Devil by the Well: Kontrak Witcher Pertama di The Witcher 3 dan Tragedi Claer di White Orchard

Setelah menyelesaikan persoalan pembakaran forge Willis, Geralt meninggalkan satu kasus di White Orchard yang ancamannya datang bukan dari monster, melainkan manusia. Namun White Orchard masih punya alasan untuk menahannya. Sebuah pemberitahuan di notice board segera membawa sang witcher pada persoalan yang jauh lebih dekat dengan profesinya. Ada makhluk yang menghantui sebuah sumur di selatan White Orchard, dan seseorang bersedia membayar Geralt untuk menyingkirkan ancaman itu.

Warga menyebutnya devil. Bagi mereka, sebutan itu sudah cukup untuk menggambarkan sosok yang menyerupai perempuan, muncul pada siang hari, dan membuat tak seorang pun berani mendekati sumur. Geralt tidak bekerja hanya berdasarkan sebutan yang lahir dari ketakutan. Ia harus mengetahui makhluk apa yang sebenarnya berada di sana, mengapa ia terus kembali, dan apa yang perlu dilakukan agar ancamannya benar-benar berakhir.

Devil by the Well menjadi Witcher Contract pertama yang diperkenalkan kepada pemain dalam The Witcher 3. Tentu saja ini bukan kontrak pertama sepanjang karier Geralt. Ia sudah menjalani kehidupan sebagai witcher selama puluhan tahun dan menghadapi berbagai monster maupun specter jauh sebelum tiba di White Orchard. Namun bagi pemain, kontrak inilah yang pertama kali memperlihatkan bagaimana pengetahuan tentang monster, investigasi, persiapan, dan kemampuan bertarung menyatu dalam pekerjaan Geralt.

Pemberitahuan Contract Devil by the Well di notice board White Orchard.
Pemberitahuan Devil by the Well memperkenalkan Witcher Contract pertama kepada pemain di White Orchard.

Odolan dan Kebutuhan akan Air Bersih

Orang yang memasang kontrak itu bernama Odolan. Ia tinggal bersama keluarganya di White Orchard dan memiliki alasan yang jauh lebih mendesak daripada sekadar membersihkan sebuah tempat tua dari hantu. Putrinya, Mandy, sedang sakit.

Odolan menjelaskan bahwa sebelum pertempuran melanda White Orchard, keluarganya biasa mengambil air dari sungai. Keadaan berubah setelah banyak mayat terbawa ke aliran tersebut. Mandy sempat meminum sekitar setengah kendi air. Tak lama kemudian ia muntah, lalu kondisinya terus memburuk.

Odolan menjelaskan kepada Geralt bahwa Mandy jatuh sakit setelah meminum air sungai yang tercemar.
Odolan membutuhkan sumber air lain setelah perang membuat air sungai tidak lagi aman bagi keluarganya.

Masih ada satu sumber air yang dapat mereka gunakan, sebuah sumur di permukiman terbengkalai di selatan White Orchard. Masalahnya, tak seorang pun berani mendekatinya karena sosok perempuan yang berkeliaran di sana pada siang hari.

Odolan hanya dapat menjelaskan apa yang pernah dilihat dan didengarnya. Sosok itu mengenakan pakaian compang-camping dan mengeluarkan rintihan seperti orang yang sedang kesakitan. Geralt memperlakukan deskripsi tersebut sebagai petunjuk, bukan kesimpulan. Sebelum mengetahui apa yang sebenarnya menghantui tempat itu, masih ada beberapa kemungkinan yang perlu ia pertimbangkan.

Geralt juga dapat membicarakan bayaran sebelum berangkat. Negosiasi bukan sesuatu yang bertentangan dengan profesinya. Witcher hidup dari kontrak, sementara pekerjaannya membutuhkan perlengkapan, bahan alkimia, perawatan senjata, dan perjalanan yang tidak selalu murah. Kondisi keluarga Odolan membuat pekerjaan ini terasa lebih pribadi, tetapi Geralt tetap menjalankannya secara profesional.

Sumur di Permukiman yang Sudah Lama Sunyi

Perjalanan membawa Geralt menuju permukiman yang sudah lama tidak dihuni. Rumah-rumah yang tersisa tampak rusak, pagar mulai runtuh, dan jalan di antara bangunan tidak lagi memperlihatkan tanda-tanda aktivitas manusia.

