Imperial Audience: Morvran Voorhis dan Pilihan Geralt di Masa Lalu

Pisau cukur Cledwyn masih berada di dekat tenggorokan Geralt ketika Morvran Voorhis datang untuk mengajukan beberapa pertanyaan. Setelah istana membersihkan tubuh dan menentukan penampilan Geralt, seorang perwira tinggi Nilfgaard kini hendak memeriksa sesuatu yang tidak dapat dibersihkan dengan air ataupun dirapikan dengan bilah tajam. Masa lalu sang witcher menjadi tahap berikutnya sebelum ia diperbolehkan bergerak lebih jauh menuju kaisar.

Mererid menilai saat itu tidak tepat. Geralt masih duduk tanpa armor dan perlengkapannya, sementara Cledwyn belum selesai mencukur wajahnya. Morvran justru tidak dapat membayangkan waktu yang lebih baik. Menurutnya, laki-laki menjadi jujur ketika merasakan bilah di tenggorokan.

Ucapan itu membawa nada ancaman, tetapi tidak mengubah pencukuran menjadi penyiksaan. Cledwyn tetap menjalankan pekerjaannya dan tidak ada perintah untuk melukai Geralt. Morvran hanya mengambil keadaan yang sudah ada lalu mengubahnya menjadi tekanan. Dengan suara yang tetap tenang, ia meminta sang witcher mengonfirmasi bagian-bagian tertentu dari masa lalunya sebagai informasi yang akan dicatat oleh Nilfgaard.

Morvran tidak meminta Geralt menceritakan seluruh hidupnya. Pertanyaannya berhenti pada lima keputusan ketika jalan sang witcher pernah bersinggungan dengan perang, perebutan kekuasaan, para penyihir, Scoia'tael, dan operasi Nilfgaard. Bagi Geralt, semua itu pernah berupa orang, tempat, dan keputusan yang harus diambil di tengah kekacauan. Di ruang cukur Vizima, pengalaman tersebut akan dipadatkan menjadi jawaban yang dapat ditulis di atas kertas.

Morvran Voorhis mulai memeriksa Geralt ketika pisau cukur masih berada di dekat lehernya.
Setelah penampilan Geralt diperiksa istana, Morvran beralih kepada masa lalu yang harus dicatat Nilfgaard.

Ketika Morvran Mengubah Pisau Cukur Menjadi Tekanan

Morvran memperkenalkan dirinya sebagai komandan Alba Division. Jabatan itu menjelaskan mengapa pertanyaan yang disebutnya sebagai formalitas tidak diserahkan kepada pegawai istana biasa. Ia adalah perwira tinggi sekaligus bangsawan dari jantung kekaisaran. Divisi lapis baja yang dipimpinnya pun memiliki sejarah panjang dalam militer Nilfgaard. Jauh sebelum pendudukan Vizima, pasukan Alba pernah bertempur dalam Pertempuran Brenna di bawah Tibor Eggebracht. Morvran berdiri di hadapan Geralt sebagai bagian dari tradisi militer tersebut, bukan sekadar pembawa formulir.

Namun ia tidak tertarik pada seluruh riwayat hidup Geralt. Tempat kelahiran, nama orang tua, bahkan usia sang witcher yang tidak diketahui dianggapnya tidak penting. Morvran justru memilih peristiwa yang jauh lebih berguna bagi kekaisaran. Pengepungan keluarga La Valette bersinggungan dengan keruntuhan Temeria. Persimpangan di Flotsam melibatkan Vernon Roche dan Scoia'tael. Kekacauan Loc Muinne menghubungkan para mage, pembunuhan raja, serta operasi rahasia Nilfgaard. Letho sendiri pernah menjadi alat Emhyr sebelum berubah menjadi urusan yang belum selesai.

Karena itu, sebutan formalitas tidak berarti pertanyaan tadi tidak memiliki bobot. Nilfgaard sedang berperang di Utara, sementara Geralt berulang kali berada dekat orang-orang yang mengubah arah konflik. Morvran tidak perlu menuduhnya sebagai agen kerajaan tertentu. Ia hanya perlu memastikan versi masa lalu mana yang harus masuk ke arsip kekaisaran sebelum sang witcher diizinkan menghadap Emhyr.

