Tiga Harta Tenggelam di Velen: Queen Zuleyka, Sunken Treasure, dan Sunken Chest

Geralt meninggalkan jasad pendeta Eternal Fire tanpa membawa petunjuk baru tentang Ciri. Setelah menuntaskan Funeral Pyres, urusannya dengan Bloody Baron masih menunggu. Sebelum menuju Crow's Perch, Geralt lebih dulu menelusuri tiga harta yang tenggelam di perairan Velen. Benda-benda itu masih dapat ditemukan, tetapi kisah manusia di baliknya tidak selalu bisa dipulihkan secara utuh.

Geralt kembali menyusuri tepian air, melewati rumput tinggi dan kayu patah di sekitarnya. Di seberang, pagar dan menara jaga berdiri di tanah yang lebih tinggi.

Geralt berjalan di tepian air dengan pagar dan menara di seberang.
Selepas urusan dengan pendeta Eternal Fire, Geralt kembali menyusuri tepian air.

Surat untuk Orang yang Sudah Berhenti

Perjalanan itu kemudian membawanya ke pesisir di barat laut Hangman's Alley. Di sana, sebuah jasad terbaring dengan sebagian tubuhnya menyentuh air. Cahaya senja menerangi pasir dan rerumputan di sekitar jasad itu.

Geralt menemukan jasad di tepi perairan Velen dekat Hangman's Alley.
Sebuah jasad di tepi air menjadi awal pencarian Sunken Treasure.

Geralt memeriksa jasad itu dan menemukan Water-damaged letter, surat yang rusak karena terkena air. Tulisan di dalamnya masih terbaca, termasuk nama orang yang dituju dan tanda tangan pengirimnya. Bert menulis kepada Molke. Surat inilah yang memberi pencarian Sunken Treasure sisi manusiawi yang tidak terlihat dari jasad di pantai.

Bert tahu bahwa Molke sudah berhenti menyelundupkan barang. Menurut surat itu, Molke telah menyisihkan cukup banyak uang, tidak lagi tertarik mengambil risiko, dan ingin menikmati hidup bersama istri serta anak-anaknya. Meski demikian, Bert tetap meminta bantuannya untuk memindahkan satu muatan lagi. Ia menyebutnya sebagai pekerjaan terakhir, hanya beberapa peti dengan risiko kecil dan imbalan besar.

Water-damaged letter memperlihatkan surat Bert kepada Molke tentang satu pekerjaan terakhir.
Bert meminta bantuan Molke yang telah berhenti menyelundupkan barang dan ingin bersama keluarganya.

Cara Bert menyampaikan permintaan itu membuat surat ini terasa lebih pribadi daripada sekadar kabar tentang muatan. Ia mengakui bahwa Molke sudah memiliki kehidupan yang ingin dipertahankan, lalu berusaha membuat pekerjaan baru terdengar cukup ringan untuk diterima. Jika janji bayaran saja belum cukup, Bert juga mengingatkan hubungan mereka di masa lalu. Uang dan kenangan dipakai untuk membujuk orang yang telah menempatkan istri serta anak-anaknya di atas pekerjaan berikutnya.

Surat itu hanya memperlihatkan sisi Bert. Tidak ada balasan yang menunjukkan apakah permintaannya diterima, ditolak, atau bahkan sempat sampai kepada Molke. Nama-nama yang terbaca memberi Geralt gambaran tentang dua kehidupan, tetapi apa yang terjadi setelah janji itu tetap tidak diketahui.

Geralt melanjutkan pencarian ke bawah air. Di antara papan bangkai kapal, sebuah peti masih berada di tengah tumbuhan air dan sisa kayu. Ia menemukan peti yang dicari dan mengambil isinya, menuntaskan Sunken Treasure. Temuan itu tidak memberi Geralt keterangan baru mengenai penulis surat maupun orang yang ditujunya.

Karena surat ditemukan pada jasad, mudah menghubungkan nasib Bert dan Molke dengan kematian di pantai tersebut. Namun surat itu tidak menyebut siapa yang membawanya, sementara identitas jasad itu sendiri tidak diketahui sehingga hubungan tersebut tidak dapat dipastikan. Tidak ada bukti bahwa Molke menerima tawaran itu atau bahwa salah satu dari mereka tewas ketika mengerjakannya. Yang tersisa hanyalah permintaan Bert kepada seseorang yang, menurut surat itu, sudah punya alasan kuat untuk berhenti.

