The Nilfgaardian Connection: Hanged Man's Tree dan Wajah Perang di Velen

Setelah menerima perintah Emhyr untuk mencari Ciri di Vizima, Geralt tiba di Velen bukan dengan jawaban, melainkan satu nama. Yennefer mengarahkannya kepada Hendrik, seorang agen yang mungkin mengetahui jejak Ciri. Petunjuk itu membawa pencariannya ke Inn at the Crossroads. Dari dalam istana, langkah berikutnya terdengar sederhana. Begitu menginjak Velen, kesan itu segera berubah.

Geralt tidak memasuki wilayah ini melalui gerbang kota, sambutan pejabat, atau ruangan yang dipenuhi lambang kekaisaran. Velen menyambutnya dengan pemandangan yang jauh lebih langsung. Sebelum menemukan Hendrik, mendengar lebih banyak tentang Bloody Baron, atau bahkan bertukar kata dengan innkeeper di Crossroads, Geralt lebih dulu melihat wajah wilayah ini tanpa banyak perantara.

Bagian awal The Nilfgaardian Connection penting karena sejak titik ini Velen mulai menjadi bagian aktif dari pencarian Geralt, bukan sekadar latar di antara dua petunjuk. Perang, kekuasaan, dan rasa takut tidak berhenti sebagai urusan para raja. Semuanya sudah menyentuh kehidupan orang-orang biasa.

Dari Istana Vizima ke Pohon Gantungan

Saat kendali kembali ke tangan pemain, Geralt sudah berada di dekat Hanged Man's Tree. Pohon besar itu menjulang di atas jalan dekat Mulbrydale, dengan tubuh-tubuh yang dibiarkan tergantung di cabangnya sebagai peringatan terbuka. Di Vizima, kekuasaan tampil melalui tata upacara, seragam, dan audiensi resmi. Di Velen, kekuasaan hadir lewat mayat yang sengaja dibiarkan terlihat di tepi jalan.

Geralt mendekati Hanged Man's Tree dengan para korban tergantung di cabangnya.
Hanged Man's Tree menjadi sambutan pertama Velen bagi Geralt setelah meninggalkan Vizima.

Keterangan pada peta mengaitkan tempat ini dengan kekejaman kedua pihak dalam menjaga penduduk wilayah taklukan tetap berada di bawah kendali. Karena itu, tubuh-tubuh di sana tidak tepat dibaca sebagai pesan sederhana tentang satu faksi jahat melawan faksi baik. Korbannya mencakup deserter dari kedua kubu dan warga biasa. Mereka digantung dan dibiarkan terlihat agar siapa pun yang lewat memahami betapa mudah kekuasaan berubah menjadi ancaman di Velen.

Kontras dengan perjalanan Geralt sebelumnya terasa tajam. Baru beberapa saat lalu ia berada di tengah protokol Nilfgaard, mendengar nama Ciri disebut di ruangan yang tertata dan terkendali. Kini ia berdiri di hadapan akibat perang yang dipajang tanpa selubung. Pencarian Ciri membawanya masuk ke No Man's Land, bekas wilayah Temeria yang sudah terlalu hancur untuk kembali normal dan terlalu penting untuk benar-benar dibiarkan tanpa perebutan.

Sebagai landmark pembuka, Hanged Man's Tree langsung memberi gambaran pertama tentang Velen. Sebelum Geralt mengenal Baron atau mengetahui apakah Hendrik masih dapat ditemukan, ia sudah melihat bagaimana nama, kekuasaan, dan tubuh korban dipakai untuk mengendalikan orang-orang yang masih hidup.

Sebuah Buku yang Berakhir di Bawah Tali

Di bawah pohon itu, Geralt menemukan sesuatu yang mengubah tragedi massal tadi menjadi kehilangan yang lebih personal. Sebuah Unfinished book tergeletak di tanah dan mengarah pada nama yang sudah pernah ia temui: Aldert Geert.

Geralt menemukan Unfinished book di bawah Hanged Man's Tree.
Unfinished book menghubungkan Hanged Man's Tree dengan nasib Aldert Geert.

Aldert adalah sarjana yang Geralt temui di White Orchard, pria yang ingin melihat perang dari dekat lalu menuliskannya. Penemuan ini terasa pahit karena Aldert kini menjadi salah satu korban di Hanged Man's Tree, sementara pertemuan singkat dengannya ternyata sudah meninggalkan jejak dalam perjalanan Geralt.