Cara Morvran berbicara sama pentingnya dengan isi pertanyaannya. Ia tidak meninggikan suara ataupun meminta Cledwyn menekan bilah lebih dalam. Ia berdiri dengan tenang, menjaga jarak yang cukup untuk tetap terlihat sopan, lalu membiarkan keadaan Geralt mengerjakan separuh tekanannya. Sikap itu membedakannya dari ancaman seorang prajurit di jalan. Morvran justru terasa berbahaya karena ia tidak membutuhkan ledakan emosi untuk mengingatkan siapa yang menguasai ruangan.

Morvran Voorhis memperkenalkan diri sebagai komandan Alba Division di Istana Vizima.
Pertanyaan itu datang dari salah satu perwira tinggi Nilfgaard, bukan pegawai istana biasa.

Pada lapisan gameplay, percakapan ini menjalankan fungsi yang sangat praktis. Ketika simulasi save The Witcher 2 diaktifkan, lima jawaban Geralt menetapkan keadaan dunia yang akan diingat The Witcher 3. Pada platform yang tidak memungkinkan impor save lama, pemeriksaan Morvran menjadi jalan untuk membawa sejumlah pilihan penting tersebut ke game berikutnya. Di PC, mekanisme yang sama juga dapat digunakan ketika save yang sesuai tidak tersedia.

Namun game tidak menyajikannya sebagai deretan sakelar di luar cerita. Morvran bertanya, dan Geralt memberi kesaksian. Ingatan teknis sebuah game diubah menjadi laporan politik di dalam dunianya. Proses ini pun sengaja dibuat selektif. Tidak semua kontrak, barang, dan pertemuan lama ikut dibawa. Hanya lima simpul yang masih memiliki gaung, seolah kekaisaran menyaring hidup Geralt berdasarkan apa yang berguna bagi peta kekuasaan.

Penyaringan itu menjadi kelanjutan yang tepat dari pencukuran Geralt. Mererid sebelumnya menentukan bagian rambut yang boleh dipertahankan dan bagian yang harus dibuang. Morvran melakukan hal serupa terhadap riwayat sang witcher. Tahun kelahiran serta silsilahnya disisihkan, sementara nama para bangsawan, komandan, dan pembunuh raja dipertahankan. Tubuh Geralt telah disesuaikan dengan tata cara istana. Kini hidupnya diringkas menurut kebutuhan negara.

Aryan La Valette dan Nyawa yang Tidak Jadi Diambil

Nama pertama yang dibuka Morvran adalah Aryan La Valette. Ingatan itu membawa Geralt kembali pada pengepungan yang mengawali The Witcher 2. Raja Foltest menyerbu kediaman keluarga La Valette untuk mengambil kembali kedua anaknya, Anaïs dan Boussy. Aryan, putra sulung Maria Louisa La Valette, memimpin pertahanan keluarga. Ia bukan monster dalam kontrak Geralt, bukan pula pembunuh Foltest. Ia hanya seorang pemuda yang berdiri di sisi ibunya ketika pasukan kerajaan datang merobohkan gerbang.

Geralt berada bersama Foltest dan harus melewati posisi Aryan. Pertemuan itu dapat berakhir dengan kematian sang pewaris, tetapi pedang bukan satu-satunya jalan. Aryan dapat diyakinkan bahwa perlawanan telah berakhir dan lebih banyak orang akan mati jika ia terus memaksakan pertahanan. Dalam perjalanan ini, Geralt memilih meyakinkannya untuk menyerah dan membiarkannya hidup.

Keputusan tersebut segera memperoleh makna yang sebelumnya tidak terlihat di atas tembok kastel. Setelah Letho membunuh Foltest, Geralt dituduh sebagai Kingslayer dan dijebloskan ke penjara bawah tanah yang sama dengan Aryan. Dua orang yang sebelumnya berdiri di pihak berlawanan kini sama-sama menjadi tahanan dari kemenangan Foltest yang hanya bertahan sebentar. Aryan membantu membuka jalan keluar, lalu membakar kastel keluarganya ketika melarikan diri.

Perubahan hubungan mereka hanya mungkin terjadi karena Geralt tidak menganggap posisi di medan perang sebagai identitas yang tidak dapat berubah. Aryan pernah menghalanginya, dan Geralt pernah datang bersama pasukan yang menyerbu rumahnya. Beberapa jam kemudian, keduanya justru memiliki alasan yang sama untuk keluar dari penjara. Dunia politik membentuk mereka sebagai musuh, lalu kematian Foltest membalik susunan itu sebelum darah di tembok sempat mengering.

