Setelah menyelesaikan kontrak Devil by the Well dan mengungkap kisah Claer, Geralt masih belum meninggalkan White Orchard. Sumur di selatan wilayah itu kini tidak lagi dihantui, tetapi perjalanan sang witcher melintasi desa yang baru saja jatuh ke tangan Nilfgaard masih membawanya pada persoalan lain yang tersisa akibat perang.
Dari kejauhan, White Orchard masih tampak damai. Pohon-pohon sedang berbunga, rumput tumbuh di sepanjang jalan, dan cahaya musim semi membuat wilayah itu hampir terlihat seperti tempat yang tidak pernah disentuh pertempuran. Namun di balik pemandangan tersebut masih ada rumah yang rusak, jasad yang masih tergeletak, tentara yang kehilangan kesatuannya, dan warga yang harus menerima bahwa tanah yang mereka tinggali kini berada di bawah penguasa baru.
Di tengah keadaan itulah Geralt bertemu seorang pria yang duduk di dekat api unggun di pinggir jalan, tidak jauh dari Nilfgaardian Garrison. Pria itu memperkenalkan dirinya sebagai seorang merchant yang mengalami nasib buruk dalam perjalanan. Ia mengaku sedang membawa barang menuju kamp Nilfgaard ketika kudanya tiba-tiba ketakutan, menyimpang dari jalan, lalu menyeret gerobak ke rawa. Sang merchant berhasil menyelamatkan diri, tetapi menurut ceritanya, kuda tersebut kemudian menjadi korban monster yang berkeliaran di sana. Ada satu benda yang sangat ingin ia dapatkan kembali, sebuah kotak kecil yang terkunci. Karena terlalu takut memasuki rawa seorang diri, ia meminta Geralt mengambilkannya dan menjanjikan bayaran sebagai imbalan. Bagi seorang witcher, pekerjaan itu terdengar sederhana. Menemukan gerobak, menghadapi monster jika memang diperlukan, mengambil kotak tersebut, lalu kembali kepada pemiliknya.
Namun Precious Cargo segera memperlihatkan bahwa pekerjaan yang tampak sederhana tidak selalu menyimpan kisah yang sama sederhananya. Jejak roda, kondisi gerobak, dan beberapa tanda yang tertinggal di rawa perlahan membuat Geralt mempertanyakan kisah yang baru saja didengarnya. Kali ini, kemampuan investigasi yang sebelumnya membantunya memahami monster justru membawanya pada persoalan manusia dan perang yang belum benar-benar berakhir di White Orchard.
Seorang Merchant di Pinggir Jalan White Orchard
Ketika pertama kali berbicara dengan Geralt, pria itu menggambarkan dirinya sebagai korban keadaan. Ceritanya terdengar cukup masuk akal di White Orchard karena jalan-jalan di wilayah tersebut memang belum sepenuhnya aman dan rawa menjadi tempat hidup berbagai monster. Seorang merchant biasa tentu memiliki alasan untuk takut memasuki kawasan yang dipenuhi Drowner hanya demi mengambil satu kotak dari gerobak yang terjebak jauh dari jalan. Cerita itu terasa meyakinkan justru karena sebagian besar detail yang disampaikan memang benar. Gerobaknya benar-benar berada di rawa, kudanya memang mati, dan monster berkeliaran di kawasan tersebut. Kebohongannya bukan berupa cerita yang sepenuhnya dikarang, melainkan versi kejadian yang menyembunyikan penyebab sebenarnya dan membiarkan keberadaan monster menjelaskan sisanya.
Geralt menerima pekerjaan itu dan mulai mencari jejak gerobak. Ia belum memiliki alasan kuat untuk mencurigai bahwa pria tersebut sedang menyembunyikan sesuatu, sehingga untuk sementara ia hanyalah seorang merchant yang membutuhkan bantuan witcher. Justru karena itulah kebenaran berikutnya terasa lebih kuat ketika mulai terungkap. Kebenaran tidak datang melalui pengakuan, melainkan muncul sedikit demi sedikit dari apa yang tertinggal di tanah.
