Petunjuk yang diperoleh Geralt di Inn at the Crossroads akhirnya memberinya satu arah yang lebih jelas di Velen, yakni Heatherton. Di desa itulah Hendrik seharusnya dapat ditemukan, seorang agen yang diharapkan bisa memberi jawaban berikutnya tentang Ciri. Sampai titik ini, pencarian Geralt di Velen masih mengikuti logika yang sederhana dengan mengumpulkan nama, menelusuri jejak, lalu mendatangi orang yang diyakini tahu lebih banyak.
Namun perjalanan menuju Hendrik segera mematahkan kesederhanaan itu. Ketika Geralt mencapai Heatherton, semakin jelas bahwa pertemuan yang ia harapkan tidak akan berlangsung seperti rencana. Sebelum satu jawaban pun diperoleh, desa itu sudah memberi tanda bahwa sesuatu telah lebih dulu terjadi di sana. Geralt harus memahami apa yang tertinggal sebelum pencariannya terhadap Ciri dapat bergerak lebih jauh.
Jalan yang Berakhir di Heatherton
Perjalanan dari Crossroads menuju Heatherton seharusnya menjadi langkah lanjutan yang tenang. Geralt sudah mengantongi nama Hendrik dan desa tujuannya. Secara teori, ia hanya perlu mendatangi orang yang tepat dan mengajukan pertanyaan yang tepat. Velen memang keras, tetapi hingga saat itu belum ada tanda yang menjelaskan apa yang sebenarnya menunggunya di Heatherton.
Ketika Heatherton akhirnya tampak di depan, tidak ada barisan tentara, bentrokan besar yang masih berlangsung, atau hiruk-pikuk kamp yang dapat segera menjelaskan keadaan desa. Justru ketiadaan itu yang terasa janggal. Setelah perjalanan dari Hanged Man's Tree menuju Crossroads memperlihatkan wajah Velen melalui pendudukan, penggantungan, dan kekuasaan lokal, Heatherton hadir sebagai ruang yang lebih kecil, lebih sunyi, dan seolah terpisah dari lalu lintas perang.
![]() |
| Heatherton masih sekadar tujuan berikutnya. Geralt belum tahu apa yang menunggunya di dalam desa. |
Sunyi itu bukan ketenangan. Ia hanya menyisakan kesan bahwa sesuatu telah terjadi sebelum Geralt tiba, sesuatu yang belum ia pahami.
Udara Dingin di Desa yang Terasa Salah
Sebelum mengetahui apa pun tentang nasib Hendrik, Geralt lebih dulu menangkap sesuatu yang janggal dari Heatherton sendiri. Udara terasa aneh, seperti hawa dari ruang bawah tanah yang dalam pada hari panas. Kabut rendah menggantung di antara rumah-rumah, sementara seluruh desa terasa tidak selaras dengan Velen di sekitarnya. Keanehan ini bukan sekadar atmosfer. Heatherton lebih dulu menunjukkan gejalanya sebelum Geralt memahami sumbernya.
Geralt belum tahu apa yang telah lebih dulu datang ke desa itu. Ia hanya tahu ada sesuatu yang salah, terutama jejak dingin yang tidak sesuai dengan suasana Velen di sekitarnya. Rumah-rumah masih berdiri, tetapi tidak lagi terasa hidup. Kabut dan embun beku rendah membuat Heatherton seperti baru saja disentuh oleh sesuatu yang tidak berasal dari perang biasa.
![]() |
| Keanehan datang lebih dulu daripada jawabannya. Geralt merasakan perubahan udara sebelum mengetahui penyebabnya. |
Makna kondisi itu baru terbuka setelah Geralt mendengar kesaksian satu-satunya orang yang selamat dan mengumpulkan petunjuk berikutnya. Saat pertama kali memasuki Heatherton, ia belum punya nama untuk kengerian tersebut. Geralt hanya tahu bahwa desa itu telah berubah bahkan sebelum ia sempat mengajukan satu pertanyaan pun.
