Setelah Morvran Voorhis memeriksa pilihan Geralt di masa lalu, sang witcher akhirnya dibebaskan dari kursi cukur. Namun Royal Palace belum mengembalikan armor, pedang, ataupun perlengkapan yang biasa menemaninya di jalan. Sebelum dapat menghadap Emhyr var Emreis, Geralt masih harus mengenakan pakaian resmi yang disediakan istana dan mempelajari tata cara yang berlaku di hadapan seorang kaisar.
Geralt memilih doublet hitam paling gelap di antara pakaian yang tersedia, lalu mengenakan celana dan sepatu resmi yang menyertainya. Warnanya masih terasa dekat dengan penampilan yang biasa ia pilih, tetapi kain istana itu tetap asing bagi seseorang yang lebih terbiasa dengan armor, jalan berlumpur, dan perburuan monster. Tidak jauh darinya, Mererid menunggu untuk memastikan bahwa persiapan belum berhenti pada pakaian.
Setelah tubuh Geralt dibersihkan, janggutnya dicukur, dan masa lalunya diperiksa, kini cara ia berdiri pun menjadi urusan istana. Mererid mengajarkan posisi kaki dan tangan yang benar ketika membungkuk di hadapan Emhyr. Bagi Geralt, gerakan tersebut mungkin tampak seperti tata krama kecil. Bagi chamberlain, kesalahan beberapa sentimeter cukup berarti untuk diperbaiki sebelum mereka melangkah lebih jauh.
Geralt masih belum mengetahui mengapa Emhyr memanggilnya ke Vizima. Yennefer menunda sebagian besar penjelasan sampai setelah audiensi, sementara perjalanan menuju kota justru menambah pertanyaan baru tentang Wild Hunt. Untuk memperoleh jawabannya, Geralt harus terlebih dahulu melewati seluruh aturan yang memisahkan seorang witcher dari orang yang sedang menunggunya di balik pintu berikutnya.
![]() |
| Pakaian resmi mengubah penampilan Geralt, tetapi tidak mengubah kesetiaannya. |
Pakaian Resmi dan Pelajaran Membungkuk
Tiga set pakaian tersedia di ruang ganti, tetapi tidak ada perbedaan cerita di antara ketiganya. Geralt dapat mengambil semuanya lalu memilih satu yang hendak dikenakan. Dalam perjalanan ini, ia memakai doublet hitam yang paling gelap bersama celana dan sepatu resmi. Pilihan itu memenuhi tuntutan istana tanpa membuat penampilannya terasa terlalu jauh dari dirinya sendiri.
Tidak adanya konsekuensi besar tidak membuat tahap ini kehilangan makna. Armor seorang witcher dibuat untuk kebutuhan praktis: kulit, rantai, sarung pedang, ramuan, dan kantong kecil semuanya mempunyai fungsi ketika cakar atau gigi monster datang terlalu dekat. Pakaian istana mengikuti logika yang berbeda. Nilainya terletak pada kesan, kedudukan, dan kemampuan seseorang menunjukkan bahwa ia memahami aturan ruang yang sedang dimasukinya.
Mererid kemudian mengajarkan tata cara berikutnya. Geralt harus membungkuk dengan kaki kiri di depan dan tangan kanan menempel di dada. Gerakan yang salah dapat membuat latihan diulang, tetapi sang witcher mengikuti susunan yang benar sejak percobaan pertama. Mererid tetap mengawasi seolah keberhasilan seluruh audiensi bergantung pada jarak satu langkah dan letak satu telapak tangan.
Humornya muncul tanpa perlu dibesar-besarkan. Geralt telah mematahkan kutukan, memburu pembunuh raja, dan menghadapi makhluk yang tidak sanggup dilawan prajurit biasa. Di Vizima, ia justru harus berhenti untuk mempelajari posisi kaki. Bagi Geralt, penghormatan biasanya diukur dari tindakan seseorang. Bagi istana, penghormatan harus lebih dahulu terlihat melalui gerak tubuh.
![]() |
| Mererid mengajarkan posisi kaki dan tangan yang dianggap pantas di hadapan kaisar. |
Pelajaran itu juga menunjukkan bagaimana kekuasaan Emhyr bekerja melalui orang lain. Mererid tidak membawa pedang dan tidak perlu mengancam Geralt. Ia cukup berdiri sebagai wakil dari tatanan yang dianggap tidak perlu diperdebatkan. Siapa pun yang hendak memasuki ruang kaisar harus menyesuaikan diri, bahkan jika orang itu dipanggil karena memiliki kemampuan yang tidak dimiliki seluruh pasukan Nilfgaard.
