Family Matters: Botchling, Lubberkin, dan Anak yang Dikubur Tanpa Nama

Setelah Geralt membawa Princess kembali kepada Pellar, ramalan tentang Anna dan Tamara akhirnya dapat dilakukan. Geralt membutuhkan tempat untuk dituju, tetapi jawaban yang muncul justru menyangkut seorang anak. Phillip Strenger belum pernah menyebut anak itu dalam cerita tentang keluarganya.

Penyelidikan kini menuntut Geralt kembali kepada orang yang telah menyembunyikan bagian penting dari persoalan ini. Kematian anak tersebut meninggalkan kutukan, dan cara menanganinya akan menentukan bagaimana Geralt mencari kedua perempuan yang hilang. Ia harus memahami apa yang terjadi sebelum memutuskan apa yang masih bisa diperbaiki.

Anak dalam Ramalan Pellar

Di pondok dekat Blackbough, Pellar menjalankan ritual yang dijanjikannya. Ucapannya terputus-putus ketika penglihatan itu datang, lalu ia menyebut darah. Anna dan Tamara tidak tampak dalam jawabannya. Yang tersisa adalah seorang anak yang, menurut ungkapan Pellar, tidak hidup tetapi juga belum benar-benar mati.

Wajah Pellar terlihat dari dekat saat subtitle menyebut darah dalam penglihatannya.
Ramalan Pellar mengarahkan pertanyaan Geralt kepada seorang anak yang belum disebut Phillip.

Geralt meminta penjelasan yang lebih jelas. Pellar mengatakan Anna pernah mengandung dan mengalami keguguran. Anak itu kemudian dikubur tanpa upacara yang semestinya, lalu bangkit sebagai makhluk yang berkeliaran. Dari penjelasan tersebut, Geralt mengenali persoalan yang sedang dihadapinya sebagai kutukan Botchling.

Keterangan itu tetap perlu diperiksa. Ketika Geralt menanyakan apakah Anna sendiri yang menceritakannya, Pellar menjawab bahwa pengetahuannya berasal dari pertanda. Ia memang pernah menerima kunjungan Anna dan membuatkan talisman, tetapi ia tidak menyaksikan keguguran maupun penguburan anak tersebut. Ramalan memberinya jalan menuju sesuatu yang disembunyikan, bukan kesaksian langsung atas seluruh kejadian.

Hal serupa berlaku ketika pembicaraan menyentuh perilaku Phillip. Pellar menyebutnya sebagai orang pemarah yang gemar minum, tetapi tanggapannya tentang penderitaan Anna bertumpu pada ingatan bahwa Princess pernah menjilat tangan perempuan itu. Ia menganggap kambingnya hanya mendekati orang yang menderita. Ingatan itu menjelaskan alasan Pellar menganggap Anna menderita, tanpa membuktikan bahwa ia pernah melihat Baron memukul istrinya.

Meski belum mengetahui keberadaan Anna dan Tamara, Pellar menawarkan cara untuk melanjutkan pencarian. Hubungan darah anak itu dengan keluarganya masih dapat digunakan, baik melalui darah Botchling setelah dibunuh maupun dengan berusaha mengangkat kutukannya. Geralt pernah mendengar witcher lain berhasil melakukan cara kedua, meskipun ia sendiri belum pernah mencobanya pada Botchling. Untuk menilai kemungkinan itu, ia lebih dulu harus menemukan kuburannya, dan Phillip semestinya tahu di mana letaknya.

Botchling dalam Catatan Seorang Witcher

Sebelum kembali ke Crow's Perch, Geralt menelaah catatan Bestiary tentang Botchling. Entri itu berada dalam kelompok Cursed Ones, makhluk yang keberadaannya berkaitan dengan kutukan. Asal-usulnya menentukan penanganan yang mungkin dilakukan. Membunuhnya dapat menghentikan ancaman, sementara mengangkat kutukan membuka kemungkinan perubahan yang tidak tersedia bagi setiap monster.

