Death By Fire dan Lynch Mob: Persekusi dan Penghakiman di Jalan Velen

Geralt melanjutkan perjalanan setelah melewati Troll Bridge tanpa membayar para bandit. Axii membuka jalan tanpa pertumpahan darah, dan ketiga bandit itu tetap hidup ketika ia menyeberang.

Dalam perjalanan itu, Geralt menjumpai sebuah rumah yang sedang terbakar. Jalan yang terbuka di Troll Bridge belum berarti perjalanan melalui Velen menjadi aman. Kali ini, seorang elf terperangkap di dalam rumah itu dan nyawanya terancam.

Death By Fire dan Elf yang Dikurung di Dalam Rumah yang Terbakar

Rumah kayu beratap jerami itu terbakar di tepi jalan. Beberapa bandit masih berada di depannya, sementara seorang elf perempuan terperangkap di dalam. Jalan keluarnya ditutup dengan barikade, sehingga ia tidak dapat menyelamatkan diri dari api.

Rumah kayu beratap jerami terbakar di tepi jalan Velen, sementara beberapa bandit berdiri di depannya.
Geralt tiba ketika sebuah rumah sedang terbakar dan para bandit masih menguasai lokasi. Death By Fire dimulai dengan kekerasan yang telah berlangsung sebelum ia datang.

Permusuhan para bandit terhadap elf itu tampak dari cara mereka membicarakannya. Mereka melontarkan ucapan yang merendahkannya, bahkan ketika nyawanya sedang terancam. Geralt belum mengetahui mengapa rumah itu dibakar, tetapi elf yang terperangkap di dalamnya membutuhkan pertolongan segera.

Ia memilih turun tangan dan menghadapi para bandit. Geralt melawan mereka lalu membuka jalan bagi elf itu untuk keluar dari rumah yang terbakar. Perempuan itu berhasil keluar dengan selamat. Setelah pertarungan usai, ia berbicara dengan Geralt.

Dari penuturannya, Geralt mengetahui mengapa para bandit mendatangi rumah itu. Mereka hendak merampoknya dan memaksa perempuan itu menunjukkan tempat ia menyimpan barang berharganya. Ketika ia menolak, para bandit membakar rumah saat ia masih terkurung di dalam.

Seorang elf perempuan berbicara kepada Geralt setelah diselamatkan dari rumah yang dibakar para bandit.
Setelah diselamatkan, elf tersebut menjelaskan bahwa para bandit datang untuk merampoknya lalu membakar rumah ketika ia menolak menunjukkan tempat penyimpanan barang berharganya.

Sebagai ucapan terima kasih, perempuan itu menawarkan simpanannya kepada Geralt. Ia mengatakan uang itu disembunyikan di sebuah tunggul berlubang di belakang bangunan. Barang berharga yang sebelumnya hendak direbut para bandit kini justru ia tawarkan sendiri kepada Geralt.

Identitas perempuan itu tetap samar. Game tidak menyebut namanya, tidak memastikan bahwa bangunan tersebut adalah rumah miliknya, dan tidak menghubungkannya dengan Scoia'tael. Simpanannya memang berada di belakang bangunan itu, tetapi detail tersebut belum cukup untuk memastikan apakah ia pemilik, penghuni tetap, atau sekadar berada di sana ketika para bandit datang.

Perampokan dan Kebencian terhadap Elf

Kesaksian korban memperjelas motif perampokan dalam Death By Fire. Sementara itu, catatan quest dalam game juga menggambarkan kejadian ini sebagai persekusi terhadap nonhuman. Perampokan dan kebencian terhadap elf bertumpuk dalam peristiwa yang sama. Para bandit menginginkan hartanya, sementara penghinaan terhadap dirinya sebagai elf menyertai kekerasan yang mereka gunakan untuk mendapatkannya.

Catatan quest itu membawa kejadian ini melampaui satu rumah yang terbakar. Korban ini selamat karena Geralt kebetulan berada di sana, sementara tidak setiap orang yang menjadi sasaran persekusi akan mendapat pertolongan serupa. Karena itu, pertemuan kecil di tepi jalan tersebut menjadi salah satu contoh dari masalah yang jauh lebih luas di dunia yang sedang dilalui Geralt.

Kejadian ini mengingatkan pada pembakaran bengkel pandai besi Willis di White Orchard. Dalam kedua peristiwa itu, kebencian terhadap nonhuman menyertai tindakan membakar bangunan yang terkait langsung dengan korban. Namun konteks keduanya berbeda. Dalam kasus elf ini, korban menjelaskan bahwa bangunan tempat ia dikurung dibakar setelah ia menolak menunjukkan tempat penyimpanan hartanya.

Para bandit mengurung elf itu di dalam rumah lalu membakar bangunannya tanpa ada pihak yang menghentikan mereka. Sebelum Geralt tiba, tidak ada pihak berwenang yang datang menghentikan para bandit.

