Menyeberangi Pontar: Thou Shalt Not Pass, Bitter Harvest, dan Fake Papers

Tamara berada di Oxenfurt. Setelah mengikuti Dea dan mendengar kesaksian keluarga nelayan, Geralt akhirnya memiliki tempat yang bisa dituju untuk mencari putri Phillip Strenger. Lokasi Anna masih belum diketahui, tetapi pencarian Tamara kini dapat dilanjutkan dengan arah yang jelas. Di antara Geralt dan kota itu, penjagaan di Pontar menghadirkan persoalan baru.

Jembatannya ada, jalan di seberang pun terbentang, tetapi Geralt tidak boleh lewat tanpa surat jalan. Perang telah membuat perjalanan biasa bergantung pada izin penguasa. Usahanya mendapatkan izin itu dalam The Witcher 3 kemudian membawanya kepada penjual dokumen palsu dan orang-orang yang mencari nafkah di antara mayat prajurit. Untuk melanjutkan pencarian seorang perempuan yang selamat, ia harus lebih dahulu berurusan dengan penghidupan yang tumbuh dari mereka yang tewas.

Geralt mendekati pos penjagaan Pontar dengan dua jasad tergantung di atas jalan.
Pos penjagaan di Pontar menjadi hambatan baru dalam perjalanan Geralt menuju Oxenfurt.

Surat Jalan di Bawah Perintah Radovid

Di Border Post, Geralt berhadapan dengan prajurit Redania yang menjaga akses penyeberangan. Pagar kayu meruncing membatasi jalan, sementara tubuh-tubuh yang digantung tampak di atas jalur masuk. Lingkungan ini sudah memperlihatkan kekuasaan yang mengatur siapa boleh melintas, bahkan sebelum penjaga menyuruh Geralt berhenti.

Penjelasan penjaga tegas. Raja Radovid memerintahkan agar siapa pun yang tidak memiliki surat jalan dilarang lewat. Geralt belum membawa dokumen yang diminta, sehingga langkahnya terhenti. Dalam Thou Shalt Not Pass, perintah seorang raja menjadi hambatan bagi pencarian yang sedang dijalankannya.

Penjaga Redania menjelaskan perintah Radovid yang mewajibkan surat jalan untuk menyeberang.
Penjaga menyebut perintah Radovid sebagai dasar larangan menyeberang tanpa dokumen.

Geralt datang dari Velen, bekas wilayah Temeria yang porak-poranda dan kini berada di bawah pendudukan Nilfgaard. Di seberang Pontar, Oxenfurt berada di wilayah Redania. Sungai itu menjadi batas sekaligus jalur penyeberangan yang dapat dikendalikan melalui jembatan dan pos penjagaan. Menguasai titik tersebut memberi para penjaga kendali atas jalan yang ingin digunakan Geralt.

Kebutuhannya menemukan Tamara tidak dengan sendirinya membebaskannya dari aturan tersebut. Begitu pula pedang dan keterampilannya sebagai witcher. Di depan penjaga, yang dibutuhkan adalah bukti tertulis bahwa ia boleh melintas. Geralt pun harus menyelesaikan urusan dokumen sebelum kembali pada urusan keluarga Strenger.

Fake Papers dan Tawaran di Tepi Sungai

Di sekitar penyeberangan, seorang Shady Merchant menawarkan jalan keluar. Ia menjelaskan bahwa pasukan Redania menguasai jalur-jalur penyeberangan Pontar dan surat jalan diperlukan untuk melewatinya. Larangan itu menciptakan pasar untuk barang dagangannya karena orang yang tertahan di dekat pos penjagaan membutuhkan dokumen agar dapat melintas.

Shady Merchant menjelaskan kewajiban surat jalan di penyeberangan Pontar kepada Geralt.
Bagi merchant ini, pembatasan perjalanan menciptakan pembeli untuk dokumen palsu.

Dokumen yang ditawarkannya adalah surat jalan palsu. Melalui Fake Papers, Geralt dapat membeli Transit Pass yang dibuat agar tampak seperti izin resmi. Larangan di gerbang justru memberi nilai jual pada tiruan dokumen yang diwajibkan penjaga.

Merchant tersebut juga menawarkan keringanan harga melalui sebuah pekerjaan. Saudara iparnya, Albin Hart, memimpin orang-orang yang mengais barang di bekas medan pertempuran dan membutuhkan perlindungan dari monster. Tawaran itulah yang membawa Geralt ke Albin sebelum urusan pembelian surat diselesaikan. Keterampilan yang tidak membantunya melewati penjaga kini dibutuhkan oleh orang lain.

Kesepakatan ini cocok dengan sikap pragmatis Geralt. Ia mempunyai tujuan di Oxenfurt, sedangkan di dekatnya ada pekerjaan yang mampu ia tangani. Menerima pekerjaan tersebut memberi jalan untuk memenuhi kebutuhannya sekaligus membantu orang yang terancam. Namun, begitu tiba di medan perang, pertukaran jasa itu memperoleh bobot yang lebih besar daripada sekadar tawar-menawar.