Satu Survivor di Tengah Heatherton
Kesan ganjil itu segera berubah menjadi ancaman yang lebih konkret ketika Geralt menemukan rabid dogs berkeliaran di desa. Hewan-hewan agresif itu bukan sekadar gangguan kecil di perjalanan. Kehadiran mereka menandai runtuhnya tatanan Heatherton. Desa yang semestinya dihuni orang kini menyisakan kekacauan, ketakutan, dan ruang kosong yang mulai diambil alih hewan liar.
![]() |
| Rabid dogs menandai runtuhnya keseharian desa. Di tengah kekacauan itu, Geralt menemukan satu orang yang masih hidup. |
Di dekat mereka, Geralt menemukan satu orang yang masih bertahan hidup. Pria itu berdiri dengan obor, panik, dan jelas belum pulih dari apa yang baru saja menimpa desanya. Setelah Geralt menolongnya, ia tidak berbicara seperti saksi yang tenang. Kata-katanya datang dari seseorang yang telah melihat terlalu banyak dan belum sanggup melepaskan apa yang dilihatnya dari ingatan.
Dari survivor inilah Geralt menerima kabar yang mematahkan harapan awalnya. Hendrik tidak lagi sekadar orang yang sedang dicari. Ia telah ditangkap di pondoknya, mengalami penderitaan yang luar biasa, lalu dibunuh. Kabar itu mengubah arah pencarian Geralt. Sejak saat itu, ia tidak lagi menuju pertemuan dengan seorang informan, melainkan ke tempat yang hanya menyisakan bukti-bukti terakhir.
![]() |
| Dari titik ini, pencarian seorang informan berubah menjadi upaya memahami apa yang terjadi pada Hendrik. |
Wild Hunt Datang Lebih Dulu
Kesaksian survivor perlahan membentuk gambaran yang lebih utuh. Heatherton diserang Wild Hunt tidak lama sebelum Geralt tiba. Mereka datang sebagai penunggang yang membawa teror, membunuh warga, membakar desa, dan memburu Hendrik untuk mendapatkan informasi yang ia miliki tentang Ciri. Pencarian Ciri di Velen yang sebelumnya tampak seperti investigasi lapangan kini kembali bersinggungan langsung dengan kekuatan yang selama ini membayangi perjalanan Geralt.
![]() |
| Kesaksian itu memberi nama pada dingin dan kehancuran yang lebih dulu Geralt rasakan. Wild Hunt telah datang. |
Bagi banyak penduduk Velen, Wild Hunt adalah teror dari legenda, penampakan penunggang maut yang datang bersama dingin tidak wajar dan pertanda buruk. Bagi Geralt, mereka bukan cerita rakyat yang baru pertama kali ia dengar. Pengalaman sebelumnya, terutama yang berkaitan dengan ingatannya yang pulih dan jejak Yennefer dalam The Witcher 2, membuat Wild Hunt menjadi musuh lama, bukan mitos yang jauh. Karena itu, Heatherton memiliki arti lebih besar daripada sekadar desa yang hancur. Tempat ini menegaskan kembali bahwa pencarian Ciri berlangsung di bawah ancaman musuh yang nyata, cerdas, dan bergerak cepat.
Yang menentukan dari serangan itu bukan hanya skala kerusakannya, melainkan waktunya. Wild Hunt datang lebih dulu. Geralt mengikuti petunjuk yang benar, tetapi lawannya mencapai sumber informasi itu terlebih dahulu. Masalahnya bukan petunjuk yang salah. Geralt hanya tertinggal beberapa langkah.
Hendrik yang Ditemukan Terlambat
Setelah mendengar kesaksian itu, Geralt tetap harus pergi ke pondok Hendrik. Di sanalah akhir pahit dari rangkaian petunjuk sejak Vizima hingga Crossroads menjadi nyata. Hendrik ditemukan tewas di dalam rumahnya. Tidak ada percakapan yang bisa terjadi, tidak ada kesempatan menggali keterangan, dan tidak ada klarifikasi langsung dari orang yang selama ini dicari sebagai sumber jawaban.
