Imperial Audience: Bak Mandi dan Persiapan Geralt di Istana Vizima

Setelah lolos dari perjalanan berbahaya meninggalkan White Orchard bersama Yennefer, Geralt tidak memasuki Vizima melalui ruang takhta atau barisan pejabat kekaisaran. Ketika kisah berlanjut, ia justru sudah berada di dalam sebuah bak mandi besar di Royal Palace. Debu jalan, darah, dan sisa perjalanan menuju kota sedang dibersihkan dari tubuhnya oleh para pelayan istana.

Perubahan suasananya hampir terasa seperti lelucon. Belum lama sebelumnya, Geralt memacu kuda sementara para pengawal Nilfgaard berjatuhan di belakangnya dan Wild Hunt mengejar dari balik salju. Kini ia duduk tanpa armor, tanpa pedang, dan untuk sementara tanpa kendali atas bagaimana dirinya harus dipersiapkan. Ruangan itu hangat, mewah, dan tenang, tetapi ketenangannya memiliki aturan.

Imperial Audience memperkenalkan kekuasaan Nilfgaard melalui sesuatu yang jauh lebih halus daripada pertempuran. Sebelum Geralt berdiri di hadapan Emhyr var Emreis, kekaisaran lebih dahulu hadir melalui air mandi, tangan para pelayan, tatapan seorang chamberlain, pemeriksaan penampilannya, dan sebilah pisau cukur. Jalan berlumpur White Orchard telah ditinggalkan. Di Vizima, Geralt memasuki dunia tempat penampilan, tata cara, dan hierarki menentukan bagaimana seseorang boleh mendekati penguasa.

Tidak ada tanda bahwa Geralt sedang disiksa atau sengaja dipermalukan. Semua itu merupakan bagian dari prosedur persiapan audiensi, bahkan diselingi humor kering yang membuat adegannya terasa ringan. Namun justru karena proses tersebut begitu biasa bagi istana, ia memperlihatkan bentuk kekuasaan yang berbeda. Nilfgaard tidak selalu perlu menghunus pedang untuk mengatur seseorang. Kadang cukup dengan menentukan kapan ia harus duduk, bagaimana ia harus terlihat, dan dalam keadaan seperti apa ia dianggap pantas memasuki ruangan berikutnya.

Dari White Orchard Menuju Vizima

Geralt tiba di Vizima dengan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Yennefer datang ke White Orchard bersama rombongan Nilfgaard untuk menyampaikan panggilan Emhyr. Vesemir kemudian memilih berpisah dan kembali ke Kaer Morhen, sementara Geralt mengikuti Yennefer menuju ibu kota Temeria. Perjalanan mereka seharusnya berada di bawah perlindungan pasukan kekaisaran, tetapi serangan Wild Hunt menghancurkan rombongan tersebut. Hanya Geralt dan Yennefer yang berhasil mencapai tujuan.

Jurnal quest menegaskan keadaan itu. Geralt masih belum mengetahui urusan Yennefer dengan Nilfgaard, alasan Wild Hunt dapat menemukan mereka, ataupun tujuan sebenarnya di balik panggilan sang kaisar. Yennefer sengaja menunda penjelasan sampai mereka tiba di Vizima. Karena itu, ketika adegan berpindah ke istana, Geralt tidak datang sebagai seseorang yang telah memahami permainan politik di sekelilingnya. Ia datang karena semua jalan yang tersedia mengarah kepada Emhyr.

Meski Yennefer mencapai kota bersamanya, ia tidak berada di ruang pemandian. Keduanya kembali dipisahkan oleh urusan istana begitu perjalanan berakhir. Geralt harus menjalani tahap persiapan seorang diri, sementara orang yang membawanya ke Vizima belum memberikan jawaban yang dijanjikan. Ketiadaan Yennefer mempertahankan ketegangan dari perjalanan sebelumnya. Sang penyihir memang sudah ditemukan, tetapi Geralt masih belum memperoleh kepastian darinya.

Game menandai tempat itu sebagai Vizima, ibu kota Temeria yang sedang diduduki, lalu memajukan waktu satu hari. Keterangan singkat tersebut menyimpan perubahan besar. White Orchard memperlihatkan pendudukan dari pinggiran melalui garnisun, hukuman militer, medan perang, dan kegelisahan warga. Vizima memperlihatkan pusat kekuasaan itu sendiri. Di sini, Nilfgaard tidak lagi tampak sebagai pasukan yang baru memasuki sebuah desa, melainkan sebagai pemerintahan yang telah menempati istana kerajaan.