Perkemahan di Antara Bangkai Kapal

Dari pencarian pertama, Geralt meneruskan perjalanan menyusuri pesisir barat Velen hingga mencapai Coast of Wrecks. Bangkai kapal tersebar di perairan dan sepanjang pantainya. Sebagian masih memperlihatkan bentuk lambung atau haluan, sementara yang lain hanya menyisakan papan dan rangka yang patah. Cahaya jingga memantul di permukaan air dan membuat deretan bangkai kapal terlihat jelas dari daratan.

Setibanya di Coast of Wrecks, Geralt lebih dulu berhadapan dengan kelompok perompak yang menguasai perkemahan di pantai. Setelah pertarungan selesai, ia memeriksa perkemahan mereka. Api unggun masih menyala di antara barang-barang dan jasad yang tergeletak, sementara alas tidur, wadah, serta perahu rusak tersebar di sekitarnya. Di atas salah satu alas tidur, Geralt menemukan selembar catatan lalu mengambilnya untuk membaca tulisan yang ditinggalkan di sana.

Geralt berdiri dekat api unggun dan jasad perompak di Coast of Wrecks.
Setelah menyingkirkan para perompak, Geralt memeriksa perkemahan di Coast of Wrecks.

Pirate's notes mencatat temuan sebuah baskom perak dan bros bermata rubi. Bagi para perompak, dua benda itu berarti harta Ratu Zuleyka benar-benar berada di sekitar tempat mereka berkemah. Mereka menduga sisanya tersimpan di ruang muatan salah satu kapal yang karam di pantai barat. Namun ombak terlalu tinggi untuk memeriksa kapal-kapal tersebut, sehingga mereka memutuskan berkemah sambil menunggu laut tenang.

Pirate's notes menghubungkan temuan baskom perak dan bros dengan harta Ratu Zuleyka.
Para perompak menduga harta tersimpan dalam kapal karam, tetapi ombak menunda pencarian mereka.

Nama Zuleyka memberi pencarian ini konteks yang jauh lebih luas daripada sebuah perkemahan pantai. Zuleyka dari Talgar adalah ratu Kovir dan Poviss sekaligus istri Esterad Thyssen. Ia hadir dalam saga Andrzej Sapkowski, dan namanya juga sudah disebut dalam The Witcher 2. Artinya, nama sang ratu sudah memiliki riwayat tersendiri dalam dunia Witcher, meskipun catatan di tangan Geralt hanya membicarakan beberapa barang dan dugaan tentang kapal karam.

Perbedaan itu penting untuk memahami apa yang sebenarnya ditemukan para perompak. Baskom perak dan bros rubi adalah temuan yang mereka laporkan, sedangkan kaitannya dengan harta Zuleyka adalah kesimpulan mereka. Catatan itu tidak menjelaskan lebih jauh apa yang membuat mereka yakin. Dugaan tentang ruang muatan juga masih sebatas arah pencarian yang belum sempat mereka periksa saat catatan itu ditulis.

Catatan itu membuat keadaan perkemahan lebih mudah dipahami. Api unggun dan alas tidur sesuai dengan rencana menunggu yang dicatat para perompak, sementara bangkai kapal di sekitarnya menjadi tempat untuk melanjutkan pencarian. Mereka sudah memperoleh sesuatu dari air, tetapi keadaan laut membatasi langkah berikutnya. Geralt tiba ketika catatan itu masih dapat dibaca, tetapi tidak memperoleh keterangan tambahan dari penulisnya.

Pencarian Queen Zuleyka's Treasure kemudian membawa Geralt masuk ke sebuah bangkai kapal yang terendam. Di antara sisa papan geladak dan barang-barang yang tertinggal, ia menemukan peti harta yang dicari lalu mengambil isinya. Penyelaman itu menuntaskan pencariannya di Coast of Wrecks.

Arah pencarian para perompak akhirnya membawa Geralt pada temuan nyata, tetapi riwayat kapal dan muatannya tetap tidak dijelaskan. Tidak ada keterangan yang memastikan bahwa kapal tersebut milik Zuleyka atau berasal dari Kovir, apalagi yang menjelaskan bagaimana harta yang dikaitkan dengannya sampai ke Velen.

Surat Bert masih menunjukkan apa yang ia inginkan dari Molke. Catatan perompak, sebaliknya, memakai sebuah nama besar untuk menafsirkan benda yang mereka temukan. Yang masih hilang adalah riwayat kepemilikan yang dapat menghubungkan nama sang ratu dengan barang di dasar perairan Velen. Pengetahuan tentang Zuleyka tidak dapat menggantikan bagian yang hilang itu.

