Sejauh ini, Velen selalu berbicara kepada Geralt lewat sesuatu yang tertinggal di tanah. Mayat, darah, jejak kaki, surat, dan reruntuhan memberi bentuk pada kebenaran yang dapat ia periksa sendiri. Bahkan orang-orang asing yang ditemuinya di jalan timur Velen mengungkap keadaan negeri itu melalui kelaparan, senjata, dan akibat perang yang terlihat langsung.
Setelah menyelesaikan urusannya dengan para penyerang kafilah di sekitar Marauders' Bridge, Geralt melanjutkan perjalanan ke Benek. Crow's Perch tetap menjadi tujuan penting dalam pencarian Ciri, tetapi rute yang ia tempuh belum membawanya ke benteng Bloody Baron. Di hadapannya justru muncul sebuah desa kecil di kawasan The Descent, ditandai rumah-rumah kayu dan kincir angin yang menjulang di tengah perbukitan.
Di Benek, cara Velen menyampaikan informasi berubah. Seorang peramal tua tidak menawarkan saksi, dokumen, atau jejak yang bisa diikuti. Ia berbicara melalui lambang dan penglihatan. Pertemuan dalam The Truth Is in the Stars menjadi penting karena Geralt harus menimbang bagaimana seorang asing dapat mengetahui sesuatu yang benar tentang masa lalunya sebelum memutuskan apakah kata-kata tentang masa depan pantas dibawa lebih jauh.
![]() |
| Kincir angin Benek menandai perhentian baru di jalur timur Velen. |
Benek dan Peramal yang Sudah Menunggu
Geralt menemukan Old Sage di tepi barat Benek, dekat sebuah pondok yang menghadap lereng. Tak ada nama pribadi yang disebut untuk lelaki tua itu. Ia dikenal lewat peran dan usianya: seorang peramal desa di tengah komunitas kecil, bukan penyihir istana dengan gelar atau lembaga yang memberi bobot pada ucapannya.
Sambutannya segera membuat pertemuan itu terasa ganjil. Ia memanggil Geralt sebagai White Wolf dan berkata bahwa dirinya sudah menunggu. Ucapan itu seolah menunjukkan bahwa ia mengetahui kedatangan sang witcher sebelum melihatnya, tetapi nama White Wolf juga telah lama hidup dalam cerita, kabar, dan balada. Sejak awal, ada lebih dari satu penjelasan yang masuk akal.
![]() |
| Old Sage menyebutnya White Wolf dan berbicara seolah telah menunggu kedatangannya. |
Old Sage bersedia membaca nasib Geralt, tetapi ia meminta makanan lebih dahulu. Geralt memberinya sesuatu untuk dimakan tanpa menjadikan jenis makanannya sebagai hal penting. Permintaan sederhana itu membuat sang peramal tetap membumi. Ia boleh berbicara tentang bintang dan masa depan, tetapi tubuhnya masih tunduk pada rasa lapar yang sama dengan penduduk Velen lainnya.
Namun pertukaran itu sendiri belum memberi Geralt alasan untuk percaya. Meminta bayaran berupa makanan dapat dibaca sebagai kebutuhan seorang lelaki tua, kebiasaan seorang penghibur, atau syarat yang ia anggap perlu sebelum memakai kemampuannya. Geralt tidak perlu memilih salah satu penjelasan itu. Ia cukup menunggu apa yang sebenarnya dapat dilihat Old Sage.
Ramalan yang Menemukan Masa Lalu
Penglihatan pertama tidak membawa Geralt menuju tempat yang belum pernah ia datangi. Old Sage melihat serigala putih yang menyaksikan Viper Besar menggigit dan melahap Silver Lily. Serigala itu ingin berlari dan bertarung, tetapi ular bergerak lebih cepat. Rangkaian simbol itu membuka kembali peristiwa yang sudah pernah Geralt alami.
![]() |
| Simbol-simbol itu membawa Geralt kembali pada peristiwa yang sudah pernah ia alami. |
Identitas White Wolf hampir tidak menimbulkan keraguan karena julukan itu telah lama melekat pada Geralt. Viper Besar juga sulit dipisahkan dari Letho of Gulet, seorang witcher dari School of the Viper. Namun sebutan dalam penglihatan itu bukan nama resmi atau julukan pribadi Letho. Dalam ucapan Old Sage, Letho hadir sebagai lambang yang sesuai dengan asal sekolah witcher tersebut.
