhosyn.
Masalahnya, Rhosyn bukan lagi sekadar tentara Nilfgaard yang terluka. Ia kini menjadi desertir dari pasukan kekaisaran. Menyembunyikannya di rumah berarti menanggung risiko yang jauh lebih besar daripada sekadar membawa pulang seorang korban perang.
Dune memahami konsekuensinya. Jika Rhosyn ditemukan bersama mereka, bukan hanya sang desertir yang dapat dihukum. Orang-orang yang membantunya pun ikut berada dalam bahaya. Dune bahkan memikirkan istrinya, Liesje, dan anggota keluarga lain yang tidak pernah memilih untuk terlibat dalam persoalan tersebut.
Karena itu, penolakan Dune tidak tepat jika dipahami hanya sebagai kebencian terhadap seorang Nilfgaardian. Ia baru saja mendapatkan kembali saudaranya dan kini diminta mempertaruhkan keselamatan seluruh keluarganya demi seseorang yang baru dikenalnya.
Bastien melihat persoalan yang sama dari sudut yang berbeda. Baginya, Rhosyn bukan lagi sekadar salah satu Black Ones yang datang menyerbu White Orchard. Rhosyn adalah orang yang membantu Bastien ketika ia mungkin tidak akan mampu keluar dari medan pertempuran sendirian.
Meninggalkan Rhosyn di kabin berarti Bastien pulang berkat pertolongannya, lalu membiarkan orang yang sama menghadapi nasibnya sendiri ketika membutuhkan bantuan. Pada titik inilah Geralt diminta memberikan pendapat.
![]() |
| Geralt dapat mendukung kekhawatiran Dune atau mengingatkan bahwa Bastien masih hidup karena bantuan Rhosyn. |
Pilihan Geralt dan Konsekuensi bagi Rhosyn
Geralt kemudian dihadapkan pada dua pilihan. Ia dapat menerima kekhawatiran Dune dan mengakui bahwa membawa Rhosyn memang terlalu berisiko. Ia juga dapat membela Rhosyn dengan mengingatkan bahwa tanpa bantuannya, Bastien mungkin sudah mati.
Membiarkan Rhosyn Tetap di Kabin
Jika Geralt mendukung Dune, Bastien dapat pulang bersama saudaranya tanpa membawa seorang desertir Nilfgaard ke rumah keluarga Vildenvert. Secara praktis, keputusan ini merupakan pilihan paling aman bagi Dune, Liesje, dan orang-orang lain yang tinggal bersama mereka.
Rhosyn menjadi pihak yang menanggung harga dari rasa aman tersebut. Kondisinya membuatnya tidak mampu meninggalkan kabin tanpa bantuan. Ketika ditinggalkan, ia akhirnya meninggal.
Pilihan ini tidak harus dipandang sebagai keputusan jahat. Dune memiliki alasan nyata untuk takut, dan bukan Geralt yang nantinya harus menyembunyikan seorang desertir di bawah pengawasan pasukan Nilfgaard.
Namun akibatnya tetap sulit diabaikan. Bastien berhasil kembali karena Rhosyn pernah mengambil risiko untuk membantunya. Begitu Bastien aman, Rhosyn justru kehilangan kesempatan untuk menerima pertolongan yang sama.
Membela Rhosyn dan Membawanya Pulang
Dalam perjalanan yang kami ikuti, Geralt memilih mengingatkan Dune bahwa Bastien masih hidup berkat bantuan Rhosyn.
Argumen Geralt tidak menghilangkan risiko yang dikhawatirkan Dune. Rhosyn tetap seorang desertir dan keluarga Vildenvert tetap harus berhati-hati. Namun pada akhirnya, Dune bersedia membawa Rhosyn pulang bersama mereka.
Dampak pilihan itu dapat dilihat setelah quest selesai. Ketika Geralt kembali ke farm keluarga Vildenvert beberapa waktu kemudian, Bastien sudah berada di rumah dan Rhosyn masih hidup bersama mereka. Ia tidak lagi berada di medan perang sebagai tentara Nilfgaard, melainkan bersembunyi di tengah keluarga dari pihak yang beberapa hari sebelumnya masih dianggap musuh.
![]() |
| Rhosyn tetap hidup bersama Bastien setelah Dune menerima keputusan Geralt. |
Pilihan tersebut tidak mengubah dunia dan tidak ditutup dengan cutscene panjang. Geralt hanya perlu kembali ke farm untuk melihat sendiri bahwa keputusan sebelumnya memberi Bastien dan Rhosyn kesempatan untuk tetap hidup. Justru karena hasilnya begitu kecil dan personal, konsekuensinya terasa selaras dengan keseluruhan quest.
Pilihan yang Paling Sesuai dengan Geralt
Missing in Action tidak menetapkan salah satu pilihan sebagai keputusan resmi Geralt. Nasib Rhosyn benar-benar diserahkan kepada pemain. Namun jika dilihat dari karakter Geralt, membela Rhosyn terasa sebagai keputusan yang paling selaras dengannya.
Geralt bukan prajurit Temeria dan tidak terikat loyalitas nasional yang membuatnya otomatis menganggap nyawa seorang Nilfgaardian kurang berharga. Ia juga sudah terlalu sering melihat kerajaan dengan mudah menentukan siapa kawan dan siapa musuh, sementara orang-orang yang memiliki sedikit kuasa justru harus menanggung akibat keputusan tersebut.
Dalam kasus Rhosyn, Geralt bahkan tidak perlu mempercayai cerita seorang asing begitu saja. Bukti tindakannya ada tepat di depan mereka. Bastien masih hidup karena Rhosyn bersedia membantunya. Jika Geralt menilai seseorang dari tindakannya, bukan hanya dari seragam yang dikenakan, membela Rhosyn terasa masuk akal.