Imperial Audience juga menjadi quest terakhir dalam prolog The Witcher 3. Perpindahan ke Vizima bukan sekadar perubahan lokasi. Ia menutup perjalanan kecil yang dimulai dari pencarian Yennefer sekaligus membuka jalan menuju konflik yang jauh lebih besar. Namun sebelum Geralt mengetahui apa yang menunggunya, istana terlebih dahulu memperlakukannya sebagai tamu yang harus disiapkan.

Istana yang Telah Berganti Penguasa

Royal Palace bukan bangunan tanpa sejarah. Tempat itu pernah menjadi pusat pemerintahan Raja Foltest sekaligus kediaman istana Temeria. Dalam game pertama, Vizima merupakan kota besar yang hidup di tengah karantina, konflik antarkelompok, wabah, dan kekacauan politik. Geralt tidak hanya mengenal jalan serta berbagai distrik kota tersebut. Ia juga pernah berurusan langsung dengan Foltest dan persoalan yang menyentuh keluarga kerajaan.

Riwayat bangunannya sendiri berkaitan dengan salah satu kisah tertua antara Geralt dan keluarga Foltest. Royal Palace dibangun setelah kediaman lama para penguasa Temeria ditinggalkan karena dikuasai striga. Makhluk itu adalah Adda, putri Foltest yang lahir dari hubungan sang raja dengan saudari kandungnya. Geralt pernah mengangkat kutukannya jauh sebelum rangkaian game dimulai, lalu kembali menghadapi persoalan Adda ketika kutukan tersebut muncul lagi dalam The Witcher. Dengan demikian, istana baru itu sendiri lahir dari usaha kerajaan meninggalkan sebuah ruang yang tidak lagi mampu mereka kuasai.

Pada akhir The Witcher, Geralt kembali ke Royal Palace untuk menerima hadiah setelah menghentikan Jacques de Aldersberg dan Salamandra. Di bangunan inilah seorang pembunuh dengan mata menyerupai witcher mencoba membunuh Foltest. Geralt menggagalkan serangan itu dan menyelamatkan sang raja. Adegan penutup tersebut kemudian menjadi jembatan langsung menuju The Witcher 2, ketika ancaman para pembunuh raja tidak lagi dapat dihentikan tepat waktu.

Foltest akhirnya dibunuh Letho di La Valette Castle, bukan di Vizima. Kematiannya meninggalkan Temeria tanpa penguasa sah yang mampu mempertahankan keutuhan kerajaan. Pada akhir The Witcher 2, Letho mengungkap bahwa kelompok Kingslayers bekerja untuk Nilfgaard dengan tujuan mengacaukan kerajaan-kerajaan Utara sebelum invasi dimulai. Nilfgaard kemudian bergerak melewati Yaruga, menaklukkan Temeria yang telah melemah, dan menduduki ibu kotanya.

Itulah yang membuat keberadaan Emhyr di Royal Palace memiliki bobot lebih besar daripada sekadar perpindahan seorang penguasa ke bangunan yang nyaman. Tempat Geralt pernah menyelamatkan Raja Temeria dari pembunuhan kini ditempati oleh kaisar yang kekuasaannya memperoleh jalan dari kekacauan setelah para raja dibunuh. Peta dalam game merangkum perubahan tersebut dengan dingin: dahulu rumah para raja Temeria, kini diduduki Nilfgaard.

Pendudukan istana juga memiliki nilai simbolis. Nilfgaard tidak membangun pusat pemerintahan baru di luar kota, tetapi menggunakan ruang tempat keputusan Temeria pernah dibuat dan audiensi Foltest pernah berlangsung. Administrasi kekaisaran mengambil alih wadah kekuasaan lama, lalu mengisinya dengan pejabat, pengawal, lambang Great Sun, dan tata cara Nilfgaard. Pergantian penguasa terasa bukan karena seluruh jejak masa lalu menghilang, melainkan karena bangunan yang sama kini melayani pihak yang menaklukkan negeri di sekelilingnya.