![]() |
| Geralt menerima permintaan seorang merchant untuk mengambil kotak dari gerobak yang hilang di rawa. |
Gerobak yang Hilang di Tengah Rawa
Dengan mengikuti bekas roda yang meninggalkan jalan utama, Geralt bergerak semakin jauh ke dalam rawa. Di antara genangan air, pepohonan, dan tanah berlumpur, ia akhirnya menemukan gerobak yang dimaksud sang merchant. Kendaraan itu tergeletak dalam kondisi rusak dengan barang-barang berserakan di sekitarnya, sementara kuda yang seharusnya menariknya ditemukan mati tidak jauh dari sana.
Sekilas, semuanya tampak memperkuat cerita yang sebelumnya didengar Geralt. Rawa memang berbahaya, dan keberadaan Drowner membuat kematian seekor kuda tidak terasa aneh. Jika Geralt hanya mengambil kotak lalu segera kembali, ia mungkin tidak akan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Namun pekerjaan seorang witcher tidak berhenti setelah menemukan benda yang dicari, terlebih ketika keadaan lokasi tidak sepenuhnya sesuai dengan cerita yang diberikan kepadanya. Geralt terbiasa membaca tempat kejadian seperti orang lain membaca sebuah surat. Luka pada tubuh, jejak di tanah, arah pergerakan, darah, posisi benda, hingga tanda yang tampaknya sepele dapat menjelaskan bagaimana sesuatu terjadi. Kemampuan seperti inilah yang biasanya membantunya menentukan monster apa yang sedang diburu. Kali ini, penyelidikan tersebut justru menunjukkan bahwa monster bukan pihak yang memulai kekerasan di rawa.
![]() |
| Kondisi gerobak di rawa membuat Geralt mulai meragukan cerita sang merchant. |
Panah yang Membongkar Kebohongan Sang Merchant
Pemeriksaan lebih dekat segera mengubah kesimpulan Geralt. Pada gerobak terlihat bekas serangan panah, sementara kuda yang mati juga tertembak. Tidak jauh dari sana, Geralt menemukan jasad seorang pria dengan anak panah yang menembus lehernya. Drowner memang berkeliaran di rawa, tetapi monster-monster itu jelas tidak menggunakan busur.
Gerobak tersebut tidak keluar dari jalan hanya karena kudanya ketakutan. Seseorang telah menyerangnya dengan sengaja, dan pelakunya adalah manusia bersenjata. Panah yang ditemukan Geralt menjadi detail sederhana yang meruntuhkan cerita sang merchant. Begitu bukti tersebut muncul, kecelakaan berubah menjadi penyergapan, sementara pria yang sebelumnya tampak sebagai korban mulai terlihat mengetahui lebih banyak daripada yang ia akui.
Di sinilah Precious Cargo memperlihatkan sisi Geralt yang kadang tenggelam di balik reputasinya sebagai pemburu monster. Seorang witcher bukan hanya petarung dengan silver sword dan Signs, tetapi juga penyelidik yang mengandalkan kemampuan membaca jejak. Dalam kasus ini, Geralt tidak menemukan monster yang menyamar sebagai manusia. Ia menemukan sesuatu yang jauh lebih biasa di dunia The Witcher, manusia yang menjadikan monster sebagai penjelasan atas kekerasan yang dilakukan manusia.
Geralt tetap menemukan Locked Strongbox yang diminta, dan secara teknis pekerjaannya dapat dianggap selesai. Namun kotak itu kini bukan lagi sekadar barang yang harus dikembalikan kepada seseorang yang mengaku sebagai pemiliknya. Witcher Senses menunjukkan bahwa ada darah manusia pada strongbox tersebut, sementara di sekitarnya sudah ditemukan korban tewas, gerobak yang ditembaki, dan kebohongan yang sengaja disusun untuk menutupi semuanya. Geralt pun kembali bukan hanya dengan kotak, melainkan juga dengan pertanyaan.