Dalam pilihan lain yang tersedia di game, Geralt dapat meninggalkan lokasi setelah peristiwa ini dimulai, dan elf tersebut dapat tewas. Geralt kali ini memilih bertahan dan menolong korban hingga selamat.

Perjalanan kemudian membawa Geralt ke Hangman's Alley. Di sana, empat petani menahan seorang prajurit Nilfgaard yang telah meninggalkan pasukannya. Mereka hendak membunuhnya sebagai pembalasan atas penderitaan yang mereka kaitkan dengan pasukan Nilfgaard.

Lynch Mob di Hangman's Alley

Di sepanjang Hangman's Alley, kerangka masih tergantung pada tiang-tiang gantungan. Nama tempat itu bukan sekadar hiasan. Catatan lokasi menjelaskan bahwa jasad-jasad itu adalah para petani. Sebagian digantung karena menentang penguasa baru mereka, sedangkan sebagian lainnya menjadi korban bandit yang juga menggantung mereka di jalan itu.

Ketika Geralt tiba, empat petani mengelilingi seorang tawanan dan hendak menggantungnya di tempat yang sama. Tidak ada petunjuk bahwa keempat petani itu bertanggung jawab atas kerangka-kerangka yang sudah lebih dulu tergantung di sana, tetapi mereka kini bersiap menambah korban baru di bawah tiang gantungan yang sama.

Tiang-tiang gantungan dengan kerangka yang masih tergantung di sepanjang jalan Hangman's Alley, sementara empat petani mengelilingi seorang tawanan.
Hangman's Alley sudah dipenuhi jejak penggantungan sebelum Geralt mendengar alasan para petani yang menahan seorang prajurit Nilfgaard.

Ketika Geralt berhadapan dengan mereka, para petani menyalahkan pasukan Nilfgaard atas kehancuran yang mereka alami. Ladang dirusak, gudang dijarah, dan kebun dibakar. Bagi mereka, pasukan itu menjadi penyebab hilangnya sumber makanan dan kelaparan yang semakin berat.

Kerusakan itu menyentuh sumber penghidupan mereka. Ladang yang rusak mengancam panen berikutnya, sedangkan penjarahan gudang menghabiskan persediaan yang sudah dikumpulkan. Kemarahan terhadap pasukan itu kemudian mereka arahkan kepada satu orang yang berhasil mereka tangkap.

Seorang petani di Hangman's Alley menjelaskan kerusakan ladang, gudang, dan kebun akibat pasukan Nilfgaard.
Kemarahan itu tidak muncul tanpa alasan. Para petani menyalahkan pasukan Nilfgaard atas rusaknya ladang, gudang, dan sumber penghidupan mereka, tetapi keluhan tersebut belum membuktikan bahwa tawanan itu sendiri yang merusak ladang, menjarah gudang, atau membakar kebun mereka.

Prajurit Nilfgaard yang ditawan itu kemudian angkat bicara. Ia mengaku tidak menginginkan perang dan telah meninggalkan pasukan. Ia mengatakan ingin pulang kepada istri dan anaknya, lalu memohon agar dibiarkan hidup.

Seorang prajurit Nilfgaard yang ditawan memohon kepada Geralt dan mengatakan bahwa ia ingin pulang kepada istri serta anaknya.
Tawanan itu mengaku telah meninggalkan perang demi kembali kepada istri dan anaknya. Pengakuan itu menjelaskan mengapa ia meninggalkan pasukannya, tetapi tidak menjelaskan apa yang pernah ia lakukan selama masih menjadi prajurit.

Geralt pernah berada dalam situasi serupa saat bertemu John Verdun, seorang desertir Temeria yang ia bebaskan meskipun ceritanya belum lengkap. Verdun berasal dari Temeria, sedangkan tawanan kali ini berasal dari Nilfgaard. Dalam kedua situasi, Geralt harus memutuskan apakah akan menolong seseorang tanpa mengetahui seluruh masa lalunya.

Di Hangman's Alley, Geralt meminta para petani melepaskan tawanan mereka. Mereka menolak. Geralt tetap pada keputusannya, dan perselisihan itu berujung pada pertarungan.

Harga Menghentikan Penggantungan

Geralt mengalahkan keempat petani itu, sementara tawanan Nilfgaard tersebut tetap hidup. Setelah pertarungan usai, ia berbicara dengan Geralt dan bertanya mengapa witcher itu bersedia menolongnya.

Desertir Nilfgaard yang selamat berbicara kepada Geralt setelah pertarungan dengan empat petani di Hangman's Alley berakhir.
Geralt tetap memilih membela tawanan itu, dan desertir Nilfgaard tersebut selamat. Keputusan itu berujung pada pertarungan dengan keempat petani.

Dengan menolongnya, Geralt bukan berarti berpihak kepada Nilfgaard. Geralt menghentikan penggantungan seseorang yang hendak dihukum karena pernah menjadi bagian dari pasukan Nilfgaard.