Di tavern White Orchard, Aldert adalah orang yang memperkenalkan Gwent kepada Geralt. Ia menjelaskan aturan dasarnya, memainkan satu pertandingan, lalu kalah. Dari pertandingan itu Geralt memperoleh kartu Zoltan Chivay dan memulai perjalanan Gwent-nya sendiri.

Karena pernah bertemu langsung dengannya, Geralt tidak melihat Aldert sebagai korban tanpa nama. Pria yang sempat mengawali koleksi Gwent-nya di White Orchard kini tergantung di pohon, sementara catatannya berhenti di tengah jalan. Tidak ada bukti yang memastikan siapa yang menggantung Aldert. Ketidakpastian itu tetap melekat pada nasibnya di tengah Velen yang kacau.

Judul Unfinished book terasa nyaris terlalu tepat. Aldert berangkat sebagai pengamat yang mengira perang dapat dilihat, dipahami, lalu dibawa pulang sebagai tulisan. Yang tersisa justru memperlihatkan bahwa perang tidak menyediakan jarak aman bagi orang yang ingin mencatatnya. Ironinya tidak membutuhkan penjelasan panjang: tubuh Aldert berada di antara korban lain, sementara buku yang hendak diselesaikannya tergeletak di tanah.

Temuan ini menghubungkan White Orchard dengan Velen secara langsung. Orang yang pernah ditemui Geralt dapat meninggalkan jejak yang mengubah arti perjalanan berikutnya. Aldert memberi Geralt pengenalan pertama pada Gwent dan kartu Zoltan Chivay; di Velen, jejak pria itu berakhir di bawah pohon gantungan bersama buku yang tidak pernah selesai.

Jalan Pertama Melintasi No Man's Land

Dari Hanged Man's Tree, Geralt melanjutkan perjalanan menuju Mulbrydale lalu Crossroads. Banyak hal di sepanjang rute dapat menarik perhatian, tetapi Hendrik tetap menjadi prioritas. Agen yang disebut Yennefer itu masih menjadi jalur pencarian paling jelas untuk mendekati jejak Ciri.

Perjalanan singkat ini memperlihatkan Velen lewat lingkungannya. Jalan berlumpur, pagar rapuh, ladang, sungai, asap di kejauhan, dan bangunan yang bertahan seadanya menunjukkan wilayah yang belum mati, tetapi jauh dari aman. Orang masih menanam, memelihara ternak, dan menggunakan jalan. Mereka melakukannya sambil hidup dengan kemungkinan hasil kerja dirampas sewaktu-waktu oleh tentara, bandit, monster, atau penguasa lokal yang memiliki cukup banyak orang bersenjata.

Kehancuran itu tidak muncul begitu saja dalam The Witcher 3. Geralt telah melihat benihnya dalam peristiwa The Witcher 2, ketika pembunuhan para raja dan kekacauan politik ikut melemahkan kerajaan-kerajaan Utara sebelum invasi Nilfgaard. Dalam gambaran besar benua, semuanya tampak seperti pergeseran keseimbangan kekuasaan. Di jalan Velen, akibatnya jauh lebih konkret: rumah kehilangan perlindungan, prajurit tercerai dari kesatuannya, dan warga harus menebak siapa yang akan datang menagih berikutnya.

Seorang Deserter yang Ditinggalkan untuk Drowners

Sebelum sampai ke penginapan, suara minta tolong membuat Geralt menyimpang dari jalan di sekitar Mulbrydale. Di tepi sungai ia menemukan seorang pria dalam keadaan terikat, sementara drowners berkeliaran cukup dekat untuk membuat nasibnya tinggal menunggu waktu. Pertemuan kecil yang tidak tercatat sebagai quest di journal ini adalah At the Mercy of Strangers.

Setelah drowners disingkirkan, pria itu memperkenalkan dirinya sebagai John Verdun. Ia mengaku pernah mengabdi di 10th Maribor Division Temeria, lalu meninggalkan kesatuannya sebelum divisi tersebut dihancurkan oleh Nilfgaard. Setelah menjadi deserter, John ikut bersama sekelompok pengungsi. Menurut versinya, ketika mengetahui masa lalunya, mereka memukuli John, mengikatnya di tepi sungai, lalu meninggalkannya untuk mati.

