Dea bergerak melewati gerbang Crow's Perch, dan Geralt mengikutinya ke jalan yang diguyur hujan. Cahaya kebiruan tubuh kecil itu tetap terlihat di antara bangunan yang gelap. Setelah kutukan Botchling diangkat dan Dea dipanggil sebagai Lubberkin, pencarian Anna dan Tamara akhirnya membawa Geralt keluar dari benteng.
![]() |
Dea membawa Geralt keluar dari Crow's Perch untuk mengikuti jejak keluarganya. |
Hubungan darah Dea dengan kedua perempuan itu memberi Geralt arah untuk diikuti. Namun, roh tersebut tidak menceritakan apa yang terjadi selama pelarian mereka. Ia membawa Geralt ke tempat-tempat yang masih menyimpan jejak, lalu berhenti agar witcher itu dapat memeriksanya.
Pakaian dan Tapal Kuda di Smokehouse
Perhentian pertama berada di sebuah smokehouse. Dea melayang di dekat bangunan kayu, sementara Geralt mencari sesuatu yang dapat menghubungkan tempat itu dengan Anna dan Tamara. Di antara perlengkapan kerja dan tong-tong, Witcher Senses menonjolkan benda dan jejak yang mudah terlewat dalam gelap.
Geralt menemukan pakaian yang tertinggal. Temuan itu membuatnya mempertimbangkan kemungkinan bahwa mereka berganti pakaian di sini. Jika benar, smokehouse ini pernah menjadi tempat singgah sebelum perjalanan berlanjut. Meski begitu, pakaian saja belum menjelaskan siapa yang membantu mereka atau ke mana mereka hendak pergi.
![]() |
Pakaian yang tertinggal membuat Geralt menduga Anna dan Tamara sempat berganti pakaian di sini. |
Jejak kaki kuda dan sebuah tapal memberi petunjuk berikutnya. Geralt meragukan pembuat ter setempat memiliki kuda. Karena itu, jejak tersebut mungkin berasal dari tunggangan yang dibawa khusus untuk orang lain, termasuk Anna dan Tamara.
![]() |
Tapal dan jejak kaki menunjukkan bahwa perjalanan kemungkinan berlanjut dengan menunggang kuda. |
Dibaca bersama, pakaian dan jejak kuda mulai memperlihatkan persiapan untuk melanjutkan pelarian. Anna dan Tamara tampaknya sempat berhenti, berganti pakaian, lalu mendapat kuda untuk menjauh dari Crow's Perch. Dugaan tentang bantuan dari luar pun menjadi masuk akal, walaupun Geralt belum bertemu orang yang dapat membenarkannya. Ketika Dea bergerak lagi, gambaran pelarian mereka mulai terbentuk lebih jelas.
Bangkai Kuda di Jalan Velen
Di perhentian berikutnya, Geralt menemukan bangkai seekor kuda yang rusak parah. Pelananya masih terpasang. Jejak yang sebelumnya menunjukkan persiapan perjalanan kini membawa Geralt ke tempat terjadinya kekerasan, tetapi ia belum bisa langsung memeriksanya.
Beberapa Rotfiend berkeliaran di sekitar bangkai lalu menyerang Geralt. Ia menghadapi makhluk-makhluk itu dengan pedang sebelum melanjutkan penyelidikan. Kehadiran mereka menjelaskan mengapa bangkai itu sudah digerogoti, tetapi belum menjawab apa yang sebenarnya membunuh kuda tersebut. Untuk mengetahui penyebab kematiannya, Geralt harus membaca luka yang tertinggal.
![]() |
Geralt harus menyingkirkan Rotfiend sebelum memeriksa penyebab kematian kuda. |
Dari tulangnya, Geralt menilai bangkai itu sudah tergeletak cukup lama. Di pelana, ia menemukan bekas gigitan yang ia kaitkan dengan Necrophage. Artinya, sebagian kerusakan terjadi setelah kuda mati, ketika pemakan bangkai datang memakannya.
Bekas cakar besar pada rusuk memberi penjelasan berbeda. Geralt menilai luka itu bukan akibat serangan Necrophage. Pemeriksaan kepala memperkuat penilaian itu. Kepala kuda telah tercabut dari tubuhnya, sesuatu yang membutuhkan kekuatan luar biasa.
![]() |
Kerusakan kepala menunjukkan serangan dengan kekuatan luar biasa, sesuai penilaian Geralt atas luka pada kuda. |
Satu tapal juga hilang dari kaki kuda tersebut. Geralt mempertimbangkan apakah kuda inilah yang kehilangan tapal di smokehouse. Kecocokan itu menghubungkan dua tempat yang ditunjukkan Dea, meskipun ia masih mengutarakannya sebagai kemungkinan. Jika benar, kuda itu adalah salah satu tunggangan dalam pelarian yang sedang ia rekonstruksi.
