The Most Truest of Basilisks: Ketika Wyvern Dipamerkan sebagai Basilisk

Setelah dua pertemuan yang kembali menyeretnya ke kekerasan di jalan Velen, Geralt melanjutkan perjalanan menuju kawasan Oxenfurt. Tujuannya belum berubah. Ia masih mencari Tamara Strenger sebagai bagian dari pencarian keluarga Bloody Baron.

Geralt sudah berada di seberang Pontar setelah melewati pemeriksaan perbatasan dan menyeberangi sungai. Sebelum menemui Tamara, perhatiannya tertarik pada tontonan yang tampak jauh lebih ringan daripada rumah terbakar atau tiang gantungan. Di tepi jalan, sejumlah tentara Redania berkumpul mengelilingi sebuah kandang. Di sana, pengetahuan Geralt tentang monster segera berbenturan dengan cerita yang ditawarkan kepada penonton.

Pertunjukan di Jalan Menuju Oxenfurt

Seorang Beast Tamer berdiri di dekat kandang dan menawarkan tontonan yang sulit diabaikan. Makhluk di dalamnya diperkenalkan sebagai basilisk, monster langka yang menurut ceritanya berasal dari Zerrikania. Para tentara Redania sudah membayar untuk melihatnya dari dekat.

Geralt dan tentara Redania berdiri di dekat Beast Tamer serta kandang monster.
Para tentara Redania membayar untuk melihat monster yang diperkenalkan sebagai basilisk.

Beast Tamer tidak hanya menjual kesempatan melihat monster dari balik jeruji. Ia memberinya asal-usul yang membuat pertunjukan terdengar lebih luar biasa. Menurut ceritanya, basilisk tersebut datang dari Zerrikania, lahir dari telur ayam jantan, lalu dierami ular berbisa.

Beast Tamer berbicara dengan Geralt dan seorang tentara Redania di depan gerobak.
Zerrikania dan telur ayam jantan menjadi bagian dari kisah yang ditawarkan Beast Tamer.

Bagi penonton yang tidak terbiasa memburu monster, cerita seperti itu sulit diperiksa. Zerrikania memang dikenal sebagai negeri jauh dengan budaya dan makhluk yang asing bagi banyak penduduk kerajaan-kerajaan Utara. Nama itu memberi kisah Beast Tamer sedikit pijakan. Ia menunjukkan monster sungguhan, lalu mengisi bagian yang tidak diketahui para penonton dengan cerita yang terdengar cukup eksotis untuk dipercaya.

Masalahnya, tidak semua bagian cerita tersebut berasal dari pengetahuan tentang basilisk. Motif telur ayam jantan lebih dekat dengan kisah yang dilekatkan pada cockatrice. Di sinilah fakta, cerita rakyat, dan kebutuhan untuk menghibur mulai bercampur. Bagi Geralt, identitas monster tidak ditentukan oleh seberapa meyakinkan kisah penjualnya, melainkan oleh ciri makhluk yang benar-benar berada di dalam kandang.

Basilisk yang Terlihat Seperti Wyvern

Geralt segera mengenali makhluk itu sebagai wyvern. Ia menyindir bahwa basilisk yang dipamerkan Beast Tamer tampak persis seperti wyvern muda yang kurang makan.

Geralt mengangkat kedua tangan sambil menjelaskan identitas monster kepada Beast Tamer.
Geralt mengenali monster itu sebagai wyvern muda yang kurang makan.

Koreksi tersebut bukan sekadar mengganti nama pada monster yang sama. Basilisk dan wyvern merupakan makhluk berbeda, meskipun keduanya termasuk draconid dan cukup mirip di mata orang yang tidak terbiasa membedakannya. Bagi witcher, mengenali jenis monster merupakan langkah awal untuk memahami ancaman yang dihadapi. Bagi para tentara, perbedaan itu menentukan apakah mereka mendapat tontonan yang telah dijanjikan.

Inilah yang membuat pertunjukan Beast Tamer bekerja untuk sesaat. Para penonton tidak sedang memandangi hewan biasa yang disamarkan sebagai monster. Makhluk di depan mereka memang berbahaya dan benar-benar ada. Kekeliruannya terletak pada identitas yang dijual kepada mereka dan cerita yang membuat identitas tersebut terasa cukup langka untuk dibayar.

Begitu Geralt mengoreksi klaim itu, reaksi para tentara berubah cepat. Mereka menerima penjelasan bahwa makhluk tersebut adalah wyvern dan menuntut uang mereka kembali. Monster yang mereka lihat tidak berubah, tetapi nilai pertunjukan runtuh ketika cerita tentangnya tidak lagi dapat dipertahankan.

Seorang tentara Redania menuntut uang kembali, sementara Geralt berdiri di belakangnya.
Koreksi Geralt membuat para tentara menuntut pengembalian uang dari Beast Tamer.

Adegan kecil itu memperlihatkan kegunaan pengetahuan witcher di luar kontrak resmi. Geralt tidak perlu menerima pekerjaan membunuh monster untuk menggunakan keahlian yang dibentuk bertahun-tahun. Sebelum pedangnya dibutuhkan, ia sudah dapat melihat bahwa cerita di depan kerumunan tidak cocok dengan makhluk di balik jeruji.