John Verdun menjelaskan bahwa ia pernah bertugas di 10th Maribor Division.
John Verdun mengaku pernah mengabdi di 10th Maribor Division sebelum meninggalkan pasukannya.

Geralt tidak langsung menerima cerita itu begitu saja. Ia mempertanyakan apakah para pengungsi benar-benar akan menjatuhkan hukuman semacam itu hanya karena John seorang deserter. Jawaban John tidak menghapus keraguan tersebut. Ada kesan bahwa sebagian kejadian sengaja atau setidaknya belum ia ceritakan dengan jelas, sehingga Geralt harus mengambil keputusan tanpa mengetahui gambaran lengkap tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Pertemuan dengan John membuat salah satu detail Hanged Man's Tree terasa lebih dekat. Di pohon itu, deserter sudah terlihat sebagai kelompok yang dapat berakhir di tali gantungan. Di tepi sungai, Geralt kini berhadapan dengan salah seorang dari mereka. Runtuhnya struktur Temeria tidak lagi berhenti sebagai latar sejarah, melainkan hadir melalui mantan prajurit tanpa kesatuan, pengadilan, atau otoritas yang dapat memastikan siapa yang berkata benar. Perang menghancurkan pasukan, tetapi orang-orang yang pernah menjadi bagian darinya tetap tersisa.

Geralt dapat meninggalkan John tetap terikat atau membebaskannya. Jika ditinggalkan, John pada akhirnya mati dan drowners kembali memenuhi lokasi tersebut. Dalam perjalanan ini, Geralt memilih memotong ikatannya. Keputusan itu bukan pernyataan bahwa John pasti tidak bersalah; Geralt sendiri sudah menangkap kejanggalan dalam ceritanya. Namun kecurigaan saja belum cukup baginya untuk membiarkan kematian perlahan di tepi sungai menjadi hukuman.

Konsekuensi pilihan itu baru dapat terlihat kemudian. Jika John dibebaskan, ia dapat ditemukan lagi di sisi utara Pontar, sekitar Grassy Knoll dekat Ursten. Kali ini ia bersama kelompok bandit setelah mengejar para pengungsi yang dahulu mengikatnya. Para pengungsi itu telah dibunuh. Di bekas perkemahan mereka, Letter from Toben memberi salah satu korban identitas yang lebih manusiawi: Toben masih memikirkan ibunya, pekerjaan yang hendak dicari, uang yang ingin dikirim pulang, Yolanda yang ingin dinikahinya, bahkan anjing keluarganya. Surat itu tidak membuktikan bahwa seluruh kelompok pengungsi tidak bersalah, dan game tetap tidak menjelaskan sepenuhnya mengapa John dahulu diikat. Namun konsekuensi membebaskannya menjadi jauh lebih sulit dipandang sebagai akhir bahagia dari sebuah penyelamatan.

Pertemuan kedua itu membuka pilihan baru: Geralt dapat menerima pembayaran John sebagai balas jasa, atau menolak dan menghadapi John beserta para banditnya. Dalam perjalanan ini, Geralt belum sampai pada pertemuan tersebut, sehingga keputusan pada pertemuan kedua itu belum ditentukan. Saat meninggalkan tepi sungai, satu-satunya hal yang benar-benar Geralt ketahui adalah bahwa ia baru membebaskan seorang pria dengan cerita yang belum lengkap.

At the Mercy of Strangers membuat perjalanan menuju Crossroads semakin menyatu dengan wajah Velen yang sudah terlihat sejak Hanged Man's Tree. Pohon gantungan menunjukkan perang melalui tubuh yang dijadikan peringatan; John memperlihatkan apa yang tersisa ketika tentara tercerai, hukum melemah, dan rasa percaya ikut runtuh. Pertemuan itu tidak memberi Geralt petunjuk baru tentang Ciri. Nama yang masih harus dicari tetap Hendrik, sehingga ia kembali ke jalan menuju Inn at the Crossroads.