Geralt menyatakan bahwa ia membiarkan Aryan La Valette hidup.
Lawan dari pengepungan La Valette kemudian menjadi sekutu sesaat di penjara yang sama.

Jawaban Geralt memperlihatkan selisih antara pengalaman seorang saksi dan laporan resmi yang dimiliki Morvran. Catatan sang jenderal menghubungkan kehancuran kastel dengan naga, sedangkan Geralt menyebut Aryan sebagai orang yang membakarnya ketika melarikan diri. Perbedaan kecil itu memperjelas tujuan pemeriksaan. Sejarah yang terlihat rapi di atas kertas tetap dapat kehilangan orang yang benar-benar menyalakan api.

Membiarkan Aryan hidup selaras dengan kecenderungan Geralt untuk menghindari pembunuhan ketika seorang lawan masih dapat dihentikan. Itu bukan pernyataan bahwa pemberontakan La Valette benar ataupun bahwa Aryan bebas dari tanggung jawab. Geralt hanya tidak membutuhkan mayat untuk melewati benteng. Belas kasihan tersebut sekaligus mempertahankan sebuah kemungkinan yang baru terasa penting jauh kemudian.

Ketika Geralt kembali berurusan dengan keluarga La Valette di Novigrad, nasib Aryan memengaruhi sambutan Maria Louisa dan kedudukan Molly dalam rumah tersebut. Selama Aryan hidup, Maria dapat menerima Geralt dengan lebih tenang dan Molly tetap menjadi pelayan yang sedang dipinjamkan kepada keluarga Vegelbud. Jika Aryan mati, sang ibu mengingat Geralt sebagai pembunuh putranya. Garis waris keluarga pun berubah dan Molly telah menikahi kerabat La Valette yang menjadi pewaris berikutnya, sehingga ia menyandang gelar Lady l'Attard. Pencarian Geralt tetap dapat berlanjut dalam kedua keadaan, tetapi dunia menyimpan perbedaan emosionalnya. Nyawa yang tidak diambil di sebuah tembok lama masih menentukan wajah yang menyambut Geralt bertahun-tahun kemudian.

Jalan Bersama Vernon Roche

Pertanyaan kedua bergerak menuju Flotsam. Saat itu Triss telah diculik, Letho kembali lolos, dan Geralt membutuhkan jalan untuk menyeberang menuju Aedirn. Dua orang menawarkan arah yang berbeda. Vernon Roche hendak membawa pasukan Blue Stripes menuju kamp Raja Henselt. Iorveth membuka jalan ke Vergen, tempat Saskia dan penduduk nonmanusia mencoba membangun perlawanan mereka sendiri.

Pilihan tersebut membelah sebagian besar perjalanan The Witcher 2. Mengikuti Iorveth bukan keputusan jahat ataupun jalur yang kurang penting. Geralt akan melihat perang dari sisi Vergen, mendekati perjuangan Saskia, dan memahami harapan yang mendorong banyak nonmanusia mengangkat senjata. Iorveth sendiri bukan sekadar bandit. Ia adalah komandan Scoia'tael yang kekerasannya tumbuh dari penindasan nyata, meskipun cara yang dipilihnya juga meninggalkan korban.

Geralt memilih Roche. Pilihan itu dapat dibaca melalui hubungan yang telah terbentuk sejak pembunuhan Foltest. Roche memang orang yang menginterogasinya, tetapi ia pula yang bersedia mendengar kesaksian ketika bukti di ruangan tersebut membuat Geralt terlihat bersalah. Ia percaya bahwa sang witcher dijebak dan memberinya kesempatan melarikan diri untuk mengejar pembunuh yang sebenarnya. Dalam perjalanan ini, mengikuti Roche dari Flotsam menjadi kelanjutan yang masuk akal dari kepercayaan yang sebelumnya telah lebih dahulu diberikan kepadanya.

Kepercayaan itu mahal bagi Roche. Sebagai komandan Blue Stripes, hidupnya dibangun di atas pengabdian kepada Foltest dan Temeria. Membiarkan tersangka utama kabur dapat menghancurkan nama serta kariernya jika penilaiannya keliru. Karena itu, keputusan Geralt menaruh nasib pengejarannya pada Roche dapat dibaca sebagai balasan atas risiko yang pernah diambil sang komandan untuknya, bukan sebagai dukungan terhadap seluruh kepentingan politik Temeria.