Entri Botchlings terbuka pada kategori Cursed Ones di Bestiary, dengan deskripsi dan ikon kelemahannya.
Bestiary memberi Geralt pengetahuan tentang ancaman Botchling dan cara menghadapinya.

Secara umum, catatan tersebut menghubungkan Botchling dengan bayi yang meninggal, tidak diinginkan, dan tidak menerima pemakaman layak. Wujudnya menyerupai janin yang berubah mengerikan, dengan kebencian dan ketakutan menjadi bagian dari gambaran kutukannya. Botchling mengisap darah perempuan hamil dan dapat menyebabkan korbannya meninggal. Ini adalah pengetahuan tentang jenis makhluknya, sehingga belum membuktikan anak Anna telah menyerang seseorang atau memang tidak pernah diinginkan oleh orang tuanya.

Petunjuk praktisnya mencakup Cursed Oil dan Axii. Minyak tersebut membantu ketika pertarungan diperlukan, sedangkan Axii dapat meredakan keadaan Botchling yang mengamuk. Pengetahuan ini akan berguna dalam dua pendekatan yang berbeda. Geralt perlu siap menghadapi makhluk itu sebagai lawan, sekaligus memahami bagaimana menjaganya cukup tenang untuk menjalani ritual.

Nama Polandianya, poroniec, memiliki hubungan langsung dengan kata yang merujuk pada keguguran. Dalam wawancara tentang pembuatan quest ini, Paweł Sasko menyebut makhluk dari sebuah bestiary tentang folklor Slavia sebagai inspirasi Botchling. Bagi pembaca Polandia, namanya sendiri sudah membawa hubungan dengan kehamilan yang berakhir sebelum kelahiran. Sebagian kedekatan bahasa itu menjadi kurang langsung ketika istilahnya berubah menjadi Botchling dalam versi Inggris.

Api di Kandang Crow's Perch

Ketika Geralt kembali, kandang di Crow's Perch sudah terbakar. Asap memenuhi bangunan, sementara seorang penjaga meminta pertolongan untuk saudaranya, Oswin, yang terjebak bersama kuda-kuda di dalam. Pertanyaan tentang keluarga Baron mendadak harus berbagi waktu dengan orang yang membutuhkan jalan keluar saat itu juga.

Geralt dapat langsung mencari Phillip atau berhenti untuk menolong. Menyelamatkan Oswin membuka pertemuan terima kasih dan imbalan darinya kemudian, sedangkan mengabaikan kandang melewatkan bagian tersebut. Kedua pilihan tetap membawa Geralt kepada konfrontasi dengan Baron. Pertolongannya berarti bagi mereka yang terjebak, walaupun tidak mengubah arah utama pencarian Anna dan Tamara.

Dalam perjalanan yang didokumentasikan di sini, Geralt mengambil jalur pertolongan. Ia memasuki bagian atas kandang, melewati bagian bangunan yang rusak, lalu mencapai pintu utama dari dalam. Membukanya memberi Oswin dan kuda-kuda jalan untuk keluar dari kebakaran. Pekerjaan itu meminta tindakan langsung sebelum Geralt dapat kembali menagih penjelasan dari pemilik benteng.

Geralt berada di depan pintu kandang, dengan api dan puing terbakar di sebelahnya.
Membuka pintu utama kandang menjadi bagian penting dalam upaya menyelamatkan Oswin dan kuda-kuda.

Phillip sendiri sedang mabuk dan sulit diajak bicara. Ketika Geralt menyinggung keguguran dan menuduh Phillip melakukan kekerasan terhadap keluarganya, pertemuan berubah menjadi perkelahian tangan kosong. Pertarungan ini tetap terjadi meskipun Geralt telah menolong di kandang. Setelah mengalahkannya, Geralt menekan kepala Baron ke dalam bak air agar ia cukup sadar untuk berbicara.

Geralt menahan Phillip dari belakang di halaman Crow's Perch yang masih berasap.
Konfrontasi fisik mendahului percakapan ketika Phillip mulai mengakui apa yang terjadi di rumahnya.

