Twisted Firestarter: Willis dan Kebencian yang Membakar White Orchard

Geralt sudah melihat cukup banyak akibat perang selama berada di White Orchard. Pencarian Bastien dan Rhosyn di bekas medan pertempuran memperlihatkan bahwa luka perang tidak berhenti ketika pasukan berhenti bertempur. Namun kerusakan yang tertinggal tidak hanya berada di antara jasad dan perlengkapan tentara, dan tidak semua korbannya mengenakan seragam.

Di tengah desa, forge milik seorang dwarf bernama Willis telah dibakar. Tidak ada monster yang menyerangnya dan tidak ada pertempuran yang terjadi di sana. Seseorang datang pada malam hari, menyalakan api, lalu meninggalkan Willis menghadapi kerusakan pada tempat yang telah menjadi bagian dari hidupnya selama puluhan tahun.

Peristiwa itu membuka secondary quest Twisted Firestarter. Pada awalnya, persoalan itu tampak sederhana. Willis membutuhkan seseorang yang dapat menemukan pelaku pembakaran, sementara Geralt mampu mengikuti jejak yang mudah terlewat oleh warga biasa. Namun semakin jauh penyelidikan berjalan, semakin jelas bahwa kebakaran tersebut bukan tindakan vandalisme tanpa alasan.

Di balik pembakaran itu ada persoalan yang jauh lebih dekat dengan keadaan White Orchard setelah perang. Ada kemarahan terhadap Nilfgaard, prasangka terhadap seorang nonhuman, dan perubahan sikap sebagian warga terhadap seseorang yang sebenarnya telah hidup di antara mereka jauh sebelum pasukan kekaisaran datang.

Forge Willis yang Dibakar

Willis adalah seorang dwarf yang bekerja sebagai pengrajin sekaligus armorer di White Orchard. Ketika Geralt menemuinya, tempat kerjanya masih memperlihatkan bekas kebakaran. Bagi Willis, kerugiannya jauh melampaui papan kayu yang hangus atau atap yang rusak.

Ia telah bekerja di White Orchard selama sekitar lima puluh tahun. Artinya, Willis bukan pendatang yang baru muncul setelah Nilfgaard mengambil alih wilayah itu. Ia sudah menjadi bagian dari kehidupan desa jauh sebelum perang terakhir mengubah siapa yang menguasai White Orchard.

Geralt berdiri di depan forge Willis yang rusak akibat kebakaran di White Orchard.
Forge Willis menjadi sasaran pembakaran meskipun sang dwarf telah bekerja di White Orchard selama puluhan tahun.

Lama Willis tinggal di White Orchard membuat pembakaran itu terasa jauh lebih pribadi. Pelaku tidak menyerang usaha milik orang asing yang nyaris tidak dikenal warga desa. Ia menghancurkan tempat kerja seseorang yang sudah melayani warga setempat selama puluhan tahun.

Willis ingin mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas kebakaran tersebut. Geralt menerima pekerjaan itu dan mulai mencari petunjuk yang lebih dapat dipercaya daripada dugaan atau gosip warga. Ia mulai menelusuri jejak yang ditinggalkan sang pembakar.

Mengapa Willis Menjadi Sasaran

Setelah White Orchard jatuh ke tangan Nilfgaard, forge Willis mulai menerima pekerjaan dari pasukan pendudukan. Nilfgaard membutuhkan armor dan jasa seorang armorer, sementara Willis tinggal dan bekerja di wilayah yang kini berada di bawah kekuasaan mereka.

Karena itu, tetap bekerja tidak serta-merta berarti Willis mendukung invasi Nilfgaard. Ia adalah pengrajin yang hidup di wilayah yang baru berganti penguasa. Selama pasukan kekaisaran membawa bahan yang dibutuhkan, ia mengerjakan pesanan mereka seperti pekerjaan lain demi tetap mencari nafkah.

Sebagian warga memandang keadaan itu secara berbeda. Mereka baru saja kehilangan pemerintahan Temeria dan kini melihat Willis mengerjakan perlengkapan bagi pasukan yang mengalahkan mereka. Di tengah kemarahan seperti itu, keputusan Willis untuk terus bekerja demi bertahan hidup mudah dianggap sebagai bentuk kolaborasi.

Keadaan itu semakin rumit karena Willis adalah seorang dwarf. Dalam dunia The Witcher, dwarf termasuk kelompok nonhuman yang sudah lama hidup berdampingan dengan manusia. Banyak di antara mereka bekerja sebagai pengrajin, pedagang, atau smith, tetapi kedekatan dengan manusia tidak pernah benar-benar menghapus prasangka.

