A Frying Pan, Spick and Span: Misteri di Balik Sebuah Wajan di White Orchard

Setelah membongkar kebohongan di balik gerobak yang hilang dan membiarkan John Geermer kembali kepada kelompoknya bersama obat, Geralt masih belum meninggalkan White Orchard. Perjalanan berikutnya justru membawanya pada persoalan yang terdengar jauh lebih kecil dibanding perang, perlawanan Temeria, atau suplai militer. Seorang perempuan tua hanya ingin mendapatkan kembali wajannya.

Wajan itu sebelumnya dipinjam seorang pria asing yang kemudian masuk ke sebuah pondok tidak jauh dari tempat perempuan itu menunggu. Ia tidak pernah mengembalikannya. Ketika Geralt tiba, pintu pondok masih terkunci dan sang perempuan tidak dapat masuk sendiri. Bagi perempuan itu, persoalannya sederhana. Wajannya dipinjam dan tidak pernah dikembalikan. Namun bagi Geralt, pintu tertutup dan kisah tentang orang asing yang menghilang sudah cukup untuk membuatnya menyelidiki lebih jauh.

Permintaan sederhana itu menjadi awal A Frying Pan, Spick and Span, sebuah secondary quest kecil yang sekilas terasa seperti selingan di White Orchard yang masih dipenuhi jejak perang. Namun begitu Geralt memasuki pondok, kesan itu berubah. Di dalam, ia menemukan seorang pria yang sudah tewas, sebuah Silver Monocle, dokumen yang sebagian besar telah dibakar, dan wajan yang ternyata dipakai bukan untuk memasak, melainkan untuk mengambil jelaga sebagai bahan tinta.

Dari sana, persoalan tentang peralatan dapur perlahan berkembang menjadi penyelidikan yang jauh lebih besar. Di balik pondok sederhana itu tersisa jejak aktivitas rahasia, informasi militer, dan seseorang yang tampaknya berkepentingan dengan pergerakan Nilfgaard. Geralt datang untuk mengambil sebuah wajan. Yang ia temukan justru menjadi bukti lain bahwa di White Orchard, benda paling biasa pun dapat menyimpan cerita yang ditinggalkan perang.

Seorang Perempuan Tua dan Wajan yang Tidak Dikembalikan

Ketika Geralt berbicara dengan perempuan tua itu di pondok tepi Sungai Ismena, persoalan pertama yang terlihat memang hanya pintu yang terkunci. Menurut ceritanya, pondok itu sebelumnya kosong sampai seorang pria asing datang pada malam hari, meminjam wajannya, lalu masuk ke dalam.

Masih pada malam yang sama, seorang pria kedua datang ke pondok. Ketika pagi tiba, hanya pria pertama yang terlihat pergi. Ia mengunci pintu, menaiki kudanya, lalu menghilang, sementara orang kedua tidak pernah muncul kembali dan wajan milik sang perempuan tetap tertinggal di dalam. Ia tidak mengetahui apa yang dilakukan kedua pria itu, tetapi bau yang tercium dari pondok membuatnya terlalu takut untuk masuk sendiri.

Karena Geralt kebetulan berada di sana, ia meminta sang witcher mengambilkan wajannya. Dari permintaan itulah penyelidikan yang nantinya bersinggungan dengan dunia spionase Temeria bermula, lewat persoalan yang nyaris terlalu biasa untuk ukuran seorang witcher. Seseorang meminjam wajan dan tidak mengembalikannya.

Ada variasi kecil yang mudah terlewat. Geralt dapat menghancurkan pintu pondok dengan Aard sebelum berbicara dengan perempuan itu, dan tindakannya akan memicu dialog pembuka yang berbeda. Ia bahkan dapat menolak membantu dalam percakapan, lalu tetap masuk ke pondok dan mengembalikan wajan setelahnya. Perbedaan ini tidak mengubah hasil quest, tetapi menjadi salah satu detail kecil yang menunjukkan bagaimana urutan tindakan pemain dapat memengaruhi respons karakter di White Orchard.

Geralt berbicara dengan seorang perempuan tua di dekat pondok terkunci di White Orchard.
Geralt menerima permintaan seorang perempuan tua untuk mengambil wajan dari pondok terkunci.