Geralt tiba di permukiman terbengkalai tempat sumur yang dihantui berada.
Tempat yang kini sunyi pernah menjadi permukiman manusia sebelum tragedi mengubahnya menjadi reruntuhan.

Permukiman tersebut dikenal sebagai Hovel. Namun ketika Geralt pertama kali tiba, ia belum mengetahui sejarah orang-orang yang pernah tinggal di sana. Yang terlihat di hadapannya hanyalah sisa-sisa kehidupan yang sudah berakhir dan sebuah sumur yang masih menjadi pusat gangguan supernatural.

Witcher Senses memperlihatkan beberapa tanda yang tidak biasa di sekitar sumur, termasuk rumput yang hangus dan bangkai seekor anjing yang terbakar di dekatnya. Bukti-bukti tersebut menegaskan bahwa ancaman di tempat itu bukan sekadar cerita yang tumbuh dari ketakutan warga. Ketika matahari berada tinggi, sosok yang diceritakan Odolan akhirnya muncul.

Sosok perempuan misterius muncul di sekitar sumur White Orchard.
Sosok yang oleh warga disebut devil muncul di sekitar sumur ketika matahari berada tinggi.

Dari penampilan, waktu kemunculan, dan jejak yang ditemukan di sekitar lokasi, Geralt mulai mempersempit kemungkinan identitas makhluk tersebut. Devil yang ditakuti warga ternyata bukan iblis, melainkan noonwraith.

Geralt dapat melawannya sebelum seluruh penyelidikan selesai, tetapi mengusir manifestasi itu tidak serta-merta mengakhiri gangguan. Sesuatu masih menahan roh tersebut di Hovel. Selama ikatan itu belum dipahami, kontrak ini belum benar-benar selesai.

Noonwraith dan Pengetahuan Seorang Witcher

Dalam bestiary The Witcher 3, noonwraith digambarkan sebagai roh perempuan muda yang meninggal dengan kekerasan dan tetap tertambat pada dunia karena ikatan yang sangat kuat. Benda yang memiliki arti emosional besar dapat menjadi salah satu jangkar yang mempertahankan mereka di tempat kematiannya.

Waktu kemunculan mereka pun bukan kebetulan. Noonwraith identik dengan pedesaan, siang hari, dan panas ketika matahari berada tinggi. Dalam keadaan tertentu, specter seperti ini tidak sepenuhnya berada di dunia material sehingga serangan fisik biasa tidak selalu bekerja sebagaimana mestinya.

Mengetahui bahwa lawannya adalah noonwraith memberi Geralt arah, tetapi belum memberinya semua jawaban. Ia masih harus mencari tahu siapa perempuan itu ketika masih hidup dan apa yang membuat rohnya tetap terikat pada tempat tersebut.

Yellowed Diary dan Awal Kehidupan Baru

Geralt menemukan petunjuk pertama di salah satu rumah yang sudah lama ditinggalkan. Di sana Geralt menemukan Yellowed Diary milik seorang perempuan bernama Claer.

Yellowed Diary milik Claer yang ditemukan Geralt di Hovel.
Yellowed Diary menyimpan kisah Claer dan Volker sebelum kehidupan baru mereka berakhir dalam tragedi.

Catatan pertama bertanggal 27 Maret 1250. Claer menulis bahwa Volker telah mengirim petisi kepada pengadilan di Vizima untuk mengadukan perlakuan penguasa lokal terhadap warga di bawah kekuasaannya.

Isi keluhan itu menggambarkan kehidupan yang jauh dari tenteram. Seorang pria bernama Johann dibunuh hanya karena dianggap tidak cukup cepat menunjukkan penghormatan. Ladang warga dirusak ketika sang lord mabuk tanpa memberikan ganti rugi. Pada sebuah pernikahan, ia bahkan berusaha menuntut hak malam pertama atas pengantin perempuan.

Petisi mereka akhirnya berhasil. Pengadilan membebaskan warga dari berbagai ikatan dan kewajiban terhadap penguasa tersebut. Bagi Claer dan Volker, keputusan itu berarti kesempatan untuk membangun hidup yang tidak lagi bergantung pada kehendak seorang lord.

Mereka membawa keluarga ke daerah hutan dan mendirikan permukiman baru. Permukiman yang kini ditemukan Geralt dalam keadaan kosong itu bermula dari keinginan sederhana untuk hidup sebagai orang merdeka.