Dalam keadaan seperti itu, Willis mudah dijadikan sasaran. Ia berbeda dari mayoritas warga, pekerjaannya kini berguna bagi Nilfgaard, dan White Orchard sedang berada dalam situasi ketika kemarahan mudah mencari seseorang untuk dipersalahkan.

Geralt Mengikuti Jejak Sang Pembakar

Geralt memulai penyelidikan di belakang forge dengan Witcher Senses. Di sana ia menemukan serpihan tinderbox serta jejak sepatu seorang pria bertubuh besar. Petunjuk itu memberinya arah penyelidikan yang lebih dapat dipercaya daripada dugaan atau gosip warga.

Geralt menggunakan Witcher Senses untuk memeriksa petunjuk dalam penyelidikan pembakaran forge Willis.
Geralt memulai pencarian pelaku dengan membaca bukti yang tertinggal di sekitar lokasi kebakaran.

Jejak sepatu bergerak dari forge menuju kebun. Di dekat sebuah pohon, Geralt mencium bau urine dan vodka yang memperkuat dugaan bahwa pelaku sedang mabuk. Meski mabuk, orang itu masih cukup sadar untuk berusaha memutus jejak.

Jejak kaki membawa Geralt ke tepi sungai dekat Woesong Bridge. Di sana jejak langkah itu berhenti. Pelaku telah melepas sepatu botnya sebelum menyeberangi air, cara sederhana untuk memutus jejak dari siapa pun yang hanya mengikuti bekas kaki di tanah.

Jejak kaki pelaku pembakaran forge Willis berhenti di tepi sungai White Orchard.
Jejak kaki berhenti di tepi sungai tempat pelaku melepas sepatu botnya.

Upaya itu hanya berhasil sementara. Di seberang sungai, Geralt menemukan sebuah sepatu bot yang tertinggal dan tanda-tanda perkelahian dengan drowners. Pelaku rupanya terluka ketika keluar dari air. Drowners yang masih berada di sekitar tempat itu juga dapat menyerang Geralt. Setelah itu, luka sang pembakar meninggalkan jejak baru yang membawa Geralt kembali menuju desa.

Penyelidikan itu akhirnya membawa Geralt kembali ke permukiman White Orchard.

Geralt menemukan jejak pelaku pembakaran yang kembali mengarah menuju desa White Orchard.
Jejak setelah penyeberangan membawa Geralt kembali menuju permukiman White Orchard.

Pelaku yang berusaha menghapus jejak justru pulang dengan bukti yang jauh lebih sulit disembunyikan.

Napp dan Kebencian di Balik Pembakaran

Jejak itu membawa Geralt kepada seorang pria bernama Napp. Luka pada lengannya cocok dengan tanda serangan drowner yang ditemukan di sepanjang rute pelarian. Bagi Geralt, cedera itu menjadi bukti terakhir yang menghubungkan Napp dengan jejak dari belakang forge.

Geralt mengonfrontasi Napp dan menanyakan luka yang diperolehnya setelah bertemu drowners.
Luka Napp menjadi salah satu bukti yang menghubungkannya dengan jejak yang diikuti Geralt dari lokasi kebakaran.

Napp memang mabuk ketika membakar forge Willis. Namun alkohol saja tidak cukup menjelaskan tindakannya. Ia menyimpan kemarahan terhadap Nilfgaard dan menganggap Willis telah membantu pasukan pendudukan. Cara bicaranya juga memperlihatkan prasangka terhadap sang dwarf.

Kemarahan dan prasangka itu bertemu dalam satu tindakan. Kebencian politik terhadap penjajah memberi saluran bagi prasangka yang sejak awal mudah diarahkan kepada Willis sebagai nonhuman. Karena itu, pembakaran tersebut tidak cukup dijelaskan sebagai kebodohan seorang pemabuk. Napp tidak membakar forge secara kebetulan. Ia memilih sasaran, kemudian berusaha memutus jejak dan menghindari pertanggungjawaban. Ketika Geralt akhirnya menemukannya, Napp mencoba menghindari konsekuensi dengan cara lain.

Napp Mencoba Membeli Diam Geralt

Napp menawarkan 20 crowns agar Geralt tidak menyerahkannya kepada Willis. Ia bahkan bersedia memakai sebagian emas peninggalan mendiang ibunya untuk membeli kebebasannya.

