Sebelum Crow's Perch: Geralt dan Orang-Orang Asing di Jalan Velen

Ketika Geralt tiba di Heatherton, Hendrik sudah tidak bisa lagi membantunya. Agen Nilfgaard itu ditemukan tewas, tetapi penyelidikan di rumah dan ruang bawah tanahnya masih meninggalkan dua arah yang dapat ditelusuri. Catatan terakhir Hendrik menunjuk Bloody Baron di Crow's Perch dan seorang witch di sekitar Midcopse sebagai dua kemungkinan jalan menuju jejak Ciri.

Crow's Perch menjadi salah satu tujuan penting, tetapi Geralt tidak serta-merta menuju gerbang kastel Baron. Seusai meninggalkan Heatherton, ia lebih dulu kembali menyusuri jalan-jalan Velen. Di wilayah seperti ini, ruang di antara satu petunjuk dan petunjuk berikutnya jarang benar-benar kosong.

Tujuannya tetap Ciri. Namun sebelum perjalanan itu membawanya kepada orang-orang yang mungkin mengetahui keberadaan putri angkatnya, Velen kembali mempertemukan Geralt dengan mereka yang tidak mempunyai jawaban tentang Ciri. Mereka hanya hidup di tengah akibat perang yang sama.

Geralt menunggang Roach melewati permukiman Velen setelah meninggalkan Heatherton.
Setelah meninggalkan Heatherton, Geralt kembali ke jalan; Crow's Perch tetap menjadi salah satu arah pencariannya.

Pondok yang Tidak Lagi Melindungi Anak-Anak

Di wilayah barat laut Mulbrydale, sebuah pondok membuat Geralt berhenti. Tidak ada notice board yang mengarahkannya ke sana, juga tidak ada kontrak yang menjanjikan pembayaran. Seekor Wild Dog berkeliaran di depan bangunan itu dan menyerang Geralt ketika ia mendekat.

Geralt menghadapi seekor Wild Dog di depan pondok terpencil dekat Mulbrydale.
Seekor Wild Dog menjadikan pondok terpencil itu berbahaya untuk didekati.

Begitulah Man's Best Friend dimulai. Bagi seorang witcher, seekor anjing liar bukan ancaman berarti. Geralt menyingkirkannya, lalu memastikan area di depan rumah cukup aman untuk diperiksa.

Witcher Senses segera menunjukkan bahwa persoalannya tidak berhenti pada hewan yang baru saja menyerang. Di dekat pondok tergeletak bangkai anjing lain. Pemeriksaan Geralt memberi tanda bahwa kelaparan di tempat itu sudah jauh melampaui sekadar persediaan makanan yang mulai menipis.

Geralt berjongkok memeriksa bangkai anjing di depan pondok.
Pemeriksaan bangkai anjing itu menunjukkan bahwa kelaparan di sekitar pondok sudah mencapai keadaan yang mengkhawatirkan.

Setelah itu, penghuni pondok akhirnya memperlihatkan diri. Bukan bandit, deserter, atau monster yang bersembunyi di dalamnya, melainkan sekelompok anak-anak.

Alih-alih menjelaskan keadaan mereka sejak awal, Man's Best Friend membiarkan Geralt membacanya melalui lingkungan: rumah yang rusak, anjing liar di depan pintu, bangkai lain di tanah, lalu anak-anak yang tinggal tanpa perlindungan orang dewasa. Ancaman yang dapat diselesaikan dengan pedang sudah lewat. Persoalan di dalam pondok ternyata tidak sesederhana itu.

Kelaparan yang Tidak Bisa Dilawan dengan Pedang

Geralt mengajukan pertanyaan paling mendasar: kapan mereka terakhir makan.

Jawaban anak itu membuat kelaparan mereka terasa jauh lebih konkret. Sudah sekitar seminggu sejak makanan terakhir mereka, dan bahkan saat itu yang tersedia hanya setengah tupai hangus serta segenggam buah beri.

Seorang anak memberi tahu Geralt bahwa mereka terakhir makan seminggu sebelumnya.
Jawaban itu memberi ukuran konkret pada kelaparan: seminggu dengan nyaris tanpa makanan.