Bracelet dari Volker dan Kebahagiaan yang Tidak Bertahan Lama

Catatan Claer berikutnya tidak lagi membahas urusan politik besar. Ia menulis tentang kehidupan sehari-hari di rumah baru mereka. Volker menjalankan berbagai kebiasaan yang dipercaya dapat melindungi tempat tinggal. Ia membakar kayu hazel untuk mengusir kejahatan dan mengubur seekor marten di dekat gerbang agar pencuri tidak melewatinya.

Di tengah kehidupan sederhana itu, Volker memberikan sebuah bracelet kepada Claer. Ibu Claer menganggap keputusan tersebut tidak masuk akal. Mereka masih membutuhkan berbagai alat untuk membangun kehidupan dan mengolah tanah, sementara Volker justru menghabiskan uang untuk membeli perhiasan. Bagi Claer, benda itu memiliki arti yang sama sekali berbeda.

Bracelet tersebut mengingatkannya pada Volker dan masa ketika kehidupan baru mereka baru dimulai. Bagi Claer, nilai bracelet itu tidak terletak pada logam atau pengerjaannya, melainkan pada makna yang hanya dapat dirasakan oleh orang yang mengenakannya.

Nada catatan berikutnya menjadi lebih gelap. Claer mendengar bahwa penguasa yang sebelumnya mereka tinggalkan akan datang ke permukiman baru. Beredar kabar bahwa ia berubah setelah kehilangan putranya dan ingin membicarakan kemungkinan para warga kembali. Claer tidak ingin meninggalkan kehidupan yang baru saja mereka bangun. Setelah itu, catatannya terputus.

Ignatius Verrieres dan Kehancuran Hovel

Yellowed Diary tidak menyebut nama sang lord. Namun catatan lain di White Orchard menyebut Sir Ignatius Verrieres sebagai penguasa setempat, sehingga nama Ignatius dapat dihubungkan dengan lord dalam kisah Claer dan Volker. Apa pun harapan akan perdamaian yang mungkin muncul sebelum kedatangannya, kehidupan di Hovel berakhir dalam kekerasan. Warganya dibantai dan permukiman mereka dihancurkan. Kronologi kehancuran Hovel sendiri tidak sepenuhnya konsisten. Yellowed Diary menempatkan catatan Claer pada 1250, sementara deskripsi lokasi menyebut permukiman tersebut telah dihancurkan beberapa tahun sebelumnya. Karena kedua informasi itu tidak benar-benar selaras, waktu pasti tragedi Hovel tidak dapat ditentukan dengan pasti.

Nama Ignatius juga muncul dalam kisah lain di White Orchard. Seorang witcher dari School of the Viper bernama Kolgrim pernah dituduh menculik seorang anak. Ia menghadapi proses yang keras dan memilih trial by ordeal dengan membersihkan crypt keluarga Verrieres dari specter. Kolgrim tidak pernah keluar hidup-hidup. Belakangan diketahui bahwa anak yang hilang sebenarnya menjadi korban drowners. Kasus Kolgrim tidak menjelaskan tragedi Claer, tetapi memberikan konteks tambahan mengenai kekuasaan dan keadilan yang terkait dengan keluarga Verrieres.

Jejak Darah yang Berakhir di Sumur

Setelah memahami sebagian sejarah tempat tersebut melalui diary, Geralt masih membutuhkan bukti mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada Claer. Di salah satu rumah, ia juga menemukan jasad seorang pria yang tewas akibat luka tusuk. Dengan Witcher Senses, Geralt kemudian menemukan jejak perjuangan seorang perempuan berupa bekas kuku, darah, dan tanda seretan yang mengarah keluar dari bangunan.

Di antara jejak itu terdapat bekas telapak tangan berdarah yang menunjukkan bahwa perempuan tersebut masih hidup ketika diseret.

Geralt memeriksa jejak telapak tangan berdarah milik seorang perempuan di Hovel.
Geralt menyimpulkan bahwa seorang perempuan terluka diseret keluar sambil masih berusaha mempertahankan hidupnya.

Dari ukuran telapak tangan dan posisi darah, Geralt menyimpulkan bahwa jejak itu berasal dari seorang perempuan. Ia masih hidup ketika seseorang menyeretnya keluar, dan tanda-tanda perjuangan menunjukkan bahwa ia tidak pergi dengan sukarela.