Setelah latihan selesai, Geralt mengikuti Mererid menyusuri lorong Royal Palace. Lili Temeria masih menghiasi dinding, sementara panji Matahari Agung Nilfgaard menempati ruang kekuasaan. Geralt pernah mengenal Vizima sebagai ibu kota Foltest. Kini ia berjalan menuju kaisar yang pasukannya menduduki negeri tersebut. Karena itu, perintah untuk membungkuk tidak berlangsung di ruang tanpa sejarah. Geralt diminta menghormati Emhyr di dalam istana kerajaan yang telah ditaklukkannya.
Geralt Membungkuk Tanpa Menjadi Tunduk
Mererid membawa Geralt ke ruang kerja pribadi Emhyr. Gelar sang kaisar diumumkan panjang lebar, lalu keduanya membungkuk. Geralt mendapat waktu singkat untuk mengikuti mereka atau tetap berdiri. Ia memilih membungkuk.
Pilihan itu mungkin tampak berlawanan dengan sikap Geralt terhadap para penguasa. Ia bukan kesatria yang hidup dari sumpah kepada mahkota dan tidak terbiasa menjadikan gelar sebagai ukuran martabat seseorang. Emhyr sendiri segera menyinggung reputasi sang witcher yang konon tidak membungkuk kepada siapa pun. Jawaban Geralt mengubah arti gestur itu: ia melakukannya karena tidak ingin mengecewakan chamberlain yang barusan disebutnya sebagai seorang teman.
Geralt tidak sedang memuji takhta atau menyatakan kesetiaan kepada Nilfgaard. Ia mengikuti satu gerakan kecil karena Mererid dapat menanggung akibat jika tamunya melanggar protokol. Karena itu, pilihan untuk membungkuk justru terasa lebih dekat dengan karakter Geralt daripada pembangkangan yang hanya meninggalkan beban kepada seorang pelayan.
![]() |
| Geralt mengikuti protokol demi Mererid, bukan karena menyerahkan kesetiaannya kepada Emhyr. |
Jika Geralt menolak membungkuk, jalur utama tidak berubah. Emhyr hanya menyindir bahwa waktunya di lingkungan istana Foltest rupanya gagal mengajarkan etiket. Mererid kemudian mengungkap bahwa kegagalannya mendidik tamu dapat dibayar dengan cambukan, meskipun hukuman itu tidak pernah diperlihatkan benar-benar terjadi. Tidak ada pencarian yang tertutup dan tidak ada akhir cerita yang berubah karena pilihan tersebut.
Perbedaannya terletak pada cara Geralt mempertahankan harga diri. Menolak membungkuk menghasilkan perlawanan yang langsung terlihat. Membungkuk menuntut pengendalian diri yang lebih tenang. Dalam pilihan ini, Geralt menunjukkan bahwa mengikuti sebuah gerakan tidak sama dengan menyerahkan kehendak. Emhyr dapat menentukan bentuk audiensinya, tetapi tidak dapat menentukan alasan Geralt berada di sana.
Setelah penghormatan selesai, Emhyr memerintahkan semua orang keluar kecuali Geralt. Para pelayan, penjaga, dan Mererid meninggalkan ruangan. Kemegahan upacara pun menyusut menjadi percakapan pribadi antara dua orang yang terikat kepada perempuan yang sama dengan cara yang sama sekali berbeda.
Putri yang Kembali dalam Bayang-Bayang Wild Hunt
Emhyr tidak membuang waktu dengan percakapan ringan. Di depan potret Ciri semasa kecil, ia menyampaikan dua kabar sekaligus: putrinya telah kembali, dan ia berada dalam bahaya. Wild Hunt sedang mengejarnya.
Kabar pertama mengakhiri ketidakpastian yang telah berlangsung bertahun-tahun. Geralt akhirnya mendapat kepastian bahwa Ciri masih hidup, meskipun selama ini keberadaannya berada jauh di luar jangkauan jalan biasa. Kabar kedua membuat pencarian itu mendesak. Geralt dan Yennefer baru saja selamat dari pengejaran Wild Hunt dalam perjalanan menuju Vizima. Para penunggang tersebut tidak lagi dapat dianggap sekadar pertanda dalam cerita rakyat atau bayangan yang hanya muncul lewat mimpi.
