Harta Perang White Orchard: Dirty Funds, Deserter Gold, dan Temerian Valuables

Geralt meninggalkan White Orchard Cemetery setelah menemukan dua diagram Viper School dan jasad Kolgrim di dalam crypt keluarga Verrieres. Witcher itu pernah dituduh menculik seorang anak dan tidak pernah berhasil menyelesaikan perjalanan pulangnya. Namun White Orchard belum selesai memperlihatkan orang-orang yang hilang dan benda-benda yang mereka tinggalkan.

Tidak jauh dari crypt, sebuah Place of Power masih menyala di antara bebatuan, semak, dan pepohonan. Dari sana, kincir angin White Orchard terlihat di kejauhan, berdiri di atas wilayah yang kini berada di bawah pendudukan Nilfgaard. Vesemir masih menunggu di tavern. Geralt sebenarnya hanya perlu kembali kepadanya agar mereka dapat meninggalkan desa dan melanjutkan pencarian Yennefer.

Namun jalan yang membawanya menjauh dari cemetery masih menyimpan jejak lain. Kali ini tidak ada monster yang harus diburu, tidak ada warga yang datang meminta pertolongan, dan tidak ada saksi yang dapat menjelaskan apa yang terjadi. Yang tersisa hanyalah perkemahan kosong, catatan para deserter, laporan seorang pengintai, kunci berlambang bunga lili Temeria, perintah militer berlumur darah, serta ruang bawah tanah yang dipenuhi barang hasil jarahan.

Dirty Funds, Deserter Gold, dan Temerian Valuables memang hadir sebagai tiga treasure hunt di The Witcher 3. Namun jika dokumen, lokasi, dan barang yang ditemukan Geralt dibaca sebagai satu rangkaian, ketiganya menceritakan sesuatu yang jauh lebih besar daripada isi sebuah peti. Perang tidak menciptakan kekayaan baru. Ia menyingkirkan pemilik lama, memutus rantai kepemilikan, lalu membiarkan uang, senjata, dan barang berharga berpindah ke tangan siapa pun yang masih hidup untuk mengambilnya.

Geralt berdiri di dekat Place of Power di luar White Orchard Cemetery.
Temuan tentang Kolgrim menjadi titik keberangkatan bagi rangkaian harta perang di sekitar kincir angin White Orchard.

Harta yang Tertinggal Setelah Temeria Kehilangan White Orchard

White Orchard berada dalam keadaan yang ganjil ketika Geralt menjelajahinya. Pertempuran besar sudah berakhir dan pasukan Nilfgaard telah mendirikan garnisun, tetapi kemenangan militer tidak serta-merta mengembalikan ketertiban. Mayat masih memenuhi medan pertempuran, Drowners berkeliaran di sungai, prajurit yang terpisah dari kesatuannya bersembunyi di hutan, dan barang milik pihak yang kalah tercecer di antara jalan, kemah, serta bangunan terbengkalai.

Keadaan itu menjelaskan mengapa ketiga pencarian harta ini terasa saling berdekatan. Semuanya lahir dari keruntuhan sistem yang sama. Tentara Temeria tidak lagi mempunyai garis pertahanan yang utuh. Pengawalan resmi gagal mencapai tujuan. Peti dipindahkan tanpa jejak yang lengkap. Orang-orang yang seharusnya menjaga suplai justru berubah menjadi pihak yang merampasnya. Bahkan sebuah pondok dekat kincir angin dapat menjadi tempat penyimpanan barang dari lebih dari satu jalur.

Hal serupa sebelumnya terlihat ketika Geralt menelusuri Precious Cargo. Perang membuat obat, logistik, dan barang pribadi mempunyai nilai yang melampaui fungsi awalnya. Bedanya, tiga pencarian kali ini tidak menghadirkan seorang pemilik yang bisa datang dan mengajukan klaim. Geralt hanya tiba di bagian akhir dari perpindahan yang sudah berlangsung beberapa kali.

Karena itu, istilah harta perang perlu dipahami dengan hati-hati. Tidak semua yang ditemukan merupakan milik kerajaan. Tidak seluruh peti berasal dari satu konvoi. Tidak semua deserter di White Orchard dapat dipastikan berada di bawah pemimpin yang sama. Yang menghubungkan ketiganya adalah cara perang mengubah benda biasa menjadi barang jarahan, alat bertahan hidup, bukti kejahatan, atau bahkan identitas politik yang berbahaya untuk dibawa.