Inn at the Crossroads berdiri di tengah lanskap itu sebagai simpul informasi. Penginapan seperti ini menjadi tempat bertemunya kabar, ketakutan, rumor, dan orang-orang yang masih cukup berani menggunakan jalan. Karena petunjuk Geralt memang membawanya ke sini, innkeeper yang setiap hari melihat siapa datang dan siapa pergi menjadi orang paling masuk akal untuk ditanya.

Ketakutan Menunggu di Luar Penginapan

Sebelum masuk ke penginapan, Crossroads sudah memperlihatkan cerita kecil yang mudah terlewat jika perhatian hanya tertuju pada tujuan utama. Di luar inn, seorang ayah menyuruh putrinya berlari ke hutan dan menunggu sampai ia dijemput. Ia tidak menunggu bahaya benar-benar muncul di depan mata. Kemungkinan bahwa orang-orang Baron akan kembali sudah cukup untuk membuatnya menjauhkan sang anak dari tempat yang seharusnya aman.

Geralt menyaksikan seorang warga menyuruh putrinya bersembunyi di hutan.
Seorang ayah menyuruh putrinya bersembunyi sebelum orang-orang Baron kembali.

Adegan itu kecil, tetapi nilainya justru terletak pada kesehariannya. Velen tidak membangun rasa takut hanya melalui peristiwa besar. Satu percakapan singkat sudah cukup memperlihatkan bahwa kekerasan di sini bukan lagi kejadian luar biasa, melainkan bagian dari ritme hidup. Orang menyesuaikan diri bahkan sebelum ancaman berikutnya tiba.

Tidak jauh dari sana, percakapan lain berputar pada seekor babi. Seorang warga memilih menyembelih ternaknya sendiri lalu menyembunyikan bangkainya daripada membiarkannya diambil. Sebagai percakapan latar, detail ini mudah dianggap sepele. Namun di baliknya, tekanan politik Velen menyentuh kebutuhan paling dasar. Velen bertahan lewat pertanian dan peternakan; seekor babi berarti makanan, simpanan nilai, dan peluang sebuah keluarga untuk melewati hari-hari berikutnya.

Geralt mendengar warga Crossroads membicarakan rencana menyembelih babi mereka.
Warga memilih menyembelih ternaknya sendiri daripada membiarkannya dirampas.

Kedua percakapan itu memperlihatkan bagaimana rasa takut mengubah keputusan bahkan sebelum kekerasan terjadi. Sang ayah tidak menunggu ancaman diucapkan, sementara pemilik ternak tidak menunggu kandangnya dibuka paksa. Mereka sudah terbiasa memilih bentuk kerugian yang masih dapat dikendalikan sebelum orang lain menentukan semuanya.

Bloody Baron sendiri belum pernah berdiri di hadapan Geralt. Namanya lebih dulu hadir sebagai alasan orang menyembunyikan anak dan mempertimbangkan kematian ternak. Bahkan sebelum Geralt melihat anak buahnya secara langsung, pengaruh Baron sudah terasa dari cara warga mengatur kehidupan sehari-hari.

Di dalam penginapan, gambaran itu mulai menjadi lebih jelas. Beberapa warga membicarakan Baron sebagai orang yang memiliki cukup banyak pengikut dan kekuatan untuk mengambil kendali atas daerah ini. Geralt belum punya alasan untuk menerima setiap cerita lokal sebagai kebenaran mutlak. Namun ia tidak perlu menunggu lama untuk melihat sendiri bagaimana suasana ruangan berubah ketika anak buah Baron datang.

Kartu Nilfgaard di Balik Meja Penginapan

Innkeeper di Inn at the Crossroads adalah pedagang sekaligus sumber kabar. Ia juga menjual sejumlah kartu Gwent. Dalam perjalanan Geralt kali ini, innkeeper tersebut tidak menjadi lawan di meja permainan; tidak ada pertandingan Gwent di sini. Untuk urusan Gwent, interaksi Geralt dengannya terbatas pada membeli kartu.

Gwent tetap mengikuti perjalanan Geralt tanpa harus selalu hadir sebagai pertandingan. Geralt sudah mengenal permainan itu melalui Aldert Geert di White Orchard, mengalahkannya, lalu memperoleh Zoltan Chivay. Di Crossroads, koleksinya berlanjut lewat perdagangan.