![]() |
| Di bawah potret masa kecil Ciri, kepulangannya berubah menjadi urusan negara dan perlombaan melawan Wild Hunt. |
Emhyr memerintahkan Geralt menemukan Ciri dan membawanya kembali. Cara ia menyusun perintah itu tidak menyisakan ruang bagi keinginan Ciri sendiri. Ia berbicara sebagai penguasa yang terbiasa menentukan hasil sebelum pekerjaan dimulai. Bagi sang kaisar, kepulangan putrinya bukan sekadar urusan keluarga, melainkan perkara yang dapat memengaruhi masa depan kekaisaran.
Geralt tetap meminta kepastian. Emhyr memiliki jaringan mata-mata dan laporan yang cukup kuat untuk memanggil seorang witcher ke jantung istana, tetapi ia tidak menjelaskan seluruh sumber informasinya. Yennefer nantinya menguatkan kabar tersebut. Pada titik ini, Geralt hanya mengetahui bahwa Ciri telah kembali dari tempat yang sangat jauh dan Wild Hunt menginginkannya.
Tujuan lengkap para penunggang itu masih belum diketahui. Yennefer hanya dapat menduga bahwa ketertarikan mereka berkaitan dengan darah dan kemampuan Ciri. Yang belum mereka pahami adalah apa sebenarnya yang diinginkan Wild Hunt dari kemampuan tersebut dan apa yang akan terjadi jika Ciri jatuh ke tangan mereka. Ketidakjelasan itu justru membuat ancamannya semakin berat. Geralt bukan hanya harus menemukan Ciri lebih dahulu, tetapi juga bergerak tanpa memahami sepenuhnya rencana musuh yang sedang mengejarnya.
Potret masa kecil di dinding memberi lapisan lain pada pertemuan itu. Emhyr menyimpan citra putrinya sebagai seorang anak di ruang kerja kekaisaran. Geralt berdiri di bawah gambar yang sama sambil membawa ingatan tentang Ciri yang berlatih, membantah, ketakutan, tumbuh, lalu menghilang. Keduanya mengenal nama yang sama, tetapi tidak pernah mengenal Ciri melalui kehidupan yang sama.
Emhyr, Duny, dan Dua Wajah Seorang Ayah
Geralt bertanya mengapa Emhyr mencari Ciri setelah bertahun-tahun berlalu. Sang kaisar tidak berbicara tentang kerinduan maupun penyesalan. Ia hanya menyebut kepentingan negara, seperti biasa.
![]() |
| Hubungan darah tidak membuat Emhyr berbicara sebagai ayah yang sedang menyesal. |
Jawaban singkat itu membawa sejarah panjang ke dalam ruangan. Jauh sebelum menjadi Kaisar Nilfgaard, Emhyr hidup dengan nama Duny dan dikenal sebagai Urcheon of Erlenwald. Sebuah kutukan membuat wujudnya menyerupai landak pada waktu tertentu. Ketika masih muda, Duny menyelamatkan Raja Roegner dari Cintra dan meminta imbalan melalui Hukum Kejutan: sang raja harus menyerahkan sesuatu yang sudah dimilikinya tetapi belum diketahuinya. Imbalan itu ternyata Pavetta, putri yang lahir setelah Roegner kembali ke Cintra.
Bertahun-tahun kemudian, Duny datang ke perjamuan Cintra untuk menagih janji tersebut. Pavetta dan Duny ternyata telah saling mengenal dan mencintai. Ratu Calanthe berusaha menolak tuntutan itu, lalu perjamuan berubah menjadi kekacauan ketika orang-orangnya menyerang Duny dan kekuatan Pavetta meledak tanpa kendali.
Geralt berada di sana. Ia membantu melindungi Duny dan menenangkan kekuatan Pavetta bersama Mousesack. Setelah Calanthe akhirnya memberi restu kepada pasangan itu, kutukan Duny berakhir. Sebagai balasan karena nyawanya telah diselamatkan, Duny menawarkan hadiah kepada Geralt. Sang witcher meminta sesuatu yang sudah dimiliki Duny tetapi belum diketahuinya. Geralt menyadari bahwa Pavetta sedang mengandung. Anak itu kelak lahir sebagai Cirilla Fiona Elen Riannon.
Hukum Kejutan menciptakan ikatan, tetapi tidak serta-merta membentuk keluarga. Geralt sempat menjauh dan menolak gagasan bahwa takdir berhak menentukan hidup mereka. Setelah Cintra jatuh dan Ciri kehilangan rumahnya, keduanya kembali dipertemukan melalui keluarga Yurga. Geralt kemudian membawa Ciri ke Kaer Morhen, memberinya perlindungan, dan membiarkannya berlatih bersama para witcher tanpa membuatnya menjalani mutasi.