Dirty Funds dan Prajurit yang Memilih Memeras Rakyat

Jejak pertama membawa Geralt ke sebuah perkemahan di dalam hutan, di sebelah timur kincir angin. Tidak ada tentara yang sedang beristirahat di sana. Sekawanan serigala dan seekor warg telah menguasai tempat tersebut, berkeliaran di antara tenda, karung, peti, dan barang yang tertinggal.

Keberadaan binatang buas itu tidak menjelaskan apa yang terjadi kepada para penghuni sebelumnya. Tidak ada keterangan yang memastikan apakah mereka diserang, pindah ke perkemahan lain, atau memang sengaja meninggalkan tempat tersebut. Petunjuk yang jauh lebih berguna justru tersimpan di dalam sebuah peti: dokumen bernama Scrawled notes.

Geralt menghadapi sekawanan serigala dan seekor warg di sebuah perkemahan hutan White Orchard.
Perkemahan kosong ini menyimpan Scrawled notes, petunjuk bahwa para deserter telah beralih dari prajurit menjadi pemeras warga.

Catatan itu ditulis dengan nada puas. Para deserter menganggap hidup mereka justru membaik setelah meninggalkan tentara dan mendirikan kemah di dekat kincir tua. Mereka tahu warga sekitar hidup miskin, tetapi kemiskinan itu tidak menghentikan mereka. Bagi penulis catatan, orang miskin tetap dapat ditekan sampai menyerahkan sekarung gandum atau beberapa crown.

Bagian tersebut penting karena menunjukkan bahwa para deserter bukan sekadar tentara kelaparan yang mengambil makanan untuk bertahan hidup. Mereka telah menemukan pola hidup baru dan mulai melihat pemerasan sebagai pekerjaan yang lebih mudah. Risiko merampok warga dinilai lebih kecil daripada risiko menyerang pasukan Nilfgaard di bawah perintah Natalis. Ketakutan terhadap medan perang akhirnya diteruskan kepada orang-orang yang lebih lemah dan tidak punya kemampuan untuk melawan.

Tampilan Scrawled notes yang ditemukan Geralt di perkemahan timur kincir angin White Orchard.
Catatan itu tidak menggambarkan desersi sebagai pelarian sesaat, melainkan sebagai pekerjaan yang dianggap lebih aman daripada menghadapi Nilfgaard.

Ada dokumen lain di Amavet Fortress yang memberi latar emosional terhadap kemunculan para deserter di White Orchard. Dalam Angrily scrawled notes, seorang penulis mengatakan bahwa ayah dan tiga saudaranya telah mati demi Temeria tanpa memperoleh pemakaman yang layak. Ia tidak ingin mengulang nasib mereka dan memilih merampok orang-orang yang dianggap telah membunuh putra-putra Temeria.

Kedua dokumen tersebut tidak pernah memastikan bahwa penulis di Amavet Fortress adalah orang yang sama dengan penulis Scrawled notes. Karena itu, keduanya tidak bisa begitu saja disatukan menjadi satu biografi. Namun dua catatan itu memperlihatkan pola yang mirip. Kekalahan Temeria melahirkan prajurit yang merasa negara telah mengambil terlalu banyak dari keluarga mereka, sementara negara yang sama tidak lagi mempunyai kekuatan untuk menuntut kesetiaan atau menjaga mereka tetap berada dalam barisan.

Rasa kecewa itu dapat menjelaskan mengapa seseorang memilih desersi. Namun ia tidak menghapus apa yang dilakukan setelahnya. Begitu gandum dan uang mulai dirampas dari warga yang juga menjadi korban perang, garis antara prajurit yang meninggalkan pertempuran dan bandit yang memangsa rakyat sudah terlewati.

Nama John Natalis di Balik Satu Kalimat Pendek

Penyebutan Natalis dalam Scrawled notes bukan nama perwira acak. John Natalis, yang disebut Jan Natalis dalam sumber buku, merupakan Constable of Temeria dan salah satu komandan militer paling dihormati di Northern Kingdoms. Jauh sebelum White Orchard jatuh, ia memimpin gabungan pasukan Utara dalam Battle of Brenna pada Second Northern War.