![]() |
| Panah pada kuda dan lokasi kejadian membuktikan gerobak diserang oleh manusia. |
Ketika Sang Merchant Memilih Melarikan Diri
Setelah kembali, Geralt dapat memilih untuk menyerahkan kotak tanpa membahas apa yang ditemukan di rawa. Jika pemain mengambil jalur tersebut, urusan itu berakhir seperti pekerjaan sederhana dan kebenaran tentang pria itu tidak pernah benar-benar dibongkar dalam percakapan mereka. Namun jika Geralt menyebut bukti penyergapan dan menunjukkan bahwa ia mengetahui cerita awalnya palsu, situasinya segera berubah.
Pria itu tidak mencoba memberikan penjelasan panjang atau membela diri. Ia memilih melarikan diri dengan menunggang kuda, seolah jarak dapat menghapus bukti yang baru saja ditemukan Geralt. Pada saat itu, Geralt belum mengetahui siapa pria tersebut atau apa motifnya. Yang ia tahu hanyalah seseorang telah membohonginya tentang tempat ditemukannya korban tewas, lalu mencoba kabur ketika kebohongannya terbongkar.
Geralt mengejarnya bersama Roach dan berhasil menghentikan sang merchant sebelum pria itu lolos. Dalam jalur alternatif, jika pengejaran gagal dan jarak keduanya menjadi terlalu jauh, sang merchant dapat melarikan diri dan quest berakhir gagal. Dalam keadaan itu, Geralt tidak pernah mengetahui identitas maupun motif sebenarnya dari pria tersebut.
![]() |
| Setelah kebohongannya terbongkar, sang merchant mencoba melarikan diri dan memaksa Geralt mengejarnya dengan Roach. |
John Geermer, Prajurit Temeria yang Belum Menyerah
Pria yang mengaku sebagai merchant itu akhirnya mengungkap identitas sebenarnya. Namanya John Geermer, seorang Prajurit Kelas Satu dari Divisi Keenam Temeria, Resimen Kedua. Unit tersebut telah dibubarkan, tetapi menurut pengakuannya, para anggotanya masih aktif dan bergerak diam-diam di dalam hutan. Dalam beberapa kalimat, persoalan yang semula hanya tentang gerobak hilang terhubung langsung dengan keadaan Temeria setelah kekalahannya. John bukan merchant yang kebetulan menjadi korban serangan di jalan. Ia adalah prajurit Temeria dari unit reguler yang tak lagi utuh setelah kekuatan konvensional Temeria dihancurkan dalam Third Northern War, lalu melanjutkan perjuangan sebagai bagian dari kelompok perlawanan. Ketika pasukan Temeria tidak lagi mampu menghadapi Nilfgaard dalam pertempuran terbuka, orang-orang seperti John beralih ke taktik berskala lebih kecil dan tersembunyi. Mereka bergerak diam-diam, menyerang transport, serta merebut persediaan yang dapat membantu mereka bertahan.
Pengungkapan itu sekaligus menjelaskan mengapa John memilih berbohong kepada Geralt. Mengakui sejak awal bahwa dirinya anggota perlawanan Temeria yang baru saja menyerang transport Nilfgaard tentu jauh lebih berisiko daripada berpura-pura menjadi merchant yang mengalami kecelakaan. Nilfgaardian Garrison berada di wilayah yang sama, dan John tidak memiliki jaminan bahwa seorang witcher asing akan bersimpati kepadanya. Dengan menyembunyikan kebenaran, ia berusaha membuat Geralt menyelesaikan bagian paling berbahaya tanpa mengetahui bahwa dirinya sedang dilibatkan dalam konflik yang sebenarnya.
![]() |
| John mengaku sebagai prajurit Temeria dari unit yang telah dibubarkan. |
Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Gerobak Itu?
Gerobak yang ditemukan Geralt ternyata merupakan bagian dari transport medis. John dan kelompok perlawanan Temeria menyerang pengiriman tersebut agar obat-obatan itu tidak sampai ke tangan Nilfgaard. Dalam penyergapan, gerobak keluar dari jalan dan berakhir di rawa, sementara bukti yang ditemukan Geralt menunjukkan bahwa kuda dan manusia di lokasi terkena panah. Ironisnya, kelompok John berhasil menghentikan pengiriman, tetapi suplai yang mereka butuhkan justru terjebak di tempat yang dipenuhi monster.