Ketika kemampuan magis Ciri membutuhkan bimbingan yang tidak dapat diberikan Kaer Morhen, Yennefer mengambil peran besar dalam pendidikannya. Hubungan mereka perlahan tumbuh menjadi ikatan ibu dan anak. Geralt dan Yennefer tidak menjadi orang tua Ciri melalui darah atau keputusan istana. Mereka menjadi keluarganya melalui waktu, kepercayaan, pertengkaran, perlindungan, dan pilihan untuk terus kembali mencarinya.
Emhyr menempuh jalan yang berbeda. Ia kembali ke Nilfgaard, merebut takhta, dan membangun kekuasaan melalui perang. Akhir The Witcher 2 mengungkap bahwa Letho dan para witcher School of the Viper menjalankan operasi pembunuhan para penguasa Utara atas perintah Nilfgaard untuk menebar kekacauan sebelum invasi berikutnya. Kematian Demavend dan Foltest menjadi bagian penting dari operasi tersebut. Kini Geralt berdiri di bekas istana Foltest, berhadapan dengan penguasa yang kepentingan negaranya ikut membentuk kehancuran di sekeliling mereka.
Riwayat itu membuat jawaban Emhyr terasa konsisten sekaligus mengkhawatirkan. Ia pernah menyamarkan diri, memanfaatkan orang lain, dan menempatkan tujuan dinasti di atas kehidupan pribadi. Namun tidak ada dasar untuk menyimpulkan bahwa ia sama sekali tidak memiliki perasaan terhadap Ciri. Yang dapat dipastikan hanyalah cara ia memilih berbicara. Ketika diberi kesempatan menjelaskan mengapa seorang ayah mencari putrinya, Emhyr tetap menjawab sebagai kaisar.
Geralt Mencari Ciri, Bukan Emas Emhyr
Geralt menanyakan alasan Emhyr membutuhkan dirinya ketika kekaisaran memiliki puluhan ribu prajurit dan jaringan mata-mata yang menjangkau banyak kerajaan. Jawabannya justru mengakui batas kekuasaan yang tidak dapat ditutupi oleh gelar: Ciri memercayai Geralt.
Pasukan dapat mengepung jalan, menggeledah desa, dan memaksa orang memberikan keterangan. Cara-cara semacam itu juga dapat membuat Ciri semakin jauh bersembunyi. Geralt memiliki sesuatu yang tidak bisa diperintahkan Emhyr kepada tentaranya. Ia mengenal cara Ciri berpikir, mampu membaca jejak yang dilewatkan orang biasa, dan menjadi seseorang yang mungkin akan didatangi Ciri tanpa merasa sedang ditangkap.
Emhyr tetap membungkus kebutuhan itu sebagai sebuah kontrak. Ia menawarkan bayaran jauh lebih besar daripada upah yang biasa diterima Geralt untuk memburu monster. Sang witcher menolak menjadikan uang sebagai alasan perjalanan ini. Jawabannya jelas: ia akan mencari Ciri demi Ciri sendiri, bukan demi emas Emhyr.
![]() |
| Geralt menerima pencarian itu demi Ciri, bukan demi hadiah kekaisaran. |
Geralt bahkan menyarankan agar kemurahan hati sang kaisar diberikan kepada orang-orang yang rumahnya dihancurkan pasukan Nilfgaard. Kalimat itu membawa dunia di luar istana masuk ke ruang kerja Emhyr. White Orchard baru saja memperlihatkan pendudukan melalui garnisun, tiang gantungan, dan warga yang harus menyesuaikan hidup dengan penguasa baru. Geralt tidak bersedia berpura-pura bahwa emas kekaisaran terpisah dari perang yang membawanya ke Vizima.
Pilihan jawaban tersebut tidak membuka jalur pencarian yang berbeda. Geralt tetap akan berangkat karena keselamatan Ciri tidak memberinya alasan untuk menolak. Namun pilihan itu menegaskan sikapnya di dalam percakapan. Ia bukan pemburu hadiah Nilfgaard dan tidak menerima definisi Emhyr tentang Ciri sebagai sasaran yang sekadar harus dibawa pulang.
Kesediaan mencari Ciri juga tidak berarti Geralt menyerahkan hak Ciri untuk menentukan nasibnya kepada kaisar. Ia menerima informasi dan akses yang dimiliki Emhyr karena untuk sementara keduanya menginginkan hasil yang sama: Ciri harus ditemukan sebelum Wild Hunt. Kesamaan tujuan itu tidak menghapus perbedaan alasan mereka.