Silver Lily memerlukan pembacaan yang sedikit lebih hati-hati. Bunga lili perak merupakan lambang Temeria, sehingga simbol itu mengarah kepada Raja Foltest sekaligus mahkota dan kerajaan yang diwakilinya. Silver Lily bukan nama panggilan Foltest. Kematian sang raja membawa konsekuensi langsung bagi Geralt; bagi Temeria, kehilangannya mengguncang pusat kekuasaan.
Dalam The Witcher 2, Geralt bertugas melindungi Foltest ketika Letho menyusup dan membunuhnya. Sang witcher gagal mencegah serangan itu, lalu ditemukan bersama jasad raja dan dituduh melakukan pembunuhan yang sebenarnya berusaha ia hentikan. Operasi para Kingslayer kemudian ikut melemahkan kerajaan-kerajaan Utara menjelang invasi Nilfgaard. Satu gambaran singkat dari Old Sage memadatkan tragedi pribadi Geralt dan keruntuhan politik Temeria ke dalam serigala, ular, dan bunga lili.
Ketepatan itu membuat Old Sage lebih sulit diabaikan, tetapi Geralt segera menarik batas. Ia menegaskan bahwa penglihatan tersebut bukan masa depan. Semua itu sudah terjadi, dan kisahnya mungkin sampai ke Benek melalui balada. Sang peramal telah mengatakan sesuatu yang benar, tetapi sumber pengetahuannya masih terbuka untuk diperdebatkan.
![]() |
| Bagi Geralt, ketepatan kisah lama belum cukup untuk membuktikan penglihatan masa depan. |
Respons tersebut memperlihatkan cara Geralt menjaga pikirannya tetap terbuka tanpa menyerahkan penilaian. Ia hidup di dunia yang mengenal kutukan, arwah, mimpi yang meramalkan masa depan, dan sihir yang dapat mengubah kenyataan. Menolak semua ramalan hanya karena terdengar aneh akan sama cerobohnya dengan mempercayai setiap orang yang mengaku mampu membaca bintang.
Karena itu, pertanyaan terpenting bukan lagi apakah Old Sage mengetahui masa lalu Geralt, melainkan bagaimana ia memperoleh pengetahuan tersebut. Yang belum terjawab adalah apakah kemampuan yang sama benar-benar dapat menjangkau sesuatu yang belum terjadi.
Dragonsroot dan Kesempatan untuk Membuktikan Diri
Old Sage mengaku penglihatannya tidak lagi setajam dahulu. Untuk memulihkannya, ia memerlukan dragonsroot, akar langka yang pernah tumbuh di sebuah gua di tenggara Benek. Permintaan itu memberi Geralt pilihan nyata. Ia dapat berhenti setelah satu kisah tentang masa lalu, atau mencari akar tersebut dan melihat apa yang muncul ketika sang peramal diberi kesempatan kedua.
Geralt memilih membantu. Jawabannya, bahwa ia akan melihat apa yang bisa dilakukan, tidak terdengar seperti pernyataan percaya. Ia juga tidak menjalankan tugas itu sebagai kebaikan tanpa tujuan. Perjalanan ke gua menjadi cara paling langsung untuk menguji apakah dragonsroot benar-benar mengubah kemampuan Old Sage dan apakah penglihatan berikutnya masih dapat dijelaskan sebagai cerita yang telah beredar.
![]() |
| Alih-alih percaya begitu saja, Geralt memberi klaim Old Sage satu kesempatan lagi untuk diuji. |
Geralt sebenarnya dapat menolak permintaan tersebut. Pilihan itu menghentikan urusan mereka sebelum ramalan kedua sempat disampaikan. Konsekuensinya tidak mengubah perang atau nasib sebuah kerajaan, tetapi menentukan batas pengetahuan yang diperoleh Geralt. Dengan menerima, ia membuka satu kesempatan lagi untuk memeriksa klaim yang belum dapat dibuktikan.
Pilihan itu selaras dengan sikap Geralt: skeptis tidak selalu berarti menolak. Seorang witcher bertahan hidup dengan menguji dugaan terhadap kenyataan. Ia membandingkan luka dengan jenis cakar, cerita saksi dengan jejak di tanah, dan legenda dengan perilaku monster yang benar-benar dihadapinya. Di Benek, cara berpikir yang sama ia terapkan kepada seorang peramal.