Namun keputusan tersebut tetap menyisakan persoalan yang tidak nyaman. Geralt dapat mendorong Dune untuk menolong Rhosyn, lalu melanjutkan perjalanannya menuju Vizima. Dune dan keluarganyalah yang harus menanggung risiko jika pasukan Nilfgaard mengetahui siapa yang mereka sembunyikan.
Karena itu, kekhawatiran Dune tetap layak dipahami. Ia bukan antagonis dalam situasi ini, melainkan seseorang yang harus memilih antara membalas pertolongan kepada saudaranya dan menjaga keselamatan keluarganya sendiri. Menyelamatkan Rhosyn terasa lebih sesuai dengan Geralt, tetapi pilihan itu tetap memiliki harga.
Akhir Lain yang Mungkin Terjadi dalam Missing in Action
Quest ini dapat berjalan berbeda jika Geralt menemukan Bastien dan Rhosyn sebelum berbicara dengan Dune. Dalam jalur tersebut, Bastien meminta Geralt mencari saudaranya. Dune kemudian datang untuk membawa Bastien pulang, tetapi Geralt tidak mendapatkan kesempatan untuk membela Rhosyn dalam percakapan akhir. Bahkan jika Geralt mengikuti Dune kembali ke kabin, opsi dialog untuk menyelamatkan Rhosyn tidak lagi tersedia. Bastien tetap selamat, sedangkan Rhosyn ditinggalkan di kabin dan akhirnya meninggal.
Jika Geralt meninggalkan White Orchard menuju Vizima tanpa menyelesaikan Missing in Action, quest itu gagal. Bastien dan Rhosyn tidak memperoleh pertolongan yang mereka butuhkan, dan ketika Geralt kembali kemudian, jasad keduanya dapat ditemukan di kabin tempat mereka berlindung.
Konsekuensi tersebut memberi pencarian Dune batas waktu yang jelas. Selama Geralt masih menyelesaikan urusannya di White Orchard, ia masih memiliki kesempatan untuk membantu mereka. Namun begitu ia meninggalkan wilayah itu menuju Vizima, kesempatan tersebut hilang. Bahkan di wilayah pembuka seperti White Orchard, The Witcher 3 sudah menunjukkan bahwa memilih tidak terlibat bukan berarti bebas dari konsekuensi. Beberapa cerita tetap mencapai akhirnya, bahkan ketika Geralt memilih untuk melewatinya.
Luka Perang yang Tidak Terlihat dari Garrison
Battle of White Orchard dapat diringkas dengan sangat singkat. Nilfgaard mengalahkan pasukan Temeria dan mengambil kendali atas wilayah tersebut. Namun Missing in Action menunjukkan betapa sedikit yang dapat dijelaskan kalimat itu tentang pengalaman orang-orang yang benar-benar tinggal di sana.
Dune kehilangan jejak saudaranya. Bastien terbaring terluka jauh dari rumah. Rhosyn berasal dari pasukan yang menang, tetapi justru harus bersembunyi setelah meninggalkan kesatuannya. Medan pertempuran dipenuhi jasad dari kedua pihak, sementara ghouls datang setelah pertempuran berakhir. Tidak satu pun dari mereka menjalani hidup yang lebih mudah hanya karena perang sudah menentukan pemenangnya.
Bastien dan Rhosyn mungkin menjadi gambaran paling jelas dari luka perang tersebut. Mereka memasuki medan pertempuran sebagai dua orang yang secara resmi harus menganggap satu sama lain sebagai musuh. Ketika keduanya nyaris tidak mampu berjalan keluar dari sana, seragam tidak menawarkan pertolongan apa pun. Yang menyelamatkan mereka adalah keputusan untuk menolong orang yang berada di hadapan mereka.
Karena itu, Missing in Action memiliki bobot yang jauh lebih besar daripada skala quest-nya. Geralt hanya membantu seorang warga desa mencari saudaranya, tanpa monster utama, tokoh penting kerajaan, atau keputusan yang mengubah arah perang. Namun melalui pencarian kecil tersebut, White Orchard memperlihatkan dirinya sebagai wilayah yang baru saja dilanda perang. Bukan sekadar tanah yang berpindah penguasa, melainkan rumah-rumah yang kehilangan anggota keluarga dan orang-orang biasa yang harus hidup dengan keputusan yang dibuat jauh di atas mereka.
Geralt masih mempunyai alasan untuk segera pergi. Yennefer sudah menuju Vizima dan Vesemir masih menunggunya di tavern. Namun perjalanan sang witcher meninggalkan White Orchard belum benar-benar dimulai.
White Orchard pun belum selesai memperlihatkan apa yang ditinggalkan perang. Kebencian yang tumbuh setelah pendudukan tidak hanya terasa di antara prajurit Temeria dan Nilfgaard, tetapi mulai merembes ke kehidupan orang-orang yang tidak pernah berdiri di medan pertempuran. Salah satu jejaknya terlihat pada forge milik Willis yang dibakar di tengah White Orchard, tempat persoalan berikutnya menunggu perhatian Geralt.
Kisah Bastien dan Rhosyn menyisakan satu pengingat sebelum Geralt melanjutkan perjalanannya. Kerajaan dapat menentukan siapa yang harus disebut kawan dan siapa yang harus disebut musuh, tetapi ketika dua orang sama-sama terluka dan hanya memiliki satu sama lain untuk bertahan hidup, batas tersebut tidak lagi sesederhana warna pada seragam mereka.