Pada kunjungan ini, Geralt membeli Commander's Horn, Siege Engineer, Impera Brigade Guard, Nausicaa Cavalry Rider, serta kartu pemimpin Emhyr var Emreis: Emperor of Nilfgaard dari Nilfgaardian Empire. Keberadaan kartu-kartu itu menarik karena penginapan ini berdiri di bekas wilayah Temeria. Nilfgaard hadir bukan hanya melalui tentara di jalan atau kaisar yang baru saja memberi tugas di Vizima; namanya juga beredar lewat kartu-kartu yang diperjualbelikan di wilayah yang sedang menanggung akibat perang.

Menu shop Inn at the Crossroads menampilkan kartu Gwent Emhyr var Emreis.
Kartu pemimpin Emhyr var Emreis termasuk kartu Gwent yang dijual di Inn at the Crossroads.

Ada ironi kecil di sana. Geralt baru saja meninggalkan Emhyr yang sebenarnya di Vizima, lalu kini nama dan wajah kaisar itu muncul kembali sebagai bagian dari set Gwent di meja penginapan. Permainan ini terus menyertai perjalanan Geralt dalam bentuk berbeda: melalui pertandingan, melalui orang seperti Aldert, dan kali ini melalui innkeeper yang berperan sebagai pedagang, bukan lawan.

Karena tidak ada duel pada kunjungan ini, urusan Gwent di Crossroads berhenti pada transaksi. Geralt lalu kembali pada alasan utama ia datang ke tempat ini: Hendrik.

Anak Buah Baron Memasuki Ruangan

Saat Geralt kembali menanyakan Hendrik, suasana penginapan berubah. Innkeeper mulai berhati-hati. Di Velen, memberi nama dan arah kepada orang asing bukan pertukaran informasi yang sepenuhnya netral. Salah bicara kepada orang yang salah dapat membawa masalah bagi orang-orang di sekitarnya.

Tak lama kemudian, anak buah Bloody Baron masuk dan ketegangan itu memperoleh wujud yang jelas. Mereka tidak memerlukan panji atau gelar resmi untuk menegaskan posisi; cara mereka memasuki ruangan dan bersikap sudah cukup. Warga di luar telah memperlihatkan akibat kehadiran kelompok semacam ini, dan orang-orang di dalam penginapan pun segera memahami siapa yang sedang menentukan suasana.

Dua anak buah Bloody Baron berada di dalam Inn at the Crossroads.
Kedatangan anak buah Bloody Baron mengubah suasana Inn at the Crossroads.

Detail-detail yang sebelumnya tersebar mulai saling terhubung. Ketakutan ayah yang menyuruh anaknya bersembunyi bukan kecemasan tanpa dasar, dan warga yang khawatir ternaknya dirampas juga tidak sedang membesar-besarkan keadaan. Orang-orang di hadapan Geralt merupakan bagian dari kekuasaan yang sama, yang bergerak melalui intimidasi dan bertindak seolah mereka berhak menentukan siapa yang harus menyingkir.

Geralt tentu mampu menjawab ancaman dengan pedang. Jika memilih kekerasan, perkelahian dapat pecah dan menciptakan korban baru hanya beberapa langkah dari warga yang hidupnya sudah dibentuk oleh perang. Ia juga dapat mengandalkan reputasinya sebagai witcher untuk meredakan ketegangan lebih cepat. Namun bagi pencarian Ciri, ada pilihan yang lebih berguna: menjaga percakapan tetap terbuka.

Pilihan untuk Tidak Menambah Mayat

Dalam perjalanan ini, Geralt memilih menawarkan minum dan menjaga nada bicara tetap sopan. Pilihan itu tidak mengubah anak buah Baron menjadi kawan, juga tidak menghapus apa yang telah dialami warga di sekitar mereka. Ia hanya mencegah pertemuan yang masih dapat diselesaikan tanpa kekerasan berubah menjadi perkelahian.

Geralt bersulang saat berbicara dengan anak buah Bloody Baron.
Geralt memilih jalur minum dan menjaga pertemuan tetap damai.

Pilihan itu selaras dengan apa yang Geralt lihat sejak memasuki Velen. Hanged Man's Tree sudah dipenuhi tubuh, sementara warga Crossroads mengubah keputusan hidup mereka karena takut kepada orang bersenjata. Tidak ada alasan untuk menjadikan penginapan itu lokasi pertumpahan darah berikutnya hanya karena Geralt mampu melakukannya.

