Dari tambatan berlumpur tempat Lost Goods berakhir, Geralt kembali menapaki papan-papan basah menuju jalan Velen. Drowners sudah tumbang dan peti terakhir sudah terbuka, tetapi tidak satu pun temuan di tepian rawa itu memberinya arah baru menuju Ciri. Ramalan Old Sage pun masih berupa rangkaian lambang yang belum ia pahami.
Karena itu, Geralt meninggalkan tepian air dan meneruskan perjalanan ke pedalaman. Urusan utama yang membawanya ke wilayah ini belum selesai, sementara perang terus meninggalkan pekerjaan lain di sepanjang jalan. Kali ini yang menunggu bukan catatan atau barang rampasan, melainkan jasad-jasad yang belum mendapat akhir.
![]() |
| Dari tepian rawa, Geralt kembali ke jalan untuk meneruskan pencarian Ciri. |
Pekerjaan di Tepi Jalan
Di tanah terbuka dekat reruntuhan, Geralt bertemu seorang pendeta Eternal Fire bersama dua pengawal bersenjata. Meja, peti, panji hitam berbingkai emas, dan nyala api kecil membuat rombongan itu mudah dikenali dari kejauhan. Sang pendeta tidak meminta perlindungan untuk dirinya sendiri. Ia mencari seseorang yang sanggup mendatangi tiga lokasi tempat jasad korban perang menumpuk.
Alasannya masuk akal bagi seorang witcher. Jasad yang dibiarkan terbuka di Velen menarik necrophage, makhluk pemakan bangkai yang dapat mengubah kuburan massal menjadi tempat berburu. Pendeta itu ingin jasad-jasad itu dibakar sebelum semakin banyak monster datang. Ia menyebut pekerjaan itu sebagai kewajiban terhadap mereka yang telah mati.
![]() |
| Geralt menemukan pekerjaan membakar mayat di tepi jalan Velen. |
Geralt menerima pekerjaan itu berdasarkan informasi yang ia miliki saat itu. Ada tiga tumpukan jasad, ancaman necrophage, dan upah bagi orang yang bersedia membersihkannya. Ia belum memiliki alasan untuk menghubungkan sang pendeta dengan perkara lain. Dua pengawal di dekatnya tampak sebagai pengamanan yang wajar bagi seorang rohaniwan yang bekerja di wilayah perang.
Sebagai agama sekaligus lembaga dengan otoritas sosial, Eternal Fire memberi sang pendeta identitas yang mudah dikenali. Namun jubah merah dan putih tidak membuat ucapannya otomatis benar, sebagaimana kesalahan satu orang tidak cukup menjadi dasar untuk menghakimi seluruh keyakinan. Bagi Geralt saat itu, ini tetap pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya.
Tiga Tempat untuk Orang-Orang Tanpa Nama
Sang pendeta membekali Geralt dengan minyak suci untuk membantu membakar jasad. Dari sana, Geralt bergerak dari satu lokasi pembakaran ke lokasi berikutnya melalui tanah terbuka, pepohonan yang mengering, dan sisa permukiman yang rusak oleh perang. Tidak ada prosesi pemakaman di sana. Setiap lokasi hanya menyisakan jasad-jasad tanpa nama, gerobak atau tong yang ditinggalkan, serta panji Eternal Fire sebagai tanda pekerjaan yang belum selesai.
Di dua tempat pertama, apa yang Geralt temukan menguatkan penjelasan sang pendeta. Ghouls telah mendekati tumpukan jasad dan harus disingkirkan sebelum Geralt dapat bekerja. Bagi necrophage, pihak yang dahulu dibela para korban itu tidak berarti apa-apa. Seragam, asal, dan doa terakhir kehilangan arti ketika yang mereka pahami hanya bau kematian.
Geralt tidak mencoba merekonstruksi pertempuran yang telah terjadi di tempat-tempat itu. Tidak ada bukti yang cukup untuk menentukan identitas setiap korban atau siapa yang membunuh mereka. Ia menyingkirkan ancaman yang ada, menuangkan minyak pada jasad, lalu menggunakan Igni untuk menyalakan tumpukan. Api menjadi cara praktis untuk menangani bahaya yang memang nyata.