Kisah keluarga mereka tidak kalah suram. Anak itu menjelaskan bahwa Black Ones, sebutan yang banyak dipakai orang Utara untuk pasukan Nilfgaard, membunuh sebagian orang tua mereka. Anak-anak lain masih memiliki keluarga, tetapi diusir karena rumah mereka sudah menanggung terlalu banyak mulut untuk diberi makan.

Anak-anak itu tidak datang dari satu kisah yang sama. Sebagian kehilangan keluarga langsung karena perang. Yang lain masih memiliki keluarga, tetapi kemiskinan dan kekurangan makanan membuat rumah mereka tidak lagi sanggup menanggung satu mulut tambahan.

Apa yang mereka ceritakan bukan pemandangan yang asing bagi Velen. Bahkan sebelum perang terbaru menghancurkannya, wilayah ini sudah termasuk salah satu provinsi termiskin Temeria. Kehidupan penduduk banyak bergantung pada pertanian, peternakan, dan kerajinan, sementara sumber daya alamnya terbatas. Ketika perang kemudian merusak permukiman, mengacaukan perjalanan, dan mendorong penduduk meninggalkan rumah, keluarga yang sejak awal hidup dengan sedikit cadangan menjadi pihak yang paling cepat terdorong ke batas.

Geralt tidak memiliki kontrak untuk menyelesaikan semua itu. Tidak ada monster yang bisa dibunuh untuk mengembalikan orang tua mereka, mengisi lumbung, atau menghentikan perang. Ia hanya bisa memutuskan bagaimana menanggapi kebutuhan yang berada tepat di hadapannya.

Di titik ini, Geralt memiliki beberapa pilihan. Ia dapat memberikan makanan, menyerahkan sejumlah uang agar anak-anak memenuhi kebutuhan mereka sendiri, atau pergi tanpa membantu. Dalam perjalanan ini, Geralt memilih bantuan yang paling langsung: memberi mereka makanan.

Menu dialog menampilkan pilihan Geralt untuk memberikan makanan kepada anak-anak.
Geralt memilih bantuan paling langsung: memberi makanan kepada anak-anak.

Memberi uang juga berarti menolong mereka, hanya dengan cara berbeda. Jika Geralt memilih pergi, anak-anak tetap menghadapi keadaan itu tanpa pertolongannya. Sesudahnya, tidak ada kepastian panjang tentang nasib mereka. Membantu tidak berarti Geralt menjamin masa depan anak-anak tersebut, sementara meninggalkan mereka pun tidak membuka penutup dramatis yang menjelaskan akhir hidup masing-masing.

Batas itulah yang membuat pilihan tersebut terasa sesuai dengan dunia The Witcher 3. Geralt dapat mengubah satu keadaan tanpa menguasai seluruh akibatnya. Makanan yang ia berikan berguna pada saat itu. Pertolongannya terbatas, tetapi nilainya tidak hilang hanya karena penyebab kelaparan mereka tetap ada.

Dari Rumah yang Runtuh ke Jalan yang Tidak Aman

Geralt kemudian meninggalkan pondok dan kembali ke perjalanan melintasi Velen. Crow's Perch masih menunggu, begitu pula arah lain yang ditinggalkan Hendrik. Pertemuan dengan anak-anak hanya menambah satu gambaran lagi tentang wilayah yang sedang ia lewati.

Pondok itu tidak lagi mampu menjalankan fungsi paling sederhana sebuah rumah: melindungi anak-anak yang tinggal di dalamnya. Perang telah merenggut sebagian keluarga mereka, sementara kekurangan memaksa keluarga lain menentukan siapa yang masih sanggup diberi makan.

Geralt kembali ke jalan. Tidak lama kemudian, bentuk perlindungan lain terbukti sama rapuhnya.

Ketika Pengawal Berbalik Menjadi Perampok

Tak lama setelah itu, sebuah teriakan minta tolong kembali memotong perjalanan Geralt. Kali ini bukan anak-anak yang bersembunyi di sebuah pondok, melainkan sebuah caravan yang sedang diserang.

Geralt mendekati lokasi saat seseorang berteriak meminta bantuan di jalan Velen.
Teriakan minta tolong memotong perjalanan Geralt dan membuka pertemuan kedua di jalan Velen.