Brenna dikenang sebagai titik balik ketika pasukan Utara yang sebelumnya terdesak berhasil menghancurkan kekuatan utama Nilfgaard. Natalis tidak sekadar bertahan. Kepemimpinannya membantu membalik keadaan perang dan menjadikannya salah satu simbol kemampuan militer Temeria. Setelah King Foltest tewas, Natalis juga sempat bertindak sebagai regent Temeria ketika kerajaan kehilangan penguasanya.

Itulah yang membuat penyebutan namanya dalam catatan deserter terasa pahit. Seorang komandan yang dahulu dikaitkan dengan kemenangan besar atas Nilfgaard kini muncul dalam ingatan prajuritnya sebagai orang yang memerintahkan serangan yang kemungkinan besar harus dibayar dengan nyawa. Tentu saja, catatan tersebut hanya menyampaikan sudut pandang seorang desertir. Ia tidak membuktikan bahwa Natalis sengaja membuang pasukannya ataupun mengeluarkan perintah yang tidak masuk akal. Namun satu kalimat itu cukup untuk memperlihatkan sejauh apa kepercayaan prajurit biasa terhadap rantai komando telah runtuh.

Temeria memasuki perang kali ini tanpa King Foltest dan tanpa kestabilan yang dahulu dimilikinya. Pasukan Natalis sempat menahan laju Nilfgaard, tetapi pertahanan itu akhirnya pecah. Dalam keadaan semacam itu, nama seorang pahlawan lama tidak lagi cukup untuk membuat semua orang percaya bahwa pengorbanan berikutnya benar-benar akan menyelamatkan kerajaan.

Scrawled notes kemudian mengarahkan Geralt ke perkemahan lain di hutan. Para deserter di sana tidak membuka percakapan atau memberikan kesempatan untuk berunding. Mereka langsung menyerang ketika Geralt mendekati harta yang telah dikumpulkan. Pertarungan itu mengakhiri Dirty Funds, tetapi tidak mengembalikan gandum atau crown kepada warga yang diperas. Geralt hanya mengambil simpanan dari orang-orang yang sebelumnya merampas isinya dari pihak lain.

Geralt bertarung melawan dua deserter di perkemahan utama Dirty Funds.
Para deserter menyerang tanpa membuka ruang perundingan, sehingga hasil pemerasan mereka kembali berpindah tangan melalui kekerasan.

Deserter Gold dan Pengintai yang Mengikuti Peti Tertutup

Jika Dirty Funds dimulai melalui pengakuan para deserter, Deserter Gold dibangun dari sudut pandang seseorang yang mengawasi mereka. Di sebuah pos pengamatan terpencil di timur laut kincir angin, Geralt dapat menemukan Spy's notes di dekat sebuah jasad dan perlengkapan pengamatan.

Nama penulis, kesatuan asal, dan pihak yang memberinya perintah tidak pernah disebutkan. Sebutan pengintai berasal dari nama dokumen dan isi laporannya, bukan dari identitas yang berhasil dipastikan Geralt. Keberadaan jasad di dekat catatan itu juga tidak menjelaskan bagaimana penulisnya mati. Serigala memang dapat ditemukan di kawasan tersebut, tetapi tidak ada petunjuk langsung bahwa merekalah yang membunuhnya.

Laporan itu mencatat empat hari pengamatan. Pada hari ke-15, bertanggal 23 Birke, kelompok yang diawasi kembali membawa banyak barang jarahan. Sebagian besar berupa baju zirah dan senjata, tetapi kali ini terdapat sebuah peti tersegel. Menjelang petang, seorang pria datang mengantarkan jatah makanan dan minuman ke perkemahan.

Sehari kemudian, seorang kurir tiba sebelum fajar dan menimbulkan kegaduhan. Kelompok tersebut segera mengatur pemindahan peti. Pada hari ke-17, pengintai mengetahui bahwa peti itu dibawa ke pondok terbengkalai dekat kincir tua. Penjagaan membuatnya tidak dapat mendekat. Pada hari ke-18, seluruh penghuni perkemahan sudah minum sejak sore sebelumnya. Penulis berniat memanfaatkan kelengahan itu untuk menyusup pada malam hari, meskipun komandannya hanya mengirim satu orang ke pos tersebut.