![]() |
| Geralt menggunakan minyak suci dan Igni pada salah satu lokasi pembakaran. |
Pemandangan itu mengulang pola yang sudah ditemui Geralt di Velen sejak Mowshurst. Tentara telah pergi, sementara jasad dan monster tetap tinggal. Perbedaannya, kali ini seseorang telah mengubah sisa perang itu menjadi pekerjaan yang terorganisasi. Lokasi ditandai, minyak disediakan, dan seorang witcher dibayar untuk menangani dampak perang yang tak lagi diurus pasukan mana pun.
Karena itu, pekerjaan yang diberikan sang pendeta tetap memiliki dasar yang nyata. Ghouls benar-benar ada dan jasad-jasad itu memang perlu dibakar. Geralt melihat sendiri buktinya. Hingga dua lokasi pertama selesai ditangani, Geralt belum punya alasan untuk menganggap pembakaran itu memiliki tujuan lain selain menghentikan para pemakan bangkai.
Orang Hidup di Antara Jasad
Keadaan berubah di lokasi terakhir yang ditangani Geralt. Di antara tumpukan jasad dan ghouls, seorang manusia masih hidup dan berusaha mempertahankan diri. Namanya Titus Gielas. Geralt ikut bertarung tanpa mengetahui siapa lelaki itu atau mengapa ia berada di sana, lalu membantu menyingkirkan para pemakan bangkai sebelum mereka sempat menambah satu jasad lagi.
![]() |
| Seorang manusia hidup muncul di antara jasad dan para pemakan bangkai. |
Titus bertahan hidup, dan keberadaannya mengubah cara Geralt melihat pekerjaan itu. Di dua lokasi sebelumnya, Geralt hanya menemukan jasad yang tak dapat membantah cerita siapa pun. Titus masih dapat menjelaskan bagaimana ia sampai ke tempat itu. Ia bukan korban tanpa cela yang kebetulan terseret perang, melainkan seorang pedagang fisstech yang datang untuk sebuah transaksi.
Pada awal percakapan, Geralt belum mengetahui kaitan Titus dengan pemberi pekerjaan itu. Ia memilih menelusuri kaitan itu dengan menanyakan apakah Titus benar-benar sedang membicarakan seorang pendeta Eternal Fire. Dari pertanyaan itu, Geralt mendapat keterangan yang bisa saja tidak muncul jika ia langsung menepis cerita seorang pedagang narkotika.
Titus mengatakan bahwa pertemuan itu seharusnya berlangsung seperti transaksi sebelumnya, hanya dengan kiriman yang lebih besar. Menurut Titus, sang pendeta telah tiga kali memesan fisstech berkualitas tinggi. Pada transaksi kali ini, orang-orang yang datang untuk menerima kiriman justru menghunus senjata. Titus selamat dari serangan, tetapi berakhir tergeletak di antara jasad yang kemudian diminta sang pendeta untuk dibakar.
![]() |
| Titus mengaitkan sang pendeta dengan beberapa pesanan fisstech sebelumnya. |
Fisstech adalah narkotika ilegal dan adiktif, sehingga keterlibatan Titus dalam perdagangan itu membuat kesaksiannya perlu diperlakukan dengan hati-hati. Namun itu tidak berarti seluruh keterangannya layak diabaikan. Ia berada di lokasi pembakaran, masih hidup setelah diserang, dan mengetahui hubungan yang tidak pernah disebutkan sang pendeta kepada Geralt. Keterangan itu cukup penting untuk membuat Geralt kembali meminta jawaban.
Kesaksian Titus tidak membatalkan apa yang telah Geralt lihat di lokasi lain. Necrophage tetap berkeliaran di sekitar jasad dan pembakaran tetap mencegah mereka merusak jasad lebih jauh. Pembakaran itu kini memiliki makna tambahan. Pekerjaan yang memang diperlukan untuk membersihkan sisa perang ternyata sekaligus dapat menghapus jejak transaksi dan keterlibatan orang-orang di dalamnya.
Harga untuk Diam
Setelah lokasi terakhir selesai ditangani, Geralt menyusul sang pendeta ke tempat lain yang lebih jauh ke utara. Di sana, sang pendeta masih bersama dua pengawalnya. Kali ini Geralt datang dengan informasi yang tidak ia miliki saat menerima tugas, termasuk keberadaan Titus, kiriman fisstech, dan serangan yang mengakhiri transaksi.
Pendeta itu tidak memberi penjelasan panjang. Sebaliknya, ia menawarkan uang agar Geralt diam. Maksud tawaran itu jelas. Uang itu bukan lagi upah untuk membakar jasad. Sang pendeta menawarkannya agar Geralt, yang telah mendengar kesaksian Titus dan kembali meminta jawaban, tidak membawa cerita itu lebih jauh.