Geralt turun tangan melawan para penyerang. Dalam perjalanan ini, kedua pedagang yang menjadi sasaran, Anselm dan Griswold, berhasil selamat.

Sesudah pertarungan, serangan itu ternyata bukan perampokan acak di jalan. Orang-orang yang menyerang caravan bukan kelompok asing yang kebetulan menemukan mangsa. Anselm dan Griswold sendiri sebelumnya mempekerjakan mereka sebagai penjaga.

Dari keterangan para pedagang, para penyerang itu adalah mantan tentara Temeria.

Seorang pedagang menjelaskan bahwa para penyerang adalah mantan tentara Temeria.
Keterangan tentang mantan tentara Temeria menempatkan serangan caravan ini dalam konteks sisa perang.

Temeria yang pernah mereka bela sudah tidak lagi berdiri dalam bentuk yang sama. Geralt menyaksikan awal keruntuhan politik itu secara langsung dalam The Witcher 2, ketika pembunuhan Raja Foltest meninggalkan kerajaan tanpa rajanya. Saat Nilfgaard kembali menyerang Utara, sisa tentara Temeria sempat dihimpun untuk melawan. Kekalahan mereka kemudian ikut membentuk keadaan yang kini Geralt lihat di Velen: pemerintahan yang tercerai, pasukan yang terpecah, serta wilayah yang dipenuhi tentara, tentara bayaran, perampok, dan bandit.

Kenyataan itu tidak berarti setiap mantan tentara Temeria berakhir sebagai penjahat. Game juga tidak menjelaskan apa yang secara khusus membawa para penjaga ini dari dinas militer sampai menyerang orang yang membayar mereka. Yang terlihat hanyalah hasil akhirnya. Mereka masih memiliki senjata dan pengalaman bertempur, tetapi tidak lagi berada di bawah kesatuan yang memberi kemampuan tersebut tujuan yang sama.

Keterangan itu membuat Caravan Attack beresonansi dengan Man's Best Friend. Di pondok, perang merusak kemampuan keluarga untuk melindungi anak-anak. Di jalan, orang-orang yang pernah hidup dari senjata justru menggunakan kemampuan itu terhadap pihak yang menyewa mereka untuk mendapat perlindungan.

Geralt sebenarnya dapat membiarkan pertarungan itu berlangsung tanpa campur tangan. Jika kedua pedagang tewas, perjalanan mereka berakhir di jalan tersebut dan kemunculan Anselm sebagai merchant di Crow's Perch tidak akan tersedia kemudian. Dalam perjalanan ini, Geralt memilih membantu, dan keduanya tetap hidup.

Berdagang di Bawah Bayang-Bayang Baron

Setelah keadaan tenang, alasan Anselm dan Griswold memasuki Velen menjadi lebih jelas. Mereka datang karena melihat peluang perdagangan.

Salah satu alasannya sederhana: tidak banyak kompetisi.

Jawaban singkat itu membuka sisi lain perang yang mudah luput ketika perhatian hanya tertuju pada tentara dan mayat. Velen berbahaya bagi pedagang. Jalan tidak aman, bandit berkeliaran, monster hidup dekat permukiman, bahkan pengawal dapat berubah menjadi ancaman. Bahaya yang membuat perjalanan dagang lebih berisiko sekaligus membuat lebih sedikit orang bersedia mengambil risiko yang sama.

Bagi pedagang yang masih berani datang, berkurangnya pesaing justru menciptakan peluang.

Perang tidak sepenuhnya menghentikan perdagangan. Ia mengubah siapa yang berani masuk, apa yang harus mereka pertaruhkan, dan kepada siapa barang bisa dijual dengan aman. Penduduk tetap membutuhkan makanan, pakaian, perkakas, bahan kerajinan, dan berbagai kebutuhan lain. Orang-orang bersenjata pun membutuhkan suplai. Selama kebutuhan itu ada, akan selalu ada orang yang menghitung bahwa keuntungan mungkin sepadan dengan risiko dirampok di jalan.

Arah perdagangan Anselm dan Griswold membuat hubungan itu semakin jelas. Ketika Geralt menanyakan siapa yang hendak mereka temui, jawabannya mengarah pada sosok yang namanya sudah muncul dalam pencarian Ciri: Baron.