Birke berasal dari kalender elf dan kemudian perayaannya diadopsi pula oleh manusia. Istilah itu menandai ekuinoks musim semi, ketika siang dan malam memiliki panjang yang hampir sama, sekaligus permulaan savaed Birke, periode keempat dari delapan bagian tahun dalam kalender elf. Detail kecil tersebut menempatkan pengamatan pada musim semi yang sama, beberapa minggu sebelum Geralt tiba di White Orchard. Catatan itu karena itu terasa seperti sisa sebuah operasi yang telah berlangsung lebih dahulu, meskipun lanskap yang kemudian dilewati Geralt masih berada dalam musim yang sama.

Nasib sang pengintai dibiarkan terbuka. Ia mungkin mencoba menyusup dan gagal, mungkin ditemukan sebelum sempat bergerak, atau mati karena sebab lain. Yang pasti, rencana terakhirnya tidak membuat peti tersebut kembali kepada pihak yang mengirimnya. Catatan itu justru bertahan lebih lama daripada orang yang menulisnya dan pada akhirnya menjadi petunjuk bagi Geralt.

Deserter Gold juga memperlihatkan bahwa kelompok yang tercerai dari tentara masih mempertahankan sebagian kebiasaan militer. Mereka menerima kurir, memindahkan suplai secara terorganisasi, memasang penjagaan, dan memilih bangunan yang bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan. Desersi tidak menghapus pengetahuan mereka tentang logistik. Pengetahuan itu hanya berpindah fungsi, dari mendukung pasukan menjadi mengelola hasil jarahan.

Temerian Lily Key di Tepi Ismena

Jejak berikutnya dimulai di tempat yang lebih terbuka. Di tepi Ismena, dekat jembatan di sebelah barat kincir angin, Geralt menemukan sebuah tubuh tergeletak di antara tanah basah dan sisa bangunan kayu. Drowners berkeliaran di sekitar air. Mereka menjadi pengingat bahwa sungai di White Orchard bukan hanya jalur perjalanan, tetapi juga tempat orang mati dapat hilang tanpa pernah memperoleh pemakaman.

Geralt berdiri di tepi Ismena di dekat tubuh pembawa Temerian lily key.
Tubuh tanpa nama di tepi sungai menjadi awal Temerian Valuables, tetapi identitas dan perannya tidak pernah dijelaskan.

Pada tubuh tersebut terdapat Temerian lily key. Tidak ada nama, jabatan, ataupun bukti yang memastikan apakah ia termasuk orang yang mendapat perlindungan dalam dokumen yang ditemukan kemudian. Identitasnya karena itu tetap tidak diketahui. Fakta yang tersedia hanya menunjukkan bahwa ia membawa sebuah kunci berlambang Temeria dan tubuhnya berakhir di tepi sungai. Apakah ia penjaga, kurir, atau pemilik salah satu barang di dalam peti tidak pernah dijelaskan.

Menu jarahan menampilkan Temerian lily key pada tubuh di tepi Ismena.
Lambang lili pada kunci menunjukkan afiliasi Temeria, bukan bukti bahwa pembawanya merupakan anggota keluarga kerajaan.

Bunga lili pada kunci tersebut bukan hiasan biasa. Lambang Temeria menggunakan bunga-bunga lili perak di atas bidang hitam. Dalam sejarah heraldik kerajaan, tiga lili pernah menandai para pangeran pewaris takhta. Pasukan Prince Goidemar kemudian bertempur di bawah panji berlambang lili saat melawan pemberontakan Falka. Setelah naik takhta, Goidemar menetapkan tiga lili perak di atas bidang hitam sebagai lambang kerajaan. King Cedric kemudian mengubahnya menjadi perisai hitam yang ditaburi lili perak, bentuk yang terus dikenal sebagai lambang Temeria.

Sejarah itu tidak berarti bahwa pembawa kunci pasti anggota keluarga kerajaan. Pada masa Geralt, lili sudah menjadi lambang Temeria secara luas. Namun simbol tersebut tetap menunjukkan afiliasi politik sebuah benda. Di wilayah yang baru jatuh ke tangan Nilfgaard, kunci, medali, atau insignia Temeria dapat mengungkap afiliasi pemiliknya atau kesatuan yang pernah dilayani pembawanya.