John kemudian berada dalam posisi yang sulit. Ia membutuhkan obat tersebut, tetapi memasuki rawa yang dihuni Drowner berarti mempertaruhkan nyawa sebelum persediaan itu sempat dibawa kepada siapa pun. Ketika seorang witcher kebetulan melintas di White Orchard, John melihat kesempatan yang terlalu berguna untuk dilewatkan. Ia cukup mengubah cerita penyergapan menjadi kecelakaan, menyebut dirinya merchant, lalu meminta Geralt mengambil kotaknya. Game tidak menjelaskan seluruh pertimbangan John secara langsung, sehingga rincian penyamarannya tetap harus dipahami dari situasi yang terlihat. Namun motif dasarnya jelas dari pengakuannya sendiri. Kiriman tersebut berisi obat, orang-orangnya sedang sakit, dan ia ingin membawa persediaan itu kembali agar mereka dapat bertahan serta melanjutkan perjuangan untuk Utara yang merdeka. Strongbox yang semula terdengar seperti barang berharga milik seorang merchant ternyata berharga karena alasan yang jauh lebih manusiawi.
Mengapa Obat Itu Menjadi Precious Cargo?
Judul Precious Cargo dengan mudah membuat kita membayangkan emas, permata, atau benda langka bernilai tinggi. Kenyataannya, yang membuat muatan tersebut berharga bukan kekayaan di dalam kotak, melainkan kehidupan manusia yang bergantung padanya. John mengatakan bahwa banyak orang di kelompoknya sedang sakit dan membutuhkan obat tersebut agar dapat bertahan, pulih, lalu kembali berjuang demi kemerdekaan Utara. Di sinilah dilema quest menjadi lebih rumit daripada sekadar membantu korban melawan penjajah. Obat yang direbut John merupakan bagian dari transport medis Nilfgaard. Membawanya kepada kelompok perlawanan bukan hanya memberi Temeria persediaan yang sangat mereka butuhkan, tetapi juga memastikan suplai tersebut tidak pernah sampai kepada pihak kekaisaran. John tidak menciptakan persediaan baru untuk kelompoknya. Ia mengambil obat dari satu pihak agar pihak lain memiliki kesempatan untuk hidup.
Dalam perang, logistik memang tidak terdengar seheroik duel dua pendekar atau pertempuran ribuan tentara. Namun makanan, obat, kuda, jalan, dan jalur suplai dapat menentukan berapa lama sebuah pasukan mampu bertahan. Gerobak kecil di rawa White Orchard mungkin tidak akan menentukan pemenang Third Northern War, tetapi bagi beberapa orang yang sedang sakit di sebuah persembunyian, isi kotak itu bisa menentukan apakah mereka pulih atau mati.
Karena itulah kata precious terasa jauh lebih tepat setelah kebenaran diketahui. Muatan itu tidak berharga karena dapat dijual mahal. Ia berharga karena di tengah perang yang mudah mengubah manusia menjadi angka korban, persediaan medis yang tampak sederhana masih dapat menentukan apakah seseorang dapat bertahan hidup sampai hari berikutnya.
Dari Runtuhnya Temeria hingga Perlawanan di White Orchard
Keberadaan John Geermer tidak dapat dilepaskan dari apa yang terjadi pada Temeria sebelum Geralt tiba di White Orchard. Dalam The Witcher 2: Assassins of Kings, Raja Foltest dibunuh saat Geralt berada langsung di tempat kejadian. Pada akhir The Witcher 2, Geralt mengetahui bahwa Letho dan para kingslayer bergerak atas perintah Kaisar Emhyr var Emreis dari Nilfgaard. Misi mereka adalah menebar kekacauan di Northern Kingdoms dengan membunuh para penguasa dan membuat kerajaan-kerajaan Utara semakin rapuh menjelang invasi Nilfgaard.