Apa yang Disembunyikan Phillip

Pengakuan pertama Phillip mengubah dasar pekerjaan Geralt. Ia sudah tahu Anna dan Tamara pergi meninggalkannya, tetapi tetap membiarkan Geralt menyelidiki seolah keduanya hilang tanpa penjelasan. Ketika ditanya mengapa, ia mencemaskan bagaimana dirinya akan dinilai jika mengaku tidak mampu mengendalikan istri dan putrinya. Bahkan saat meminta bantuan menemukan mereka, Phillip masih membicarakan keluarganya melalui persoalan kendali.

Ia menyangkal pernah memukul Tamara, lalu mengakui bahwa perlakuannya kepada Anna berbeda. Penyangkalan tentang Tamara tetap merupakan keterangannya sendiri. Kekerasan terhadap Anna kini mendapat dasar yang lebih kuat daripada dugaan Pellar, karena Phillip mengakuinya dalam percakapan dengan Geralt. Bekas perkelahian yang ditemukan saat menyelidiki kamar Anna dan Phillip akhirnya bertemu dengan orang yang harus menjelaskannya.

Dalam cerita Phillip, Tamara memiliki banyak kebebasan di benteng. Ia dapat berkuda, berburu bersama para prajurit, dan ikut dalam kegiatan mereka. Namun Phillip juga mengatakan anak buahnya memanggil Tamara ketika ia mengamuk, karena putrinya mampu menenangkannya. Kebebasan itu berjalan berdampingan dengan kebiasaan menjadikan seorang anak sebagai penengah kemarahan ayahnya.

Tentang hari kepergian mereka, Phillip mengaku telah minum selama berhari-hari. Anna mengatakan mereka akan pergi, dan ia mencoba menahannya hingga terjadi pergumulan. Ingatannya kemudian terputus. Ketika akhirnya memeriksa kamar, ia menemukan darah dan tubuh anak yang telah meninggal, lalu menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi.

Phillip berbicara kepada Geralt saat menceritakan Anna yang mengatakan akan pergi bersama Tamara.
Phillip mulai membuka kembali percakapan yang mendahului kepergian Anna dan Tamara dari Crow's Perch.

Geralt kini mempunyai pengakuan tentang kekerasan, kehamilan yang berakhir dengan keguguran, serta anak yang dikubur Phillip. Penyebab pasti keguguran itu belum dapat dipastikan hanya dari ingatan seorang lelaki yang mabuk dan pengakuan bersalahnya. Talisman Anna juga menunjukkan bahwa ia sudah mencari perlindungan sebelum malam tersebut. Bagi Geralt, persoalan itu masih memiliki bagian yang belum dijelaskan.

Phillip membungkus tubuh anak tersebut dengan kain bersih dan menguburkannya, tetapi tidak memikirkan upacara pemakaman. Menurut pengakuannya, ia hanya ingin kengerian itu segera berakhir. Ia juga mengatakan sempat berharap kelahiran seorang anak lagi akan memperbaiki hubungan mereka. Harapan tersebut memperlihatkan betapa banyak yang ia bebankan kepada anak yang bahkan belum lahir, sementara persoalan rumah tangganya sendiri belum ia selesaikan.

Dalam wawancara PC Gamer, Sasko menjelaskan bahwa Baron dirancang untuk mewakili Velen beserta masalahnya. Pengalamannya melihat keluarga yang rusak oleh alkohol dan kekerasan ikut membentuk quest ini, sementara latar Phillip sebagai prajurit dikaitkannya dengan trauma setelah perang. Itu adalah konteks penciptaan karakter. Dalam percakapan yang dihadapi Geralt, Phillip tetap orang yang melakukan kekerasan sekaligus meminta pertolongan untuk mendapatkan keluarganya kembali.

Garam di Pintu dan Kuburan yang Kosong

Setelah mendengar penjelasan tentang Botchling, Phillip meminta Geralt mencoba mengangkat kutukan anaknya. Ia bersedia menunjukkan tempat anak itu dikuburkan. Jika kutukannya dapat diangkat, anak tersebut kemudian harus dibawa kembali dan dikuburkan di ambang rumah. Geralt masih harus menilai keadaan makhluk itu ketika mereka menemukannya. Keinginan sang ayah belum menjamin ritual dapat diselesaikan.