Perintah Berdarah untuk Membawa Bangsawan Temeria ke Utara

Temerian lily key membuka peti yang tenggelam di dekat gerobak rusak. Di dalamnya, Geralt menemukan florens, sebuah silver amber necklace, Temerian Special Forces insignia, dan dokumen bernama Blood-soaked military orders. Susunan barang tersebut sudah cukup untuk menunjukkan bahwa peti itu bukan sekadar kotak suplai biasa.

Menu jarahan peti bawah air menampilkan Blood-soaked military orders, florens, silver amber necklace, dan Temerian Special Forces insignia.
Isi peti memadukan uang, perhiasan pribadi, dan identitas militer yang mengarahkan Geralt menuju harta Temeria lainnya.

Perintah tersebut menyatakan bahwa para pembawa surat adalah bangsawan Temeria. Mereka harus dikawal ke utara menuju pos perbatasan dekat Oxenfurt, tempat sebuah divisi Redania telah menunggu. Tidak sehelai rambut pun boleh disakiti. Semua barang yang mereka bawa dinyatakan sebagai milik pribadi dan harus tetap berada dalam penguasaan mereka.

Ancaman hukuman melalui pengadilan militer yang dipercepat memperlihatkan bahwa surat itu bukan sekadar rekomendasi perjalanan. Ini merupakan perintah darurat untuk melindungi sekelompok orang penting ketika jalur Temeria sedang runtuh. Tujuan di dekat Oxenfurt juga masuk akal secara geografis. Redania berada di utara dan masih mempunyai kekuatan untuk melawan Nilfgaard, sehingga wilayah perbatasannya menjadi salah satu arah pelarian yang mungkin dicapai oleh orang Temeria yang hendak keluar dari wilayah pendudukan.

Dokumen itu ditandatangani Randal Vittgenberg. Selain namanya, tidak ada biografi yang menjelaskan siapa dirinya, apakah ia Legion Commander yang disebut pada pembukaan surat, ataupun bagaimana nasibnya setelah perintah tersebut dikeluarkan. Karena itu, tanda tangannya tidak bisa digunakan sebagai dasar untuk membangun hubungan politik yang tidak pernah dijelaskan game.

Tampilan Blood-soaked military orders yang ditandatangani Randal Vittgenberg.
Perintah itu memberi perlindungan khusus kepada para bangsawan Temeria sekaligus menegaskan bahwa barang mereka merupakan properti pribadi.

Bagian mengenai properti pribadi menjadi batas fakta yang penting. Harta dalam pencarian ini sering dibayangkan sebagai kas kerajaan yang diselamatkan ketika Temeria jatuh, padahal dokumen yang ditemukan tidak pernah mengatakan demikian. Para pembawa surat memang berasal dari kalangan bangsawan, tetapi barang yang mereka bawa tetap disebut sebagai milik pribadi. Silver amber necklace di dalam peti bahkan jauh lebih mudah dibaca sebagai harta personal daripada kekayaan negara.

Florens yang ditemukan bersama dokumen merupakan mata uang Nilfgaard. Kehadirannya tidak mengubah identitas rombongan menjadi Nilfgaardian karena perintah itu dengan jelas menyebut para pembawa surat sebagai orang Temeria. Koin bisa diperdagangkan dan berpindah melewati perbatasan. Sebaliknya, lili pada kunci dan Temerian Special Forces insignia membawa identitas yang jauh lebih sulit dilepaskan.

Setidaknya bagi peti dan dokumen yang ditemukan Geralt, perlindungan resmi tersebut gagal. Kunci berakhir pada tubuh di tepi sungai, perintah militer tenggelam bersama peti, dan sebagian barang dari perjalanan itu muncul di tempat simpanan dekat kincir angin. Tidak ada satu kalimat pun yang memastikan bahwa seluruh rombongan gagal mencapai divisi Redania ataupun menjelaskan siapa yang mungkin selamat. Yang tersisa hanyalah rute yang seharusnya ditempuh dan bukti bahwa setidaknya sebagian perjalanan itu terputus di White Orchard.

Satu Ruang Bawah Tanah untuk Dua Jejak Harta

Petunjuk dari Spy's notes dan Blood-soaked military orders akhirnya membawa Geralt ke pondok terbengkalai dekat kincir angin White Orchard. Di sekitar bangunan tersebut masih ada deserter yang siap menyerang. Di dalam rumah, bagian lantai yang rusak membuka jalan menuju tangga bawah tanah. Sebuah pintu rapuh dapat dihancurkan dengan Aard, menyingkap ruangan yang dipenuhi beberapa peti dan tumpukan barang.