Emhyr sendiri tidak mempersoalkan motivasi tersebut. Ia hanya menginginkan hasil. Sikap itu kembali memperlihatkan jarak di antara keduanya. Bagi kaisar, Ciri adalah kepentingan negara yang harus diamankan. Bagi Geralt, Ciri adalah keluarga, dan keselamatannya datang lebih dahulu daripada kontrak, hadiah, ataupun tuntutan sebuah takhta.
Ketika Sihir Yennefer Menjadi Jejak bagi Musuh
Setelah percakapan pribadi dengan Emhyr selesai, Mererid membawa Geralt menuju ruangan Yennefer. Bahasa perintah sang kaisar digantikan oleh bahasa penyelidikan. Di atas meja terdapat beberapa gambar Ciri, termasuk sketsa yang memperlihatkan wajahnya ketika sudah dewasa. Geralt tidak lagi hanya membawa ingatan tentang gadis yang pernah dibawanya ke Kaer Morhen. Kini ia memiliki gambaran tentang perempuan yang harus ditemukannya.
![]() |
| Wajah dalam sketsa memberi Geralt gambaran tentang Ciri yang kini telah dewasa. |
Yennefer telah mencari Ciri selama berbulan-bulan. Ia menggunakan mantra pelacak, haruspicy, geomancy, dan hampir setiap bentuk ramalan yang dapat membantunya. Haruspicy membaca pertanda melalui organ dalam hewan, sedangkan geomancy memanfaatkan hubungan dengan unsur tanah untuk mencari keberadaan seseorang. Berbagai metode itu belum cukup untuk menemukan Ciri, sementara aktivitas magis Yennefer justru menciptakan masalah baru.
Wild Hunt mampu merasakan aktivitas magis Yennefer dan menelusurinya kembali. Semakin keras ia mencari, semakin mudah para penunggang itu menemukan dirinya. Yennefer sempat mengira dapat menutupi jejak tersebut, tetapi serangan dalam perjalanan dari White Orchard membuktikan perhitungannya keliru. Wild Hunt menghancurkan rombongan Nilfgaard yang mengawal mereka, dan Yennefer harus merobohkan sebuah jembatan dengan sihir untuk memutus pengejaran. Hanya Geralt dan Yennefer yang akhirnya mencapai Vizima.
Itulah sebabnya pencarian harus beralih dari sihir ke cara yang lebih biasa. Emhyr bukan sekadar memilih Geralt karena witcher dikenal sebagai pelacak. Geralt menjadi jalan keluar dari metode yang seharusnya paling kuat tetapi kini justru berbahaya. Ia harus mencari saksi, mengikuti rumor, membaca jejak fisik, dan mendatangi mata-mata tanpa menyalakan suar magis yang dapat dilihat Wild Hunt.
Percakapan itu juga membuka luka yang tidak berhubungan langsung dengan peta. Geralt dapat bertanya mengapa Yennefer tidak menghubunginya lebih awal. Yennefer menjawab bahwa ia mendengar Geralt dan Triss telah menjadi pasangan, lalu memilih tidak mengganggu. Geralt mengingatkan bahwa ia kehilangan ingatan, tetapi penjelasan itu tidak serta-merta menghapus tahun-tahun yang hilang di antara mereka.
Amnesia Geralt berakar pada rangkaian peristiwa ketika ia berusaha menyelamatkan Yennefer dari Wild Hunt. Sebelum peristiwa The Witcher dimulai, Geralt menyerahkan dirinya sebagai ganti Yennefer dan kemudian ikut terbawa bersama Wild Hunt. Ketika akhirnya kembali ke dekat Kaer Morhen, ia telah kehilangan ingatan tentang Yennefer, Ciri, dan sebagian besar masa lalunya. Sepanjang The Witcher 2, ingatan itu pulih sedikit demi sedikit sampai Geralt memahami bahwa Yennefer masih hidup di Nilfgaard dan kembali mencarinya.
Pertanyaan tentang keterlambatan Yennefer tidak mengunci pilihan hubungan apa pun. Nilainya terletak pada pengakuan bahwa reuni mereka belum menyembuhkan semuanya. Triss, amnesia, dan tahun-tahun keterpisahan tetap berada di antara keduanya. Namun untuk sementara mereka menunda persoalan itu karena keselamatan Ciri jauh lebih mendesak daripada luka dalam hubungan mereka sendiri.