Geralt dapat segera mengurusnya atau mengambil waktu untuk bersiap, dengan pertemuan di kuburan berlangsung pada tengah malam. Ia meminta Phillip memperingatkan penduduk agar tetap di rumah dan menaburkan garis garam di depan pintu. Saat mereka bersiap menghadapi Botchling, garis putih tersebut tampak di ambang salah satu rumah. Tindakan berjaga-jaga itu memperlihatkan bagaimana urusan keluarga Baron mulai memengaruhi malam orang-orang lain di benteng.

Geralt berdiri di depan rumah pada malam hujan, dengan garis garam di ambang pintu.
Garis garam di depan pintu menjadi bagian dari persiapan menghadapi Botchling.

Phillip kemudian membawa Geralt ke tempat anaknya dikubur. Di perjalanan, terungkap bahwa anak itu belum diberi nama. Bagi Geralt, nama memiliki kekuatan dalam urusan seperti ini, sehingga kelalaian tersebut berkaitan langsung dengan pekerjaan yang akan mereka lakukan. Setibanya di lokasi, mereka menemukan kuburan yang sudah terbuka dan kosong.

Botchling muncul di dekat pagar kayu. Kepalanya besar, kulitnya memperlihatkan pembuluh darah, dan gigi-giginya tampak di mulut yang bentuknya masih mengingatkan pada bayi. Penjelasan Pellar kini memperoleh wujud di depan Geralt. Phillip pun harus berhadapan dengan apa yang bangkit dari kuburan yang dibuatnya sendiri.

Botchling berkepala besar dengan pembuluh darah terlihat dan gigi tajam di dekat pagar kayu.
Geralt dan Phillip menemukan Botchling di dekat kuburan anak yang sudah kosong.

Membunuh Botchling atau Mengangkat Kutukannya

Game memberi Geralt dua pendekatan terhadap makhluk di hadapannya. Ia dapat menyerang dan mengambil darah Botchling untuk dibawa kepada Pellar, atau mencoba mengubahnya menjadi Lubberkin, roh penjaga rumah. Keduanya menggunakan hubungan darah anak tersebut dengan Anna dan Tamara. Perbedaannya terletak pada penanganan kutukan, risiko yang harus dihadapi, serta peran Phillip dalam prosesnya.

Jika Geralt memilih membunuh, Botchling berubah menjadi lawan yang jauh lebih besar. Pertarungan dapat melibatkan wraith dan keadaan mengamuk dengan duri yang muncul pada tubuhnya. Axii tetap berguna untuk meredakan keadaan tersebut, bersama persiapan menghadapi Cursed One. Setelah makhluk itu mati, Geralt mengambil darahnya meskipun Phillip keberatan.

Jalur ini masih menyediakan penyelidikan yang utuh. Geralt kembali kepada Pellar dan membantunya melakukan ritual di Wolven Glade, dengan tiga api ritual yang harus dijaga tetap menyala ketika wraith mengganggu. Darah Botchling menjadi bahan ramalan untuk memperoleh arah pencarian berikutnya. Pertarungan melawan Botchling dan ritual bersama Pellar merupakan bagian khusus jalur ini, menggantikan pengawalan anak, penamaan di ambang rumah, dan kemunculan Lubberkin.

Membunuhnya masuk akal jika Geralt menilai ancaman makhluk terkutuk itu terlalu besar untuk ditangani melalui ritual. Ia menghentikan bahaya dan masih mempunyai metode untuk mencari keluarga yang hidup. Konsekuensinya bagi Phillip terasa berbeda, karena anaknya ditangani sebagai ancaman lalu darahnya dipakai untuk penyelidikan. Ia tidak menjalani rangkaian yang mengharuskannya membawa, menamai, dan mengakui anak itu sebagai putrinya.

Geralt menghadapi Botchling saat pilihan menyerang atau mengubahnya menjadi Lubberkin muncul.
Pilihan terhadap Botchling menentukan apakah Geralt membunuhnya untuk ramalan darah atau mencoba mengangkat kutukannya.