Pondok Terkunci dan Seorang Pria yang Ditemukan Tewas

Begitu berhasil masuk, Geralt segera menyadari bahwa pondok itu menyimpan persoalan yang jauh lebih serius. Di dekat dinding terbaring seorang pria. Setelah memeriksanya, Geralt memastikan bahwa pria itu sudah tewas. Temuan itu membuat cerita perempuan tua di luar pondok terasa lebih penting. Ia memang mengatakan bahwa ada pria kedua yang datang ke tempat itu, tetapi hanya satu orang yang kemudian terlihat pergi. Jasad di dalam pondok sangat mungkin merupakan orang yang tidak pernah keluar tersebut.

Pemeriksaan Geralt menunjukkan bahwa korban tidak mati karena monster atau kecelakaan. Ia menyimpulkan pria itu dibunuh setelah lehernya dijerat, sementara bekas luka lama pada tubuhnya tampak seperti luka yang mungkin dimiliki seorang tentara. Namun game tidak pernah mengungkap nama ataupun afiliasinya secara pasti.

Meski sudah menemukan jasad, Geralt baru memahami sebagian kecil dari apa yang terjadi. Ada seorang pria yang meminjam wajan, pria lain yang datang setelahnya, lalu salah satu dari mereka ditemukan tewas sementara yang lain sudah menghilang.

Geralt memeriksa seorang pria yang ditemukan tewas di dalam pondok di White Orchard.
Jasad di dalam pondok menunjukkan bahwa masalah ini melampaui sekadar wajan yang hilang.

Monokel Retak dan Dokumen yang Hampir Seluruhnya Terbakar

Jasad itu bukan satu-satunya petunjuk yang tertinggal. Saat memeriksa ruangan dengan Witcher Senses, Geralt menemukan dan mengambil sebuah monokel yang rusak. Reaksinya singkat, tetapi benda itu cukup ganjil untuk membuatnya berhenti sejenak.

Pada titik ini, monokel itu belum mengungkap identitas pria yang meninggalkan pondok. Deskripsi itemnya hanya mengisyaratkan bahwa benda itu terasa familiar bagi Geralt, tanpa menyebut nama pemiliknya. Namun kelak, monokel itu menjadi petunjuk penting yang menghubungkan kejadian di White Orchard dengan seseorang yang sudah lama berkecimpung dalam dunia intelijen Temeria.

Geralt menemukan sebuah monokel retak saat menggunakan Witcher Senses di dalam pondok White Orchard.
Sebuah monokel retak menjadi salah satu petunjuk penting yang tertinggal di lokasi kejadian.

Petunjuk berikutnya semakin menegaskan bahwa aktivitas di pondok itu bukan sekadar urusan warga biasa. Geralt menemukan dokumen yang hampir seluruhnya telah dibakar, meskipun beberapa bagiannya masih dapat dibaca. Game tidak menunjukkan siapa yang membakar dokumen itu ataupun alasan pastinya. Yang dapat dipastikan hanyalah bahwa sebagian besar isinya sudah dihancurkan sebelum Geralt tiba.

Geralt menemukan dokumen yang hampir seluruhnya terbakar saat menyelidiki pondok di White Orchard.
Burned Papers mengungkap jejak aktivitas rahasia dan urusan militer yang tersembunyi di pondok.

Dari bagian yang masih tersisa, Geralt mengetahui bahwa penulisnya terlibat dalam urusan militer dan kontak rahasia yang berkaitan dengan Nilfgaard. Dokumen tersebut menyinggung sebuah pertemuan yang tidak berjalan sesuai rencana, pasukan Nilfgaard, seorang Lord General, serta negosiasi yang tetap ingin dilanjutkan. Quest journal kemudian memperjelas siapa pria yang meminjam wajan itu. Catatan yang ditemukan Geralt menunjukkan bahwa orang tersebut tertarik pada pergerakan pasukan Nilfgaard dan rahasia militer. Pria misterius itu bukan sekadar pelintas jalan, melainkan seorang mata-mata.

Mengapa Wajannya Malah Menjadi Sangat Bersih?

Di antara jasad, monokel, dan dokumen rahasia, wajan milik perempuan tua itu mungkin tampak sebagai benda paling sepele di ruangan tersebut. Justru dari wajan itulah Geralt memahami salah satu bagian paling sederhana sekaligus paling aneh dari kejadian di pondok. Geralt mulai memahami bagaimana surat-surat tersebut ditulis. Ketika memeriksanya, Geralt menyimpulkan bahwa pria misterius itu sebenarnya tidak membutuhkan wajannya. Yang ia perlukan adalah jelaga hitam yang menempel pada permukaannya. Jelaga itu dikerok untuk dijadikan bahan tinta, lalu digunakan untuk menulis surat.

