Surat jalan palsu telah membawa Geralt melewati penjagaan di Pontar. Ia memperoleh izin melintas, sementara pertemuan dengan Tamara di Oxenfurt masih menunggu. Namun, pemeriksaan yang berhasil dilewati itu hanya menyelesaikan satu hambatan. Di jalan-jalan Velen yang kemudian ia datangi, keamanan bergantung pada siapa yang sedang berada di sana dan apa yang mereka inginkan dari orang yang lewat.
Perang memberi orang-orang bersenjata kesempatan yang berbeda-beda. Ada yang menjarah perlengkapan dari jasad prajurit, ada yang langsung menyerang, dan ada yang menguasai jembatan untuk meminta bayaran. Tiga pertemuan Deadly Crossing dalam The Witcher 3 memperlihatkan bagaimana perjalanan Geralt bersinggungan dengan semuanya. Kekuasaan masih ada di Velen, tetapi perlindungannya tidak menjangkau setiap jalan secara merata.
Mourner di Jembatan Utara Lindenvale
Ketika Geralt mula-mula mendatangi jembatan panjang di utara Lindenvale, prajurit Nilfgaard masih berdiri di jalur penyeberangan. Zirah hitam mereka mudah dikenali. Beberapa berada di dekat pangkal jembatan, sementara yang lain terlihat lebih jauh di sepanjang jalan kayu.
![]() |
| Pada kunjungan awal Geralt, prajurit Nilfgaard masih berada di jembatan utara Lindenvale. |
Saat Geralt mendatangi tempat itu lagi, para prajurit telah menjadi jasad. Tubuh berzirah tergeletak di dekat pembatas batu dan sepanjang jalan, sementara orang-orang berjongkok di sekitarnya untuk mengambil perlengkapan. Perubahan dalam Deadly Crossing II terasa justru karena tempatnya masih dapat dikenali. Jembatannya tetap dapat dilewati, tetapi orang-orang yang sebelumnya menjaganya kini menjadi sasaran penjarahan.
![]() |
| Pada kunjungan berikutnya, para penjarah mengambil perlengkapan dari jasad prajurit Nilfgaard. |
Penjarah yang berbicara dengan Geralt mengaku tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada para prajurit itu. Namun, ia mengatakan bahwa jasad dapat "dibaca seperti buku". Dari kondisi jasad tersebut, ia menyimpulkan bahwa pasukan Nilfgaard telah bertempur melawan pasukan Redania untuk memperebutkan jembatan tersebut. Keterangan itu memberi Geralt dugaan tentang kematian mereka, tetap sebagai tafsiran atas kondisi jasad setelah kejadian, bukan kesaksian langsung.
Percakapan kemudian beralih ke barang yang mereka ambil. Penjarah itu berdalih bahwa mereka hanya memastikan tidak ada yang terbuang. Ia lalu menawarkan sebuah pedang bagus yang menurut pengakuannya ditemukan di antara gelagah. Pedang itu adalah Mourner, sebuah pedang baja berkategori relic. Klaim tentang tempat penemuannya tidak menjelaskan siapa pemilik sebelumnya atau bagaimana senjata itu sampai di sana.
Geralt menolak tawaran tersebut. "Pedang milik orang mati? Tidak, terima kasih," jawabnya, lalu ia pergi tanpa bertarung. Mourner tidak berpindah ke tangannya dan para penjarah tetap hidup.
![]() |
| Geralt menolak membeli Mourner dan meninggalkan para penjarah tanpa pertarungan. |
Penjarah mengedepankan mutu senjata dan alasan agar barang tidak terbuang. Jawaban Geralt justru mengembalikan perhatian kepada orang mati di balik barang dagangan itu. Ia menyatakan keberatan terhadap tawaran tersebut tanpa menjadikannya tuduhan pembunuhan atau alasan untuk menyerang.
Game menyediakan hasil lain bagi pemain yang mengambil pilihan berbeda. Mourner dapat dibeli seharga 525 crown atau diambil dari jasad penjarah jika pertemuan berubah menjadi pertarungan dan mereka dibunuh. Penolakan tidak otomatis memicu bentrokan dan dapat mengakhiri percakapan dengan damai.
Di jembatan ini, perlengkapan orang mati telah menjadi barang dagangan. Geralt dapat meninggalkan perdagangan itu dengan menolak tawaran, tetapi kebebasan untuk sekadar pergi tidak selalu tersedia di jalan Velen.
Serangan di Persimpangan Hutan
Pertemuan berikutnya berlangsung di persimpangan hutan sebelah barat Dragonslayer's Grotto. Dalam Deadly Crossing III, Geralt menemukan kelompok bandit di sekitar beberapa jasad berpakaian warga biasa. Sebagian dari mereka berjongkok di dekat tubuh-tubuh itu, sementara seorang lainnya berdiri dengan senjata di bahu. Jasad-jasad tersebut sudah berada di sana sebelum Geralt bertarung.