Pondok itu tidak membutuhkan banyak penjelasan. Jasad Hendrik sudah cukup menunjukkan apa yang terjadi padanya. Geralt memeriksa tubuhnya dan menyadari bahwa jasad itu sangat dingin, sementara petunjuk yang ia cari tidak berada di tempat yang mudah terlihat. Temuan tersebut kembali menyambung pada anomali dingin yang lebih dulu terasa di seluruh desa. Heatherton bukan sekadar lokasi pembunuhan. Jejak kehadiran Wild Hunt masih tertinggal pada ruang, benda, dan mayat yang mereka tinggalkan.
![]() |
| Petunjuk yang dibawa Geralt dari Crossroads berakhir pada jasad. Jawaban berikutnya harus dicari dari bukti. |
Dari titik itu, metode Geralt harus berubah. Karena Hendrik tak bisa lagi bicara, ia beralih dari mencari orang menjadi membaca bukti. Kunci yang tersembunyi di sepatu bot Hendrik menjadi petunjuk kecil yang menentukan langkah berikutnya. Bahkan setelah mati, sang agen masih meninggalkan arah. Ia tidak selamat, tetapi pekerjaannya belum ikut lenyap.
Rahasia di Bawah Lantai Rumah Seorang Merchant
Kunci itu tidak menyelesaikan misteri secara langsung. Sebaliknya, Geralt harus membaca rumah Hendrik dengan lebih teliti. Dengan Witcher Senses, ia menangkap aliran udara dari bawah lantai, lalu menemukan trapdoor yang tersembunyi. Petunjuk kecil itu mengungkap sesuatu yang lebih besar. Rumah tersebut sejak awal memang menyimpan sisi lain dari kehidupan pemiliknya.
![]() |
| Kunci di sepatu bot dan aliran udara di bawah lantai membuka sisi lain kehidupan Hendrik. |
Di permukaan, Hendrik hidup sebagai merchant. Pondok dan barang-barang sehari-harinya membentuk kehidupan yang cukup biasa untuk menyamarkan pekerjaan sebenarnya. Keberadaan cellar tersembunyi di bawah lantai sudah cukup menunjukkan bahwa rumah tersebut memiliki fungsi lain yang tidak terlihat dari permukaan. Namun pada titik ini Geralt belum mengetahui apa lagi yang disimpan Hendrik di bawah rumahnya.
Hendrik, Mata Kekaisaran di Velen
Hendrik sendiri kemungkinan besar bukan nama sebenarnya. Catatan karakter dalam The Witcher 3 memperlakukannya sebagai identitas yang digunakan seorang agen Kekaisaran, sekaligus satu-satunya nama yang dikenal Geralt untuk orang yang menjadi mata dan telinga Nilfgaard di Velen. Kehidupan sebagai merchant memberi penyamaran yang masuk akal bagi seorang agen lapangan: pekerjaan itu memungkinkan Hendrik tinggal di tengah penduduk, mendengar kabar, mengikuti pergerakan orang, dan mengumpulkan informasi tanpa tampil sebagai bagian terbuka dari aparat Kekaisaran.
Hendrik juga tidak bekerja dalam ruang hampa. Pada masa Emhyr var Emreis, intelijen militer Nilfgaard berada di bawah kepemimpinan Vattier de Rideaux, Viscount of Eiddon. Journal game yang membahas Hendrik menyebut Vattier sebagai kepala korps mata-mata Kekaisaran, sehingga Hendrik dapat ditempatkan dengan aman sebagai bagian dari jaringan intelijen Nilfgaard yang lebih besar. Namun tidak ada sumber canon yang menunjukkan bahwa ia melapor secara pribadi kepada Vattier atau menerima perintah langsung darinya. Untuk perjalanan Geralt di Heatherton, hal yang paling penting tetap lebih sederhana: di balik kehidupan seorang merchant, Hendrik adalah agen yang bertugas mengumpulkan informasi di Velen.