Wajan yang diperiksa Geralt setelah ia menyimpulkan bahwa jelaganya digunakan untuk membuat tinta.
Jelaga pada wajan digunakan sebagai bahan tinta untuk menulis surat rahasia.

Temuan itu sekaligus menjelaskan mengapa wajan tersebut menjadi begitu bersih. Ketika Geralt mengembalikannya, perempuan tua itu bahkan terkejut karena sebelumnya permukaan wajannya hitam dan penuh jelaga. Kini wajan itu begitu bersih hingga ia bercanda bahwa benda tersebut hampir dapat digunakan untuk bercermin.

Di sinilah judul A Frying Pan, Spick and Span mendapatkan maknanya. Spick and span merupakan ungkapan untuk sesuatu yang sangat bersih atau rapi. Sang pemilik kehilangan wajan yang kotor, tetapi mendapatkannya kembali dalam keadaan bersih karena seorang mata-mata membutuhkan jelaga di permukaannya.

Penggunaan jelaga untuk membuat tinta juga bukan gagasan yang dibuat semata-mata demi kebutuhan quest. Tinta hitam berbasis karbon telah digunakan sejak lama, dan jelaga memang dapat menjadi sumber pigmen hitam ketika dicampurkan dengan bahan lain. Karena itu, improvisasi tersebut terasa masuk akal dalam dunia yang tentu tidak menyediakan botol tinta di setiap sudut.

Jejak di Pondok Mengarah ke Thaler

Quest tidak pernah menyebut nama pria yang meminjam wajan secara langsung. Namun petunjuk yang tertinggal sangat kuat mengarah pada satu sosok yang sudah dikenal dari game sebelumnya, Bernard Ducat, yang lebih dikenal sebagai Thaler. Thaler bukan mata-mata biasa. Dalam The Witcher pertama, Geralt sudah mengenal Thaler sejak berada di Vizima. Saat itu, Thaler dikenal sebagai penadah barang curian di Temple District sebelum identitasnya sebagai kepala intelijen Temeria terungkap. Sikapnya yang kasar dan cara bicara yang dipenuhi makian juga menjadi ciri yang sulit disalahartikan.

Monokel yang ditemukan Geralt menjadi petunjuk terkuat. Silver Monocle itu memang milik Thaler, sementara gaya bahasa dalam Burned Papers dan konteks aktivitas intelijennya semakin memperkuat hubungan tersebut. Jika seluruh petunjuk dibaca bersama, kemungkinan bahwa pria yang meminjam wajan adalah Thaler jauh lebih kuat daripada dugaan yang hanya bertumpu pada kemiripan sebuah benda. Keterkaitan dengan Thaler membuat berbagai petunjuk di dalam pondok mulai membentuk gambaran yang lebih utuh. Monokel, dokumen yang sebagian besar telah dibakar, kontak dengan pihak militer, serta penggunaan tinta darurat semuanya terasa masuk akal bagi seseorang yang hidup dari informasi dan terbiasa bergerak tanpa menarik perhatian.

Apa yang Sedang Dilakukan Thaler di White Orchard?

Petunjuk yang kuat mengarah pada Thaler tidak membuat seluruh misteri langsung terjawab. Burned Papers hanya memberikan sebagian gambaran tentang apa yang sedang dilakukannya. Dokumen itu menunjukkan adanya pertemuan yang tidak berjalan sesuai rencana, keterlibatan orang dari militer Nilfgaard, serta negosiasi yang masih ingin diteruskan.

Artinya, Thaler tampaknya tidak sekadar mengamati pasukan Nilfgaard dari kejauhan. Ia terlibat dalam operasi intelijen yang mencakup kontak atau negosiasi rahasia dengan orang yang terkait dengan militer Nilfgaard. Kondisi White Orchard membuat aktivitas tersebut terasa masuk akal. Wilayah ini telah jatuh ke tangan Nilfgaard, sementara quest journal menunjukkan bahwa sang mata-mata tertarik pada pergerakan pasukan dan rahasia militer mereka. Burned Papers bahkan menyebut seorang Lord General. Bagi seseorang dengan latar belakang intelijen seperti Thaler, informasi semacam itu jelas memiliki nilai besar.