Ketika Third Northern War pecah, Nilfgaard bergerak cepat melawan kerajaan-kerajaan Utara yang sudah diguncang ketidakstabilan. John Natalis mengumpulkan sisa tentara Temeria dan sempat menahan kemajuan Nilfgaard selama tiga hari sebelum pasukannya akhirnya kewalahan. Kekalahan itu membuat perlawanan Temeria beralih dari perang konvensional ke kampanye gerilya di wilayah yang sudah diduduki. John Geermer menjadi salah satu contoh kecil dari perubahan tersebut.
White Orchard sendiri jatuh dalam pertempuran pada musim semi 1272. Pasukan Nilfgaard yang dipimpin Captain Peter Saar Gwynleve mengalahkan pasukan Temeria, lalu menempati reruntuhan benteng di wilayah tersebut dan menggunakannya sebagai garrison. Artinya, ketika Geralt menemukan John bersembunyi di sekitar White Orchard, kekalahan yang mengubah hidupnya belum lama terjadi. Perang masih terasa dekat karena baru saja terjadi dan jejaknya tetap tersebar di wilayah itu.
Kisah John juga berhubungan langsung dengan perjalanan Geralt sebelumnya di White Orchard. Dalam Missing in Action, dampak pertempuran terlihat melalui sebuah keluarga yang mencari prajurit yang tidak pernah kembali. Dalam Precious Cargo, terlihat sisi lain dari perang yang sama, seorang tentara yang selamat, kehilangan kesatuan regulernya, lalu memilih tetap bertempur dari dalam hutan. Satu quest berbicara tentang mereka yang ingin membawa seseorang pulang. Quest lainnya memperlihatkan seseorang yang belum siap pulang sama sekali.
White Orchard Setelah Perang
Salah satu kekuatan White Orchard sebagai pembuka The Witcher 3 terletak pada kontras yang tampak di hampir setiap sudut wilayahnya. White Orchard tengah berada dalam musim yang indah, tetapi jejak perang tersebar hampir di mana-mana. Bangunan rusak, barang-barang ditinggalkan, gerobak terbalik, dan pasukan Nilfgaard berdiri di wilayah yang sebelumnya berada di bawah Temeria. Alam terus bergerak seolah tidak peduli pada pergantian penguasa yang baru saja terjadi.
Nilfgaardian Garrison menjadi simbol paling jelas dari perubahan tersebut. Setelah kemenangan Nilfgaard, pasukan Peter Saar Gwynleve menempati reruntuhan benteng di barat laut White Orchard dan menjadikannya pusat militer mereka. Peter kemudian menjadi otoritas setempat, dan pemerintahannya menunjukkan bahwa pendudukan Nilfgaard lebih rumit daripada sekadar penjarahan. Salah satu edik kekaisaran, Imperial Edict Number 18/45, memerintahkan penduduk menguburkan mayat yang masih berserakan karena cuaca musim semi yang hangat dapat memicu penyakit, tetapi mereka yang menolak juga diancam dengan cambuk dan pasung. Nilfgaard membawa ketertiban administratif, tetapi ketertiban itu tetap ditegakkan melalui kekuasaan militer.
Nuansa tersebut membuat konflik John tidak mudah dibaca sebagai cerita sederhana tentang Temeria yang sepenuhnya baik melawan Nilfgaard yang sepenuhnya jahat. Pendudukan tetap merupakan pendudukan, dan bagi John, kekuatan asing telah menghancurkan pasukannya serta menguasai tanah yang ia anggap rumah. Namun pihak Nilfgaard juga bukan sekadar kumpulan wajah tanpa identitas. Gerobak yang disergap John sendiri merupakan transport medis, bukti bahwa pasukan kekaisaran tetap bergantung pada suplai, perawatan, dan logistik untuk bertahan. Konflik itu menjadi rumit karena satu kotak obat dapat berarti kesempatan hidup bagi orang di satu pihak sekaligus kehilangan bagi pihak yang lain.