Geralt juga menyoroti kondisi wyvern yang masih muda dan kurang makan. Pengamatan itu menunjukkan bahwa makhluk tersebut tidak berada dalam kondisi baik, tetapi tidak cukup untuk menjelaskan bagaimana Beast Tamer mendapatkannya atau bagaimana seluruh perlakuannya selama perjalanan. Yang dapat dipastikan dari pertemuan ini hanya apa yang Geralt lihat di depan mata.

Saat Jeruji Tidak Lagi Menahan Monster

Perdebatan soal uang belum sempat selesai ketika wyvern keluar dari kandang. Orang-orang yang beberapa saat sebelumnya membayar untuk melihat monster kini harus menghadapinya tanpa perlindungan jeruji.

Wyvern keluar dari kandang dengan pintu roboh dan debu mengepul di sekitarnya.
Kandang yang rusak mengakhiri pemisahan antara penonton dan monster yang mereka tonton.

Pada titik itu, cerita yang membuat pertunjukan memiliki nilai jual kehilangan kegunaan praktisnya. Basilisk atau wyvern, dari Zerrikania atau bukan, makhluk bersayap tersebut sudah berada di luar kandang dan dapat menyerang siapa pun di sekitarnya. Nama yang dipasang Beast Tamer tidak dapat menggantikan kayu dan besi yang sebelumnya menjaga jarak antara penonton dan predator.

Geralt ikut bertarung bersama para tentara Redania. Wyvern akhirnya tewas di dekat kandang tempat ia sebelumnya dipertontonkan. Tuntutan soal uang pun tersisih ketika mereka harus menghentikan monster yang lepas.

Geralt dan tentara Redania menghadapi wyvern yang lepas di dekat kandang.
Geralt dan para tentara Redania menghadapi ancaman yang semula menjadi tontonan.

Selama wyvern berada di balik jeruji, ketakutan terhadap monster dapat diubah menjadi hiburan. Pertunjukan memberi kesan bahwa bahayanya sudah cukup dipahami dan cukup dikendalikan untuk dinikmati dari dekat. Kandang yang rusak membongkar kesan itu dalam sekejap.

Kebohongan atau kekeliruan Beast Tamer bukanlah sesuatu yang menciptakan bahaya tersebut. Wyvern sudah berbahaya sejak awal. Yang berubah hanyalah cara orang-orang di sekitarnya memandang makhluk itu, dari barang tontonan yang aman di balik jeruji menjadi predator yang harus dihadapi secara langsung.

Gema Pertunjukan Lama di Gors Velen

The Most Truest of Basilisks menggemakan sebuah adegan yang terjadi jauh sebelum perjalanan Geralt menuju Oxenfurt. Dalam Time of Contempt, Ciri pernah menemukan pertunjukan di pasar Gors Velen yang juga menawarkan basilisk dari Zerrikania kepada orang-orang yang ingin melihat monster langka.

Ciri mengenali bahwa makhluk dalam pertunjukan itu sebenarnya adalah wyvern. Situasinya kemudian berubah ketika makhluk tersebut keluar dari kandang dan harus dihadapi secara langsung. Rangkaian basilisk palsu, pengungkapan identitas sebenarnya, dan monster yang lepas sangat mirip dengan pertemuan Geralt di dekat Oxenfurt.

Kemiripan ini bekerja sebagai hubungan antarkisah bagi pembaca, bukan sebagai ingatan Geralt. Adegan di dekat Oxenfurt tidak menunjukkan bahwa ia mengetahui pengalaman Ciri di Gors Velen. Yang dapat dibandingkan adalah bekal yang mereka gunakan. Pendidikan witcher membuat keduanya membaca ciri monster ketika para penonton masih mengandalkan penjelasan orang yang memamerkannya.

Karena itu, gema dari novel ini lebih berarti daripada sekadar pengulangan lelucon lama. Dalam dua peristiwa yang terpisah, pengetahuan yang diajarkan kepada seorang witcher dan seorang anak yang dibesarkan di Kaer Morhen sama-sama menembus cerita yang telah diterima kerumunan sebagai kenyataan. Monster boleh diberi nama yang lebih langka dan asal-usul yang lebih fantastis, tetapi ciri tubuhnya tetap mengatakan sesuatu yang lain kepada orang yang tahu cara membacanya.

Kembali pada Tujuan di Oxenfurt

Pertunjukan berakhir setelah wyvern mati. Geralt tidak memperoleh alasan untuk menetap di sana, dan perjalanan yang sempat terhenti oleh kerumunan dapat dilanjutkan. Pertemuan singkat itu tidak mengubah perang atau keadaan di sekitar Oxenfurt, tetapi memperlihatkan sisi profesi witcher yang jauh lebih sehari-hari daripada sebuah kontrak. Pengetahuan datang lebih dulu, lalu pedang baru diperlukan ketika kendali atas monster gagal.

Tujuan yang membawanya ke kawasan ini tetap menunggu. Dari jejak yang sebelumnya diikuti bersama Dea, Geralt sudah mengetahui bahwa Tamara berada di Oxenfurt. Wyvern telah mati, kerumunan telah kehilangan pertunjukannya, dan jalan kembali menjadi jalan. Geralt meninggalkan kandang itu dan meneruskan pencarian putri Bloody Baron.

Posting Komentar

Lebih lama Lebih baru