Namun tujuan akhir operasi tersebut tidak pernah dijelaskan. Burned Papers tidak menyebut rencana membunuh Radovid dan tidak memberikan dasar untuk menghubungkan kejadian di White Orchard secara langsung dengan A Deadly Plot. Kesimpulan yang paling aman adalah bahwa aktivitas ini menunjukkan Thaler sudah bekerja di balik layar jauh sebelum Geralt bertemu dengannya kembali dalam konflik politik yang lebih besar.

Siapa Pria yang Dibunuh di Dalam Pondok?

Jika identitas sang mata-mata dapat ditelusuri lewat petunjuk yang tertinggal, identitas korban justru tetap menjadi misteri. Game tidak pernah memberinya nama. Tidak ada pula bukti yang cukup untuk memastikan apakah ia tentara Nilfgaard, mantan tentara Temeria, seorang penghubung, atau orang lain yang terlibat dalam operasi tersebut. Yang dapat dipastikan hanyalah bahwa seorang pria kedua datang ke pondok, seseorang kemudian ditemukan tewas, dan quest journal mengaitkan pria yang meminjam wajan dengan pembunuhan tersebut. Alasan pembunuhan itu sendiri tidak pernah dijelaskan.

Pertemuan yang gagal, pengkhianatan, atau masalah lain dalam operasi rahasia mungkin terdengar masuk akal sebagai penjelasan. Namun tidak ada bukti yang cukup untuk memilih salah satunya. Geralt tiba setelah semuanya berakhir dan hanya dapat membaca jejak yang ditinggalkan.

Ketidakjelasan itu justru sesuai dengan cerita yang sedang disampaikan. Sebuah operasi intelijen jarang meninggalkan penjelasan lengkap untuk orang berikutnya yang masuk ke ruangan. Yang tersisa hanyalah benda, jasad, dan potongan informasi yang memungkinkan Geralt memahami sebagian kejadian tanpa pernah memperoleh gambaran utuh.

Perang yang Tidak Hanya Berlangsung di Medan Pertempuran

White Orchard memperlihatkan perang secara terbuka melalui tentara Nilfgaard, korban pertempuran, bangunan rusak, dan penduduk yang kini hidup di bawah penguasa baru. A Frying Pan, Spick and Span memperlihatkan lapisan lain yang jauh lebih mudah terlewatkan.

Namun perang juga berlangsung lewat informasi. Pergerakan pasukan, rahasia militer, komunikasi, dan negosiasi dapat bernilai sama pentingnya dengan apa yang terjadi di medan pertempuran. Jejak Thaler memperlihatkan bahwa bahkan setelah Temeria kehilangan kendali atas White Orchard, pertarungan informasi tetap berlangsung di balik barisan pasukan Nilfgaard di jalan.

Sebuah pondok sederhana dapat menjadi tempat pertemuan rahasia. Sebuah wajan dapat menyediakan tinta. Perempuan tua yang menunggu di luar bahkan tidak perlu mengetahui apa pun tentang operasi tersebut. Konflik besar terus bergerak di sekitar kehidupan orang biasa tanpa pernah meminta izin.

Mengapa Geralt Meminta Perempuan Itu Tidak Melapor kepada Nilfgaard?

Setelah mengembalikan wajan, Geralt memberitahu perempuan tua tersebut bahwa pria kedua sudah mati. Ia menyarankan agar jasad itu dikuburkan cukup dalam agar tidak digali necrophage. Geralt kemudian secara khusus menasihatinya agar kejadian itu tidak dilaporkan kepada Nilfgaard.

Game tidak menjelaskan alasan Geralt memberikan peringatan itu. Karena itu, motif di balik sikap Geralt harus tetap dibaca sebagai interpretasi. Saat itu, Geralt sudah mengetahui bahwa pondok tersebut berkaitan dengan seorang mata-mata, dokumen sensitif, dan urusan militer Nilfgaard. Pembacaan yang paling masuk akal adalah bahwa Geralt melihat tidak ada manfaat menyeret seorang warga sipil ke dalam penyelidikan militer terkait operasi intelijen yang bahkan belum ia pahami sepenuhnya. Namun itu tetap merupakan interpretasi terhadap sikap Geralt, bukan alasan yang pernah dikonfirmasi secara eksplisit oleh game.

Silver Monocle dan Konfirmasi yang Datang Kemudian

Peran Silver Monocle tidak berhenti pada petunjuk yang mengarah ke Thaler. Ketika Geralt menemukannya di White Orchard, game belum menjelaskan secara langsung siapa pemilik benda itu. Hubungan itu baru mendapat konfirmasi tambahan ketika Thaler muncul kembali jauh setelah Geralt meninggalkan White Orchard.