Sebuah surat dari Fringilla Vigo menunjukkan bahwa Yennefer tidak hanya mengandalkan sihir. Fringilla memastikan tidak ada jejak Ciri di selatan Sungai Yaruga. Ia juga membatasi komunikasi magis karena khawatir ada pihak lain yang mendengarkan. Surat yang sama menyebut niat Emhyr terhadap Ciri telah menjadi lebih duniawi. Kalimat itu tidak menjelaskan rencana sang kaisar, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa sejarah di antara mereka jauh lebih rumit daripada permintaan seorang ayah yang sekadar ingin putrinya pulang.
Tiga Jejak Menuju Velen, Novigrad, dan Skellige
Karena sihir tidak lagi aman, Yennefer membagi pencarian ke tiga wilayah. Jejak pertama dan paling menjanjikan berada di Velen. Seorang agen kekaisaran bernama Hendrik bekerja di sana dengan menyamar sebagai pedagang. Geralt harus mendatangi Inn at the Crossroads dan menunggu Hendrik menghubunginya.
Jejak kedua mengarah ke Novigrad. Informasinya belum sekuat petunjuk dari Velen, tetapi Geralt mempunyai seseorang yang dapat membantu di kota tersebut: Triss Merigold. Penyebutan namanya membawa sejarah pribadi yang baru saja muncul dalam percakapan Geralt dan Yennefer, tetapi kebutuhan menemukan Ciri menempatkan persoalan itu di bawah kepentingan yang lebih besar.
Dari Skellige datang petunjuk yang berbeda. Sebuah ledakan magis merobohkan sekitar separuh hutan dan meninggalkan jejak kekuatan yang cukup besar untuk dicurigai berkaitan dengan Ciri. Yennefer memilih menyelidiki kepulauan tersebut sendiri. Geralt akan menemuinya di Kaer Trolde setelah masing-masing memperoleh informasi.
![]() |
| Jejak Hendrik membuat Velen menjadi tujuan pertama, bukan satu-satunya tujuan. |
Membagi pencarian menjadi beberapa wilayah masuk akal karena waktu mereka terbatas. Wild Hunt memburu jejak yang sama, sementara Velen, Novigrad, dan Skellige dipisahkan oleh perang, perbatasan, dan laut. Jika Geralt dan Yennefer bergerak bersama dari satu tempat ke tempat lain, setiap hari yang hilang memberi para penunggang itu kesempatan untuk semakin mendekati Ciri.
Velen didahulukan bukan karena Emhyr secara khusus memerintahkan Geralt pergi ke sana, melainkan karena Yennefer menilai jejaknya paling kuat. Hendrik adalah nama yang dapat dicari, pekerjaannya diketahui, dan tempat pertemuannya jelas. Novigrad masih menawarkan laporan yang belum pasti, sementara Skellige sudah menjadi tanggung jawab Yennefer.
Pencarian ini memiliki bentuk yang berbeda dari kontrak monster biasa. Geralt belum memiliki bangkai untuk diperiksa, bekas cakar untuk diukur, atau bau yang dapat diikuti. Jejak pertamanya adalah seorang mata-mata kekaisaran di wilayah yang bahkan belum mampu dikuasai Nilfgaard sepenuhnya. Sebelum Geralt pergi, Yennefer membuka portal dan meninggalkan ruangan untuk memulai tahap penyelidikannya sendiri menuju Skellige. Keluarga yang baru kembali berada di satu istana harus berpisah lagi demi menemukan anggota yang masih hilang.
Setelah portal menutup dan Yennefer meninggalkan ruangan, tempat itu masih menyimpan satu bekal untuk Geralt. Di bawah salah satu jendela terdapat peti berisi perlengkapan tambahan, termasuk perlengkapan Dol Blathanna of a Thousand Flowers, White Tiger of the West Armor, serta Swords of the Nine-Tailed Vixen yang disiapkan untuk perjalanan berikutnya. Peti tersebut terkait dengan konten MY REWARDS yang diperkenalkan bersama pembaruan 4.0, tetapi game tetap memberinya konteks di dalam dunia cerita.
Surat Yennefer di dalam peti menjelaskan bagaimana benda-benda tersebut sampai ke Vizima. Setelah meminta sumber daya tambahan kepada Emhyr untuk membantu pencarian Ciri, sang kaisar bersedia melepaskan beberapa benda dari koleksi pribadinya. Yennefer kemudian memastikan perlengkapan itu tersedia bagi Geralt. Dengan demikian, isinya bukan sekadar hadiah acak dari menu bonus. Di dalam dunia game, Yennefer sendiri yang mengusahakan agar Geralt memiliki bekal tambahan sebelum keduanya menempuh jalur pencarian yang berbeda.