Nama Tamara di Dinding Cellar
Sebelum Geralt menemukan inti laporan Hendrik, cellar itu lebih dulu menyajikan satu potongan bukti yang sekilas tampak sampingan, tetapi penting. Di dinding tergantung poster tentang Tamara Strenger, putri Bloody Baron. Poster tersebut menyatakan bahwa Tamara hilang dan diduga diculik, disertai imbalan bagi siapa pun yang dapat menemukannya atau membawanya pulang.
![]() |
| Poster itu belum menjelaskan nasib Tamara, tetapi menautkan keluarga Baron dengan misteri yang belum dipahami Geralt. |
Poster itu menarik bukan karena memberi jawaban, melainkan karena membuka pertanyaan baru. Sampai titik ini, Geralt sudah mengenal nama Bloody Baron sebagai penguasa lokal yang pengaruhnya terasa di wilayah tersebut, tetapi belum pernah bertemu langsung dengannya. Kehadiran poster Tamara di cellar membuat nama keluarga Baron muncul lagi sebelum Geralt menjejak Crow's Perch.
Geralt belum punya alasan untuk membaca poster itu lebih jauh dari apa yang tertulis. Bukti tersebut tidak menjelaskan nasib Tamara selain fakta bahwa ia hilang dan versi publik yang beredar menduga adanya penculikan. Bagi Geralt saat itu, nama Tamara baru menunjukkan bahwa Bloody Baron memiliki persoalan keluarga yang belum ia pahami, tanpa memberinya alasan untuk menyimpulkan apa hubungan persoalan itu dengan pencarian Ciri.
Catatan Hendrik dan Dua Jejak Baru untuk Ciri
Bagian paling menentukan dari investigasi ini baru terbuka setelah Geralt menemukan mekanisme candlestick dan kompartemen rahasia yang menyimpan catatan Hendrik. Bahkan sebelum membaca entri-entri utamanya, ia sudah dapat melihat bahwa bentuk dokumen itu sendiri adalah penyamaran. Pembayaran gandum, invoice arang, dan catatan dagang menutupi pekerjaan intelijen yang sebenarnya. Ledger dagang tersebut hanyalah kedok.
Lewat catatan itu, Hendrik akhirnya "berbicara" meskipun ia sudah mati. Entri Missing and Wanted menegaskan bahwa subjek yang diburu memang Ciri, dengan ciri fisik yang cukup spesifik untuk dikenali jaringan agen Nilfgaard. Catatan tersebut juga menyebut bahwa subjek dicari di Skellige dan Novigrad. Informasi ini tidak langsung membawa Geralt ke dua wilayah itu, tetapi memperlihatkan luasnya pencarian yang sedang berlangsung. Pencarian terhadap Ciri jelas tidak dibatasi pada Velen, dan jaringan Nilfgaard mencarinya di lebih dari satu wilayah.
Entri berikutnya, Drunken Swine, memberi jawaban paling konkret untuk langkah Geralt saat ini. Dari catatan itu ia mengetahui bahwa Bloody Baron pernah menerima Ciri di stronghold-nya. Crow's Perch pun berubah dari sekadar pusat kekuasaan lokal menjadi tujuan langsung dalam pencarian Ciri. Nama entri tersebut penting dibaca sebagai suara Hendrik. Sebutan itu adalah label sang agen terhadap Baron, bukan fakta netral tentang dirinya.
Clashed with a Witch membuka jalur kedua. Ciri disebut mendarat di rawa dan berurusan dengan seorang witch, tunggal, bukan kelompok. Penyebab konflik itu belum diketahui Geralt, tetapi Midcopse muncul sebagai arah investigasi berikutnya. Dengan satu catatan, Heatherton yang semula tampak seperti jalan buntu berubah menjadi persimpangan baru. Ciri meninggalkan dua jejak penting di Velen, dan Hendrik, meski tidak selamat, berhasil menyimpannya cukup baik untuk ditemukan kembali.