![]() |
| Garrison White Orchard menunjukkan kekuasaan militer Nilfgaard setelah pertempuran berakhir. |
John Geermer, Gerilyawan Temeria atau Bandit?
Mudah tergoda menyebut John pahlawan setelah mengetahui bahwa ia masih berjuang untuk Temeria dan membutuhkan obat bagi rekan-rekannya yang sakit. Ia adalah prajurit dari negeri yang kalah dan menolak menerima begitu saja kekuasaan pihak yang menaklukkannya. Dari sudut pandang orang-orang Temeria yang ingin tanah mereka kembali merdeka, John dapat dilihat sebagai anggota perlawanan yang melakukan apa pun yang masih dapat mereka lakukan setelah perang terbuka tidak lagi menjadi pilihan.
Namun game sengaja tidak membuatnya sesederhana itu. Ada korban manusia di rawa, kelompok John melakukan penyergapan bersenjata, dan ia sengaja berbohong kepada Geralt agar seorang witcher membantu operasinya tanpa mengetahui kebenaran. Fakta bahwa obat tersebut ditujukan bagi orang sakit tidak menghapus kekerasan yang digunakan untuk mendapatkannya. Tujuannya dapat dipahami tanpa harus membenarkan seluruh caranya.
Dari sudut pandang Nilfgaard, John adalah seorang pemberontak yang menyerang transport militer, merebut suplai, terlibat dalam penyergapan yang menewaskan orang, lalu bergerak diam-diam di wilayah yang sekarang mereka kuasai. Dari sudut pandang John, ia masih seorang tentara yang mempertahankan tanahnya dan menolak menyerah kepada penjajah. Kedua sudut pandang itu dapat hadir bersamaan, dan ketegangan di antara keduanya menjadi inti moral Precious Cargo.
Karena itu, menyebut John hanya sebagai "bandit" terlalu menyederhanakan persoalan, tetapi menyebutnya pahlawan begitu saja juga menghapus bagian penting dari cerita. Ia adalah gerilyawan Temeria yang menggunakan kekerasan, kebohongan, dan penyergapan sebagai alat perang setelah struktur militernya runtuh. The Witcher tidak meminta kita memilih label yang paling nyaman. Game justru memperlihatkan seberapa sulit menilai sebuah perjuangan ketika tujuan yang dapat dipahami tetap ditempuh melalui tindakan yang merugikan manusia lain.
Pilihan Geralt dan Nasib John Geermer
Setelah mendengar pengakuan John, Geralt memiliki tiga cara utama untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Ia dapat menyerahkan John kepada Nilfgaard, membiarkannya pergi bersama obat, atau membebaskannya tetapi menyimpan obat tersebut. Sebelumnya, pemain bahkan dapat menghindari seluruh dilema ini dengan tidak membongkar kebohongan John dan langsung menyerahkan kotak kepadanya.
Alternatif, menyerahkan John kepada Nilfgaard. Geralt dapat menilai bahwa alasan politik tidak menghapus penyergapan, korban tewas, dan manipulasi yang dilakukan kelompok tersebut. Game tidak memastikan nasib John setelah ia diserahkan, sehingga apa yang terjadi kepadanya kemudian tetap tidak diketahui.
Alternatif, membebaskan John tetapi menyimpan obat. John tetap bebas, sementara Geralt menyimpan obat dan memperoleh bahan alkimia dari muatan tersebut. Jalur ini memberikan keuntungan material terbesar, tetapi kelompok Temeria kehilangan suplai medis yang menjadi alasan utama penyergapan.
Keputusan Geralt, membebaskan John bersama obat. Geralt tetap membongkar kebohongan, mengejarnya, dan memaksa John menjelaskan kebenaran sebelum memutuskan untuk tidak menyerahkannya kepada Nilfgaard. John kemudian dapat kembali kepada orang-orangnya dengan suplai yang mereka butuhkan. Tidak satu pun dari ketiga pilihan tersebut secara langsung mengubah ending utama atau menentukan siapa yang memenangkan perang, tetapi perbedaannya tetap berarti bagi orang-orang yang terlibat secara langsung.