Bagi Geralt, yang penting bukan sekadar menemukan bangkai yang dikerubungi Rotfiend, melainkan memisahkan kerusakan setelah kematian dari luka yang benar-benar membunuh kuda. Ukuran bekas cakar dan kondisi kepala tidak cocok dengan Rotfiend, sehingga ada penyerang lain yang harus dicari.
Rotfiend tergolong Necrophage, kelompok monster pemakan bangkai yang juga dapat menyerang makhluk hidup. Perang meninggalkan banyak mayat di jalan dan medan tempur, memberi mereka sumber makanan melimpah. Di Velen, kematian yang sudah terjadi sering kali mengundang bahaya berikutnya bagi siapa pun yang melintas.
Pola yang sama muncul dalam The Rotfiend Contract di The Witcher 2: Assassins of Kings. Di sekitar perkemahan Kaedwen, Geralt harus membakar mayat yang menjadi sumber makanan Rotfiend agar infestasi tidak terus berlanjut. Konteks tersebut membantu menjelaskan mengapa makhluk yang ia hadapi sekarang berkumpul di sekitar bangkai, tanpa menjadikan mereka penyebab semua luka yang ditemukan.
Dea kembali bergerak setelah pemeriksaan selesai. Geralt masih perlu mengetahui siapa yang menunggangi kuda itu dan apakah ada yang lolos dari serangan. Ia meninggalkan bangkai untuk mengikuti roh kecil yang membawanya lebih jauh.
Rumah Nelayan di Ujung Jejak
Dea membawa Geralt ke sebuah rumah kayu dengan jala di sekelilingnya. Roh kecil itu melayang di dekat bangunan ketika Geralt mendekat. Di sini, untuk pertama kalinya sejak mengikuti Dea, Geralt menemukan saksi yang dapat ditanyai tentang pelarian Anna dan Tamara.
![]() |
Rumah nelayan menjadi tempat Geralt mencari kesaksian untuk melengkapi bukti di jalan. |
Rumah ini juga menjadi titik tempat dua jalur Family Matters bertemu. Dalam perjalanan yang didokumentasikan di sini, Dea membawa Geralt melewati smokehouse dan bangkai kuda. Jika Botchling dibunuh, Geralt dapat membawa darahnya kepada Pellar untuk ritual yang mengarahkannya langsung kepada nelayan. Kedua jalur berakhir pada saksi yang sama, tetapi cara Geralt memperoleh informasi berbeda. Jalur Dea memberinya rangkaian bukti fisik sebelum kesaksian itu terdengar.
Di dalam rumah, keluarga nelayan tidak segera menjawab pertanyaannya dengan terbuka. Mereka menyangkal mengetahui perempuan yang dicari, sampai ucapan seorang anak menunjukkan bahwa seseorang memang pernah datang. Geralt menegaskan bahwa ia hanya ingin mengetahui apakah Anna dan Tamara selamat. Perlahan, keluarga yang pernah membantu keduanya mulai membuka cerita.
Nelayan akhirnya mengatakan bahwa Tamara selamat dan tinggal di rumah saudara si nelayan di Oxenfurt. Untuk Anna, jawabannya berbeda. Geralt kini mempunyai lokasi yang dapat dituju untuk mencari putri Baron, tetapi keterangan tentang ibunya masih harus digali.
![]() |
Nelayan memberi lokasi untuk mencari Tamara, sementara nasib Anna masih memerlukan penjelasan. |
Nelayan memiliki alasan pribadi untuk membantu mereka. Sekitar tiga bulan sebelumnya, salah satu putra nelayan terserang demam parah dan keluarganya terlalu miskin untuk menyediakan pengobatan yang memadai. Ketika Tamara mengetahui keadaan tersebut, ia datang membawa makanan dan obat. Bagi nelayan, pertolongan itu meninggalkan utang yang belum terbalas.
Meski begitu, ia mengaku awalnya tidak berani membantu Anna dan Tamara melarikan diri dari Crow's Perch. Istrinya yang meyakinkannya bahwa kebaikan seharusnya dibalas dengan kebaikan dan berdiam diri ketika orang lain diperlakukan buruk berarti ikut membiarkan kejahatan berlangsung. Dorongan itu membuat nelayan akhirnya bersedia mengambil risiko membantu mereka. Risiko yang sama juga menjelaskan mengapa keluarganya berhati-hati ketika Geralt kemudian datang menanyakan keluarga Baron.
Malam ketika Anna dan Tamara Terpisah
Ketika Geralt menanyakan nasib Anna, nelayan menceritakan bahwa ia telah menunggu kedua perempuan itu di smokehouse dengan kuda. Kesaksian ini menjelaskan siapa yang menunggu mereka di sana dan mengapa jejak kuda ditemukan di sekitar bangunan. Smokehouse memang menjadi tempat pertemuan sebelum nelayan membantu mereka melanjutkan perjalanan menjauh dari Crow's Perch.