Tawaran itu membuat pilihan Geralt lebih rumit daripada sekadar menentukan apakah seorang pria mabuk layak dihukum. Jika menerima uang tersebut, Geralt tidak hanya membiarkan Napp pergi. Ia juga harus kembali kepada Willis dan menyembunyikan kebenaran tentang orang yang membakar tempat kerjanya.

Napp menawarkan uang kepada Geralt agar tidak diserahkan kepada Willis.
Napp mencoba membeli kebebasannya setelah Geralt menemukan bukti yang menghubungkannya dengan pembakaran.

Dalam jalur lain, Geralt dapat menerima tawaran tersebut dan membiarkan Napp tetap bebas. Setelah itu, ia kembali kepada Willis dan mengatakan bahwa pelakunya tidak berhasil ditemukan. Sang armorer pun tidak pernah mengetahui dari Geralt siapa yang membakar forge miliknya.

Namun pilihan itu sulit dilihat sebagai bentuk belas kasih yang sepenuhnya bersih. Napp tidak menunjukkan bahwa ia benar-benar meninggalkan prasangka yang mendorong tindakannya. Geralt hanya memberinya kesempatan untuk membeli kebebasan dari akibat tindakannya. Dalam perjalanan yang kita ikuti, Geralt menolak tawaran tersebut.

Geralt Memilih Membawa Napp Kembali

Setelah suap ditolak, Napp tetap tidak mau menemui Willis. Geralt dapat menyelesaikan persoalan itu lewat perkelahian, tetapi ada jalan lain yang tidak membutuhkan kekerasan tambahan.

Geralt menggunakan Axii untuk menenangkan Napp dan membuatnya ikut kembali.

Pilihan dialog Geralt saat Napp menolak ikut kembali menemui Willis.
Geralt dapat menggunakan Axii agar Napp ikut tanpa melalui perkelahian.

Pilihan tersebut terasa sesuai dengan situasinya. Napp sudah terluka dan bukan ancaman yang mengharuskan Geralt menunjukkan kemampuan bertarungnya. Seorang witcher berpengalaman punya cara yang lebih efisien untuk membawa pelaku kembali kepada orang yang dirugikannya.

Penggunaan Axii tidak mengubah keputusan utama dalam quest. Napp tetap dibawa kembali kepada Willis, tetapi Geralt dapat mencapai hasil yang sama tanpa menambah kekerasan yang tidak diperlukan.

Willis Ternyata Mengenal Keluarga Napp

Ketika Napp dibawa kembali, reaksi Willis menunjukkan bahwa pembakaran itu jauh lebih personal daripada yang sebelumnya diketahui Geralt. Willis langsung mengenali Napp. Ia mengatakan bahwa dirinya telah mengenal ibu pria itu selama bertahun-tahun dan tidak pernah meminta bayaran atas pekerjaan yang pernah ia lakukan untuk perempuan tersebut.

Napp berdiri di hadapan Willis dengan tentara Nilfgaard di belakangnya.
Willis mengenali Napp, lalu memanggil tentara Nilfgaard untuk menangani sang pembakar.

Detail itu mengubah cara Geralt memandang tindakan Napp. Willis bukan sosok yang sama sekali asing bagi keluarga Napp. Sang armorer mengenal ibunya dan pernah memperlakukannya dengan baik.

Meski demikian, Napp tetap memilih membakar mata pencaharian Willis ketika perubahan politik membuat kebenciannya terhadap sang dwarf terasa semakin mudah ia benarkan. Willis kemudian memanggil tentara Nilfgaard untuk menangani Napp.

Mengapa Hukuman Napp Menjadi Begitu Berat

Pada tahap ini, kasus yang semula tampak seperti pembakaran properti berubah menjadi persoalan yang lebih serius. Forge Willis bukan hanya penting bagi Willis sendiri. Setelah Nilfgaard mengambil alih White Orchard, forge itu juga menjadi bagian dari rantai pasokan perlengkapan pasukan pendudukan.

Bagi tentara Nilfgaard, membakar tempat yang ikut memasok kebutuhan mereka bukan lagi sekadar perusakan milik seorang warga. Tindakan Napp diperlakukan sebagai sabotase terhadap kepentingan militer kekaisaran.

Karena itu, Napp tidak menghadapi hukuman yang ringan. Setelah Willis memanggil tentara Nilfgaard, mereka menyatakan Napp bersalah sebagai saboteur dan membawanya pergi untuk digantung.

Begitu Napp diserahkan, Geralt tidak lagi memiliki kendali atas hukuman yang dijatuhkan. Tidak ada pilihan dialog untuk meminta ganti rugi, memaksa Napp membantu membangun kembali forge, atau menawar hukuman yang lebih ringan. Keputusan berikutnya sepenuhnya berada di tangan tentara Nilfgaard.