Surat yang sama memberi sejarah singkat pada armor dari Dol Blathanna. Perlengkapan itu memadukan pengerjaan Nilfgaard dengan keterampilan bangsa elf. Francesca Findabair pernah menerima tawaran perlengkapan perang dari Emhyr untuk pasukannya, tetapi hanya sebagian bantuan yang mencapai tujuan. Baja buatan manusia yang tiba kemudian dikerjakan ulang oleh para elf agar sesuai dengan selera dan kebutuhan mereka. Detail kecil ini membuat isi peti terasa lebih dari sekadar tambahan statistik: bahkan armor yang ditinggalkan untuk Geralt membawa jejak hubungan politik antara Nilfgaard dan Dol Blathanna.
![]() |
| Yennefer meninggalkan lebih dari petunjuk: ia juga menyiapkan bekal untuk pencarian Ciri. |
Peta Perang di Balik Jalan Menuju Velen
Yennefer menyarankan Geralt berbicara dengan Henry var Attre sebelum meninggalkan istana. Duta besar Nilfgaard itu berdiri di dekat peta perang dan menjelaskan keadaan dunia melalui pergerakan pasukan, garis perbatasan, serta wilayah kekuasaan. Informasinya memberi gambaran tentang tempat yang akan didatangi Geralt, meskipun sudut pandangnya tetap milik seorang pejabat kekaisaran.
Pada akhir The Witcher 2, kerajaan-kerajaan Utara berada dalam keadaan rapuh. Para Kingslayer telah membantu menyingkirkan penguasa penting, pertemuan di Loc Muinne runtuh, dan Nilfgaard menyeberangi Yaruga untuk memulai invasi baru. Temeria jatuh setelah kematian Foltest. Kaedwen kehilangan kestabilannya. Radovid dari Redania kemudian muncul sebagai kekuatan utama yang masih mampu menahan gerak Emhyr.
Menurut laporan var Attre, pertempuran besar di rawa Velen menelan banyak korban tanpa memberikan kemenangan mutlak kepada salah satu pihak. Pasukan Radovid bertahan di utara Pontar, sedangkan Nilfgaard menunggu tambahan kekuatan dari selatan. Velen pun terjepit di antara kedua barisan itu tanpa pemerintahan yang benar-benar mampu melindungi penduduknya.
Di atas peta, keadaan tersebut tampak sebagai ruang di antara dua warna. Di jalan, ruang itu berarti ladang yang diinjak pasukan, persediaan yang dirampas, desa yang dibakar, dan keluarga yang kehilangan tempat tinggal. White Orchard telah memperlihatkan pendudukan yang masih berusaha membentuk keteraturan. Velen menunggu dalam keadaan yang jauh lebih dekat dengan kekosongan kekuasaan.
Nilfgaard belum mengendalikan seluruh rawa dan hutan Velen secara langsung. Di tengah kekosongan kekuasaan itu, Philip Strenger, mantan prajurit Temeria yang lebih dikenal sebagai Bloody Baron, tampil sebagai penguasa setempat. Nama itu belum memberi Geralt jawaban tentang Ciri. Ia hanya menunjukkan jenis pemerintahan yang tumbuh ketika kerajaan runtuh dan orang yang memiliki benteng serta pasukan menjadi hukum terdekat bagi penduduk.
Var Attre melihat perang dari jarak yang memungkinkan penderitaan manusia dipadatkan menjadi strategi. Geralt akan memasuki wilayah yang sama melalui jalan, desa, dan orang-orang yang hidup di bawah garis-garis pada peta tersebut. Perbedaan sudut pandang itu penting. Kekaisaran dapat menyebut Velen sebagai wilayah yang belum diamankan. Bagi penduduknya, Velen adalah rumah yang sudah dilalui terlalu banyak tentara.
Setelah selesai berbicara dengan var Attre, Geralt kembali menemui Mererid. Chamberlain itu akhirnya menyerahkan armor awal, pedang, dan perlengkapan yang sebelumnya diambil oleh para pelayan istana. Semua barang itu kembali ke tangan Geralt, meskipun pakaian resmi yang dikenakannya tidak otomatis tergantikan. Dengan perlengkapannya kembali, seluruh urusan utama Geralt dalam Imperial Audience praktis telah selesai.