Di Ambang Gua, Kelinci Putih dan Tulang Belulang
Jalan menuju dragonsroot membawa Geralt menuruni perbukitan di tenggara desa. Di depan mulut gua, suasana cerah perbukitan berubah menjadi pemandangan yang jauh lebih ganjil. Seekor kelinci putih duduk tenang di antara tumpukan tengkorak, tulang belulang, dan bekas darah, seolah makhluk kecil itu tidak mempunyai hubungan apa pun dengan kematian di sekelilingnya.
![]() |
| Kontras kelinci yang tenang dan tulang belulang memberi jeda absurd sebelum Geralt memasuki gua. |
Pemandangan itu mudah dibaca sebagai anggukan singkat kepada kelinci mematikan dalam Monty Python and the Holy Grail. Namun momen tersebut tidak berkembang menjadi peristiwa besar atau penyelidikan khusus; setelah lelucon hitam singkat di ambang gua itu, perjalanan kembali kepada bahaya yang benar-benar harus dihadapi.
Di dalam gua, ghouls berkeliaran di antara lorong gelap dan sisa-sisa kematian. Geralt menyingkirkan mereka dan melanjutkan pencarian. Pertarungan itu bukan pusat perjalanan, tetapi mengembalikannya ke wilayah yang paling ia pahami: tempat ancaman mempunyai tubuh, serangan dapat dibaca, dan pedang memberi jawaban yang lebih pasti daripada ramalan.
Setelah lorong aman, Witcher Senses menyorot dragonsroot pada dinding gua. Akar yang dicari benar-benar ada; Geralt dapat melihatnya, menyentuhnya, lalu membawanya kembali. Namun keberadaan tanaman tersebut belum membuktikan khasiat yang diklaim Old Sage. Geralt baru memiliki satu unsur nyata dalam pengujian yang hasilnya belum ia ketahui.
![]() |
| Di tengah ramalan yang serba simbolis, dragonsroot menjadi sesuatu yang dapat Geralt temukan dan bawa kembali. |
Ucapan Geralt ketika menemukan akar itu memperjelas sikapnya. Ia ingin mengetahui apakah dragonsroot benar-benar dapat membantu lelaki tua tersebut melihat masa depan. Rasa ingin tahu itu berbeda dari keyakinan. Geralt tidak menganggap tanaman langka itu sebagai jaminan bahwa ramalan Old Sage akan terbukti benar, tetapi ia bersedia menyelesaikan pengujian yang sudah dimulainya.
Perjalanan singkat ke dalam gua menjadi penghubung antara dua jenis pengetahuan. Old Sage berbicara melalui simbol yang dapat ditafsirkan dengan banyak cara. Geralt menjawabnya dengan tindakan konkret. Ia mengambil bahan yang diminta, menyingkirkan ancaman, lalu kembali untuk melihat apakah penglihatan berikutnya mampu melampaui sebuah kisah lama tentang dirinya.
Swallow, Es, dan Masa Depan yang Belum Terbaca
Setelah menerima dragonsroot, Old Sage kembali memasuki penglihatan. Kali ini ucapannya tidak kembali kepada Foltest dan Letho. Ia melihat serigala, menara, badai dingin, dan seekor burung yang terus terbang semakin tinggi. Burung itu mengabaikan teriakan serigala karena mengetahui bahwa penerbangan tersebut akan menjadi yang terakhir.
![]() |
| Swallow yang terus terbang menjauh mengubah ramalan dari masa lalu Geralt menuju sesuatu yang belum terjadi. |
Rangkaian baru itu terasa lebih dekat dengan pencarian Geralt. Dalam Elder Speech, Zireael berarti Swallow dan nama tersebut melekat pada Ciri. Ciri juga membawa Elder Blood, garis darah yang telah lama ditempatkan di pusat ramalan, perebutan kekuasaan, dan ketakutan banyak pihak. Bagi Geralt, lambang burung layang-layang sulit dipisahkan sepenuhnya dari Ciri, perempuan yang sedang dicarinya.
Kedekatan simbol bukan kepastian. Old Sage tidak menyebut lokasi Ciri, tidak memberikan arah yang dapat ditandai pada peta, dan tidak menjelaskan identitas burung tersebut. Menara yang muncul dalam penglihatan juga hanya menghadirkan gema terhadap Tor Zireael, Tower of the Swallow. Adegan ini tidak memberi dasar untuk menyatakan bahwa keduanya pasti tempat yang sama.