Geralt memilih meninggalkan Flotsam bersama Vernon Roche.
Jawaban tentang Roche menetapkan jalan yang pernah Geralt ambil setelah Letho menculik Triss.

Hal itu tidak menjadikan Geralt pendukung seluruh kebijakan Temeria. Roche adalah prajurit kerajaan, pemimpin satuan khusus, dan seseorang yang mampu mengambil tindakan keras demi negaranya. Geralt berjalan bersamanya karena utang personal, tujuan yang beririsan, dan pengejaran terhadap Letho. Pilihan ini lebih banyak berbicara tentang orang yang ia percayai daripada bendera yang ingin ia bela.

Jalan Roche membawa Geralt ke tengah perkemahan Kaedwen dan perang yang tidak menawarkan pihak tanpa noda. Di sana, kesetiaan Roche kepada Temeria terus diuji sampai negaranya tidak lagi memiliki raja yang dapat ia layani. Detail itu membuat jawabannya di Vizima terdengar pahit. Morvran meminta nama sebuah jalur seolah Roche hanyalah salah satu rute di peta, padahal bagi Geralt nama tersebut mewakili seorang lelaki yang kehilangan hampir segalanya setelah memilih untuk mempercayainya.

Morvran kemudian memadatkan cabang sebesar itu menjadi satu jawaban. Bagi Geralt, jalan menuju kamp Kaedwen berisi perang, kutukan, pengkhianatan, dan orang-orang yang nasibnya berubah. Bagi arsip Nilfgaard, hal terpenting hanyalah nama orang yang membawanya keluar dari Flotsam. Dampaknya di The Witcher 3 memang jauh lebih kecil dibandingkan luasnya dua jalur lama. Beberapa percakapan berubah, dan pertanyaan Morvran berikutnya menempatkan Anaïs sebagai pilihan yang berhadapan dengan Triss. Roche sendiri tetap dapat muncul meskipun Iorveth dahulu dipilih. Jawaban tersebut menetapkan jalan yang pernah ditempuh Geralt, bukan menghapus keberadaan jalan lainnya.

Cledwyn masih bekerja ketika nama Roche selesai dicatat. Busa cukur mulai menghilang dari wajah Geralt, tetapi Morvran belum kehabisan masa lalu. Jalur yang dipilih di Flotsam kini membawanya langsung kepada keputusan yang jauh lebih pribadi di Loc Muinne.

Di Loc Muinne Geralt Memilih Triss

Loc Muinne seharusnya menjadi tempat para penguasa membicarakan masa depan Utara. Sebaliknya, kota tua itu berubah menjadi panggung runtuhnya kepercayaan terhadap para mage. Di balik pertemuan politik tersebut, delegasi Nilfgaard menahan Triss Merigold. Pada saat yang sama, Roche bergerak mencari Anaïs La Valette, anak Foltest yang dapat digunakan untuk memulihkan atau mengendalikan masa depan Temeria.

Karena Geralt datang melalui jalur Roche, ia harus menentukan siapa yang akan dikejar terlebih dahulu. Membantu Roche berarti menolong seorang sahabat menyelamatkan pewaris kerajaan yang telah kehilangan ayahnya. Mencari Triss berarti bergerak langsung menuju seseorang yang memiliki hubungan jauh lebih dekat dengannya. Ini bukan pilihan sederhana antara peduli dan tidak peduli. Geralt sedang berhadapan dengan dua tanggung jawab yang tidak dapat ia penuhi sendiri pada saat bersamaan.

Jawabannya di Vizima tidak menyembunyikan prioritas tersebut. Geralt mengatakan bahwa orang-orang berkuasa telah memenjarakan Triss dan seharusnya memahami bahwa ia selalu berusaha menyelamatkan orang yang disayanginya. Ia memilih Triss, bukan karena nasib sebuah kerajaan tidak berarti, melainkan karena kesetiaan kepada seseorang yang nyata baginya mengalahkan perhitungan suksesi yang dikendalikan begitu banyak tangan.