Geralt bertarung melawan deserter di depan pondok terbengkalai dekat kincir angin White Orchard.
Pondok ini menyatukan lokasi akhir Deserter Gold dan Temerian Valuables tanpa menjadikan keduanya satu peti atau satu rantai kepemilikan.

Secara gameplay, Deserter Gold dan Temerian Valuables selesai melalui peti yang berbeda di ruang bawah tanah yang sama. Simpanan yang dicari melalui laporan pengintai dapat dijarah tanpa membuka peti terkunci milik Temerian Valuables, sedangkan peti yang berkaitan dengan barang Temeria membutuhkan Temerian lily key dari tubuh di tepi sungai.

Secara naratif, hubungan keduanya sengaja terasa rapat tetapi tidak pernah dijelaskan sepenuhnya. Spy's notes menyebut sebuah peti tersegel di antara hasil jarahan yang kemudian dipindahkan ke pondok dekat kincir tua. Namun dokumen yang tersedia tidak pernah memastikan apakah peti tersegel itu sama dengan peti terkunci yang terkait dengan Temerian Valuables. Kita juga tidak mempunyai bukti bahwa kelompok Dirty Funds, orang-orang yang diamati sang pengintai, dan penyerang konvoi selalu merupakan kelompok yang sama.

Pondok terbengkalai itu jelas digunakan sebagai tempat penyimpanan hasil jarahan. Para pelaku memanfaatkan bangunan yang memiliki ruang bawah tanah dengan akses melalui bagian lantai yang rusak dan sebuah pintu rapuh. Lokasinya dekat dengan jalur, ladang, serta sungai, tetapi tempat simpanannya tidak langsung terlihat dari luar. Bagi orang yang pernah menjadi tentara dan memahami pergerakan suplai, memanfaatkan lokasi seperti ini cukup masuk akal.

Urutan penemuan juga dapat memengaruhi tampilan jurnal. Jika Geralt sudah membuka peti yang relevan sebelum membaca Spy's notes, Deserter Gold dapat langsung selesai ketika catatan tersebut dibaca. Sebaliknya, memulai kedua pencarian melalui dokumennya terlebih dahulu membuat rantai petunjuk terlihat lebih jelas. Perbedaan itu hanya mengubah urutan informasi yang diterima pemain, bukan menciptakan pilihan moral atau akhir cerita yang berbeda.

Caius, Himmy, dan Barang yang Terlalu Berbahaya untuk Dijual

Di antara barang dalam ruang bawah tanah, Geralt menemukan Scribbled document. Pesan tersebut ditulis Caius kepada seseorang bernama Himmy dan memberikan gambaran paling jelas mengenai bagaimana setidaknya sebagian harta sampai ke tempat itu.

Caius menceritakan penyergapan terhadap sebuah konvoi. Menurut versinya, beberapa anak panah dan pukulan gada sudah cukup untuk mengakhiri perlawanan. Ia mengejek para prajurit yang menjaga rombongan dan menduga vodka yang mereka bawa membuat mereka kesulitan bertarung. Setelah itu, seluruh muatan konvoi jatuh ke tangan para penyerang.

Pesan tersebut tentu tidak dapat diperlakukan sebagai laporan netral. Caius menulis dengan nada merendahkan, membesar-besarkan kelemahan lawan, dan tidak memperlihatkan rasa bersalah terhadap orang-orang yang dibunuh. Meski begitu, detail yang ia berikan selaras dengan sebagian barang di dalam tempat simpanan. Beberapa botol Temerian rye ditemukan bersama sejumlah crown, insignia, dan dokumen tersebut. Temerian rye merupakan vodka berbahan gandum hitam yang dalam The Witcher 3 digunakan sebagai bahan alkimia. Kehadirannya memberi bentuk fisik pada minuman yang dijadikan bahan ejekan dalam surat Caius.

Menu jarahan di ruang bawah tanah menampilkan Temerian rye, Temerian Special Forces insignia, Scribbled document, dan 31 crown.
Kemunculan Temerian rye memberi gema visual pada vodka yang disebut Caius, sedangkan insignia menunjukkan mengapa sebagian jarahan terlalu berbahaya untuk dijual.