Geralt sendiri tidak lagi dibawa menjelajahi seluruh kota seperti dalam game pertama. Aksesnya di The Witcher 3 terbatas pada bagian dalam kompleks istana. Batas tersebut membuat Vizima terasa berbeda. Kota yang dahulu menjadi dunia luas dalam perjalanannya kini hadir sebagai pusat administratif yang tertutup, dijaga, dan disaring melalui pintu demi pintu. Geralt kembali ke tempat yang pernah dikenalnya, tetapi tidak kepada kekuasaan yang sama.

Para pelayan istana membersihkan Geralt sebelum audiensi dengan Emhyr.
Kemewahan ruang pemandian tidak menghapus kenyataan bahwa istana Temeria kini berada di bawah kendali Nilfgaard.

Bak Mandi Sebelum Bertemu Kaisar

Di dalam ruang pemandian, seluruh sejarah politik itu dipersempit menjadi tubuh seorang witcher di dalam air. Armor, sarung tangan, sepatu bot, pedang baja, pedang perak, dan semua perlengkapan yang biasanya membentuk siluet Geralt tidak berada padanya. Bekas luka di dada serta bahunya terlihat jelas. Para pelayan menggosok tubuh dan merawat rambutnya sementara ia menunggu tahap berikutnya.

Geralt tentu tidak otomatis menjadi tidak berdaya hanya karena kehilangan perlengkapan. Mutasi, kekuatan, dan pengalaman tempurnya tetap melekat pada dirinya. Kerentanannya di sini bersifat situasional. Ia berada di ruang milik orang lain, dikelilingi staf istana, sementara barang-barangnya disimpan sampai urusan kekaisaran selesai. Seorang witcher yang biasanya menentukan sendiri cara menghadapi bahaya untuk sementara harus mengikuti urutan yang telah ditetapkan tanpa pernah diminta menyetujuinya sejak awal.

Bekas luka yang terbuka membuat perbedaan itu semakin terlihat. Di jalan, tubuh Geralt biasanya tersembunyi di balik lapisan kulit, rantai, sarung pedang, dan perlengkapan alkimia. Tubuh tersebut menjadi bagian dari pekerjaannya. Di pemandian, berbagai bekas luka dan jahitan lama di tubuh Geralt tidak sedang membuktikan kemampuan tempur. Semuanya berubah menjadi bagian tubuh yang dapat dilihat dan disentuh oleh orang-orang yang ditugaskan membersihkannya. Penyajian visualnya tetap menyimpan humor, tetapi luka di kulit Geralt mengingatkan bahwa tamu istana ini datang dari kehidupan yang sama sekali berbeda.

Adegan tersebut juga mempertahankan nada ringan. Geralt tidak panik dan para pelayan tidak memperlakukannya sebagai tahanan. Ia bahkan menanggapi keadaan dengan ketenangan seseorang yang sudah terlalu sering dibawa ke tempat aneh oleh kepentingan para penguasa. Ketika kemudian bertanya apakah Emhyr benar-benar peduli pada kebersihannya, Geralt tidak sedang mengangkat persoalan besar. Namun jawaban dari pihak istana segera memperlihatkan bahwa bahkan hal sekecil cara menyebut nama sang kaisar pun memiliki aturan.

Pemandian ini paling tepat dipahami sebagai persiapan resmi, bukan hukuman. Geralt baru saja menempuh perjalanan panjang, tubuhnya kotor, dan ia akan dibawa menghadap seorang kaisar. Membersihkannya memiliki alasan praktis. Namun fungsi praktis tersebut tidak menghapus makna naratifnya. Game memilih memperkenalkan tata tertib Nilfgaard ketika Geralt tidak mengenakan lapisan apa pun yang biasanya menciptakan jarak antara dirinya dan dunia.

Kontrasnya terasa kuat karena White Orchard baru saja memperlihatkan kekuasaan melalui tiang gantungan, perintah garnisun, dan prajurit bersenjata. Di Royal Palace, bentuknya berubah. Tidak ada yang perlu mengancam Geralt agar ia tetap berada di bak mandi. Seluruh ruangan sudah bekerja berdasarkan anggapan bahwa seorang tamu akan duduk, menunggu, dan membiarkan prosedur berlangsung. Kekaisaran berjalan melalui kebiasaan yang bahkan tidak perlu dijelaskan kepada orang-orang di dalamnya.