Kerugian yang diceritakan para petani menjelaskan dari mana kemarahan mereka terhadap pasukan Nilfgaard berasal. Namun mereka tidak menunjukkan bahwa tawanan inilah yang merusak ladang, menjarah gudang, atau membakar kebun mereka. Keputusannya meninggalkan pasukan juga tidak membuktikan bahwa ia tak pernah melakukan kekejaman selama bertugas. Apa yang pernah dilakukan tawanan itu selama menjadi prajurit tetap tidak diketahui, sementara para petani sudah hendak menjatuhkan hukuman mati.

Catatan quest Lynch Mob mengangkat pertanyaan tentang sejauh mana seorang prajurit harus menanggung keputusan para komandannya dan apakah tanggung jawab kolektif dapat disebut adil. Pertanyaan itu tidak membebaskan tawanan dari segala kemungkinan kesalahan, tetapi menegaskan perbedaan antara kebencian terhadap sebuah pasukan dan bukti kesalahan orang yang sedang mereka hukum.

Latar Hangman's Alley membuat pertanyaan itu terasa lebih tajam. Tempat tersebut sudah lebih dulu menyimpan korban penggantungan dari berbagai pelaku, lalu Geralt datang ketika empat petani hampir menambah satu jasad lagi di antara gantungan yang sudah ada.

Pertolongan Geralt tetap menuntut harga. Setelah permintaannya ditolak, ia melawan keempat petani itu. Pertarungan tersebut menewaskan mereka, sementara tawanan yang hendak digantung tetap hidup.

Lynch Mob juga dapat berakhir berbeda. Jika Geralt pergi atau tidak menghentikan para petani, tawanan itu dapat digantung. Pada jalur tersebut, surat dari istrinya dapat ditemukan pada tubuhnya. Surat itu ditulis Alveen dan menyebut putri mereka, Beatrys, sehingga menguatkan pengakuannya tentang keluarga dan niat meninggalkan perang. Namun surat tersebut tetap tidak menjelaskan apa yang pernah ia lakukan selama menjadi prajurit.

Dalam perjalanan kali ini, Geralt tidak menemukan surat tersebut karena tawanan itu selamat. Seperti pada rumah yang terbakar, meninggalkan lokasi akan membawa akibat berbeda bagi orang yang sedang terancam.

Kekuasaan yang Ada, Perlindungan yang Tidak Sampai

Geralt telah menghadapi dua kelompok dengan alasan yang berbeda. Para bandit ingin merampok elf yang mereka hina, sedangkan empat petani di Hangman's Alley merasa berhak membalas penderitaan mereka. Kemarahan para petani tetap perlu dipahami dalam konteks perang, sebab orang yang dirugikan dapat berbalik mengancam orang lain.

Dalam kedua kejadian itu, nasib korban berada di tangan kelompok yang menguasai situasi. Para bandit menutup jalan keluar elf dari rumah, sementara para petani menahan prajurit Nilfgaard di bawah gantungan. Sampai Geralt turun tangan, keduanya nyaris tidak punya cara untuk menyelamatkan diri.

Pengalaman itu tidak berarti seluruh Velen kehilangan hukum atau penguasa. Geralt telah melewati penjagaan resmi di Pontar, tempat aparat Redania mampu mengatur siapa yang boleh menyeberang. Ia juga mengenal Crow's Perch sebagai pusat kekuasaan Bloody Baron. Aturan dapat ditegakkan dengan tegas di sebuah pos atau benteng, tetapi jangkauannya tidak otomatis melindungi setiap rumah dan jalan di sekitarnya.

Kemampuan aparat menjaga perbatasan tentu tidak menjamin bahwa setiap tindakannya adil. Kendali atas sebuah penyeberangan juga berbeda dari perlindungan bagi penduduk. Di luar tempat-tempat yang dijaga, Geralt masih menjumpai kelompok yang dapat membakar rumah atau hendak menggantung seseorang tanpa dihentikan aparat.

Geralt sendiri bukan hakim atau aparat. Ia mengambil keputusan berdasarkan apa yang dilihat dan didengarnya, lalu menggunakan kekuatan untuk menghentikan kekerasan di depan mata. Di Troll Bridge, Axii cukup untuk membuka jalan tanpa membunuh. Kali ini, untuk menyelamatkan elf dan desertir Nilfgaard itu, Geralt harus bertarung. Pilihannya untuk menolong tidak selalu dapat dijalankan tanpa kekerasan.

Setelah berbicara dengan desertir itu, Geralt kembali ke jalan. Perjalanan berikutnya membawanya ke The Most Truest of Basilisks. Elf tersebut telah lolos dari rumah yang terbakar, dan tawanan Nilfgaard tidak jadi digantung. Empat petani tewas dalam pertarungan yang menyelamatkannya. Geralt dapat mengubah nasib dua orang yang ditemuinya, tetapi ia tidak dapat hadir di setiap rumah yang terbakar atau di setiap tempat seseorang hendak dijatuhi hukuman tanpa kesempatan membela diri.

Posting Komentar

Lebih lama Lebih baru