Bitter Harvest di Antara Mayat Prajurit

Albin dan kelompoknya bekerja di tanah yang masih dipenuhi sisa pertempuran. Mayat berzirah tergeletak di lumpur, tombak dan panji berdiri di sekeliling tenda yang rusak. Beberapa orang membungkuk di dekat tubuh prajurit, mengambil apa yang masih dapat dimanfaatkan. Bekas tempat pasukan bertempur kini menjadi tempat mereka mencari penghasilan.

Albin Hart dan para pengais berada di antara mayat serta perlengkapan perang.
Orang-orang Albin mengais barang yang masih bernilai dari prajurit yang tewas di medan pertempuran.

Pemandangan itu membuat nama Bitter Harvest terasa tepat. Hasil yang mereka bawa pulang berasal dari perlengkapan orang-orang yang tewas. Zirah dan barang lain tetap bernilai setelah pemiliknya gugur, sehingga bekas medan perang berubah menjadi sumber penghasilan bagi orang yang berani kembali ke sana. Bagi para pengais, kesempatan memperoleh uang berada di tempat yang sama dengan bahaya.

Memungut barang dari jenazah prajurit tetap menyisakan rasa tidak nyaman. Namun bagi Albin dan kelompoknya, perlengkapan yang tertinggal adalah sumber penghasilan. Kebutuhan mereka tidak menghapus ketidaknyamanan itu, tetapi menjelaskan mengapa mereka kembali ke tempat seperti ini. Geralt datang bukan untuk ikut mengais, melainkan menjaga mereka dari bahaya yang mengikuti medan perang.

Mayat-mayat itu juga menarik necrophage. Ghoul dan rotfiend yang muncul selama Bitter Harvest mendatangi medan penuh bangkai, lalu mengancam orang-orang yang bekerja di sana. Para pengais dan monster sama-sama tertarik pada sisa pertempuran, tetapi untuk kebutuhan yang sangat berbeda.

Dengan begitu, perang tetap menghasilkan bahaya bahkan setelah pasukan meninggalkan medan. Pertempuran sudah berakhir, tetapi mayat yang tertinggal mengundang pemakan bangkai dan membuat orang yang kembali mencari perlengkapan harus mempertaruhkan hidupnya. Geralt dibutuhkan karena bahaya di tempat itu tidak berakhir ketika pertempuran selesai.

Ketika Necrophage Menyerang

Geralt menerima pekerjaan melindungi kelompok Albin. Saat necrophage menyerang, ia bertarung dengan pedang di area tempat para pengais bekerja. Monster berada dekat dengan orang-orang itu, sehingga pertarungan juga mempertaruhkan keselamatan mereka. Ruang yang baru saja dipakai untuk memungut barang berubah menjadi tempat orang hidup harus mempertahankan diri.

Geralt melawan necrophage di dekat para pengais di medan pertempuran.
Serangan monster mengancam para pengais, sehingga Geralt harus melindungi mereka selama pekerjaan berlangsung.

Melindungi orang lain mengubah ukuran keberhasilan pertarungan. Membunuh monster belum cukup jika Albin dan para pengais ikut tewas di tengah serangan. Mereka jauh lebih rentan dibanding Geralt, sehingga hasil pekerjaan ini ditentukan juga oleh siapa yang masih hidup ketika necrophage terakhir tumbang.

Albin selamat. Setelah serangan berakhir, ia kembali berbicara dengan Geralt dan menyerahkan bayaran yang dijanjikan. Bitter Harvest selesai dengan orang yang meminta perlindungan masih hidup, bukan hanya dengan monster yang sudah disingkirkan.

Albin Hart berbicara kepada Geralt setelah selamat dari serangan necrophage.
Albin selamat dan membayar Geralt setelah pekerjaan perlindungan selesai.

Nasib Albin juga memengaruhi Fake Papers. Dalam kemungkinan lain di game, jika ia tewas dan Geralt melaporkan kematiannya kepada Shady Merchant, merchant itu menolak berbisnis dan quest tersebut gagal. Dalam perjalanan ini, Albin bertahan hidup, sehingga Geralt dapat kembali kepada Shady Merchant untuk membeli Transit Pass dengan harga yang sudah dipotong.

Transit Pass yang Meminjam Nama Raja

Kembali di tepi Pontar, Geralt menyelesaikan transaksi dengan Shady Merchant dan memperoleh Transit Pass. Urusan Fake Papers pun selesai. Dokumen yang sebelumnya hanya ditawarkan kini berada di tangannya, siap digunakan untuk menghadapi pemeriksaan di pos penjagaan.