Jejak itu berakhir di sumur. Di sana Geralt menemukan sesuatu yang menghubungkan isi diary dengan jejak fisik tragedi di Hovel.

Kerangka perempuan yang diduga Claer tergantung pada tali timba di sumur.
Geralt menghubungkan kerangka yang tergantung di dalam sumur dengan perempuan pemilik Yellowed Diary.

Kerangka seorang perempuan masih tergantung pada tali dan mekanisme timba. Salah satu lengannya sudah tidak lagi melekat pada tubuhnya. Geralt menyimpulkan bahwa jasad itu kemungkinan besar adalah Claer.

Lengan yang hilang membuka petunjuk baru. Jika Claer masih mengenakan bracelet yang disebut dalam diary ketika lengannya terlepas, benda tersebut mungkin ikut jatuh ke dasar sumur bersama lengannya.

Bracelet di Dasar Sumur

Geralt turun ke dalam sumur dan menyelam ke bagian sumur yang tersembunyi di bawah permukaan air. Di sana ia menemukan bracelet yang pernah diceritakan Claer dalam diary. Ukiran pada benda tersebut menghubungkan kedua nama secara langsung. Bracelet itu diberikan Volker kepada Claer.

Geralt menemukan bracelet milik Claer di dasar sumur.
Bracelet pemberian Volker ditemukan Geralt di dasar sumur setelah menelusuri nasib Claer.

Benda itu kini bukan lagi sekadar perhiasan yang ditemukan bersama jasad. Geralt sudah mengetahui arti emosionalnya bagi Claer. Bracelet tersebut berasal dari masa ketika ia dan Volker baru memperoleh kebebasan dan percaya bahwa mereka akhirnya dapat menjalani hidup menurut pilihan sendiri.

Pada titik ini, Geralt sudah memiliki gambaran yang jauh lebih lengkap. Noonwraith di sumur pernah menjadi seorang perempuan bernama Claer. Hidupnya berakhir secara brutal, sementara benda yang terikat kuat dengan kenangan dan perasaannya masih tertinggal bersama jasad.

Geralt kemudian menyimpulkan bahwa bracelet tersebut harus dibakar bersama jasad Claer agar ikatan yang mempertahankan noonwraith di tempat itu dapat diputus.

Geralt Sudah Pernah Menghadapi Tragedi Noonwraith

Bagi pemain yang baru mengenal The Witcher 3, kisah Claer menjadi salah satu pengenalan awal terhadap noonwraith sebagai monster dengan sejarah manusia. Bagi Geralt, fenomena semacam ini bukan hal baru. Dalam The Witcher pertama, ia pernah berhadapan dengan noonwraith di wilayah sekitar Murky Waters. Salah satu kasus penting melibatkan Alina, seorang perempuan yang meninggal secara tragis dan kemudian bangkit sebagai noonwraith yang dikenal sebagai Midday Bride.

Geralt tidak dapat menyelesaikan persoalan Alina hanya dengan mengalahkan specter memakai silver sword. Ia harus memahami apa yang terjadi pada perempuan tersebut dan apa yang membuat rohnya tidak mampu menemukan ketenangan. Kasus Alina dan Claer berbeda, tetapi pengalaman itu memperlihatkan bahwa White Orchard bukan tempat pertama Geralt mempelajari dan menghadapi noonwraith. Pengetahuan tentang makhluk semacam ini sudah lama menjadi bagian dari pengalaman profesionalnya.

Membakar Jasad Claer dan Bracelet

Setelah menemukan benda yang selama ini hilang bersama sebagian tubuh Claer, Geralt kembali ke sumur dan membakar jasad Claer bersama bracelet tersebut.

Geralt membakar jasad Claer bersama bracelet di dekat sumur.
Geralt membakar jasad Claer bersama bracelet untuk memutus ikatan yang mempertahankan noonwraith di Hovel.

Setelah jasad dan bracelet terbakar, ikatan yang mempertahankan Claer di tempat itu akhirnya dapat diputus. Noonwraith kemudian kembali untuk pertarungan terakhir.