Pada titik itu, The Nilfgaardian Connection sudah muncul sebagai tujuan berikutnya dan mengarahkan Geralt menuju Velen untuk mencari Hendrik. Namun tidak ada yang memaksanya segera melewati pintu Royal Palace. Sebelum pergi, masih ada satu pertemuan kecil yang dapat ia selesaikan di taman istana.
Satu Pertandingan Gwent Sebelum Velen
The Nilfgaardian Connection sudah menjadi tujuan Geralt ketika ia berjalan ke taman Royal Palace. Di sana, seorang bangsawan Nilfgaard tanpa nama bersedia menantangnya bermain Gwent. Geralt masih mengenakan pakaian resmi, meskipun armor, pedang, dan perlengkapannya sudah kembali ke tangannya. Sang bangsawan menggunakan dek Nilfgaardian Empire dan menjadi lawan yang jauh lebih serius daripada pemain pertama yang memperkenalkan Gwent kepada Geralt di White Orchard. Pertandingan ini tidak memengaruhi pencarian Ciri, tetapi menjadi salah satu aktivitas terakhir yang dapat diselesaikan sebelum ia meninggalkan Vizima.
![]() |
| Sebelum menuju Velen, Geralt masih dapat menantang seorang bangsawan Nilfgaard bermain Gwent. |
Kemenangan pertama memberikan hadiah yang lebih menarik daripada beberapa crown: kartu pemimpin Foltest: The Siegemaster untuk Northern Realms. Kemampuan kartu ini menggandakan kekuatan unit Siege selama barisan tersebut belum mendapat efek Commander's Horn. Kartu itu juga menjadi bagian dari koleksi yang dibutuhkan untuk Collect 'Em All. Namun lokasi tempat Geralt mendapatkannya membuat hadiah tersebut jauh lebih menarik daripada sekadar efeknya di atas papan.
Foltest adalah raja Temeria yang kematiannya membantu membuka jalan menuju kekacauan politik dan invasi Nilfgaard. Kini, di Royal Palace Vizima yang dahulu menjadi pusat pemerintahannya, Geralt memperoleh kartu bergambar Foltest dengan mengalahkan seorang bangsawan dari kekaisaran yang menduduki Temeria. Beberapa saat sebelumnya, var Attre menjelaskan perang melalui garis-garis di atas peta. Di meja Gwent, kerajaan yang sama dipadatkan menjadi kartu, barisan unit, dan permainan tentang siapa yang mampu mengendalikan medan dengan lebih baik.
Tidak ada konsekuensi cerita jika Geralt melewati pertandingan tersebut dan langsung berangkat. Namun dalam perjalanan ini, permainan itu menjadi penutup yang pas untuk kunjungan singkat ke Vizima. Setelah membungkuk di hadapan Emhyr, membicarakan nasib Ciri, menerima petunjuk dari Yennefer, dan mendengar perang dijelaskan oleh seorang diplomat, Geralt membawa satu ironi kecil menuju perjalanan berikutnya: bahkan setelah seorang raja mati dan kerajaannya jatuh, namanya masih dapat bertahan di tangan orang-orang yang menjadikannya permainan.
Setelah pertandingan selesai, tidak ada lagi urusan yang menahan Geralt di Royal Palace. The Nilfgaardian Connection telah menjadi tujuan berikutnya sejak perlengkapannya dikembalikan. Hendrik adalah nama pertama yang harus ia cari, sedangkan Inn at the Crossroads menjadi tempat pertama yang dapat memberinya arah di Velen. Geralt belum mengetahui keadaan mata-mata itu, belum melihat Hanged Man's Tree, dan belum bertemu orang-orang yang menguasai No Man's Land. Ia hanya mengetahui bahwa Ciri hidup, Wild Hunt mengejarnya, dan jejak paling kuat mengarah ke wilayah yang porak-poranda oleh perang.
![]() |
| Dengan perlengkapannya kembali, Geralt berdiri di pintu keluar Royal Palace sebelum meninggalkan Vizima menuju Velen. |
Geralt kini dapat meninggalkan Vizima. Di depannya terbentang perjalanan pertama menuju Velen dan jejak yang diharapkan membawanya lebih dekat kepada Hendrik. Untuk saat ini, pintu Royal Palace menjadi batas antara dua kehendak. Emhyr telah memberikan perintah seorang kaisar. Geralt meninggalkan istana untuk menjalankan pencarian seorang ayah.