Upaya mengangkat kutukan mengharuskan Phillip membawa anak itu ke rumah, sementara Geralt menjaga perjalanan mereka. Jika berhasil, penguburan yang disertai penamaan mengubah Botchling menjadi roh yang dapat membantu mencari kerabatnya. Jalur ini memberikan adegan pengawalan, ritual bersama Phillip, dan petunjuk melalui Lubberkin. Sebagai gantinya, pertarungan membunuh Botchling serta ramalan darah di Wolven Glade tidak dijalani.

Memilih upaya tersebut juga belum mengunci keberhasilannya. Ketika Botchling mulai meronta, Geralt harus menggunakan Axii tepat waktu. Jika dibiarkan terlalu lama, makhluk itu berubah menjadi ganas dan harus dibunuh, sehingga penyelidikan beralih ke jalur darah bersama Pellar. Ada perbedaan antara sengaja membunuh sejak awal dan mencoba mengangkat kutukan tetapi gagal menjaganya tetap tenang, walaupun keduanya akhirnya memakai metode pencarian yang sama.

Dari sisi alur quest, kedua cabang kemudian mengarahkan penyelidikan kepada saksi yang sama, seorang nelayan. Pilihan Botchling ini sendiri tidak menentukan akhir kisah Anna dan Phillip.

Kemungkinan mengangkat kutukan juga memiliki tempat yang jelas dalam sejarah seri ini. Dalam The Witcher, perkara Adda yang berubah menjadi striga menyediakan pilihan membunuh atau membebaskannya dari kutukan. Di jalur Roche dalam The Witcher 2, The Blood Curse memadukan pengetahuan ritual, Signs, dan perlindungan terhadap Henselt ketika wraith menyerang. Tata cara ketiganya berbeda, tetapi sama-sama menempatkan pengetahuan dan pelaksanaan ritual sebagai bagian dari pekerjaan witcher.

Dalam perjalanan Geralt yang didokumentasikan di seri ini, ia memilih mencoba mengangkat kutukan. Pilihan tersebut layak diambil karena Botchling masih tenang, cara penanganannya diketahui, dan Phillip bersedia terlibat. Geralt masih dapat mencari Anna dan Tamara sambil memberi anak ini kemungkinan lain.

Membawa Anak Itu Pulang

Geralt menyuruh Phillip mengangkat Botchling. Baron sempat takut makhluk itu menyerangnya, tetapi Geralt tetap memintanya mengambil anak tersebut dan memberi tahu jika ia mulai meronta. Akhirnya Phillip memegang tubuh kecil itu dengan kedua tangannya. Geralt tetap di dekatnya, mengawasi makhluk yang harus mereka bawa kembali ke benteng.

Phillip memegang Botchling dengan kedua tangan sementara Geralt mengawasi dari belakangnya.
Jalur pengangkatan kutukan mengharuskan Phillip sendiri membawa anaknya kembali ke rumah.

Perjalanan itu disela serangan wraith. Geralt harus menghadapi roh-roh tersebut sambil memastikan Botchling tidak lepas kendali dalam pegangan Phillip. Ketika anak itu mulai meronta, Axii digunakan untuk menenangkannya agar mereka dapat meneruskan perjalanan. Sign tersebut menjaga Botchling tetap tenang selama pengawalan, tetapi pengangkatan kutukan masih memerlukan penamaan dan penguburan yang semestinya.

Phillip juga tidak bisa menyerahkan seluruh pekerjaan kepada witcher yang dibayarnya. Ia harus tetap memegang anak itu ketika keadaan menjadi berbahaya, berjalan di bawah perlindungan Geralt, dan memikirkan nama yang akan diberikan. Keterlibatannya menjadi bagian dari cara kutukan tersebut ditangani. Untuk sementara, tugasnya sederhana tetapi tidak ringan, membawa anak itu pulang dengan selamat.