Yrden dan Pertarungan Terakhir

Noonwraith tidak memiliki tubuh seperti manusia atau monster biasa. Specter dapat berada dalam wujud yang tidak sepenuhnya material sehingga silver sword tidak selalu memberikan hasil yang sama seperti ketika Geralt melawan makhluk bertubuh fisik. Yrden menjadi salah satu Sign yang sangat berguna dalam situasi seperti ini. Ketika noonwraith berada di dalam area Yrden, manifestasinya menjadi lebih mudah dipengaruhi oleh dunia fisik sehingga serangan Geralt dapat mengenainya dengan lebih efektif.

Geralt menggunakan Yrden ketika melawan noonwraith Devil by the Well.
Yrden membantu Geralt menghadapi sifat tidak berwujud noonwraith dalam pertarungan terakhir.

Specter Oil juga menjadi bagian dari persiapan yang tepat setelah jenis monster berhasil diidentifikasi. Moon Dust dikenal sebagai alat lain yang efektif terhadap specter semacam ini. Ketika terluka, noonwraith juga dapat memecah manifestasinya menjadi tiga sosok yang lebih lemah. Salinan-salinan itu perlu disingkirkan dengan cepat karena selama fase itu sang wraith dapat memulihkan vitalitasnya.

Semua itu memperlihatkan perbedaan antara sekadar mampu bertarung dan benar-benar memahami makhluk yang sedang dihadapi. Silver sword menjadi jauh lebih berguna ketika Geralt sudah mengetahui sifat dan kelemahan lawannya.

Setelah pertarungan terakhir berakhir, ancaman yang selama ini menguasai sumur akhirnya lenyap. Geralt kemudian mengambil Noonwraith Trophy dari makhluk tersebut sebelum kembali menemui Odolan.

Claer Tetap Seorang Korban di Balik Noonwraith

Noonwraith yang dikalahkan Geralt kini tidak lagi terasa seperti monster tanpa identitas. Di balik specter itu pernah hidup seorang perempuan bernama Claer. Ia memiliki pasangan, rumah, harapan, dan kehidupan baru yang dibangun setelah memperoleh kebebasan. Semua itu kemudian direnggut oleh kekerasan yang sekaligus mengakhiri hidupnya.

Tragedi yang menewaskan Claer terus membahayakan orang-orang yang hidup lama sesudahnya. Noonwraith tetap harus dihentikan karena keluarga Odolan membutuhkan sumur itu, dan siapa pun yang mendekatinya berada dalam bahaya.

Geralt dapat memahami asal-usul Claer tanpa mengabaikan ancaman yang kini ditimbulkannya. Ia tidak perlu membenci perempuan yang pernah hidup di sana untuk menyelesaikan pekerjaannya sebagai witcher.

Geralt Menolak Bayaran Odolan

Setelah noonwraith dikalahkan, Geralt kembali menemui Odolan. Sumur kini dapat digunakan lagi, dan keluarganya akhirnya mempunyai akses ke sumber air yang sebelumnya tidak berani mereka dekati.

Odolan bersiap memberikan bayaran sesuai kesepakatan. Menerima uang itu merupakan pilihan yang sepenuhnya wajar. Geralt telah menyelesaikan pekerjaan yang diminta, dan seorang witcher memang hidup dari kontrak. Namun dalam perjalanan yang kita ikuti, Geralt memilih membiarkan Odolan menyimpan uangnya.

Geralt menolak pembayaran Odolan setelah menyelesaikan Devil by the Well.
Geralt meminta Odolan menyimpan uang tersebut untuk masa depan Mandy setelah kontrak selesai.

Geralt mengatakan bahwa ia mungkin tidak akan pernah menikah dan meminta Odolan menyimpan uang tersebut untuk pernikahan Mandy suatu hari nanti. Ia hanya meminta agar mereka kelak bersulang untuk kesehatannya.

Odolan tetap tidak membiarkan Geralt pergi dengan tangan kosong. Sebagai pengganti bayaran yang ditolak sang witcher, ia memberikan sebuah amethyst. Ketika Geralt menanyakan nama Claer dan Volker, Odolan tidak mengenal keduanya. Namun ia teringat bahwa Tomira pernah menyebut seorang perempuan bernama Claer. Petunjuk kecil itu memberi Geralt satu alasan terakhir untuk mencari tahu lebih jauh siapa perempuan di balik noonwraith tersebut.