![]() |
| Geralt dapat menyerahkan John, membebaskannya bersama obat, atau membiarkannya pergi tanpa obat. |
Pilihan yang Paling Sesuai dengan Karakter Geralt
Tidak ada pilihan kanon resmi untuk Precious Cargo. The Witcher 3 menyerahkan keputusan tersebut kepada pemain, sehingga mengatakan bahwa Geralt "pasti" memilih satu ending akan mengubah interpretasi menjadi fakta yang tidak pernah ditetapkan game. Namun keputusan untuk membongkar kebohongan John, menangkapnya, mendengar penjelasannya, lalu membiarkannya pergi bersama obat terasa paling selaras dengan karakter Geralt dan pengalaman hidupnya.
Geralt memiliki alasan kuat untuk mempertanyakan John. Ia telah menemukan bukti penyergapan dan korban tewas, sementara orang yang menyewanya sengaja memberikan cerita palsu. Bagi seseorang yang terbiasa membaca jejak dan mengungkap penyebab sebenarnya di balik kematian, mengabaikan semua itu tanpa mencari penjelasan akan terasa bertentangan dengan cara Geralt bekerja. Mengejar John juga masuk akal meskipun pada akhirnya Geralt mungkin bersimpati kepadanya. Ketika pengejaran dimulai, Geralt belum mengetahui bahwa pria itu anggota perlawanan Temeria atau bahwa strongbox berisi obat bagi orang-orang sakit. Yang ia ketahui hanya bahwa seseorang yang berbohong dan terkait dengan penyergapan mencoba melarikan diri. Keputusan moral yang lebih utuh baru dapat dibuat setelah Geralt memahami konteks sebenarnya.
Setelah John menjelaskan identitas dan motifnya, situasinya berubah. Temeria bukan negeri asing bagi Geralt. Ia pernah menjadi pengawal pribadi Raja Foltest, mengenal Vernon Roche dan Ves, serta mengalami langsung rangkaian peristiwa yang mendahului kehancuran politik kerajaan tersebut. Ia bukan patriot Temeria, tetapi juga tidak memiliki kewajiban untuk menjadi penegak hukum Nilfgaard dan membantu pasukan pendudukan menangkap setiap orang yang masih melakukan perlawanan. Journal quest juga memberi konteks untuk membaca pilihan tersebut. Dalam jalur ketika Geralt membebaskan John bersama obat, narasi journal menyinggung bahwa seorang witcher mungkin menjunjung netralitas sebagai prinsip, tetapi simpati Geralt dalam konflik antara Northern Realms dan Nilfgaard bukanlah sesuatu yang benar-benar dirahasiakan. Itu tidak menjadikan pilihan tersebut sebagai kanon resmi, tetapi cukup menunjukkan bahwa membiarkan John pergi tetap konsisten dengan karakter Geralt sebagaimana ditulis dalam game.
Memberikan obat kepada John juga terasa lebih sesuai daripada membebaskannya tetapi mengambil muatan tersebut. Geralt sudah mengetahui bahwa orang-orang sakit membutuhkan persediaan itu dan bahwa John tidak menyerang transport demi keuntungan pribadi. Membiarkannya pergi sambil mengambil obat hanya karena ia telah berbohong tetap merupakan pilihan yang valid bagi pemain, tetapi akibatnya justru ditanggung oleh orang-orang yang bahkan tidak hadir dalam percakapan mereka. Karena itu, pilihan yang paling kuat dari sisi karakterisasi bukan berarti Geralt membenarkan seluruh tindakan John. Ia tetap memaksa pria itu mengakui kebohongannya dan menjelaskan kematian yang tersembunyi di balik cerita tentang monster. Namun setelah memahami konteksnya, Geralt memilih untuk tidak menjadikan dirinya alat Nilfgaard. Ia membiarkan seorang prajurit dari negeri yang kalah kembali kepada orang-orangnya dengan obat yang mungkin menjaga beberapa dari mereka tetap hidup.