Di dalam Fake Papers sendiri, ada beberapa cara untuk membeli Transit Pass. Geralt dapat membayar 100 crown secara langsung, menggunakan Axii dengan Delusion level 1 untuk menurunkan harga menjadi 50 crown, atau membantu Albin hingga harganya turun menjadi 25 crown. Dalam perjalanan ini, Geralt mengambil jalur terakhir, sehingga kebutuhan menyeberang terhubung langsung dengan keselamatan orang-orang di medan perang.

Transit Pass palsu bukan satu-satunya dokumen yang dapat membuka checkpoint Pontar pada fase ini. Setelah mengetahui Tamara berada di Oxenfurt, Geralt dapat kembali lebih dahulu kepada Phillip Strenger di Crow's Perch. Jika ia melaporkan temuan itu sebelum menemui Tamara, Baron memberinya Letter of Safe Conduct agar Geralt dapat mencapai Oxenfurt dan memeriksa keadaan putrinya. Pilihan tersebut sekaligus melanjutkan Family Matters, sehingga urutan cerita bergerak berbeda dari perjalanan yang didokumentasikan di sini.

Jalur lain tersedia melalui Contract: Woodland Beast. Kapten Felix Grubb di Border Post dapat memberikan Letter of Safe Conduct jika Geralt belum memperoleh pass lain dan mengungkap bahwa Scoia'tael berada di balik serangan terhadap transportasi Redania. Surat diberikan baik ketika kelompok itu dibunuh maupun ketika Geralt membiarkan mereka hidup tetapi tetap melaporkan keberadaan mereka. Jika Scoia'tael dirahasiakan dari sang kapten, surat tersebut tidak diberikan.

Artinya, pada fase Velen ini ada tiga sumber utama dokumen yang dapat diterima penjaga Pontar. Family Matters dapat memberi Letter of Safe Conduct melalui Baron, Contract: Woodland Beast melalui otoritas Redania, sedangkan Fake Papers menawarkan Transit Pass palsu dari pasar gelap. Berdasarkan gameplay yang didokumentasikan di sini, Geralt menempuh jalur terakhir. Pilihan itulah yang mengikat masalah checkpoint dengan Bitter Harvest dan nasib Albin.

Isi Transit Pass menunjukkan cara pemalsuan itu membangun kesan resmi. Dokumennya mengatasnamakan Raja Radovid V dan menyatakan bahwa pembawanya berhak menyeberangi Pontar beserta anak-anak sungainya tanpa dihalangi blokade. Di dalamnya bahkan ada alasan atas ketiadaan segel kerajaan, seolah raja terlalu sibuk untuk membubuhkannya pada urusan remeh semacam ini.

Jendela Transit Pass menampilkan izin menyeberangi Pontar atas nama Radovid V.
Surat palsu itu meminjam nama Radovid, penguasa yang perintahnya membuat Geralt tertahan di perbatasan.

Alasan tersebut terdengar kurang meyakinkan, tetapi dokumennya tetap memakai nada perintah seorang raja. Nama Radovid yang sebelumnya menjadi dasar larangan kini dipakai pemalsu untuk membuka jalan. Tinggal pemeriksaan di pos penjagaan yang menentukan apakah tiruan itu cukup meyakinkan.

Menyeberangi Pontar

Geralt kembali kepada penjaga dan menunjukkan surat jalannya. Penjaga menilai dokumen itu tampak tidak palsu, meskipun ucapannya masih menyisakan keraguan, lalu mengizinkannya melanjutkan perjalanan. Transit Pass diterima. Hambatan dalam Thou Shalt Not Pass akhirnya terselesaikan.

Penjaga Redania menerima Transit Pass Geralt dan mengizinkannya melanjutkan perjalanan.
Transit Pass diterima penjaga, membuka akses yang sebelumnya tertutup bagi Geralt.

Penjaga itu tetap menjalankan pemeriksaan, tetapi Transit Pass palsu tersebut cukup meyakinkan untuk membuat Geralt lolos. Orang yang sebelumnya ditolak kini mendapat izin melintas berkat tiruan dokumen yang diwajibkan oleh aturan yang sama.

Rangkaian yang membuka jalan Geralt mempertemukan beberapa kepentingan di sekitar Pontar. Penjaga memeriksa izin, merchant menjual tiruannya, para pengais mencari barang yang masih bernilai, dan Geralt menghadapi monster yang mengancam mereka. Masing-masing menjalankan urusannya sendiri, tetapi perang membuat semuanya bertemu di sekitar sungai yang sama. Pengalaman di Pontar juga bukan satu-satunya saat perjalanan Geralt di Velen terganggu oleh jalan dan penyeberangan yang dikuasai orang-orang bersenjata.

Geralt akhirnya berhasil menyeberangi Pontar ke arah Oxenfurt. Pertemuan dengan Tamara masih berada di depan. Setelah urusan penjaga, para pengais, dan surat palsu terlewati, pencarian yang dimulai dari kesaksian keluarga nelayan dapat dilanjutkan. Kali ini, jalan menuju putri Baron benar-benar terbuka.

Posting Komentar

Lebih lama Lebih baru