Menolak uang terasa sesuai dengan keadaan keluarga Odolan, tetapi pilihan tersebut bukan satu-satunya keputusan yang masuk akal bagi Geralt. Ia juga dapat menerima pembayaran tanpa bertindak bertentangan dengan profesinya. Dalam kasus ini, belas kasih dan profesionalisme membawa pemain pada dua cara berbeda untuk mengakhiri pekerjaan yang sama.

Tomira Mengenang Claer Semasa Masih Hidup

Secara profesional, pekerjaan Geralt sudah selesai setelah kembali kepada Odolan. Namun masih ada seseorang di White Orchard yang mengenal Claer bukan melalui diary, tulang-belulang, atau noonwraith yang menghantui sumur. Tomira mengenalnya ketika masih hidup.

Tomira mengenang Claer dan menceritakan kisah Claer serta Volker kepada Geralt.
Tomira mengenang Claer sebagai seseorang yang pernah sangat berarti baginya jauh sebelum tragedi Hovel.

Tomira mengatakan bahwa Claer adalah sahabat dekatnya di White Orchard. Ia kemudian menceritakan bagaimana Volker berselisih dengan lord mereka sebelum membawa keluarganya pergi ke hutan untuk membangun permukiman baru.

Percakapan tersebut juga memberi Geralt reward kecil di luar penyelesaian contract. Tomira memberi Geralt sejumlah crowns dan bahan alkimia. Namun nilai terpenting dari kunjungan itu justru terletak pada cerita yang tidak dapat ditemukan melalui Witcher Senses atau bestiary.

Claer pernah memiliki tempat dalam kehidupan orang lain. Ada seseorang yang masih mengingatnya bukan sebagai specter di sebuah sumur, tetapi sebagai perempuan yang pernah hidup di White Orchard. Setelah Geralt mengenal Claer melalui tulisan yang ditinggalkannya, jejak darah, jasad di sumur, dan bracelet pemberian Volker, cerita Tomira menjadi pengingat terakhir bahwa seluruh tragedi itu berawal dari seseorang yang benar-benar pernah hidup.

Kontrak yang Memperkenalkan Pekerjaan Seorang Witcher

Devil by the Well tidak membawa Geralt melintasi kerajaan atau menghadapkannya pada monster berukuran luar biasa. Seluruh kontrak berlangsung di satu bagian kecil White Orchard, antara rumah seorang petani dan permukiman yang sudah lama kehilangan penghuninya. Namun dalam ruang sekecil itu, hampir seluruh dasar pekerjaan seorang witcher diperlihatkan.

Odolan hanya mengetahui bahwa ada devil di sebuah sumur. Geralt kemudian menemukan bahwa makhluk tersebut adalah noonwraith, mengungkap bahwa ia pernah bernama Claer, membaca catatan tentang kehidupan yang pernah dimilikinya, mengikuti jejak kematiannya, menemukan bracelet yang masih mengikatnya pada dunia, lalu memutus ikatan tersebut sebelum menghadapi specter itu untuk terakhir kalinya.

Itulah yang membuat Devil by the Well menjadi pengenalan yang kuat tentang pekerjaan seorang witcher. Silver sword memang mengakhiri ancaman, tetapi pedang itu baru menjadi bagian akhir dari jawaban setelah pengetahuan, investigasi, dan pengalaman menjelaskan apa yang sebenarnya sedang dihadapi Geralt.

Claer tetap harus dibebaskan dari wujud yang kini membahayakan orang lain. Namun mengetahui siapa dirinya membuat kontrak ini meninggalkan sesuatu yang lebih besar daripada sebuah trophy. Monster yang harus dihentikan Geralt ternyata pernah memiliki nama, keluarga, dan kehidupan yang direnggut jauh sebelum sang witcher tiba.

Di White Orchard, Witcher Contract pertama yang diperkenalkan kepada pemain dimulai dari sosok yang warga hanya sebut devil. Ketika semuanya selesai, Geralt sudah mengetahui namanya.

Geralt sendiri masih belum selesai dengan White Orchard. Tidak jauh dari Nilfgaardian Garrison, persoalan berikutnya tampak jauh lebih biasa. Seorang pria yang mengaku sebagai merchant dan meminta bantuan mengambil sebuah kotak dari gerobak yang hilang di rawa menunggu bantuannya. Dibandingkan noonwraith yang terikat pada sumur terbengkalai, pekerjaan itu terdengar sederhana. Untuk sementara, memang hanya itulah yang diketahui Geralt.

Posting Komentar

Lebih lama Lebih baru