Mererid dan Aturan Penampilan Istana

Ketenangan pemandian berakhir ketika Mererid masuk bersama seorang barber istana. Mererid adalah chamberlain Emhyr, orang yang bertanggung jawab mempersiapkan Geralt untuk audiensi. Ia tidak memperkenalkan kekuasaan melalui pidato panjang. Ia memeriksa hasil mandi, menyentuh bahu Geralt, lalu menyimpulkan bahwa keadaannya harus dianggap cukup.

Kalimat singkat itu langsung menetapkan hubungan mereka. Mererid tidak bertanya apakah Geralt merasa cukup bersih. Penilaian datang darinya karena ia mewakili standar istana. Para pelayan telah menyelesaikan pekerjaan fisik, tetapi sang chamberlain yang menentukan kapan hasilnya memenuhi syarat. Bahkan sebelum persoalan janggut muncul, Geralt sudah mengetahui bahwa tahap persiapan ini berakhir menurut keputusan orang lain.

Geralt kemudian menyebut Emhyr tanpa rangkaian gelar panjang. Mererid segera mengoreksinya. Menurut sang chamberlain, Geralt harus menyebut Emhyr dengan gelar lengkap yang diwajibkan istana atau tidak menyebutnya sama sekali. Koreksi itu muncul bahkan sebelum penampilan Geralt selesai dipersiapkan. Di istana, bahasa ternyata menjadi bagian pertama dari penampilan.

Humor adegan tumbuh dari benturan dua cara hidup. Mererid menyuruh Geralt duduk di sebuah bergère. Geralt tidak memahami istilah tersebut, sehingga sang chamberlain harus menunjuk benda yang dimaksud dan menyebutnya sebagai kursi. Bagi Mererid, nama itu merupakan pengetahuan dasar di lingkungan istana. Bagi Geralt, kursi tetaplah kursi, dan istilah yang lebih mewah tidak mengubah fungsinya.

Perbedaan tersebut tidak membuat Mererid sekadar menjadi tokoh yang pantas ditertawakan. Ia menjalankan pekerjaannya dengan keseriusan penuh karena sebagai chamberlain, tugasnya memastikan Geralt siap menghadapi audiensi sesuai protokol istana. Cara bicaranya kaku dan penilaiannya tajam, tetapi dari sudut pandang istana ia sedang memastikan audiensi berlangsung sesuai tatanan. Kekuasaan Emhyr hadir melalui orang seperti Mererid karena merekalah yang menerjemahkan kehendak pusat menjadi aturan-aturan kecil yang harus dipatuhi setiap tamu.

Kesetiaan Mererid terhadap protokol juga menjelaskan mengapa ia tidak perlu meninggikan suara. Ia tidak sedang membujuk Geralt agar menyukai budaya Nilfgaard. Ia hanya menganggap tata cara tersebut berlaku dan menunggu kepatuhan. Geralt boleh menggerutu, salah memahami nama kursi, atau mempertanyakan janggutnya, tetapi setiap protes hanya mendapatkan jawaban yang mengarahkannya kembali ke urutan semula.

Mererid dan barber istana memasuki ruang pemandian Geralt di Vizima.
Kedatangan Mererid mengubah pemandian menjadi pemeriksaan resmi terhadap tubuh dan penampilan Geralt.

Kehadiran Mererid juga menandai peralihan penting dalam adegan. Para pelayan sebelumnya membersihkan Geralt tanpa banyak mempersoalkan siapa dirinya. Sang chamberlain mulai menilai apakah tubuh yang telah bersih itu sesuai dengan gambaran seorang tamu kekaisaran. Bagi witcher, bekas luka adalah jejak pekerjaan. Bagi istana, tubuh yang sama menjadi sesuatu yang harus dirapikan sebelum diperlihatkan kepada kaisar.

Ketika Istana Menentukan Wajah Geralt

Setelah Geralt duduk, Mererid memanggil barber tersebut dengan nama Cledwyn dan memberikan instruksi yang sangat rinci. Geralt harus dicukur, sementara cambangnya disisakan sepanjang setengah inci. Perintah itu menunjukkan bahwa tujuan mereka bukan lagi sekadar menghilangkan kotoran perjalanan. Istana telah bergerak dari kebersihan menuju bentuk penampilan yang dianggap pantas.

Geralt mempertanyakan apa yang salah dengan janggutnya. Subtitle pada adegan tersebut memperlihatkan alasannya yang sederhana: ia merasa janggut itu membuatnya terlihat lebih berwibawa. Mererid tidak sepenuhnya menyangkal. Menurutnya, janggut memang dapat menambah wibawa, tetapi sekaligus mengurangi keanggunan. Ia kemudian mengatakan bahwa orang Nilfgaard menganggap janggut tidak enak dipandang, terlebih jika dipenuhi kutu.