Keberadaan Anaïs tetap membuat keputusan itu berat. Sebagai anak Foltest, ia bukan sekadar lambang Temeria. Ia juga seorang anak yang hidupnya hendak diperebutkan orang-orang dewasa sebagai sumber legitimasi. Roche melihat penyelamatannya sebagai kesempatan terakhir untuk menjaga negeri yang telah kehilangan rajanya. Geralt memahami taruhannya, tetapi ia juga mengetahui bahwa berbagai kekuatan politik di Loc Muinne melihat Anaïs sebagai sumber legitimasi yang dapat mereka manfaatkan. Memilih Triss berarti menolak meninggalkan orang terdekatnya demi permainan politik yang hasil akhirnya tidak dapat ia kendalikan.

Geralt menyatakan bahwa ia menyelamatkan Triss di Loc Muinne.
Di antara nasib seorang sahabat dan masa depan sebuah kerajaan, Geralt bergerak langsung menuju Triss.

Nuansa pentingnya terletak pada apa yang tidak dikatakan pilihan tersebut. Triss tidak otomatis mati apabila Geralt membantu Roche. Dalam cabang itu, Letho yang membebaskannya. Perbedaannya terletak pada siapa yang diprioritaskan Geralt secara langsung dan siapa yang dapat memberi kesaksian ketika pertemuan para penguasa pecah. Dengan menyelamatkan Triss, Geralt membawanya ke tempat perundingan sehingga keterlibatan Síle dalam konspirasi pembunuhan raja dapat diungkap tanpa menyamaratakan seluruh kalangan mage sebagai pelaku.

Kesaksian tersebut memungkinkan Council dan Conclave dibentuk kembali, tetapi dengan harga politik yang jelas: para mage harus menerima patronase dan kendali Radovid. Roche, yang mengejar Anaïs tanpa Geralt, tidak memperoleh hasil yang sama dan harus menanggung akibatnya sebagai buronan. Dalam keadaan lain, Anaïs dapat diselamatkan dan masa depan politik Temeria memperoleh jalur berbeda, sementara runtuhnya perundingan mempercepat perburuan terhadap para mage.

Hasil ini juga menjelaskan mengapa Morvran menaruh perhatian pada pilihan yang sekilas tampak begitu personal. Geralt bergerak untuk menyelamatkan seseorang yang ia sayangi, tetapi kehadiran Triss mengubah siapa yang dapat berbicara di hadapan para penguasa. Satu tindakan penyelamatan menentukan apakah konspirasi Lodge dapat dipisahkan dari seluruh komunitas mage dan apakah lembaga lama masih memiliki peluang untuk dibangun kembali. Dalam dunia ini, keputusan pribadi Geralt hampir tidak pernah benar-benar berada di luar politik ketika orang yang ia selamatkan memiliki suara di tengah perundingan negara.

Gaung pilihan tersebut di The Witcher 3 tidak hadir sebagai perubahan nasib Triss karena ia tetap hidup dalam kedua cabang. Jejaknya jauh lebih halus. Carduin, mage dari Kovir yang terlibat dalam usaha membangun kembali lembaga tersebut, dapat ditemukan dekat kapal Radovid di Oxenfurt jika Geralt menyatakan telah menyelamatkan Triss. Sebuah percakapan singkat menjadi bukti bahwa keputusan politik di Loc Muinne tidak benar-benar lenyap ketika kota itu ditinggalkan.

Morvran memandang akibat tersebut melalui susunan negara. Geralt melihatnya melalui orang yang sedang berada dalam bahaya. Benturan keduanya tidak memberikan kemurnian moral kepada salah satu pihak. Menyelamatkan Triss membawa konsekuensi bagi Anaïs dan Roche, sementara menyelamatkan pewaris Temeria berarti menyerahkan pembebasan Triss kepada Letho. Pilihan Geralt tetap memiliki harga meskipun orang yang ia cari berhasil keluar hidup-hidup.

Kesempatan Terakhir untuk Síle

Nama berikutnya adalah Síle de Tansarville. Morvran menduga Geralt pernah melihat sebuah megascope cacat menghancurkan dirinya. Geralt segera mengoreksi catatan tersebut. Ia memang melihat Síle masuk ke alat itu, tetapi ia juga membebaskannya dari perangkap Letho. Geralt bahkan meminta agar koreksi tersebut dicatat dengan benar.

Síle bukan korban yang sama sekali terpisah dari kekacauan sebelumnya. Sebagai anggota Lodge of Sorceresses, ia terlibat langsung dalam rencana yang menjadikan Letho sebagai pembunuh Demavend. Bersama agenda politik yang juga melibatkan Philippa Eilhart, kematian raja Aedirn diharapkan membuka jalan bagi tatanan baru di Pontar Valley yang dapat dipengaruhi para sorceress. Masalahnya, Letho tidak pernah menjadi alat yang benar-benar berada di bawah kendali mereka.