Old Sage kemudian meramalkan dunia yang binasa di tengah es, lalu lahir kembali bersama matahari baru. Gambaran itu membuat penglihatan Benek bersentuhan langsung dengan tradisi nubuat yang jauh lebih tua daripada sang peramal desa. Ramalan Ithlinne, misalnya, memuat seruan Ess'tuath esse! serta peringatan untuk memperhatikan tanda-tandanya.
![]() |
| Citra dunia yang membeku memperluas penglihatan Benek menuju bahasa apokaliptik yang telah lama dikaitkan dengan Ithlinne. |
Ithlinne Aegli aep Aevenien dikenang sebagai tabib, astrolog, dan peramal elf legendaris. Nubuat yang dikaitkan dengannya dikenal sebagai Aen Ithlinnespeath. Di dalamnya muncul gambaran Sword and Axe, Wolf's Blizzard, White Frost, Tedd Deireádh atau Time of the End, kehancuran dalam es, serta kelahiran kembali di bawah matahari baru. Ucapan Old Sage menggemakan susunan simbol tersebut tanpa membuktikan bahwa Ithlinne berbicara melalui dirinya.
Ramalan Ithlinne juga bukan pengetahuan rahasia yang hanya dapat dimiliki seseorang yang benar-benar mampu melihat masa depan. Selama bertahun-tahun, kata-katanya disalin, ditafsirkan, dan hidup di antara buku, cerita rakyat, serta kepercayaan masyarakat. Sebagian orang memandangnya sebagai peringatan nyata, sementara yang lain memperlakukannya sebagai teks yang maknanya terus berubah mengikuti zaman. Penyebaran itu memberi penjelasan yang masuk akal atas bahasa apokaliptik Old Sage, sama seperti balada mungkin menjelaskan pengetahuannya tentang Geralt.
White Frost pada titik ini lebih tepat dipahami sebagai dingin apokaliptik yang menempati tempat penting dalam ramalan Ithlinne. Para cendekiawan dan tradisi di dunia Witcher tidak selalu sepakat mengenai sifat pastinya. Geralt belum memiliki alasan untuk menyederhanakannya menjadi satu penjelasan, apalagi menghubungkannya dengan hasil tertentu di masa depan yang belum pernah ia saksikan.
Konteks itu tidak membuat ramalan Benek lebih mudah diuji. Kisah tentang Letho dan Foltest dapat diperiksa melalui ingatan Geralt karena peristiwanya sudah selesai. Swallow yang terbang menjauh, serigala yang memanggil, menara, dan dunia yang membeku belum memiliki pembanding semacam itu. Kata-kata tersebut menyentuh simbol yang dikenalnya, tetapi tidak menyediakan cara untuk memastikan apakah kedekatan itu berasal dari penglihatan sejati atau dari bahasa nubuat yang sudah tersebar luas.
Ketidakpastian itulah hasil terpenting pertemuan di Benek. Old Sage tidak terbukti sebagai penipu, tetapi juga belum terbukti mampu melihat masa depan. Setelah dragonsroot diserahkan, ramalan kedua memang muncul, namun Geralt tidak dapat menguji kebenarannya pada saat itu. Yang ia peroleh bukan petunjuk lokasi Ciri, melainkan rangkaian citra yang terlalu dekat dengan pencariannya untuk dibuang begitu saja.
Dengan ramalan itu selesai, Geralt meninggalkan Old Sage dan kembali ke jalan Velen. Crow's Perch masih menunggu, tetapi Benek tidak memberinya alasan untuk mengubah arah pencarian berdasarkan ramalan yang belum dapat dibuktikan. Dari sana, perjalanannya berlanjut melewati jejak-jejak sisa perang yang masih tersebar di Velen, sementara serigala, Swallow, menara, dan es tetap tinggal sebagai gambaran yang belum memiliki tempat pasti dalam kenyataan.
Geralt tidak perlu menyebut ramalan itu benar agar tetap mengingatnya. Penglihatan pertama menunjukkan bahwa Old Sage mengetahui sesuatu, perjalanan mencari dragonsroot memberi Geralt alasan untuk menguji klaimnya sekali lagi, dan penglihatan terakhir membiarkan masa depan tetap tanpa jawaban yang dapat segera digunakan. Geralt pun kembali melangkah dengan sesuatu yang terlalu spesifik untuk dilupakan dan terlalu kabur untuk dipercaya tanpa syarat.