Geralt hanya mengakui bahwa ia sudah lama berada di jalan, kemudian membiarkan Cledwyn bekerja. Tidak ada pilihan untuk mempertahankan janggut atau meninggalkan ruangan. Dampak langsungnya kecil, tetapi nyata. Penampilan yang tumbuh selama perjalanan dihapus karena standar kekaisaran menempatkan keanggunan di atas wibawa kasar yang dibela Geralt.

Nama Cledwyn muncul ketika Mererid memberikan perintah. Sang chamberlain kemudian menarik rambut Geralt ke belakang agar tidak mengganggu, sementara barber istana menyiapkan pencukuran. Setelah itu, Cledwyn lebih banyak hadir melalui gerakan tangannya. Ia meminta sang witcher menengadahkan kepala dan tetap diam, kemudian mulai bekerja dengan ketelitian seseorang yang terbiasa memegang bilah sangat dekat dengan wajah orang lain.

Mererid merapikan rambut Geralt sebelum proses pencukuran dimulai.
Rambut dan janggut Geralt ikut menjadi bagian dari penampilan yang dinilai oleh istana.

Pertukaran tersebut terasa lucu karena kedua pihak membicarakan janggut seolah sedang merundingkan perkara negara. Namun di balik humornya terdapat perbedaan nilai yang cukup jelas. Geralt menghubungkan rambut wajah dengan wibawa, sesuatu yang tumbuh bersama usia, perjalanan, dan penampilan tanpa polesan. Mererid mengukurnya melalui keanggunan, kebersihan, serta kesesuaian dengan selera Nilfgaard. Tidak ada yang sedang memperdebatkan kemampuan Geralt sebagai witcher. Yang diperiksa adalah apakah wajahnya dianggap pantas berada di ruang kekaisaran.

Di sinilah persiapan tersebut dapat dibaca sebagai bentuk kendali, meski bukan penghinaan yang dinyatakan secara terbuka. Nilfgaard tidak mengubah siapa Geralt, tetapi menentukan versi dirinya yang boleh hadir di depan Emhyr. Pedang dan armor disimpan, tubuh dibersihkan, rambut ditarik ke belakang, lalu janggut dicukur. Setiap tahap mengurangi jejak perjalanan dan menggantinya dengan keteraturan istana.

Geralt mempertanyakan perintah untuk mencukur janggutnya di Istana Vizima.
Geralt membela wibawa janggutnya, sedangkan Mererid menuntut keanggunan menurut standar Nilfgaard.

Cledwyn sendiri tidak ikut berdebat. Ia meminta Geralt menengadahkan kepala dan tetap diam, lalu mulai menggerakkan pisau di wajah sang witcher. Sikap profesionalnya membuat tindakan tersebut terlihat rutin. Pisau itu memang alat kerja, bukan senjata yang sengaja dibawa untuk mengancam. Makna adegan baru berubah ketika seorang pejabat lain memasuki ruangan dan melihat kesempatan dalam posisi Geralt.

Pisau Cukur dan Datangnya Morvran Voorhis

Morvran Voorhis datang ketika pencukuran belum selesai. Ia adalah jenderal Nilfgaard sekaligus komandan Alba Division. Berbeda dari Mererid yang sibuk menyiapkan tubuh serta tata cara Geralt, Morvran membawa kepentingan militer dan administratif ke dalam ruangan. Kalimat pertamanya langsung meminta Geralt bersiap menjawab beberapa pertanyaan.

Mererid menilai saat itu tidak tepat. Keberatannya masuk akal. Geralt sedang duduk dengan kepala ditengadahkan, sementara sebilah pisau bekerja dekat lehernya. Morvran justru tidak dapat membayangkan waktu yang lebih baik. Menurutnya, laki-laki cenderung menjadi lebih jujur ketika merasakan bilah di tenggorokan.

Ucapan tersebut tidak membuktikan adanya rencana untuk melukai Geralt. Pisau sudah berada di sana karena proses pencukuran, dan Cledwyn tetap menjalankan pekerjaannya sebagai barber. Namun Morvran sengaja mengubah makna benda tersebut. Alat perawatan yang sebelumnya hanya menjadi bagian dari protokol kini dimanfaatkan sebagai tekanan dalam percakapan. Ia tidak perlu menyampaikan ancaman langsung karena keadaan Geralt sudah menciptakan ketegangan dengan sendirinya.