Rencana awal tersebut memperlihatkan kesalahan perhitungan Síle. Lodge mengira seorang witcher dapat dipakai sebagai bilah yang akan berhenti setelah pekerjaan selesai. Letho justru memiliki perintah, sekutu, dan tujuan sendiri. Pembunuhan Demavend membuka pintu bagi operasi yang jauh lebih luas, lalu kematian Foltest mengubah skema terbatas menjadi krisis di seluruh Utara. Ketika Síle memasuki megascope, ia sedang berusaha melarikan diri dari kekacauan yang sebagian lahir karena keyakinannya bahwa semuanya dapat dikendalikan.

Saat Loc Muinne runtuh, Síle mencoba melarikan diri melalui megascope. Letho telah mengganti salah satu berlian pada alat tersebut dengan berlian cacat. Begitu diaktifkan, kerusakan itu akan mengubah sarana teleportasi menjadi hukuman mati. Geralt hanya memiliki beberapa saat untuk membiarkan sabotase bekerja atau mencabut berlian cacat tersebut sebelum tubuh Síle dihancurkan.

Geralt mengoreksi laporan Morvran dan menyatakan bahwa Síle berhasil lolos.
Menyelamatkan Síle dari sabotase tidak menghapus kesalahannya, tetapi membuat kisahnya belum berakhir.

Geralt memilih mencabut berlian cacat tersebut. Tindakannya tidak membersihkan nama Síle dan tidak membatalkan darah yang tertumpah akibat rencananya. Ia hanya menolak menerima bahwa jebakan Letho boleh menjadi pengadilan sekaligus eksekusi. Belas kasihan di sini bukan pengampunan. Síle tetap harus menghadapi perburuan dan konsekuensi dari keputusan yang ia buat sendiri.

Pilihan ini memungkinkan kisah Síle kembali di kemudian hari dan memperoleh penutup yang tidak tersedia apabila megascope membunuhnya. Dampaknya memang lebih singkat dibandingkan cabang besar di Flotsam, tetapi secara manusiawi jauh lebih berat daripada sekadar sebuah baris dalam arsip. Morvran semula membawa versi yang menyatakan Síle telah tewas. Satu kalimat dari Geralt mempertahankan keberadaan seorang tokoh di dunia dan memaksa laporan Nilfgaard mengakui bahwa sang witcher pernah memberi kesempatan hidup kepada seseorang yang bersalah.

Mengapa Geralt Membiarkan Letho Pergi

Pertanyaan terakhir menyentuh orang yang mengikat hampir seluruh peristiwa tersebut. Letho of Gulet adalah witcher dari School of the Viper, pembunuh Demavend dan Foltest, penculik Triss, serta lelaki yang membuat Geralt menanggung tuduhan membunuh seorang raja. Ia juga menjadi salah satu alasan Nilfgaard membutuhkan jawaban sang witcher. Kekacauan yang dibawanya bukan kecelakaan di tepi perang, melainkan bagian dari persiapan kekaisaran untuk melemahkan Utara.

Morvran membingkai persoalan itu melalui kepentingan negara. Nilfgaard pernah menjalin aliansi dengan seorang witcher demi tujuan politiknya, dan Geralt segera memahami siapa yang dimaksud. Ketika ia menanyakan apakah hubungan itu masih berlangsung, Morvran justru berharap sang witcher dapat memberi tahu keberadaan Letho. Jawaban-jawaban berikutnya memperjelas keadaan: Letho masih hidup, tetapi kini bersembunyi dari kekaisaran yang pernah mempekerjakannya.

Geralt menyatakan bahwa Letho of Gulet masih hidup setelah Loc Muinne.
Keputusan terakhir mempertahankan seorang Kingslayer di dunia dan membuka konsekuensi terbesar dari pemeriksaan Morvran.

Geralt sendiri tidak mengetahui tempat persembunyian Letho. Bahkan jika mengetahuinya, ia tidak berniat menyerahkan informasi tersebut kepada Morvran. Pisau yang masih berada dekat tenggorokannya tidak mengubah batas itu. Pada saat Geralt tampak paling berada di bawah kendali istana, ia tetap menolak membantu Nilfgaard menemukan seorang witcher yang pernah dipakai kekaisaran untuk pekerjaan kotornya.