Setelah Anna dan Tamara datang, mereka berangkat menuju sungai. Di perjalanan, Anna mendadak menjerit dan membungkuk kesakitan. Tamara berlutut untuk memegang tangannya, lalu melihat tanda seperti bekas cap di bagian dalam telapak tangan Anna. Ketika Geralt membandingkannya dengan cap bakar pada ternak, nelayan menjelaskan bahwa bekas itu tidak menghitam atau mengering menjadi keropeng seperti luka bakar biasa. Tanda tersebut tetap panas dan bercahaya, seolah api masih menyala di dalamnya.
![]() |
| Menurut nelayan, tanda itu menyerupai cap bakar, tetapi tetap panas dan bercahaya. |
Detail tersebut membuat talisman buatan Pellar kembali relevan sebagai petunjuk. Anna sebelumnya pernah mencari perlindungan dari ancaman yang pada saat itu belum dapat dijelaskan Geralt. Ia belum memiliki dasar untuk memastikan tanda ini berasal dari sumber yang sama, apalagi menghubungkannya sebagai penyebab serangan yang kemudian terjadi. Yang dapat dipastikan dari kesaksian nelayan hanyalah bahwa tanda itu sudah muncul sebelum rombongan diserang.
Tak lama kemudian, suasana di sekitar mereka berubah. Nelayan mengingat keadaan menjadi semakin gelap, jangkrik mendadak terdiam, lalu terdengar raungan dari hutan. Dari pepohonan muncul makhluk yang ia gambarkan sebesar gudang, bertanduk, dengan mata yang tampak seperti dua bara menyala.
Makhluk itu kemudian menerkam kuda Anna. Menurut kesaksian nelayan, serangannya merobek kepala kuda hingga terlepas sebelum makhluk tersebut membawa Anna masuk ke hutan. Kuda Tamara dan kuda yang ditunggangi nelayan panik lalu berlari, membawa keduanya menjauh dari tempat serangan.
Kesaksian itu memastikan bahwa bangkai yang diperiksa Geralt adalah kuda Anna. Kerusakan pada kepalanya sesuai dengan serangan yang disaksikan nelayan, sedangkan bekas gigitan Necrophage yang ditemukan sebelumnya berasal dari pemakan bangkai yang datang setelahnya. Bukti fisik dan kesaksian nelayan kini memisahkan luka yang membunuh kuda dari kerusakan yang muncul setelah bangkainya ditinggalkan. Namun, keduanya tetap tidak memberi Geralt lokasi tempat Anna kemudian dibawa.
Gambaran penyerang itu cocok dengan Fiend, monster yang tergolong Relict. Bestiary menggambarkan Fiend sebagai makhluk besar bertanduk dengan kekuatan yang cukup untuk membunuh kuda dan penunggangnya dengan satu hantaman. Ukuran yang digambarkan nelayan dan kondisi bangkai yang diperiksa Geralt cocok dengan kemampuan tersebut. Identifikasi jenis monster menjelaskan bagaimana serangan itu dapat terjadi, tetapi tidak menjelaskan mengapa Anna dibawa ke hutan.
Tamara sempat ingin kembali mencari ibunya. Sesampainya di rumah nelayan, istri nelayan mencegahnya pergi sendirian menghadapi makhluk yang baru saja memisahkan mereka. Sikap itu melengkapi keputusannya sebelumnya. Ia mendorong suaminya menolong ketika pertolongan masih mungkin dilakukan, tetapi tidak membiarkan Tamara kembali seorang diri ke hutan.
Setelah serangan, keluarga nelayan memberi Tamara tempat berlindung lalu membantunya pergi ke rumah kerabat di Oxenfurt. Pertolongan mereka memungkinkan Tamara mencapai tempat aman, tetapi mereka tidak mampu menyelamatkan Anna dari makhluk yang membawanya.
Dalam wawancara dengan PC Gamer, perancang quest Paweł Sasko menjelaskan bahwa Family Matters dibangun untuk menggambarkan berbagai persoalan yang dihadapi penduduk Velen, termasuk perang, orang hilang, ritual lama, dan monster. Bagian perjalanan Geralt ini mempertemukan unsur-unsur tersebut dalam pencarian Anna dan Tamara. Pakaian yang tertinggal, bangkai kuda, dan keluarga yang memberi perlindungan membuat kondisi Velen terasa lewat akibat yang langsung ditanggung orang-orang biasa.
Geralt kini dapat merekonstruksi bagaimana Anna dan Tamara meninggalkan Crow's Perch, siapa yang membantu mereka, serta di mana perjalanan bersama itu berakhir. Ia tahu Tamara selamat dan tinggal bersama kerabat di Oxenfurt, tempat yang belum ia datangi. Sementara untuk Anna, jejak terakhirnya berhenti pada serangan di jalan ketika makhluk itu membawanya ke hutan. Kesaksian nelayan menjelaskan apa yang terjadi malam itu, tetapi belum memberi Geralt lokasi pasti Anna.