Sejak Patch 4.0, Silver Monocle yang ditemukan dalam A Frying Pan, Spick and Span dapat dikembalikan kepada Thaler ketika Geralt kembali bertemu dengannya dalam A Deadly Plot. Sebelum pembaruan tersebut, dialog untuk mengembalikan monocle tidak dapat dipicu secara normal akibat bug, sehingga item itu dapat tertinggal di tab Quest Items sepanjang permainan. Patch 4.0 akhirnya memulihkan fungsi callback itu.

Arti penting momen itu terutama terletak pada kontinuitas cerita. Sebuah item dari secondary quest kecil pada awal game ternyata benar-benar terhubung dengan karakter yang baru muncul langsung jauh kemudian. Silver Monocle pun menjadi penutup kecil bagi misteri yang bermula dari sebuah wajan.

Sebuah Wajan di Tengah Perang dan Spionase

Pada akhirnya, perempuan tua itu mendapatkan kembali apa yang sejak awal ia inginkan. Wajannya kembali dalam kondisi jauh lebih bersih daripada ketika dipinjamkan. Reaksinya menjadi kelucuan terakhir dari seluruh quest. Wajan lama yang sebelumnya hitam penuh jelaga kini begitu bersih sampai terasa seperti benda lain.

Perempuan tua menerima kembali wajannya yang sudah sangat bersih dari Geralt.
Perempuan tua menerima kembali wajan yang kini bersih setelah jelaganya dikerok.

Hadiah dari perempuan itu juga sesuai dengan skala permintaannya. Geralt tidak menerima sekantong crowns, melainkan bekal sederhana untuk perjalanan berupa lima Baked Apple, lima Bread, dan lima Apple Juice. Hadiah kecil itu terasa cocok untuk pekerjaan yang sejak awal memang bukan kontrak besar. Bagi perempuan itu, cerita mungkin memang selesai sampai di sana. Wajannya sudah kembali. Bagi Geralt, permintaan sederhana itu meninggalkan hal yang berbeda, seorang pria tewas, Silver Monocle, dokumen yang sebagian besar telah dibakar, dan jejak seseorang yang bergerak di balik perang tanpa pernah memperlihatkan seluruh tujuannya.

A Frying Pan, Spick and Span tidak memiliki pertempuran besar atau pilihan yang menentukan nasib kerajaan. Seluruh misterinya bahkan berawal dari benda dapur yang nyaris tidak memiliki arti bagi siapa pun selain pemiliknya. Justru lewat kisah sekecil inilah White Orchard terasa hidup di tengah perang. Peristiwa besar tidak hanya meninggalkan mayat di medan pertempuran atau tentara di garrison. Perang juga meninggalkan rahasia di pondok, surat yang dibakar, dan benda-benda biasa yang tanpa sengaja menjadi saksi.

Di jalan-jalan White Orchard, pasukan dapat berbaris dengan pedang dan lambang kekaisaran. Beberapa langkah dari sana, orang-orang dalam dunia intelijen bekerja lewat pertemuan rahasia, pesan yang tidak boleh ditemukan, dan informasi yang nilainya tidak tampak dari luar. Sementara semua itu berlangsung, seorang perempuan tua hanya memikirkan satu hal. Wajannya belum dikembalikan.

Itulah yang membuat kisah ini lebih menarik daripada premisnya. Geralt datang untuk mengambil sebuah wajan, tetapi meninggalkan pondok dengan potongan cerita yang tidak pernah membentuk gambaran lengkap. Sang pemilik mendapatkan kembali barangnya, orang yang meminjamnya sudah lama pergi, dan sebagian rahasia tentang apa yang terjadi di pondok itu tetap berada di luar jangkauan Geralt.

White Orchard masih menyimpan jejak orang lain yang pernah melewati wilayah itu. Setelah meninggalkan pondok, perjalanan Geralt berikutnya membawanya menuju reruntuhan yang menyimpan sesuatu yang jauh lebih dekat dengan kehidupannya sendiri, jejak witcher lain yang tertinggal di White Orchard. Kali ini, Geralt tidak akan mengikuti rahasia seorang mata-mata. Ia akan mengikuti jejak seseorang yang menjalani profesi yang sama dengannya dan pernah melewati White Orchard jauh sebelum dirinya.

Posting Komentar

Lebih lama Lebih baru