![]() |
| Tawaran sang pendeta membuat Geralt menghadapi keputusan terakhir dalam pekerjaan ini. |
Geralt menolak suap itu. Keputusan itu bukan pilihan untuk membunuh sang pendeta, melainkan penolakan untuk menerima uang agar tetap diam tentang apa yang baru diketahuinya. Permusuhan baru dimulai ketika pendeta dan kedua pengawalnya menghunus senjata, mengubah percakapan menjadi pertarungan.
![]() |
| Setelah suap ditolak, pendeta dan pengawalnya menghunus senjata di hadapan Geralt. |
Di lokasi pertemuan kedua itu, Geralt menghadapi ketiganya. Jubah sang pendeta dan janji pembayaran tidak mengubah kenyataan bahwa ia dan kedua pengawalnya memilih kekerasan. Ketika pertempuran berakhir, pendeta dan kedua orang bersenjatanya tumbang.
Urutan sebab-akibat itu penting. Geralt tidak datang dengan niat memburu rohaniwan Eternal Fire, dan ketika menerima pekerjaan ia belum mengetahui perdagangan fisstech di balik pekerjaan itu. Ia baru menolak uang setelah membakar tiga tumpukan jasad, menyelamatkan Titus, dan mendengarkan keterangannya. Pertarungan baru terjadi setelah sang pendeta dan kedua pengawalnya menghunus senjata.
Sesudah Api Padam
Ketika Funeral Pyres berakhir, keadaan sudah jauh berbeda dari saat Geralt menerima pekerjaan itu. Ketiga lokasi pembakaran telah ditangani dan ancaman ghouls di sana disingkirkan. Titus tetap hidup setelah pertempuran di lokasi terakhir dan sempat memberikan kesaksiannya. Sang pendeta dan kedua pengawalnya tewas setelah menyerang Geralt karena suap itu ditolak.
![]() |
| Pendeta dan kedua pengawalnya tumbang, sementara Titus tetap hidup. |
Hasil itu tidak berarti pekerjaan awal sepenuhnya tipuan. Jasad korban perang memang mengundang necrophage, sehingga pembakaran tetap berguna. Justru karena alasan awal itu benar, kepentingan lain dapat tersembunyi di balik masalah yang memang ada.
Sebelum Titus ditemukan, di lokasi-lokasi pembakaran Geralt hanya berhadapan dengan jasad yang tak dapat menjelaskan siapa mereka atau apa hubungan mereka dengan sang pendeta. Titus berbeda karena ia masih dapat bicara. Kehadiran seorang saksi hidup memberi Geralt nama, cerita tentang transaksi, dan keterangan tentang tindakan manusia di tengah lanskap yang sebelumnya tampak hanya berisi jasad serta monster.
Kesaksian Titus tetap perlu diperlakukan dengan hati-hati. Ia pedagang fisstech, bukan saksi yang sepenuhnya netral, dan keterangannya tidak membuktikan bahwa semua korban di ketiga tempat dibunuh oleh pendeta. Pengetahuan Geralt tetap terbatas, tetapi keterangan yang ia peroleh sudah cukup penting. Ada transaksi berulang, kiriman yang lebih besar, serangan, dan upaya membayar Geralt agar diam setelah ia kembali dengan keterangan Titus.
Pada titik ini, fungsi api tidak lagi sesederhana sebelumnya. Api dapat melindungi orang hidup dari ghouls, memberi akhir bagi jasad yang ditinggalkan, dan pada saat yang sama menghapus jejak yang ingin disembunyikan manusia. Geralt tidak dapat mengetahui identitas setiap korban, tetapi ia masih dapat menentukan sikap ketika seseorang yang ditemukan di antara mereka ternyata hidup dan mampu bersaksi.
Setelah pertarungan, Geralt berdiri di dekat jasad sang pendeta dengan jalan di Velen masih terbentang di hadapannya. Ia tidak memperoleh petunjuk baru tentang Ciri, sementara urusan dengan Bloody Baron masih menunggunya. Perjalanan itu belum selesai, dan jalan yang sama akan membawanya melewati harta yang tenggelam di Velen serta sisa-sisa perang lain yang belum tersentuh. Namun untuk perkara yang baru saja berakhir, satu hal sudah ia putuskan. Ketika kebenaran akhirnya mendapat suara, Geralt tidak menukarnya dengan uang.