![]() |
| Kelompok bandit berada di sekitar jasad di persimpangan hutan sebelum pertempuran Geralt berlangsung. |
Kali ini tidak ada tawaran barang atau percakapan untuk menentukan harga. Kelompok tersebut menyerang ketika Geralt mendekat, dan ia melawan dengan pedang. Pertarungan berlangsung di jalan yang sempit di antara pepohonan, dengan para penyerang berada dekat di sekelilingnya. Geralt akhirnya mengalahkan mereka.
![]() |
| Pertemuan di persimpangan hutan berubah menjadi pertarungan saat para bandit menyerang Geralt. |
Berbeda dari pertemuan dengan penjual Mourner, serangan di persimpangan tidak memberi Geralt ruang untuk menyelesaikan masalah lewat percakapan. Ia melawan ancaman yang langsung mengarah kepadanya. Meski demikian, pertarungan itu tidak menjelaskan siapa yang membunuh orang-orang yang jasadnya sudah ada di sana.
Keberadaan pasukan Nilfgaard di Velen dan kekuasaan lokal Baron di Crow's Perch tidak membuat setiap ruas jalan terlindungi. Di persimpangan ini, Geralt menghadapi kelompok bersenjata tanpa ada penjagaan resmi yang menghentikan serangan mereka. Setelah mengalahkan mereka, Geralt dapat melanjutkan perjalanan.
Harga untuk Melewati Troll Bridge
Di Troll Bridge, sebelah barat daya Crow's Perch, hambatan Geralt mempunyai bentuk yang sangat jelas. Bagian jembatan yang terangkat memutus jalur penyeberangan. Tiga bandit berada di sisi tempat mekanismenya dapat dioperasikan. Mereka tidak perlu mengejar setiap orang di sepanjang jalan ketika satu bagian jembatan sudah cukup untuk menghentikan langkahnya.
![]() |
| Bandit menguasai sisi mekanisme Troll Bridge dan menahan akses penyeberangan. |
Tuntutan mereka dalam Deadly Crossing I adalah 50 crown untuk melintas. Ketika hak mereka dipersoalkan, jawabannya berupa ancaman, diakhiri dengan "Bayar atau berenang!" Hak yang mereka klaim bertumpu pada senjata dan kemampuan menahan jembatan tetap terangkat.
Pengalaman itu mengingatkan pada penjagaan Pontar, dengan dasar kekuasaan yang berbeda. Prajurit Redania menjalankan pembatasan perjalanan atas perintah Radovid, sedangkan kelompok di Troll Bridge meminta uang dengan ancaman mereka sendiri. Bagi Geralt, keduanya menghadirkan syarat sebelum ia boleh lewat. Namun, permintaan bandit merupakan pemerasan oleh orang yang kebetulan menguasai akses, bukan pemeriksaan resmi.
Menurut legenda lokal dalam deskripsi peta, jembatan ini dibangun oleh para troll yang kemudian dibunuh seorang witcher tak dikenal. Keterangan itu tetap merupakan legenda, bukan kepastian tentang sejarah pembangunannya. Nama Troll Bridge menyimpan kisah tentang makhluk yang sudah tidak hadir di hadapan Geralt. Yang kini memanfaatkan jembatannya adalah manusia bersenjata.
Geralt menggunakan Axii. Ia mengangkat tangan dan meminta agar dibiarkan lewat, lalu tuntutan pembayaran tidak lagi menghalanginya. Jembatan diturunkan, dan ia dapat melintas tanpa menyerahkan 50 crown maupun membunuh para bandit. Setelah pertarungan di hutan, pertemuan ini berakhir dengan pedangnya tetap tersarung.
![]() |
| Geralt menggunakan Axii untuk mengatasi tuntutan bandit di Troll Bridge. |
Axii bekerja dengan memengaruhi pikiran. Kepatuhan bandit di sini tidak lahir dari kesepakatan sukarela, meskipun Geralt berhasil menghindari pertarungan. Ia tetap memaksakan kehendaknya, tetapi tidak perlu membunuh untuk membuka jalan.
Sebagai alternatif, pemain dapat membayar pungutan 50 crown agar para bandit menurunkan jembatan. Pilihan melawan juga tersedia, tetapi setelah membunuh mereka Geralt harus mengoperasikan mekanismenya sendiri. Kedua cara itu tetap membuka penyeberangan, dengan harga berupa uang atau nyawa yang tidak dibayarkan dalam jalur Axii.
![]() |
| Geralt dapat melewati Troll Bridge setelah menggunakan Axii, dengan para bandit tetap hidup. |
Orang-orang yang meminta bayaran masih hidup di belakang Geralt. Ia dapat melintas berkat kemampuan yang tidak dimiliki kebanyakan orang, sehingga keberhasilannya belum menjamin keamanan pelintas berikutnya. Selama akses dapat ditahan dengan senjata dan kendali atas mekanismenya, jalan yang menghubungkan dua tempat juga dapat dipakai untuk memeras orang yang membutuhkannya.
Untuk saat ini, papan-papan Troll Bridge sudah terbentang di hadapan Geralt. Ia menyeberang dan melanjutkan perjalanan.