Hubungan keduanya jauh lebih tua daripada pembunuhan Foltest. Sebelum kehilangan ingatannya, Geralt pernah menyelamatkan Letho yang terluka parah setelah diserang slyzard di Angren. Sebagai balas budi, Letho kemudian bergabung bersama Serrit dan Auckes dalam pengejaran Geralt terhadap Wild Hunt. Riwayat ini tidak menjadikan Letho seorang sahabat yang dapat dipercaya, tetapi menjelaskan mengapa pertemuan terakhir mereka tidak sesederhana eksekusi seorang penjahat oleh pahlawan.

Para witcher Viper kemudian ikut dalam rangkaian peristiwa yang berakhir dengan pembebasan Yennefer dari Wild Hunt setelah Geralt menawarkan dirinya sebagai ganti kebebasannya. Setelah itu, Letho dan kelompoknya menjaga Yennefer yang ingatannya masih kacau serta membawanya menjauh dari para penunggang tersebut. Perjalanan mereka berakhir ketika pasukan Nilfgaard menangkap kelompok itu. Yennefer dibawa pergi, sementara Letho kemudian dihadapkan pada tawaran Emhyr. Kekaisaran menjanjikan pemulihan sekolahnya sebagai imbalan atas kematian para raja yang menghalangi invasi.

Letho menerima janji itu. Ia dan dua rekannya menjalankan pekerjaan yang memberi Nilfgaard ruang untuk menyangkal keterlibatan langsung dalam pembunuhan para raja. Perkembangan kemudian memperlihatkan bahwa setelah pekerjaan tersebut selesai, keberadaan Letho justru berubah menjadi masalah bagi kekaisaran. Mantan aset yang mengetahui bagaimana jalan menuju perang dibuka dari balik layar menjadi orang yang lebih aman untuk dibungkam daripada dibiarkan bebas.

School of the Viper yang ingin dipulihkan Letho bukan sekadar nama pada baju zirah. Jejaknya pernah terlihat melalui kisah Kolgrim dan diagram Viper yang ditemukan Geralt di White Orchard. Para anggotanya membawa sejarah panjang yang hampir lenyap, lalu Letho membiarkan harapan untuk menghidupkannya kembali dimanfaatkan kekaisaran demi membeli keahlian seorang witcher.

Janji tersebut tidak membebaskan Letho dari tanggung jawab. Ia membunuh para raja, memanfaatkan Scoia'tael, menculik Triss, dan mengetahui bahwa Geralt dijadikan kambing hitam. Pada saat yang sama, ia menyelamatkan Triss jika Geralt mengejar Anaïs, mengembalikan bagian penting dari ingatan Geralt, serta mengungkap tujuan operasi Nilfgaard ketika keduanya bertemu di Loc Muinne. Letho adalah pelaku yang pada akhirnya memberikan kebenaran, bukan orang tidak bersalah yang kebetulan terseret ke dalam sebuah konspirasi.

Setelah semua penjelasan selesai, duel masih dapat terjadi. Geralt memilih untuk tidak mengambilnya. Keputusan tersebut dapat dibaca sebagai penolakan terhadap balas dendam yang tidak lagi mengubah apa pun. Foltest dan Demavend tidak akan hidup kembali jika Letho mati. Geralt telah memperoleh kebenaran yang selama ini dikejarnya. Membiarkan Letho berjalan pergi tidak menghapus kejahatannya, tetapi juga tidak berpura-pura bahwa satu mayat tambahan akan memulihkan Utara.

Di antara lima jawaban, inilah keputusan yang membawa konsekuensi terbesar dalam The Witcher 3. Letho yang masih hidup dapat membuka rangkaian peristiwa lain ketika Geralt menelusuri sebuah rumah kosong di Velen. Dari sana muncul kesempatan untuk membantunya menghadapi para pemburu dan, jika pilihan berikutnya mendukung, mengundangnya ke Kaer Morhen. Jawaban kepada Morvran belum menjadikan Letho sekutu dan tidak menjamin ia akan datang. Jawaban itu hanya memastikan bahwa kemungkinan tersebut masih hidup bersamanya.