Reruntuhan Bata di Lake Wyndamer

Geralt meninggalkan pesisir dan melanjutkan perjalanan menuju Lake Wyndamer, lalu mencapai pulau kecil di selatan Fyke Isle saat malam sudah menyelimuti perairan. Di sana, ia lebih dulu menghadapi sekawanan drowner di sekitar reruntuhan dan sisa perkemahan. Setelah pertarungan selesai, Geralt memeriksa tempat itu lebih dekat.

Dinding bata merah yang sudah tidak utuh berdiri di antara ranting-ranting tanpa daun. Di dekatnya terdapat bekas api unggun dan jasad manusia.

Geralt mendekati jasad di antara reruntuhan bata merah dan sisa perkemahan.
Di pulau kecil ini, jasad dan bekas perkemahan berada dekat reruntuhan bata merah.

Dari jasad di sekitar reruntuhan itu, Geralt memperoleh Blood-smeared notes. Tulisan itu diawali sebagai catatan untuk diri sendiri. Tidak ada nama penerima, sapaan kepada kawan lama, atau tanda tangan yang memperkenalkan penulisnya. Isinya berfokus pada cara mengenali sebuah tempat.

Catatan itu menyebut pulau kecil dengan reruntuhan atau jembatan dari bata merah, disertai sisa perkemahan. Bagian berikutnya mengarahkan pembacanya untuk menyelam di antara reruntuhan yang terendam, tempat sebuah peti terlihat. Petunjuk itu cocok dengan lingkungan yang sedang diperiksa Geralt. Pencarian Sunken Chest pun berlanjut dari puing di daratan menuju bagian bangunan yang berada di bawah air.

Di sini, lingkungan memberi lebih banyak petunjuk daripada nama orang. Bata merah, sisa perkemahan, dan puing terendam memberi cukup informasi untuk mengikuti petunjuk, meskipun sejarah tempat itu tetap tidak dijelaskan. Penulis catatan bahkan hanya menyebut kemungkinan reruntuhan atau jembatan tanpa menjelaskan bangunan apa yang dimaksud. Tidak ada dasar untuk memastikan siapa yang membangunnya atau mengapa bagian-bagiannya berada di dalam danau.

Geralt menyelam di antara susunan bata dan lengkungan yang terendam. Balok kayu melintang di antara puing, sementara bagian dinding masih memperlihatkan bentuk bangunan yang lebih teratur daripada pecahan di sekitarnya. Di sanalah ia menemukan dan membuka peti yang menjadi tujuan pencarian. Dari peti itu, Geralt memperoleh Deithwen, pedang perak berkategori Relic, lalu menuntaskan Sunken Chest.

Panel loot Deithwen muncul bersamaan dengan notifikasi penyelesaian Sunken Chest.
Peti di reruntuhan terendam menyimpan Deithwen, pedang perak yang ditemukan Geralt.

Deithwen berarti kurang lebih White Flame, atau Api Putih, dalam Elder Speech. Dalam The Lady of the Lake, Divisi Deithwen termasuk dalam Angkatan Darat Ketiga Nilfgaard, dipimpin Kolonel Liam aep Muir Moss, dan ikut bertempur di Brenna. Sebuah pedang perak dengan nama yang sama juga muncul dalam The Witcher 2. Riwayat nama itu tidak menjelaskan asal pedang yang baru ditemukan Geralt atau siapa yang menyimpannya di peti tersebut.

Pada temuan terakhir ini, justru sebuah senjata yang masih memiliki nama. Pedang yang diperoleh Geralt bernama Deithwen, sementara orang-orang di dekat reruntuhan tidak meninggalkan identitas yang sama jelasnya. Nama itu memiliki konteks yang jauh lebih luas daripada peti tempat Geralt menemukannya. Hubungannya dengan siapa pun di pulau itu tetap tidak diketahui.

Di antara reruntuhan terendam itu, ketiga pencarian harta akhirnya tuntas. Benda-benda yang dicari berhasil ditemukan, sementara sebagian pertanyaan yang muncul di sepanjang jalan tetap tidak terjawab. Geralt tetap memperoleh hasil yang nyata, meski sebagian cerita harus ditinggalkannya dalam keadaan tidak lengkap.

Namun ketiga harta itu tidak memberinya petunjuk baru tentang Ciri. Geralt masih harus kembali mengikuti jalur penyelidikan yang terbuka sejak Heatherton, dan Crow's Perch menjadi tujuan berikutnya. Urusannya dengan Bloody Baron masih menunggu. Di sana, Geralt masih mungkin memperoleh keterangan langsung dari seseorang yang bisa ditanyainya.

Posting Komentar

Lebih lama Lebih baru