Bagian paling menarik muncul ketika Caius memberi instruksi mengenai hasil jarahan. Semua barang yang mudah dijual harus segera dibawa ke tempat persembunyian lalu dilepas melalui penadah. Namun benda upacara yang terlalu mencolok tidak boleh ikut dijual. Barang seperti itu harus dikubur atau dibakar karena seseorang mungkin mengenali insignia dan mulai mengajukan pertanyaan.

Instruksi tersebut memperlihatkan perbedaan antara nilai ekonomi dan nilai politik. Koin mudah berpindah tangan. Kalung dapat dibongkar menjadi perak dan batu ambar atau dijual kepada orang yang tidak terlalu peduli pada asalnya. Sebuah botol tidak membawa nama pemilik. Insignia berbeda. Ia menghubungkan sebuah benda dengan kesatuan, pengabdian militer, dan negara yang mengeluarkannya.

Temerian Special Forces insignia bahkan mempunyai deskripsi yang menyebut dekorasi semacam itu diberikan untuk pengabdian yang melampaui kewajiban. Secara mekanis, benda tersebut masuk dalam kategori junk dan dapat dijual atau dibongkar. Namun dalam konteks cerita, nilainya justru datang dari identitas yang tidak dapat disamarkan. Bagi Caius, insignia bukan harta. Ia adalah bukti.

Tampilan Scribbled document yang ditulis Caius kepada Himmy.
Caius memerintahkan barang yang mudah dijual segera dibawa ke penadah, sementara benda berinsignia harus dikubur atau dibakar.

Dokumen itu juga membantu menjelaskan mengapa harta masih berada di ruang bawah tanah ketika Geralt datang. Para penjarah berniat menjualnya secepat mungkin, tetapi tidak semua barang aman dibawa ke pasar. Sebagian terlalu mudah dikenali. Sebagian lainnya mungkin belum sempat dipindahkan sebelum kelompok mereka tercerai, terbunuh, atau meninggalkan lokasi.

Nasib Caius dan Himmy tetap terbuka. Tidak ada percakapan yang memastikan apakah salah satu deserter yang dilawan Geralt adalah Caius, apakah Himmy sempat membaca pesan tersebut, ataupun apakah keduanya sudah mati di tempat lain. Nama mereka bertahan hanya karena surat itu tidak ikut dibakar bersama barang-barang yang dianggap berbahaya.

Konsekuensi yang Tidak Hadir sebagai Pilihan Dialog

Ketiga pencarian harta ini tidak mempunyai pilihan bercabang. Geralt tidak dapat menawarkan para deserter kesempatan menyerah, mencari keluarga pemilik harta, mengembalikan silver amber necklace kepada bangsawan yang selamat, ataupun menyerahkan insignia kepada pihak Temeria. Tidak ada tokoh yang menunggu laporan. Tidak ada keputusan yang mengubah arah perang atau nasib karakter lain.

Konsekuensi langsungnya jauh lebih sederhana. Para deserter yang menyerang Geralt mati. Tempat simpanan mereka kehilangan penjaga. Harta yang sebelumnya berasal dari pemerasan warga, jarahan perlengkapan perang, dan perjalanan para bangsawan Temeria berpindah lagi ke inventaris seorang witcher. Sebagian isi peti dapat berbeda antarsesi permainan, tetapi dokumen, kunci, insignia, dan barang yang berkaitan langsung dengan pencarian tetap mempertahankan cerita dasarnya.

Ketiadaan pilihan untuk mengembalikan harta tidak serta-merta menjadikan Geralt seorang pencuri. Berbeda dari Missing in Action, tidak ada keluarga yang hadir untuk mengenali pemilik benda atau meminta sang witcher membawa seseorang pulang. Perintah militer hanya menunjukkan tujuan yang gagal dicapai. Spy's notes tidak menyebut pihak yang mengirim penulisnya, sementara Scrawled notes tidak mencatat nama warga yang diperas. Siapa pun yang mungkin masih berhak mengajukan klaim tidak hadir dan tidak dapat diidentifikasi melalui petunjuk yang tersedia.