Percakapan yang tetap damai membuat gambaran tentang Bloody Baron sedikit lebih lengkap. Baron sendiri belum hadir, tetapi lingkaran kekuasaannya mulai terlihat. Ia memiliki orang-orang yang membawa namanya ke desa-desa, membuat warga menyingkir, dan mengambil posisi di wilayah yang kehilangan pemerintahan stabil.

Geralt belum datang untuk menghakimi kekuasaan Baron, dan ia juga belum mengetahui cukup banyak untuk melakukannya. Tujuannya tetap menemukan Hendrik sebagai jalan menuju Ciri. Menahan pedang tidak berarti menyetujui orang-orang di hadapannya. Dalam situasi ini, informasi lebih berharga daripada kemenangan dalam perkelahian yang tidak perlu terjadi.

Pilihan tersebut juga membawa konsekuensi praktis. Cara Geralt memperlakukan anak buah Baron dapat memengaruhi bagaimana kelompok yang sama memandangnya kemudian. Dengan menghindari pertumpahan darah di Crossroads, ia menjaga jalur menuju pertemuan berikutnya tetap lebih terbuka tanpa kehilangan fokus pada tujuan utama.

Nama Hendrik dan Jalan ke Heatherton

Setelah ketegangan mereda, Geralt akhirnya memperoleh informasi yang dibutuhkannya. Innkeeper memberi arah yang lebih konkret: Hendrik tinggal di Heatherton. Nama yang dibawa Geralt dari Vizima kini berubah menjadi tempat yang benar-benar dapat dituju.

Innkeeper memberi tahu Geralt bahwa Hendrik tinggal di Heatherton.
Innkeeper akhirnya memberi Geralt petunjuk yang mengarah pada Hendrik di Heatherton.

Jawaban itu masih jauh dari menyelesaikan pencarian Ciri. Geralt belum melihat Heatherton, belum mengetahui keadaan Hendrik, dan belum tahu apa yang sebenarnya diketahui agen tersebut tentang perjalanan Ciri. Untuk saat ini, hanya satu hal yang pasti: jalan berikutnya mengarah ke desa bernama Heatherton.

Ketika meninggalkan Inn at the Crossroads, Geralt tidak hanya membawa lokasi Hendrik. Ia telah melihat perang dipajang di atas pohon dan menemukan bahwa Aldert Geert, orang yang memperkenalkannya pada Gwent serta memberinya kartu Zoltan Chivay setelah kalah, tidak pernah sempat menyelesaikan bukunya. Di jalan setelah Mulbrydale, Geralt membebaskan John Verdun meski cerita deserter itu menyisakan keraguan. Ia kemudian mendengar seorang ayah menyuruh anaknya bersembunyi, melihat warga yang lebih rela menyembelih ternaknya sendiri daripada membiarkannya dirampas, lalu duduk bersama anak buah Baron dan melewati pertemuan itu tanpa menarik pedang.

Semua itu belum membawanya kepada Ciri, tetapi bentuk pencariannya semakin jelas. Velen bukan sekadar ruang di antara satu petunjuk dan petunjuk berikutnya. Wilayah ini dipenuhi akibat perang: sisa-sisa Temeria, prajurit yang tercerai dari kesatuannya, pengungsi yang tidak lagi dapat bergantung pada hukum, tekanan Nilfgaard, serta kekuasaan lokal yang tumbuh di celah kehancuran.

Geralt meninggalkan Inn at the Crossroads dengan tujuan mencari Hendrik di Heatherton.
Petunjuk dari Crossroads mengarahkan perjalanan Geralt berikutnya menuju Heatherton.

Geralt kini memiliki arah menuju Heatherton. Langkah pertamanya di Velen sudah cukup memperlihatkan bahwa setiap petunjuk menuju Ciri akan membawanya melewati luka yang ditinggalkan perang. Dari Hanged Man's Tree sampai Crossroads, Velen tidak hanya memberi tujuan baru. Wilayah ini mulai memperlihatkan harga yang dibayar orang biasa ketika kerajaan, tentara, dan penguasa lokal berebut menentukan siapa yang memegang kendali.

Posting Komentar

Lebih lama Lebih baru