Seorang pedagang menyebut Baron saat menjelaskan tujuan perdagangan mereka di Velen.
Nama Baron muncul lagi, kali ini melalui pedagang yang menjadikannya tujuan perjalanan.

Geralt belum pernah berhadapan langsung dengan Phillip Strenger. Namun pengaruhnya sudah terlihat sebelum pertemuan itu terjadi. Di Inn at the Crossroads, namanya hadir melalui anak buah yang membuat warga berhati-hati. Dalam catatan Hendrik, Baron menjadi salah satu arah menuju jejak Ciri. Kini dua pedagang bahkan bersedia mengambil risiko memasuki Velen untuk berdagang dengan Baron di Crow's Perch.

Sedikit demi sedikit, Baron mulai terlihat sebagai lebih dari sekadar nama seorang panglima lokal. Ia memiliki anak buah dan berkedudukan di Crow's Perch; kenyataan bahwa pedagang sengaja menuju ke sana menunjukkan bahwa kekuasaannya juga memiliki bobot ekonomi di tengah No Man's Land. Geralt belum tahu orang seperti apa Phillip Strenger sebenarnya, tetapi ia sudah melihat bagaimana kekuasaan Baron memengaruhi keputusan orang lain.

Keputusan menyelamatkan Anselm dan Griswold juga membawa konsekuensi yang baru dapat terlihat kemudian. Karena keduanya selamat, perjalanan menuju Crow's Perch dapat berlanjut, dan Anselm kelak bisa muncul di sana sebagai merchant. Geralt tentu belum mengetahui akibat itu ketika menghunus pedang untuk membantu mereka. Saat Caravan Attack selesai, yang ia tahu hanya bahwa kedua pedagang masih hidup dan dapat meneruskan perjalanan.

Pertolongan yang Tidak Mengubah Velen

Tak satu pun dari dua pertemuan ini memberi Geralt petunjuk baru tentang Ciri. Percakapan dengan anak-anak berpusat pada kelaparan dan keadaan keluarga mereka, sementara Anselm dan Griswold hanya menjelaskan serangan yang baru terjadi serta urusan dagang mereka.

Jika perjalanan hanya diukur dari seberapa cepat Geralt mendekati Ciri, kedua kejadian itu mudah dianggap sekadar gangguan di jalan.

Namun Velen tidak hanya dihuni orang-orang yang kebetulan memiliki informasi penting bagi Geralt. Wilayah ini juga hidup melalui mereka yang kelaparan di rumah rusak, pedagang yang tetap mengambil risiko karena sedikitnya pesaing, serta mantan tentara yang kini menggunakan senjata untuk kepentingan sendiri.

Geralt tidak mengubah Velen lewat dua pertemuan tersebut. Memberi makanan kepada beberapa anak tidak mengembalikan keluarga mereka atau mengisi lumbung desa. Menyelamatkan dua pedagang juga tidak membuat jalan menjadi aman, apalagi mengembalikan mantan tentara Temeria ke barisan yang sudah lama tercerai.

Meski demikian, bantuan yang terbatas tetap menghasilkan sesuatu yang nyata. Anak-anak mendapat makanan ketika mereka membutuhkannya. Anselm dan Griswold tidak mati di samping gerobak mereka dan masih memiliki kesempatan mencapai tujuan.

Geralt tidak harus menyelamatkan seluruh provinsi agar dua pertolongan kecil itu tetap berarti.

Saat ia kembali ke jalan, tujuan perjalanannya juga tidak berubah. Ciri tetap berada di pusat pencarian. Catatan Hendrik masih meninggalkan nama Bloody Baron dan witch di Midcopse sebagai dua arah yang perlu ditelusuri. Kini Geralt hanya membawa pemahaman yang sedikit lebih utuh tentang negeri yang memisahkannya dari jawaban tersebut.

Sebelum Geralt akhirnya benar-benar mendatangi Crow's Perch, perjalanannya membawanya lebih jauh melalui sisi timur Velen. Jalan berikutnya mengarah ke Benek, sementara orang-orang yang baru saja ia bantu melanjutkan urusan masing-masing di belakangnya.

Posting Komentar

Lebih lama Lebih baru