Morvran Voorhis memasuki ruangan ketika Geralt masih dicukur.
Kedatangan Morvran mengubah ruang cukur menjadi tempat masa lalu Geralt mulai diperiksa.

Kehadiran Morvran juga memperlihatkan bagaimana berbagai lapisan kekuasaan bertemu di Royal Palace. Para pelayan mengurus tubuh Geralt. Cledwyn menangani wajahnya. Mererid menjaga protokol audiensi. Morvran datang untuk memastikan informasi yang dibutuhkan kekaisaran. Tidak satu pun dari mereka adalah Emhyr, tetapi semuanya bergerak di dalam sistem yang perlahan mengarahkan Geralt menuju sang kaisar.

Kedudukannya sebagai komandan Alba Division membuat Morvran berbeda dari orang-orang lain di ruangan tersebut. Ia tidak datang untuk memperbaiki kerah ataupun mengukur rambut. Ia membawa wewenang seorang perwira tinggi ke tempat yang sebelumnya hanya digunakan untuk persiapan pribadi. Karena itulah keberatan Mererid terasa penting. Bahkan penjaga protokol istana menilai percakapan tersebut menyeberangi batas kepantasan, sementara Morvran dengan tenang justru memilih batas itu sebagai keuntungan.

Geralt tetap mampu menjawab dengan nada datar yang biasa ia gunakan ketika berhadapan dengan bangsawan maupun monster. Namun ketenangannya tidak mengubah susunan ruangan. Morvran berdiri dalam pakaian resmi dengan pedang di pinggang. Geralt duduk tanpa perlengkapan sementara Cledwyn belum menjauhkan pisaunya. Secara visual, percakapan berikutnya sudah memiliki hierarki bahkan sebelum pertanyaan pertama benar-benar diajukan.

Sebelum Masa Lalu Geralt Dibuka

Bak mandi ternyata hanya menjadi pemeriksaan pertama. Tubuh Geralt dibersihkan, penampilannya dinilai, dan janggutnya dicukur. Setelah istana selesai menentukan bagaimana ia harus terlihat, Morvran Voorhis datang untuk memeriksa sesuatu yang tidak dapat dirapikan dengan air maupun pisau cukur. Masa lalu Geralt menjadi tahap berikutnya.

Peralihan itu membuat pembuka Imperial Audience menjadi lebih dari sekadar selingan humor sebelum Geralt bertemu Emhyr. Ia datang ke Vizima membawa sejarah yang sudah terbentuk jauh sebelum memasuki istana ini. Bagi Geralt, semua itu adalah kehidupan yang pernah ia jalani. Bagi Nilfgaard, masa lalu tersebut akan segera berubah menjadi sesuatu yang harus diceritakan, dicatat, dan dipastikan.

Geralt masih dapat mempertanyakan protokol istana dan menanggapinya dengan sindiran, tetapi tidak ada yang mengubah arah persiapan tersebut. Ia tetap dibersihkan, penampilannya tetap diperiksa, dan janggutnya tetap dicukur. Geralt yang terbiasa menentukan sendiri bagaimana ia bergerak kini hanya dapat mengikuti tempo yang ditetapkan orang lain sampai tahap berikutnya dimulai.

Tahap itu datang bersama Morvran. Sang jenderal memasuki ruangan ketika proses pencukuran belum benar-benar berakhir, membawa perhatian istana dari penampilan Geralt menuju riwayat hidupnya. Apa yang hendak ditanyakan Morvran menjadi bagian berikutnya dari Imperial Audience, ketika masa lalu Geralt mulai diperiksa oleh Nilfgaard.

Sebelum mencapai ruang takhta, Geralt terlebih dahulu melewati sebuah ruangan tempat istana mengambil kendali atas tempo, tata cara, dan penampilannya. Tidak diperlukan rantai, ancaman, ataupun pedang untuk membuatnya mengikuti aturan. Di Vizima, kekuasaan Nilfgaard dapat bekerja dengan suara tenang, tangan yang terlatih, dan sebilah pisau yang tidak pernah perlu digunakan sebagai senjata.

Posting Komentar

Lebih lama Lebih baru