Di situlah kekuatan pembangunan dunia ketiga pencarian ini berada. Harta tidak pernah benar-benar netral. Sebelum menjadi jarahan yang menyala melalui Witcher Senses, setiap benda pernah menjadi bagian dari kehidupan seseorang. Gandum mungkin berasal dari keluarga yang diperas. Kalung mungkin dibawa seorang bangsawan yang berharap mencapai Oxenfurt. Insignia pernah diberikan sebagai penghargaan atas pengabdian militer. Vodka yang diangkut konvoi kemudian dijadikan bahan ejekan terhadap orang-orang yang gagal menjaganya.

Perang menghapus nama mereka lebih cepat daripada menghapus benda-bendanya.

Dirty Funds memperlihatkan bagaimana rasa takut mati dapat berubah menjadi alasan untuk mengeksploitasi warga. Deserter Gold memperlihatkan seseorang yang mengamati pergerakan jarahan sampai catatannya sendiri menjadi satu-satunya jejak yang tersisa. Temerian Valuables memperlihatkan perlindungan resmi yang gagal, lambang negara yang berubah menjadi barang berbahaya, dan properti pribadi yang tidak pernah mencapai tujuan yang direncanakan.

Tidak satu pun dari cerita tersebut mengubah hasil Battle of White Orchard. Nilfgaard tetap menguasai wilayah itu. Vesemir tetap menunggu. Yennefer sudah pergi menuju Vizima. Namun ketiganya memperdalam arti kemenangan yang tercermin dari keberadaan garnisun. Sebuah wilayah dapat dinyatakan telah ditaklukkan dalam satu kalimat, sedangkan akibatnya terus tersebar dalam puluhan kisah kecil yang tidak pernah mendapat upacara penutup.

Sebelum Geralt Kembali kepada Vesemir

Ketika Geralt keluar dari pondok terbengkalai dekat kincir angin, rangkaian jejak yang baru saja diikutinya membentuk lingkaran yang tidak nyaman. Ia memulainya setelah menemukan Kolgrim, seorang witcher yang mati sebelum sempat membawa pulang peninggalan sekolahnya. Kini Geralt sendiri meninggalkan tempat-tempat kosong sambil membawa barang yang tidak lagi dituntut siapa pun di sana.

Perbedaannya, tidak ada laporan yang menjadikan Geralt tersangka dan tidak ada penguasa yang menuntut harta itu dikembalikan. Kerajaan yang dahulu mengeluarkan perintah telah kehilangan kendali atas White Orchard. Para penjaga kalah, para pemilik menghilang, dan para penjarah tidak lagi mampu mempertahankan tempat persembunyian mereka. Di ruang kosong yang ditinggalkan semua pihak itulah uang, senjata, dan barang berharga akhirnya jatuh kepada orang yang menemukan kunci, membaca catatan, dan masih hidup ketika peti dibuka.

Dari kejauhan, White Orchard masih dapat terlihat tenang. Kincir angin berdiri di atas ladang, sungai terus mengalir melewati gerobak yang rusak, dan bunga-bunga putih tetap tumbuh di wilayah yang baru saja menyaksikan sebuah kerajaan kehilangan kendali. Namun setelah mengikuti jejak Dirty Funds, Deserter Gold, dan Temerian Valuables, ketenangan itu tidak lagi terlihat sama. Di balik pemandangan tersebut tersimpan barang-barang yang berpindah tangan karena pemilik sebelumnya mati, melarikan diri, atau tidak pernah kembali.

Urusan itu selesai, dan Geralt akhirnya dapat kembali menuju desa. Vesemir masih menunggunya di tavern, tempat keduanya bersiap meninggalkan White Orchard. Geralt sudah mengetahui bahwa Yennefer pergi ke Vizima. Yang tersisa seharusnya sederhana: menemui Vesemir, mengambil bekal yang diperlukan, lalu kembali ke jalan.

Namun sebelum Geralt benar-benar meninggalkan White Orchard, wilayah yang baru saja memperlihatkan bagaimana perang merampas harta dari pemiliknya masih menyimpan satu akibat terakhir dari pendudukan itu. Kali ini, yang tertinggal bukan emas, catatan, atau peti tersembunyi, melainkan orang-orang yang harus hidup bersama kehilangan mereka.

Di White Orchard, harta perang bukan tentang siapa yang paling kaya. Ia adalah catatan tentang siapa yang sudah tidak ada untuk mengambil miliknya kembali.

Posting Komentar

Lebih lama Lebih baru