Morvran tidak memperoleh lokasi yang diinginkannya. Pemeriksaan tersebut berakhir dengan fakta yang bisa dicatat kekaisaran, tetapi bukan dengan penyerahan Letho. Geralt telah memberi jawaban tentang masa lalunya tanpa berubah menjadi informan bagi negara yang pernah memakai witcher Viper itu lalu memburunya ketika keberadaannya tidak lagi menguntungkan.

Ketika Masa Lalu Menjadi Catatan Kekaisaran

Lima jawaban tersebut membentuk sebuah pola tanpa menjadikan Geralt orang suci. Aryan dibiarkan hidup ketika pertarungan dapat diakhiri tanpa kematiannya. Jalan bersama Roche dapat dibaca sebagai kelanjutan dari kepercayaan yang terbentuk setelah kematian Foltest. Di Loc Muinne, Geralt bergerak langsung untuk menyelamatkan Triss, seseorang yang ia pedulikan. Síle diselamatkan dari jebakan megascope tanpa berarti kesalahannya dihapus. Letho dibiarkan pergi setelah kebenaran mengenai para Kingslayer membuat satu duel terakhir tidak lagi memberi jawaban baru.

Pola itu bukan aturan bahwa Geralt selalu memilih belas kasihan. Keputusan bersama Roche bahkan bukan persoalan hidup atau mati, sementara memilih Triss secara langsung berarti membiarkan Roche menghadapi urusan Anaïs melalui jalannya sendiri. Setiap keputusan lahir dari keadaan yang berbeda. Namun jika dibaca berdampingan, ada kecenderungan yang berulang: ketika kematian tidak diperlukan, Geralt lebih sering membiarkan seseorang tetap hidup dan menerima bahwa akibat tindakannya masih harus datang kemudian.

Bagi Morvran, seluruh kerumitan tersebut pada akhirnya harus berubah menjadi pernyataan yang dapat disimpan. Setelah lima jawaban selesai diberikan, Geralt diminta menandatangani kesaksiannya dan menjamin bahwa informasi tersebut benar, dengan ancaman hukuman apabila pernyataannya terbukti palsu. Setelah tubuh dan penampilannya ditata oleh istana, kini sebagian masa lalunya juga telah dimasukkan ke dalam bentuk yang dapat dibaca Nilfgaard.

Tanda tangan itu mengubah sifat percakapan. Beberapa saat sebelumnya, Geralt masih menceritakan orang, tempat, dan keputusan yang pernah ia hadapi dalam keadaan yang jauh lebih kacau daripada ruang cukur Vizima. Begitu namanya berada di bawah pernyataan tersebut, pengalaman itu menjadi arsip. Nilfgaard tidak memperoleh seluruh kebenaran tentang setiap orang yang disebutkan, tetapi kekaisaran kini memiliki versi masa lalu Geralt yang telah ia akui sendiri.

Di situlah fungsi pemeriksaan Morvran dalam The Witcher 3 menyatu dengan ceritanya. Lima keputusan dari perjalanan sebelumnya tidak muncul sebagai daftar yang berdiri di luar dunia. Geralt sendiri yang mengucapkannya, Morvran mencatatnya, dan sebuah tanda tangan membuat pilihan tersebut menjadi keadaan dunia yang akan dibawa perjalanan ini ke depan.

Morvran Voorhis meninggalkan ruang cukur setelah pemeriksaannya terhadap Geralt selesai.
Lima keputusan yang lahir dari kekacauan masa lalu kini telah dipadatkan menjadi catatan resmi kekaisaran.

Morvran kemudian berpamitan dan meninggalkan ruangan. Ia tidak memperoleh lokasi Letho dari Geralt, tetapi pemeriksaannya telah menghasilkan apa yang dibutuhkan Nilfgaard: sebuah riwayat yang mempunyai batas jelas. Aryan hidup. Geralt pernah meninggalkan Flotsam bersama Roche. Ia memilih Triss di Loc Muinne. Síle dan Letho juga masih hidup. Untuk pertama kalinya sejak memasuki istana, masa lalu yang dibawa Geralt menuju Emhyr telah memiliki bentuk resmi.

Geralt masih belum berdiri di hadapan kaisar. Namun sebelum audiensi yang akhirnya mempertemukannya dengan Emhyr dimulai, Nilfgaard telah lebih dahulu mengetahui siapa yang pernah ia selamatkan, siapa yang pernah ia pilih, dan siapa yang pernah ia biarkan berjalan pergi.

Posting Komentar

Lebih lama Lebih baru