Nama Dea di Ambang Rumah

Di depan rumah keluarga, Geralt memandu ritual penamaan yang telah dibicarakan dengan Pellar, Aymm Rhoin. Geralt mengenalinya sebagai adat elf, sedangkan Pellar menekankan bahwa praktik kuno itu dapat digunakan untuk memperoleh bantuan roh. Dalam kasus Dea, ritual tersebut menghubungkan nama, pengakuan keluarga, dan tempat penguburan. Mengetahui jenis kutukannya membawa Geralt sampai ke sini, tetapi Phillip tetap harus mengucapkan bagiannya sendiri.

Penguburan di bawah ambang rumah memiliki kemiripan dengan tradisi rakyat yang dibahas Kamil dan Olaf Stachowski dalam kajian tentang kłobuk. Salah satu kepercayaan yang mereka rangkum menghubungkan penguburan anak yang lahir mati di tempat itu dengan kemunculan roh yang terikat kepada rumah dan penghuninya. Dalam pembacaan adegan ini, ambang juga menandai batas antara anak yang sebelumnya dikubur tanpa nama dan anak yang kini diakui sebagai bagian keluarga.

Phillip mengikuti kata-kata Geralt, lalu menyebut nama yang dipilihnya. "Aku menamai kau Dea dan memelukmu sebagai putriku," ucapnya. Geralt membimbing upacara, tetapi pengakuan tersebut harus datang dari sang ayah. Anak yang semula dibicarakan melalui kematian dan bentuk kutukannya kini dipanggil dengan nama.

Phillip memandang anak dalam pelukannya saat subtitle menyebut nama Dea sebagai putrinya.
Phillip memberikan nama Dea dalam ritual Aymm Rhoin yang dipandu Geralt.

Penamaan juga mempunyai arti spiritual dalam sejumlah cerita rakyat Polandia. Kajian Urszula Lehr tentang Podhale mencatat kepercayaan bahwa pemberian nama dengan rumusan pembaptisan dapat membebaskan jiwa anak yang meninggal sebelum sempat dibaptis dari penebusan yang diyakini harus dijalaninya. Catatan regional ini memperlihatkan pertemuan kepercayaan rakyat dan unsur Kristen. Kemiripan tersebut membantu membaca adegan Dea, tanpa menjadikan Aymm Rhoin sebagai nama ritual historis Polandia.

Pengakuan Phillip memiliki akibat nyata bagi kutukan anaknya, tetapi tidak dapat menggantikan pertanggungjawabannya kepada Anna dan Tamara. Keduanya tidak hadir dalam upacara ini, dan tidak ada pengampunan dari mereka yang bisa diwakili Geralt. Ritual memberi Phillip satu tindakan yang masih dapat ia lakukan untuk Dea.

Sesudah penamaan, Phillip menguburkan tubuh Dea di ambang rumah. Geralt kemudian menunggu satu hari sebelum memanggilnya. Hasil yang diharapkan adalah Lubberkin, roh penjaga yang terikat kepada keluarga dan dapat membantu menemukan kerabatnya. Perubahan itu tidak menghidupkan Dea kembali sebagai bayi.

Dalam versi Polandia, Lubberkin disebut kłobuk. Kajian Kamil dan Olaf Stachowski tentang tradisi Warmia dan Masuria menggambarkannya sebagai roh pembawa kekayaan, sering dengan mencuri milik tetangga, dan dapat membalas jika diperlakukan buruk. Hubungannya dengan rumah tidak otomatis membuatnya baik kepada semua orang. Game mengolah unsur roh rumah tersebut dengan menonjolkan peran penjaga dan ikatan keluarga pada Lubberkin.

Ketika Geralt memanggilnya, Dea muncul di depan rumah sebagai sosok kecil bercahaya kebiruan. Kutukan yang ditangani Geralt dan Phillip telah menghasilkan roh yang dapat membantu Geralt mencari kerabatnya. Geralt menyampaikan permintaannya kepada anak itu. "Bawa aku kepada mereka yang terikat dengan darahmu."

Dea melayang sebagai roh kebiruan di depan pintu saat Geralt memintanya mencari kerabat.
Dea muncul sebagai Lubberkin setelah penamaan, penguburan, dan penantian Geralt.

Posting Komentar

Lebih lama Lebih baru