Precious Cargo dan Perang yang Belum Benar-Benar Selesai
Precious Cargo bermula dari permintaan yang hampir terlalu kecil untuk dianggap penting. Seorang merchant mengatakan gerobaknya hilang, sebuah kotak tertinggal di rawa, dan seorang witcher diminta mengambilnya. Tidak ada raja, panglima besar, atau pertempuran ribuan tentara yang menjadi pusat cerita. Namun hanya dengan mengikuti beberapa bekas roda, Geralt menemukan bahwa perang dapat bersembunyi di balik persoalan yang jauh lebih sederhana. Panah yang tertinggal di sekitar gerobak mengungkap sebuah penyergapan. Identitas John Geermer kemudian menghubungkan peristiwa tersebut dengan sisa tentara Temeria yang kehilangan kesatuannya tetapi belum berhenti melawan. Isi kotak memperlihatkan bahwa perjuangan itu bukan hanya tentang bendera, wilayah, atau siapa yang menguasai White Orchard. Ada obat yang dibutuhkan, orang-orang yang sedang sakit, dan kelompok yang berusaha mendapatkan cukup persediaan untuk bertahan sedikit lebih lama.
John sendiri bukan tokoh besar dalam sejarah Continent. Ia bukan raja yang keputusannya mengubah perbatasan, juga bukan jenderal yang namanya akan dikenang setelah perang. Ia hanyalah seorang Prajurit Kelas Satu dari unit yang telah dibubarkan, tetapi justru kecilnya peran John yang membuat ceritanya penting. Melalui John, Geralt melihat apa yang terjadi pada orang-orang yang tetap hidup setelah pasukan mereka kalah, sementara alasan yang membuat mereka berperang belum ikut menghilang. Itulah sebabnya Precious Cargo terasa sangat cocok dengan White Orchard. Wilayah ini memperkenalkan The Witcher 3 melalui monster dan kontrak, tetapi juga melalui dunia yang sedang berubah dan manusia biasa yang harus hidup dengan akibatnya. Bagi Nilfgaard, Battle of White Orchard mungkin sudah selesai ketika mereka mengambil alih garrison. Bagi John Geermer, perang masih berlangsung selama ada orang yang harus diselamatkan dan sesuatu yang masih dianggap layak diperjuangkan.
Geralt sekali lagi berada di tengah persoalan yang sebenarnya ingin ia hindari. Sebagai witcher, ia kerap mencoba menjaga jarak dari politik, tetapi manusia terus membuat perbedaan antara korban, tentara, pemberontak, dan kriminal semakin sulit dikenali. Dalam Precious Cargo, menemukan siapa yang berbohong justru menjadi bagian yang mudah. Yang jauh lebih sulit adalah menentukan apa yang harus dilakukan setelah Geralt memahami alasan di balik kebohongan tersebut. Pada akhirnya, pentingnya gerobak itu tidak terletak pada kayunya atau pada fakta bahwa sebuah kotak ditemukan di rawa. Arti muatannya terletak pada orang-orang yang berharap isinya dapat membuat mereka tetap hidup. Di White Orchard yang baru saja berganti penguasa, sebuah kotak obat menjadi pengingat bahwa perang tidak berhenti hanya karena sebuah pertempuran sudah berakhir dengan seorang pemenang. Perang itu terus hidup dalam kehilangan, kebutuhan, kesetiaan, dan keputusan orang-orang yang harus melanjutkan hidup setelahnya. Di White Orchard, sebuah cerita rupanya tidak harus dimulai dengan monster, pertempuran, atau harta berharga untuk membawa Geralt menuju sesuatu yang layak diselidiki.
Geralt sendiri masih belum meninggalkan White Orchard. Setelah berurusan dengan gerobak, obat, dan sisa perlawanan Temeria, persoalan berikutnya terdengar hampir tidak masuk akal jika dibandingkan dengan semua itu. Di dekat sebuah pondok terkunci, seorang perempuan tua hanya ingin Geralt membantu mengambil kembali wajan miliknya.