Entri Caution Advised memberi konteks terakhir yang mengikat seluruh temuan tersebut. Hendrik menulis bahwa ia merasa diawasi tanpa tahu oleh siapa, anjingnya menghilang, air dalam ember membeku, dan cahaya aneh terlihat di langit. Penduduk menganggap semua itu sebagai pertanda buruk, sementara Hendrik sendiri belum memahami maknanya. Geralt membaca catatan itu setelah melihat kondisi Heatherton dan mendengar kesaksian survivor, sehingga tanda-tanda tersebut kini memperoleh arti baru. Hendrik menuliskannya sebelum bencana. Geralt membacanya setelah semuanya terjadi.
![]() |
| Hendrik sudah dibungkam, tetapi catatannya masih menyisakan dua arah pencarian Ciri. |
Terlambat untuk Hendrik, Belum Terlambat untuk Ciri
Dari seluruh penemuan di Heatherton, satu kalimat Geralt merangkum inti pengalaman itu dengan tepat. Ia terlambat. Terlambat untuk menyelamatkan Hendrik, terlambat untuk mencegah Wild Hunt menyiksa seorang agen yang ditugaskan mengumpulkan informasi tentang Ciri, dan terlambat untuk tiba sebelum sebuah desa dihantam teror yang nyaris tidak menyisakan kehidupan.
Namun The Nilfgaardian Connection tidak berakhir sebagai kegagalan total. Wild Hunt berhasil membunuh Hendrik, tetapi mereka gagal mendapatkan apa yang ia sembunyikan. Geralt tidak memperoleh jawaban langsung dari seorang saksi hidup, tetapi berhasil menyelamatkan intel yang tak sempat direbut musuhnya. Hendrik tidak selamat, namun pekerjaannya tidak ikut hilang. Informasi yang ia kumpulkan tetap bertahan dan akhirnya sampai ke tangan orang yang membutuhkannya.
Setelah catatan Hendrik dibaca, dua jalan terbuka sekaligus, Hunting a Witch dan Bloody Baron. Keduanya lahir dari sumber yang sama dan sama-sama berkaitan dengan Ciri. Dalam perjalanan ini, Geralt memilih menjadikan jalur Bloody Baron sebagai arah pertama tanpa mengabaikan petunjuk tentang witch di Midcopse. Heatherton pun berubah dari jalan buntu menjadi titik yang menghidupkan kembali pencarian Geralt di Velen.
![]() |
| Kedua jalur pencarian tetap terbuka. Dalam perjalanan ini Geralt memilih Crow's Perch terlebih dahulu. |
Setelah Crossroads menunjukkan wajah perang manusia di wilayah ini, Heatherton memperlihatkan ancaman lain yang melampaui perang tersebut. Wild Hunt, dingin yang tak wajar, dan kenyataan bahwa musuhnya telah mencapai sumber informasi lebih dulu mengubah bentuk pencarian Geralt. Namun keterlambatan itu tidak memutus jejak Ciri. Dari pondok Hendrik yang hancur, Geralt kini mengetahui ke mana salah satu petunjuk terkuatnya mengarah: Bloody Baron dan Crow's Perch.
Geralt memilih mengikuti jalur itu terlebih dahulu, tetapi Velen tidak terbentang sebagai jalan lurus dari satu jawaban menuju jawaban berikutnya. Setelah meninggalkan Heatherton, ia kembali menyusuri wilayah yang masih dipenuhi orang-orang yang hidup di antara sisa perang. Sebelum Crow's Perch benar-benar menjadi pusat perjalanannya, jalan-jalan Velen masih mempertemukan Geralt dengan orang-orang asing dan persoalan mereka sendiri.