Akhir quest ini pun terasa tidak nyaman. Napp memang bersalah. Ia sengaja melakukan pembakaran, berusaha menutupi jejak, lalu mencoba menyuap orang yang berhasil melacaknya. Namun mengakui kesalahannya tidak serta-merta membuat hukuman mati terasa sebagai bentuk keadilan yang ideal.

Pilihan yang Paling Sesuai dengan Geralt

Twisted Firestarter tidak menetapkan satu keputusan sebagai pilihan resmi Geralt. Namun menolak uang Napp dan membawanya kembali kepada Willis terasa lebih sesuai dengan karakter sang witcher. Bukan berarti Geralt harus menganggap Napp pantas mati karena hukuman tersebut baru menjadi keputusan Nilfgaard setelah pelaku diserahkan.

Pilihan yang sebelumnya dihadapi Geralt sebenarnya jauh lebih sederhana. Ia sudah mengetahui siapa yang melakukan pembakaran dan memiliki bukti yang cukup. Alternatifnya adalah menerima uang dari orang yang bersalah, lalu berbohong kepada Willis yang mempekerjakannya untuk mencari kebenaran.

Geralt juga tidak asing dengan kebencian terhadap nonhuman. Jauh sebelum tiba di White Orchard, ia pernah menyaksikan ketegangan antara manusia dan nonhuman di Rivia berkembang menjadi kekerasan massa. Geralt sendiri turun tangan untuk melindungi mereka dan terluka parah dalam peristiwa tersebut. Pengalaman itu tentu tidak membuat setiap tindakan terhadap nonhuman setara dengan pogrom, tetapi Geralt memahami bahwa kebencian yang dibiarkan tanpa pertanggungjawaban bisa berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih buruk.

Dalam kasus Willis, Napp tidak berhenti pada penghinaan terhadap seorang dwarf. Ia mengubah prasangka tersebut menjadi tindakan nyata yang menghancurkan mata pencaharian Willis.

Karena itu, membawa Napp kembali terasa lebih sesuai dengan Geralt daripada membiarkan uang menutupi kebenaran yang sudah diketahuinya. Hukuman jauh lebih keras yang kemudian dijatuhkan Nilfgaard tetap menjadi konsekuensi yang tidak nyaman dari keputusan itu.

Api yang Lebih Mudah Dipadamkan daripada Kebencian

Forge masih dapat dibangun kembali. Kayu yang hangus dapat diganti, dan Willis masih bisa kembali bekerja. Kerusakan fisik akibat pembakaran itu masih bisa diperbaiki, tetapi alasan yang membuat api itu dinyalakan jauh lebih sulit dihilangkan. Menemukan Napp tidak menghapus prasangka terhadap dwarf, dan menyerahkannya kepada Nilfgaard juga tidak membuat warga White Orchard tiba-tiba memahami posisi Willis sebagai pengrajin yang berusaha bertahan hidup di bawah penguasa baru.

Geralt berhasil menyelesaikan pekerjaan yang diberikan Willis kepadanya. Ia menemukan pelaku pembakaran dan membawanya kembali kepada korban. Namun kasus itu meninggalkan persoalan yang lebih besar daripada satu nama yang dicoret dari quest journal. Seorang dwarf dapat hidup dan bekerja selama puluhan tahun di tengah sebuah komunitas, tetapi tetap menjadi sasaran ketika prasangka lama bertemu dengan kemarahan yang membutuhkan seseorang untuk dipersalahkan.

Itulah yang membuat Twisted Firestarter berbeda dari banyak persoalan lain yang ditemui Geralt di White Orchard. Tidak ada kutukan yang menjadi sumber masalah, dan tidak ada monster yang bersembunyi di balik kebakaran tersebut. Ancaman kali ini sepenuhnya berasal dari manusia.

Forge Willis terbakar karena seorang manusia memutuskan bahwa kebenciannya cukup untuk membenarkan api. White Orchard belum kehabisan alasan untuk menahan Geralt sedikit lebih lama. Di notice board, ada persoalan yang jauh lebih dekat dengan pekerjaan seorang witcher. Sebuah kontrak mengenai sosok yang menghantui sumur di selatan White Orchard menunggu perhatian Geralt. Warga menyebutnya devil, tetapi Geralt masih harus mencari tahu apa yang sebenarnya ada di sana.

Posting Komentar

Lebih lama Lebih baru